Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Berbaikan


__ADS_3

Belanja bulanan.


Bermodalkan catatan yang diberikan Bibi kepada keduanya sekarang Devina serta Ziko ada di super market yang letaknya tidak terlalu jauh dari area perumahan. Satu per satu barang yang mereka butuhkan telah masuk ke dalam troli belanjaan yang mereka bawa.


Devina merasa ini menyenangkan karena dia dan Ziko benar-benar terlihat seperti suami istri yang tengah berbelanja kebutuhan rumah tangga, dia suka. Setelah memasukkan semua yang dibutuhkan Devina menatap suaminya dengan senyuman lalu Ziko bertanya tentang apa yang dia inginkan.


Devina langsung terlihat antusias dan mengajak Ziko untuk membeli beberapa cemilan juga.


"Mau beli apa hm?" Tanya Ziko


"Mau sponge sama emm banyak." Kata Devina dengan raut wajah menggemaskan


Tersenyum manis Ziko mengikuti kemana Devina pergi dan membiarkan istrinya itu mengambil beberapa makanan ringan.


"Udah Vin?" Tanya Ziko


"Udah ini udah cukup banyak." Kata Devina


"Yaudah kita bayar dulu." Kata Ziko


Devina mengangguk patuh lalu mengikuti langkah kaki suaminya menuju kasir.


Selesai menghitung juga membayar semua belanjaan Devina membantu Ziko membawa beberapa plastik dan meletakkannya di jok belakang mobil. Setelahnya mereka masuk ke dalam mobil dan Ziko langsung melajukan mobilnya menuju rumah.


"Zikoo"


"Hmm"


"Vina suka belanja bulanan kayak tadi, kita jadi kayak suami istri betulan." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Memang sekarang bohongan?" Kekeh Ziko


"Ish bukan gitu maksudnya kita kayak suami istri beneran, belanja kebutuhan rumah bareng-bareng sama kayak orang-orang." Kata Devina


Ziko menoleh sebentar dan melihat Devina yang tersenyum tulus, senyuman yang selalu Ziko suka dan selalu berhasil membuat jantungnya berdebar tak karuan.


"Mungkin kita akan sering belanja bulanan." Kata Ziko


"Heem nanti Vina mau bilang sama Mama supaya kita aja yang belanja, enggak papa kan? Ziko mau kan?" Tanya Devina


"Mau Devina." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


Devina tersenyum senang lalu menatap lurus ke depan.


"Ziko, boleh enggak Vina jujur?" Tanya Devina


"Boleh, kamu mau jujur tentang apa?" Tanya Ziko


"Hm tentang perasaan Vina." Kata Devina


"Perasaan kamu?" Tanya Ziko


"Iyaa, Vina bahagia banget bisa kenal dan jatuh cinta sama Ziko soalnya selain dari keluarga cuman Ziko yang bisa mengerti Vina." Kata Devina


Ziko fikir sudah selesai, tapi ternyata belum.

__ADS_1


"Vina bahagia, tapi juga takut kalau Ziko nanti pergi atau kalau Ziko bosan sama Vina dan gak sanggup lagi hadapin Vina yang seperti ini." Kata Devina pelan


"Gak ada yang perlu kamu takutin Devina." Kata Ziko


"Tapi, tetep aja takut." Kata Devina


"Vina kenapa kamu selalu ngomong hal-hal penting gini waktu kita lagi di mobil? Kenapa kamu gak ngomong waktu kita lagi duduk berdua?" Tanya Ziko penasaran


"Kalau udah tatap-tatapan sama Ziko semua yang mau Vina bilang hilang semua." Kata Devina


"Vina kamu ini." Kata Ziko


"Ish bener tau kalau udah lihat mata Ziko semua yang mau Vina bilang jadi hilang semua dan Vina lupa mau bilang apa." Kata Devina


"Kamu jangan mikirin kayak gitu aku gak mungkin ninggalin kamu apalagi bosan sama kamu." Kata Ziko


"Iya cuman Vina kan takut." Kata Devina


"Jangan takut aku gak akan pernah ninggalin kamu Devina." Kata Ziko


"Iya Vina percaya." Kata Devina sambil tersenyum


Ikut tersenyum Ziko meraih tangan Devina lalu mencium punggung tangannya.


