Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Keputusan Salah


__ADS_3

"Ke klinik aja ya?"


Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat ketika suaminya mengatakan hal itu padanya, dia tidak mau pergi ke klinik lagi pula Devina sudah membaik meskipun kepalanya masih sedikit sakit, tapi Ziko sedikit cemas karena suhu tubuhnya cukup panas. Tadi Devina sudah keluar kamar untuk sarapan dan bertemu dengan mertuanya yang bertanya tentang keadaannya, keadaannya sudah cukup membaik.


Sekarang bersama dengan suaminya Devina sudah kembali ke kamar dan berbaring di ranjang dengan menjadikan paha Ziko sebagai bantal untuk kepalanya. Tangan Ziko tidak berhenti mengusap kepalanya dengan sayang membuat Devina tersenyum senang.


"Beneran udah gak pusing?" Tanya Ziko


Devina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Enggak"


"Masih hangat, kamu istirahat aja ya? Jangan keluar kamar dulu." Kata Ziko


Devina mengangguk patuh membuat Ziko tersenyum seraya mengusap sayang kepalanya.


"Ziko enggak mau main keluar?" Tanya Devina


"Enggak di rumah aja sama kamu." Kata Ziko


Tersenyum senang Devina mengusap pipi Ziko sambil menatapnya yang membuat sang suami memejamkan matanya karena merasa nyaman.


"Dua hari lagi Ziko ulang tahun." Kata Devina


"Hadiahnya jangan lupa Vina siapin ya?" Canda Ziko


"Em Ziko mau hadiah apa?" Tanya Devina


"Apa aja asal itu dari kamu aku pasti suka." Kata Ziko


"Ish nanti cuman aku kasih permen." Kata Devina


"Enggak papa." Kata Ziko sambil tersenyum


Tertawa kecil Devina bangun dari posisinya lalu mendekat pada Ziko dan mencium bibirnya dengan lembut.


Tak lama hanya untuk beberapa saat karena setelahnya Devina kembali menjauhkan wajahnya dan menatap Ziko dengan senyuman.


"Hehe"


Wajah Devina terlihat menggemaskan membuat Ziko tersenyum dan mencubit pelan pipinya.


"Vin"


"Emm"


"Enggak, aku sayang banget sama kamu." Kata Ziko sambil tersenyum


Ikut tersenyum Devina memeluk lagi tubuh Ziko dengan erat, sangat erat.


"Peluk lagiii"


Tertawa kecil Ziko mengacak-acak gemas rambut Devina lalu mencium puncak kepalanya dengan sayang dan mengeratkan pelukannya.


"Sini tidur lagi." Kata Ziko


Devina menurut dia berbaring sambil menatap wajah Ziko yang terlihat begitu tampan.


"Ziko"


"Hm"


"Vina mau kasih sesuatu untuk Ziko nanti." Kata Devina


"Kasih apa?" Tanya Ziko


"Rahasiaaa"


"Ehh"


"Hehe Vina mau peluk lagi jangan di lepasin gak boleh." Kata Devina

__ADS_1


Ziko hanya bisa tersenyum dan membiarkan Devina memeluknya sambil bersandar di dada bidangnya.


Memejamkan matanya Devina merasa sangat nyaman dengan usapan yang Ziko berikan untuknya.


Ah dia sayang sekali dengan suaminya.


°°°°


Ulang tahun Ziko!


Besok ulang tahun suaminya Devina sudah menyiapkan hadiah yang nantinya akan dia berikan pada Ziko dan dia sangat yakin Ziko pasti suka sekali. Nanti malam Devina akan memberikan hadiah itu untuk suaminya dan dia pastikan Ziko akan sangat terkejut nantinya.


Sekarang masih pukul dua siang Ziko tengah duduk sambil memangku gitarnya dan bersenandung pelan untuk Devina. Sudah sekitar satu jam mereka di sini dengan Ziko yang terus bernyanyi untuknya.


"Ziko"


"Iya Vina"


"Enggak"


"Kenapa?" Tanya Ziko


"Emm enggak papa." Kata Devina sambil menggelengkan kepalanya pelan


"Aneh kamu nih." Kata Ziko


Devina terkekeh sambil terus menatap wajah suaminya.


"Ajarin Vina lagi main gitar." Kata Devina


"Boleh, sini duduk samping aku." Kata Ziko


Dengan penuh semangat Devina duduk di samping suaminya lalu mengambil alih gitar yang ada di pangkuan suaminya. Tersenyum manis Ziko menatap Devina yang kini juga menatap matanya.


Istrinya itu menatapnya cukup lama lalu dia mendekat dan mencium sekilas bibir Ziko membuat Ziko terdiam sejenak.


"Ayo ajarin"


"Ziko gak boleh ajarin cewek lain main gitar ya?" Kata Devina


Tertawa kecil Ziko bergumam pelan sebagai jawaban.


