Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Jahil


__ADS_3

"Aaaa Amiii"


Devina langsung mendekati Ardhan yang kembali merengek padahal baru saja Devina tinggal pergi ke kamar mandi, dia sedang rewel sekali hari ini. Sejak pagi Devina harus menemani si kembar terutama Ardhan yang sangat rewel dan tidak mau dia tinggal.


Saat Devina duduk di sampingnya anak itu langsung memeluk Devina dengan manja, dia mengucak pelan matanya membuat Devina tersenyum seraya mengusap kepalanya. Sepertinya Ardhan sedang sangat rewel hari ini bahkan dia tidak mau bergabung dengan Arthan yang asik bermain.


"Kenapa Ardhan? Mau bobok ya?" Tanya Devina.


Ardhan menggelengkan kepalanya pelan dan memeluk Devina dengan manja.


"Enggak mau main sama Arthan?" Tanya Devina lagi.


"Gak"


"Kenapa?" Tanya Devina sambil tersenyum dan mengusap pipi anaknya.


"Altan nakal." Kata Ardhan membuat Devina tertawa pelan ketika mendengarnya.


"Kok gitu enggak boleh ah." Kata Devina.


Ardhan malah semakin memeluk Devina membuat Devina tersenyum sambil berjalan membawa anak itu keluar dari kamar.


Begitu keluar dan menghampiri Arthan yang ada di ruang tengah anak itu malah merengek dan memeluk Devina dengan sangat erat. Jelas saja hal itu membuat Devina kebingungan apalagi ketika duduk Ardhan malah menangis sambil memeluknya dengan erat.


"Gak gakk mau ciniii." Rengek Ardhan.


"Eh Ardhan kenapa sayang?" Tanya Devina bingung.


"Gak mau cama Altannn." Rengek Ardhan lagi.


Devina menghela nafasnya pelan dan menggendong lagi anak itu dia melihat Arthan yang kini menatap mereka dengan senyuman.


"Arthan kenapa sama Ardhan?" Tanya Devina.


"Gak tau Aldan aneh." Kata Arthan.


"Gak mau Altan nakal aku di gigit nanti aku belubah jadi pampill." Kata Ardhan.


Devina terdiam sejenak, tapi setelahnya dia tertawa.


"Enggak gitu Ardhan mana ada berubah jadi vampir." Kata Devina sambil tertawa.


Ardhan masih saja memeluk Devina.


"Aldan aku gigit lagiii bial jadi pampill." Kata Arthan dengan jahilnya.


"Aaaa gakk"


Devina kembali tertawa dia menurunkan Ardhan, tapi anak itu tetap saja memeluknya.


"Arthan jangan jahil gitu ah Ardhan takut." Kata Devina.


Anak itu hanya tersenyum lucu.


"Sini Ardhan enggak papa Arthan cuman bercanda." Kata Devina.


Ardhan akhirnya melepaskan pelukannya dan menatap kembarannya yang kini tersenyum.


"Celang Aldannn waaaa"


Ardhan langsung berdiri dan memeluk Devina lagi sambil menangis.


"Amii Amiiii"

__ADS_1


Devina tertawa lalu menggerakkan jari telunjuknya di depan Arthan meminta anak itu untuk tidak mengganggu kembarannya.


"Enggak Arthan cuman mainan, udah sini duduk Mami ambilkan makan." Kata Devina.


"Nakal Altan nakal." Rengek Ardhan sambil menangis.


"Aldan cengeng nangis telusss." Ledek Arthan.


Devina hanya bisa menghela nafasnya pelan melihat tingkah anaknya yang satu itu, jahilnya enggak ketulungan.


"Duduk ya? Mami hidupin tv oke? Arthan jangan gangguin Ardhan ya? Mami ambilkan makan nanti kita ke tempat Papi." Kata Devina pada kedua anaknya.


Kali ini Arthan mengangguk patuh anak itu langsung duduk dengan diam bersama dengan Ardhan ketika Devina menghidupkan televisi dan mencari film kartun kesukaan kedua anaknya.


"Jangan berantem ya? Mami ambil makan." Kata Devina.


Keduanya mengangguk membuat Devina tersenyum lalu beranjak dari tempatnya dan pergi ke dapur untuk mengambil makan siang.


Selagi Devina pergi mengambil makan Arthan menatap kembarannya dan tersenyum lalu mendorong pelan tubuh Ardhan.


"Aaa Altann." Rengek Ardhan.


"Aldan nangis telus nangis teluss." Kata Arthan.


"Altan nakal!" Kata Ardhan kesal.


