Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Papi


__ADS_3

Menuruti kemauan istrinya Ziko membawa Devina ke toko bunga yang tadi istrinya itu kunjungi dengan Mama nya dan Devina terlihat sangat senang, senyumnya mengembang dengan sempurna. Tangan Devina memeluk lengan suaminya dengan sayang dan menyandarkan kepalanya di sana ketika mereka turun dari mobil.


Masuk ke toko bunga senyum Devina semakin mengembang matanya menyipit karena senyum lebarnya dia menarik tangan Ziko dan mengajaknya untuk melihat banyak bunga. Dalam diam Ziko tersenyum dia memperhatikan Devina yang kini sudah melepaskan tangannya dan asik melihat banyak bunga.


Ziko terus mengikuti Devina dan membiarkan istrinya itu memilih sendiri bunga yang dia mau.


"Vina mau bunga yang ini sama ini." Kata Devina pada suaminya


Mengangguk singkat Ziko langsung mengatakan hal itu pada pegawai toko dan Devina terus memperhatikan seorang gadis yang tengah merangkai bunga yang Devina inginkan, menjadikannya ke dalam satu buket. Setelah selesai buket itu diberikan pada Devina membuat Devina semakin terlihat senang ketika menerimanya.


Selesai membayar keduanya keluar dari toko bunga dengan Devina yang memeluk buket dalam genggamannya. Sejak dulu sudah Ziko katakan bahwa Devina bisa bahagia hanya dengan hal-hal sederhana.


"Vina suka bunganya"


Ziko tersenyum dia mengusap pelan pipi Devina lalu membuka pintu mobil untuk istrinya.


Masuk ke dalam mobil Devina duduk manis di sana sambil terus menatap buket bunga yang kini ada di pangkuannya.


"Gak usah di lihat terus sayang." Kekeh Ziko


Devina tersenyum manis dia menatap Ziko yang kini memakaikan sabuk pengamannya.


"Bunganya warna pink." Kata Devina


"Vina suka bunga?" Tanya Ziko


Devina mengangguk dengan semangat.


"Mau langsung pulang?" Tanya Ziko lagi


"Iyaa"


Ziko mengangguk singkat lalu melajukan mobilnya menuju rumah tanpa banyak bicara dan membiarkan Devina yang masih terlihat fokus dan asik dengan bunganya.


Selama perjalanan Devina benar-benar tidak bersuara dia terlihat begitu menyukai bunga yang ada di pangkuannya membuat Ziko gemas sendiri. Mungkin wanita lain akan sangat senang ketika di berikan barang-barang mewah, tapi tidak untuk Devina.


Dia lebih senang diberikan bunga, coklat atau ice cream.


Begitu sampai di rumah Ziko langsung mengajak Devina untuk turun dan istrinya itu patuh dia berjalan di samping Ziko sambil membawa buket bunga miliknya. Saat masuk mereka berpapasan dengan Nazwa membuat Devina tersenyum senang dan menunjukkan buket bunganya.


"Mamaa aku beli bunga sama Ziko"


Nazwa tersenyum melihatnya.


"Cantik sekali bunganya seperti Vina." Kata Nazwa


"Vina cantik?" Kata Devina


Nazwa mengangguk sebagai jawaban membuat Devina tersenyum senang lalu bersama dengan Ziko pergi ke kamar.


Niatnya Ziko ingin mengajak Devina pergi beli bunga besok saja karena sudah terlalu sore, tapi Devina menolak dan menggunakan jurus andalannya, mata berkaca-kaca.


"Sekarang bunganya taruh dulu Vina mandi." Kata Ziko


"Em Ziko dulu." Kata Devina


"Janji tapi habis aku langsung mandi ya?" Kata Ziko


Devina mengangguk patuh membuat Ziko akhirnya mengalah dan membiarkan Devina yang sekarang duduk sambil mengeluarkan ponselnya. Istrinya itu asik mengambil gambar membuat Ziko hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan ketika melihatnya.


Selagi Ziko berada di kamar mandi Devina terus mengambil gambar bunga miliknya karena merasa sangat senang, dia juga mengirimkannya pada teman-temannya.

__ADS_1


Vina dibelikan bunga sama Ziko


Bunganya cantik


Meletakkan lagi dengan hati-hati bunga itu di atas meja Devina berniat menyusul suaminya untuk mandi.


Sebelum itu Devina melepaskan dulu ikat rambut hingga cincin miliknya dan menaruhnya di atas meja lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Devina mengetuknya beberapa kali dan memutuskan untuk masuk saja karena memang tidak dikunci.


"Ziko mau mandi jugaaa"


Menutup lagi pintu kamar mandi Devina berlari masuk ke dalam dan bergabung bersama Ziko.


°°°°


Devina sedang membantu Nazwa di dapur mereka ingin membuat brownies dan Devina terlihat begitu bersemangat meskipun tidak banyak yang bisa dia lakukan. Sudah hampir setengah jam keduanya ada di dapur Devina masih mencampur semua adonan menjadi satu.


Jujur ini kali pertama karena biasanya Devina tidak pernah diberikan izin oleh orang tuanya mengingat dia yang cukup ceroboh, tapi ternyata Devina bisa juga. Sekarang sudah malam mungkin sekitar jam delapan, tapi keduanya masih asik di dapur ah masalah makan malam mereka sudah selesai menyiapkannya.


"Vina kasih coklatnya yang banyak"


Devina mengatakan itu dengan senyuman di wajahnya membuat Nazwa ikut tersenyum dan membiarkan Devina melakukan apa yang dia mau.