"Ih jawab jangan hm hm aja." Kata Devina sebal


"Iya sayang"


Devina tersenyum dan kembali menatap gitar yang ada di pangkuannya.


"Vina suka kalau Ziko lagi main gitar, jadi tambah ganteng." Kata Devina


"Bisa aja"


"Memang bener." Kata Devina


Devina mendongak dan menatap wajah Ziko dengan senyuman di wajahnya lalu mendekat lagi untuk mencium bibirnya. Memejamkan matanya Ziko mengambil gitar lalu meletakkannya sembarangan dan kini tangannya beralih pada tengkuk Devina, menahannya untuk menjauh.


Ziko mengusap pipinya dengan lembut dan tanpa berhenti menggerakkan bibirnya di sana membuat Devina tak bisa berkutik. Sampai mereka kehabisan nafas dan Ziko menjauhkan wajahnya sambil menatap Devina yang sekarang sedang menetralkan deru nafasnya.


"Nakal banget"


Devina hanya menunjukkan cengirannya ketika Ziko mencapit pelan hidungnya.


"Vina suka nakal sama Ziko"


Tertawa kecil Ziko mencubit gemas pipi Devina yang membuat istrinya itu merengek pelan.


Astaga rasanya Ziko mau menerkam Devina sekarang.


°°°°


"Devina kamu masih lama?"

__ADS_1


Di dalam kamar mandi Devina menggigit pelan bibir bawahnya lalu mengatakan pada Ziko bahwa dia belum selesai, meskipun kenyataannya Devina sudah benar-benar selesai. Saat Ziko masih di luar Devina buru-buru mengambil sesuatu di lemari lalu membawanya ke kamar mandi dan mengatakan pada Ziko bahwa dia ingin berganti pakaian sekalian membasuh wajahnya.


Sekarang sudah pukul sepuluh malam Devina berniat memberikan kejutan, tapi sekarang dia sendiri yang takut dan tidak berani keluar. Sedikit gila mungkin, tapi Devina memakai pakaian yang Mona hadiahkan ketika dia menikah untuk membuat Ziko senang.


Sayangnya Devina malah ketakutan sekarang!


"Mommy gimanaaa"


Devina menatap wajahnya yang memerah, dia takut sekali, bagaimana?


"Vina? Kamu gak papa kan? Apa kamu sakit lagi ya? Kamu udah mau setengah jam sayang." Kata Ziko


Devina panik sendiri dia berjalan menuju pintu dan berniat membukanya, tapi Devina takut.


"Sebentar Ziko." Kata Devina pelan


"Kenapa? Kamu sakit?" Tanya Ziko


"Enggak, tadi butuh ke wc aja." Kata Devina


"Sekarang belum?" Tanya Ziko


"Sebentar lagi." Kata Devina


Menghela nafasnya pelan Devina semakin takut, tapi dia juga tidak bisa terus berdiam diri di sini kan?


"Enggak papa Vina"


Setelah menguatkan diri Devina membuka pintu dan mengintip dari balik pintu.


"Vina? Ya ampun kenapa gak keluar?" Tanya Ziko


"Hehe sebentar Ziko." Kata Devina sambil menutup pintu lagi


"Vina?"


Berkali-kali Devina menghela nafasnya pelan lalu akhirnya membuka pintu kamar mandi dan benar-benar keluar.


Saat mendongak dia melihat Ziko yang menatapnya dengan mata membulat, suaminya itu terpaku di tempatnya. Rasa gugup menyerang Devina begitu Ziko berjalan mendekat dan sekarang berdiri di depannya.


"Devina"


Bahaya!


Ini bahaya suara Ziko terdengar serak dan tatapan matanya mulai berbeda membuat Devina semakin gugup ketika Ziko menyentuh pipinya.


"Kamu kenapa pakai baju ini?" Tanya Ziko


Devina mendongak dan menatap mata Ziko lalu menjawab dengan pelan.


"Besok Ziko ulang tahun Vina mau buat Ziko senang." Kata Devina


Ziko semakin mendekat dia menunduk dan berbisik pelan di telinganya membuat Devina merinding sendiri karena ulahnya.


"Ini hadiah untuk aku hm?" Bisik Ziko


Devina mengangguk sambil menahan nafasnya ketika Ziko mengusap lehernya dengan lembut.


"Keputusan yang salah Devina sayang." Bisik Ziko


Devina diam karena tidak mengerti, tapi jantungnya berdetak dengan sangat cepat ketika Ziko menyampirkan rambutnya dan mengecup lehernya.


"Jangan minta aku berhenti karena aku gak akan mau"


Astaga Devina takut sekarang!!


°°°°


Digantung gak tuhhh🤣🤣🤣


Kapan nih next nya haha dua hari lagi kali yaa🤣

__ADS_1


__ADS_2