Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Datang Bulan


__ADS_3

Devina tersenyum sambil melakukan rutinitas barunya belakangan ini, membantu mertuanya memasak meskipun dia tidak membantu banyak, tapi Devina suka karena dia jadi sering mengobrol dengan mertuanya. Selama tinggal disini Nazwa sangat baik juga perhatian padanya bahkan setiap kali dia membantu di dapur Nazwa akan bertanya apa dia betah tinggal disini atau tidak.


Rasanya seperti bicara pada Mommy dan Devina senang karena perhatian yang Nazwa berikan membuat dia teringat Mommy nya yang juga selalu melakukan hal yang sama. Jujur Devina juga merasa dia memang terlalu cepat menikah, tapi Devina tidak menyesal dia malah senang menikah dengan Ziko.


Satu-satunya hal yang membuat dia sedih hanya jauh dari orang tua serta kembarannya, tapi itu hanya akan terjadi di awal saja seiring berjalannya waktu tidak akan begini lagi, dia akan terbiasa.


Devina akui kalau dia sangat manja dan masih berlaku seperti anak kecil, tapi hal itu karena di rumah dia diperlakukan layaknya seorang putri sama seperti Kakaknya dulu.


"Mama ini sudah"


Perkataan itu Devina katakan sesaat setelah dia selesai memotong semua sayuran yang Nazwa berikan.


Satu lagi yang membuat Devina terbiasa disini adalah memakan sayuran karena Nazwa selalu masak sayuran setiap hari.


"Sudah? Kalau sudah sekarang akan kita tumis." Kata Nazwa


"Mama waktu menikah dulu sudah pintar masak?" Tanya Devina


"Hm sedikit, tapi Mama banyak belajar setelah menikah sayang." Kata Nazwa membuat Devina mengangguk faham ketika mendengarnya


"Vina mau belajar masak sama Mama." Kata Devina


"Boleh Vina nanti kita belajar ya?" Kata Nazwa


Devina menganggukkan kepalanya dengan semangat lalu memperhatikan Nazwa yang memasak. Dulu Fahisa tidak pernah mau kalau dia mau membantu di dapur dan mengatakan ada Bibi yang membantu, tapi sekarang Devina bisa membantu mertuanya memasak.


"Tadi kamu sama Ziko kemana?" Tanya Nazwa


"Em kami ketemu sama teman-teman di cafe aja Ma ngobrol disana kan udah lama gak ketemu." Kata Devina


Nazwa mengangguk faham ketika mendengarnya.


"Mama udah mau selesai kamu panggil Ziko aja ke kamar." Kata Nazwa


Mengangguk patuh Devina mencuci tangannya lalu beranjak pergi ke kamarnya dengan Ziko yang terletak di atas. Masuk ke dalam kamar Devina melihat Ziko yang sedang sibuk dengan ponselnya, pasti bemain game karena tadi ketika Devina keluar kamar suaminya itu tengah bermain game.


Berjalan mendekat dugaan Devina benar sekali Ziko lagi bermain game dan ketika Devina panggil Ziko hanya bergumam pelan sebagai jawaban, menyebalkan.


"Zikoooo"


"Hm kenapa sayang?" Tanya Ziko tanpa mau mengalihkan pandangannya dari layar ponsel


"Ayo turun makan malam." Kata Devina


"Nanti Vin sebentar lagi." Kata Ziko


"Ish ayo Zikooo." Kata Devina sambil menoel-noel lengan suaminya


"Iya iya sebentar lagi." Kata Ziko membuat Devina berdecak kesal


"Ziko cepettt." Kata Devina


"Sabar sayang ini sebentar lagi selesai." Kata Ziko


Menghela nafasnya pelan Devina diam dan tidak memaksa suaminya untuk melakukan apapun, dia memilih diam saja sambil menunggu Ziko selesai. Sekitar lima menit Ziko yang tak lagi mendengar suara Devina melirik ke samping dan melihat Devina yang tengah cemberut.

__ADS_1


Tersenyum penuh arti Ziko meletakkan ponselnya dan mengabaikan game yang tengah ia mainkan lalu memberikan ciuman singkat di pipi Devina.


"Ngambek ya?" Kata Ziko


Devina menoleh dan memasang wajah cemberutnya.


"Ayoo turun." Kata Devina


"Iya ayo jangan cemberut kamunya." Kata Ziko sambil mencubit pipi Devina dengan gemas


Menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman Devina pergi keluar kamar bersama dengan Ziko. Sampai di ruang makan ternyata semuanya sudah siap bahkan Zidan juga sudah ada disana.


Keduanya langsung berabung untuk sama-sama menyantap makan malam yang sudah disiapkan.