"Mama"


"Hm ada apa?" Tanya Nazwa


"Vina enggak sabar mau coba." Kata Devina sambil tersenyum


Nazwa menatap menantunya lalu tertawa pelan ketika melihat wajah Devina yang cukup kotor karena ada terigu hingga coklat di pipinya.


Devina terlihat seperti anak kecil.


Mengangguk singkat Devina beranjak dari tempatnya lalu mencuci tangan juga membersihkan kedua pipinya yang kotor.


"Ayo ini tinggal nunggu matang aja, sekarang kita makan malam dulu biar Bibi yang tungguin." Kata Nazwa lagi


Setelah Nazwa mencuci tangannya dia merangkul Devina dan mengajaknya pergi ke ruang makan dimana sudah ada Ziko juga Zidan di sana. Keduanya tersenyum Devina langsung duduk tepat di samping suaminya begitu juga dengan Nazwa yang duduk di samping Zidan.


"Habis ngapain sih menantu Papa?" Tanya Zidan


"Habis bikin brownies sama Mama." Kata Devina dengan senyuman yang begitu lebar


"Aduh Papa harus coba." Kata Zidan


"Boleh nanti Ziko juga coba, tapi Vina cuman bantuin sedikit aja." Kata Devina lagi


"Udah udah makan dulu." Kata Nazwa sambil tersenyum


Devina mengangguk singkat dia mengambilkan makan malam untuk suaminya membuat Ziko tersenyum.


"Vina makannya yang banyak." Kata Ziko


Tidak banyak penolakan Devina mengambil makan malam cukup banyak dan mulai memakannya tanpa banyak bicara hingga ketika tinggal sisa setengah Zidan membuka suaranya. Mertuanya itu memanggil namanya membuat Devina mendongak untuk menatapnya.


"Devina"


Zidan tersenyum tipis, dia tidak tega sebenarnya, tapi Ziko juga harus ikut dengannya sekalian anaknya itu belajar.


"Besok Ziko ikut Papa ya?" Kata Zidan

__ADS_1


"Ikut kemana?" Tanya Devina bingung


"Ke luar kota cuman sebentar aja kok, dua hari aja." Kata Zidan


Devina diam lalu menatap Ziko yang tersenyum padanya.


"Dua hari aja?" Kata Devina lagi


"Iya dua hari, Vina tau kan sekarang Ziko sudah selesai kuliahnya dia harus banyak belajar agar bisa menggantikan posisi Papa nanti." Kata Zidan dengan penuh pengertian


Devina tersenyum lalu mengangguk singkat sebagai jawaban.


"Tapi, Ziko enggak boleh nakal." Kata Devina


"Kalau Ziko nakal nanti Papa yang pukul." Kata Zidan membuat Devina tertawa pelan


"Emm enggak papa Vina bisa di rumah sama Mama nanti kalau bosan bisa ke rumah Daddy atau Cessa atau Mona emm banyak pokoknya." Kata Devina


Zidan tersenyum lalu melirik Ziko yang terlihat lega, tadi Ziko yang minta agar dia saja yang bilang pada Devina karena Ziko suka tidak tega sendiri pada istrinya itu.


Padahal Devina tidak masalah Ziko juga harus bekerja bukannya hanya mengurus dia saja.


°°°°


"Vina kenyang banget"


Ziko tertawa kecil mendengar Devina lalu melirik satu piring brownies yang sudah habis tak tersisa dan dimakan semua oleh Devina, dia hanya makan satu. Tadi Devina dan Mama nya bikin dua dan yang satu Nazwa bilang khusus untuk Devina makanya langsung istrinya itu habiskan hingga tak tersisa.


Dengan senyuman lucu di wajahnya Devina mengusap perutnya membuat Ziko tersenyum senang dan mencubit pipinya. Sebenarnya kalau sudah makan banyak sekali begini Ziko agak cemas karena biasanya ketika pagi Devina akan mual-mual, tapi beruntungnya masalah mual tidak pernah sampai sangat parah.


"Aaa perut Vina penuh." Kata Devina lagi


"Banyak banget makannya Bumil." Kata Ziko


"Perutnya belum besar ya?" Kata Devina sambil melihat ke arah perutnya


"Baru mau dua bulan Devina belum kelihatan." Kata Ziko


"Sehat-sehat yaa anak Mami." Kata Devina


Ziko tertawa dia mendekatkan wajahnya dan menggigit pelan pipi Devina karena gemas.


"Ziko enggak siapin baju untuk besok?" Tanya Devina ketika Ziko menjauhkan wajahnya


"Udah, tadi waktu kamu buat brownies sama Mama aku udah siapin." Kata Ziko sambil menunjuk tas yang ada di meja


Devina mengangguk singkat lalu membawa tangan Ziko ke perutnya.


"Ziko harus minta izin sama baby nya." Kata Devina


Ziko tersenyum lalu menunduk untuk mencium perut rata istrinya dan berbisik pelan di sana.


"Papi pergi sebentar ya? Kalian jangan nakal sama Mami"


Tersenyum senang Devina memainkan rambut Ziko dan ketika pria itu mendongak dia memeluknya dengan erat.


"Papi juga jangan nakal kalau enggak ada Mami"


Ziko tertawa pelan dan mengangguk singkat sebagai jawaban.


°°°°

__ADS_1


Capek banget sama Mami Papi kerjaannya bikin iri terus😭


Satu lagi gak ya updatenya😎


__ADS_2