"Habis ini kita mau langsung ke studio musik?" Tanya Devina


"Iya kita taruh belanjaan dulu atau kamu mau istirahat dulu?" Tanya Ziko


"Enggak Vina enggak capek." Kata Devina


Sebenarnya Devina penasaran dengan kebar Adyra dan ingin melihatnya, suaminya bilang dia sudah tidak pernah berkirim kabar pada Adyra lagi bahkan Ziko sudah tidak pernah ikut tampil bersama teman-temannya. Ada rasa bersalah di hati Devina, tapi Ziko selalu bilang kalau dia masih berkirim kabar dengan yang lainnya hanya tidak pernah ikut manggung saja.


Dua puluh menit perjalanan keduanya sampai di studio musik yang pernah Devina kunjungi dulu. Tersenyum manis Devina menautkan jari-jarinya disana dan bersama Ziko masuk ke dalam.


"Wih dateng juga Ziko." Kata Bastian begitu melihat Ziko dan Devina datang


"Asik ini pengantin baru." Kata Hendra sambil tertawa


Ziko hanya tersenyum lalu menyalami ketiga temannya dan duduk di sofa yang ada dengan Devina disampingnya.


"Apa kabar Vin?" Tanya Rayhan


"Hm aku baik." Kata Devina dengan senyuman


Suara pintu kembali terdengar membuat mereka mendongak dan bersamaan dengan itu mata Devina bertemu dengan mata milik Adyra. Wanita itu masih sama terlihat cantik dengan penampilan sederhananya dan perlahan senyuman Devina terbentuk membuat gadis itu ikut tersenyum lalu menyapanya.


"Hai Vin"


"Hai"


Semuanya sudah berlalu Devina bukan orang yang bisa menyimpan dendam, dia terlalu pemaaf pada orang-orang yang pernah menyakitinya.


Devina tidak bisa membenci seseorang.


"Hai Ko"

__ADS_1


"Hai Ra apa kabar lo?" Tanya Ziko pada Adyra


"Baik juga." Kata Adyra


"Gila udah lama banget gak kayak gini." Kata Bastian sambil tertawa kecil


Mendengar hal itu membuat senyuman Devina perlahan memudar, dia merasa bersalah.


"Iya udah lama banget, kapan ya terakhir? Enam bulan lebih deh kayaknya." Kata Hendra


"Iya gila udah lama banget paling kalo kumpul kita-kita aja Ziko gak ada." Kata Rayhan


Sebenarnya mereka sama sekali tidak berniat menyinggung apalagi menyalahkan Devina mereka hanya membahas saja, tapi sayangnya hal itu membuat suasana hati Devina memburuk.


Devina merasa dia sudah membatasi pertemanan Ziko dulu.


"Kalian jarang kumpul gara-gara Vina ya? Maaf." Kata Devina pelan


Perkataan itu membuat keadaan hening seketika bahkan yang lainnya jadi merasa bersalah karena melihat wajah muram Devina.


Di tempatnya Adyra tersenyum lalu berjalan mendekat dan merangkul Devina dengan sayang.


"Udahlah Vin ngapain minta maaf? Lo gak salah lagian udah lewat juga, kayaknya yang harus minta maaf gue deh bukan lo." Kata Adyra


Devina mendongak dan menatap Adyra dengan senyuman.


"Kamu enggak salah kok." Kata Devina


Lihat kan?


Bagaimana Ziko tidak jatuh hati?


"Lo gak perlu merasa bersalah gitu, semua butuh waktu dan sekarang waktunya kita bakal kayak dulu lagi terus ada tambahannya." Kata Adyra


"Apa?" Tanya Devina


"Tambahannya kita baikan lah gue gak benci lo dan begitu juga sebaliknya, masalah dulu gue minta maaf, tapi jangan khawatir gue udah gak suka sama Ziko." Kata Adyra


"Jadi, kita temenan ya?" Kata Devina senang


Devina selalu suka ketika dia mendapat seorang teman.


"Iyalah kita teman." Kata Adyra


Devina tersenyum senang lalu dia menatap suaminya yang juga tersenyum padanya.


Mata Devina terus menatap Ziko hingga pria itu mencubit pelan pipinya di depan semua orang dan Devina tetap tersenyum.


Dia merasa bahagia dan lega.


¤¤¤


Aku updateee💞


Gak ada yang panas dingin ya haha😂

__ADS_1


__ADS_2