"Ziko"


"Iya Pa"


"Kapan mulai perkuliahan?" Tanya Zidan


"Dua minggu lagi baru ngurus jadwal Pa." Kata Ziko


"Vina juga sama?" Tanya Zidan pada menantunya


"Sama Pa"


"Masalah administrasinya kapan terakhir pembayaran?" Tanya Zidan


"Baru kemarin mulai pembayaran Pa sampai minggu ini." Kata Ziko


"Besok kamu urus administrasinya punya kamu dan Vina." Kata Zidan


Zidan tersenyum mendengat perkataan menantunya barusan.


"Vina sekarang istrinya Ziko, jadi Vina juga udah jadi tanggung jawabnya Papa juga." Kata Zidan


"Iya sayang Papa benar." Kata Nazwa


Devina tersenyum lalu menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia mengerti.


"Vina juga kalau ada perlu apa-apa bilang sama Ziko ya?" Kata Zidan


"Iya Pa"


"Yaudah kita makan malam dulu." Kata Nazwa


Mendengar perkataan Nazwa yang lainnya mengangguk patuh lalu mulai menyantap makan dalam diam tanpa ada sedikit pun percakapan yang terjadi. Selagi makan Devina sesekali melirik Ziko lalu mertuanya juga, dia jadi memikirkan orang tuanya dan Devano.


Mereka pasti lagi makan malam juga, Devina rindu makan malam sama-sama dengan mereka seperti biasanya, tapi tidak dia juga senang kok disini.


Setelah semua makanan habis Devina membantu mertuanya mengangkat piring kotor dan merapihkan lagi meja makan, dia selalu melakukan hal itu sekarang.


"Udah sayang gak usah di cuci nanti ada Bibi." Kata Nazwa


"Em iya Ma." Kata Devina sambil tersenyum

__ADS_1


"Kamu ke kamar istirahat udah malam." Kata Nazwa


"Mama juga, selamat malam Ma." Kata Devina


Nazwa mengangguk lalu mengusap kepala Devina dengan sayang dan membiarkan menantunya itu berjalan meninggalkan dapur.


Kembali pada Devina yang kini sedang membuka pintu kamar dan masuk ke dalam yang langsung membuat dia disuguhkan pemandangan punggung polos Ziko.


Mungkin Ziko mendengar suara pintu hingga dia kini membalik tubuhnya dan menatap Devina dengan senyuman. Di tempatnya Devina terlihat gugup dia menggigit peln bibir bawahnya ketika Ziko berjalan mendekat.


Nafas Devina tertahan ketika jarak mereka sangat dekat apalagi ketika Ziko meraih tangannya dan membawa tangan mungilnya menyentuh dada bidangnya yang tak tertutupi apapun.


"Zikoo"


"Hm"


"Vina mau ganti baju dulu." Kata Devina pelan


Sayangnya Ziko tidak membiarkan hal itu dan malah menarik Devina untuk semakin mendekat. Sebelah tangannya Ziko gunakan untuk mengusap wajah Devina dengan sayang lalu pergi mengusap tengkuknya.


Memiringkan wajahnya Ziko memejamkan mata lalu mencium Devina dengan penuh kelembutan dan menggigit pelan bibir bawahnya agar terbuka. Begitu mendapat akses Ziko mengangkat tubuh Devina dan membawanya ke ranjang mereka lalu menjatuhkan tubuh mereka disana tanpa melepaskan ciumannya.


Tangan Ziko terus mengusap pipi Devina hingga akhirnya tangan itu merambat turun lalu menyusup masuk ke dalam kaos oversize yang Devina kenakan dan mengusap perutnya.


Menjauhkan wajahnya Ziko menatap Devina dengan senyuman lalu menggerakkan lagi tangannya hingga sampai ke dada Devina.


"Ziko jangann"


"Aku janji cuman sebentar dan pelan-pelan." Kata Ziko dengan mata dipenuhi gairah


Devina menggelengkan kepalanya pelan sambil menahan tangan Ziko untuk bergerak atau melakukan sesuatu.


Baru ingin mengatakan sesuatu Ziko sudah menyerang lehernya membuat Devina melenguh pelan, tapi dia berusaha menghentikan suaminya.


Sampai Devina berhasil mengatakan hal yang membuat Ziko berhenti.


"Ziko janganhh engh Vina lagi datang bulann"


Menjauhkan wajahnya Ziko menatap Devina dengan sayu.


"Kamu bercanda kan Vin?" Tanya Ziko dengan suara yang terdengar serak


Devina menggelengkan kepalanya, dia tidak bercanda.


"Vina gak bohong tadi sore-sore habis mandi Vina dapat"


Shit!


Ziko langsung menjauhkan tubuhnya membuat Devina bangun dan menatap Ziko dengan penuh rasa bersalah.


"Ziko"


Menghela nafasnya berat Ziko menatap Devina lalu mencium bibirnya sebentar dan mengusap pipinya.


"Aku ke kamar mandi dulu kamu tidur duluan aja gak papa"

__ADS_1


¤¤¤¤


Ziko panas dingin jadinya😂


__ADS_2