"Gigit Aldan bial belubah jadi pampill." Kata Arthan.


Ardhan langsung bangun begitu juga dengan Arthan yang segera mengejarnya membuat Ardhan merengek sambil berlari memanggil Devina.


"AMIII"


Kedua anak itu saling kejar membuat Devina langsung keluar dari dapur.


"Cukulin Altan nakal kapok." Kata Ardhan dengan wajah kesal.


"AAA AMIII"


Menghela nafasnya pelan Devina langsung mendekat dan membantu Arthan untuk bangun.


"Mami bilang apa tadi? Ayo duduk jangan larian nanti jatuh, mau Mami bilang ke Papi ya?" Tanya Devina.


"Altannn"


Ardhan menunjuk kembarannya dan berlari menghampiri Devina.


"Gakk"


"Udah udah jangan ribut gitu ah enggak boleh, ayo duduk lagi di sana kita mau makan." Kata Devina.


Keduanya menurut mereka kembali ke ruang tengah dan duduk di sana membuat Devina menggelengkan kepalanya pelan.


Kembali ke dapur dan membawa makan untuk kedua anaknya Devina menghampiri mereka di ruang tengah.


"Ayo makan dulu nanti kita ke tempat Papi." Kata Devina.


Kali ini mereka menurut, keduanya makan sendirian tanpa Devina suapi sambil menonton televisi.


Memang dasar kedua anak itu sekarang sudah jarang sekali akur, lebih sering ributnya.


°°°°


Ziko tengah fokus pada ponsel miliknya ketika suara si kembar terdengar dan dia melihat kedua anaknya itu masuk ke dalam ruang kerjanya. Di belakang si kembar ada Devina yang tersenyum membuat Ziko langsung menaruh ponselnya dan menghampiri mereka.

__ADS_1


Tadi memang Ziko meminta Devina untuk datang menghampirinya karena kemungkinan Ziko akan pulang nanti. Begitu dia mendekat kedua anaknya itu langsung berlari menghampirinya.


"Papiii"


Ziko tertawa pelan, dia mencium kedua anaknya secara bergantian lalu memeluk Devina dan mencium pipinya juga.


"Dari tadi mereka ribut terus tuh." Kata Devina.


"Sekarang jarang akurnya." Kata Ziko.


Devina mengangguk singkat dia duduk di sofa bersama dengan Ziko kalau si kembar sibuk berjalan-jalan di sekitar ruangan.


"Arthan Ardhan"


Devina memanggil keduanya, tapi mereka tidak mau menyahut dan asik berkeliling.


"Ni apa Pi?" Tanya Arthan ketika melihat tumpukan berkas Ziko yang ada di meja.


Sama penasarannya Ardhan juga melihat ke atas meja.


"Tinggi." Kata Ardhan.


"Itu kerjaan Papi." Kata Ziko sambil berjalan mendekati keduanya.


"Naik kulci Pi." Kata Arthan sambil berusaha naik ke atas kursi.


"Enggak Arthan jangan." Kata Devina.


"Ami pelit." Kata Arthan dengan wajah cemberut.


Devina hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan mendengar itu kalau Ziko sudah tertawa dan kini kedua anak itu berjalan ke dekat jendela.


"Tinggi iii takut." Kata Ardhan.


Arthan menempelkan kedua tangannya di kaca sambil menatap keluar.


Saat kedua anak itu tengah asik menatap keluar pintu terbuka membuat keduanya ikut menoleh dan melihat salah satu karyawan Ziko masuk ke dalam sambil membawa beberapa berkas. Melihat itu Arthan tersenyum anak itu berbalik badan lalu berseru dan berlari ke arah pintu.


"Tablakkk"


Anak itu berlari dan menabrak tubuh pria yang kini berdiri di depan pintu.


"Ehh"


"Ya ampun Arthan"


"Arthan jangan sayang"


Devina menepuk pelan dahinya dan langsung menghampiri anak itu lalu menggendongnya.


"Ziko jangan bawa anak-anak ke sini lagi deh yadi juga di depan orang-orang dia tabrakin kalau bukan anak kamu udah di usir nih dia." Kata Devina lelah.


Ziko tertawa dia menatap salah satu karyawannya yang berjalan masuk dan Ziko langsung meminta maaf untuk anaknya.


Astaga Arthan memang tidak pernah bisa diam.


Entah orang tua, kembaran atau orang lain semua dia ganggu.


°°°°


Haloo aku minta maaf ya karena baru sempat update☹️


Kira-kira masih ada yang nunggu cerita ini ga ya??

__ADS_1


__ADS_2