
Kedatangan Devina bersama dengan suaminya di sambut dengan hangat oleh Fahisa yang kebetulan hanya sendirian karena Daffa sedang pergi keluar sebentar kalau Devano memang sedang tidak ada di rumah, dia pergi bersama dengan Adara katanya mau jalan-jalan. Makanya kedatangan Devina membuat Fahisa sangat senang tidak lupa dia juga langsung memberikan kabar pada suaminya dan pada Devano juga.
Meminta keduanya untuk masuk Fahisa langsung pergi ke dapur untuk mengambilkan minum dan meninggalkan Devina bersama dengan Ziko di ruang tamu. Tangan Devina menggenggam sayang tangan Ziko dia merasa sangat senang dan tidak sabar untuk menyampaikan kabar gembira ini ke semua orang.
"Kalian gak bilang kalau mau datang Daddy lagi keluar sebentar, tapi sebentar lagi pulang Devano sama Adara juga." Kata Fahisa
Devina mengangguk dan matanya berbinar ketika melihat ada cake yang Fahisa bawa lalu Devina dengan semangat langsung mengambilnya.
"Mommy yang buat ya? Vina suka cake nya rasa coklat." Kata Devina membuat Fahisa tersenyum mendengarnya
"Iya sayang tadi pagi Mommy buat soalnya Mommy bosan hanya diam diri di kamar." Kata Fahisa
"Vina sukaa ini enak." Kata Devina
Fahisa tersenyum dia mengusap sebentar kepala Devina, dulu juga memang Devina yang sangat suka cake buatannya.
"Kabar orang tua kamu baik kan Ziko?" Tanya Fahisa
"Baik Ma tadi juga mereka titip salam untuk Mama sama Papa." Kata Ziko
Fahisa tersenyum dan mengangguk singkat ketika mendengarnya.
"Aduh Vina pelan makannya." Kata Ziko sambil mengusap sudut bibir Devina yang kotor
"Hehe enwak"
Fahisa menggelengkan kepalanya pelan melihat Devina yang terlihat begitu semangat memakan cake buatannya.
"Ini minum dulu nanti kamu tersedak." Kata Ziko
Devina tersenyum dia menerima minum yang suaminya berikan dan langsung meminumnya.
"Ini sayang makan lagi." Kata Fahisa
"Em nanti aja hehe." Kata Devina
Devina memeluk Mommy nya itu dari samping membuat Fahisa tersenyum dan mengusap kepalanya dengan sayang.
"Habis ini mau ke rumah Kak Ara." Kata Devina
"Kangen sama Kakak ya?" Kata Fahisa
"Heem kangen Kak Ara kangen Mommy sama Daddy dan kangen Devano sama Adara juga, kangen semuanyaa." Kata Devina
"Aduh Ziko dia ini kok tambah lucu. Kekeh Fahisa
Ziko hanya tersenyum mendengarnya, tapi Devina memang sangat lucu.
"Mommy"
"Hm kenapa sayang?" Tanya Fahisa
Devina melepaskan pelukannya dia menatap Fahisa dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
"Mommy"
Devina memanggil lagi lalu dia meraih tangan Fahisa dan membawanya ke perutnya yang masih rata.
"Di perut Vina sudah ada baby nya"
Perkataan itu membuat Fahisa terdiam untuk beberapa saat dia juga menatap Devina dan Ziko secara bergantian lalu tanpa diminta air matanya turun.
"Mommy kenapa nangis?" Tanya Devina dengan wajah cemberut
"Benar Ziko? Apa benar Devina lagi hamil sekarang?" Tanya Fahisa
"Iya Ma baru kemarin kami ke Dokter usia kandungannya sudah empat minggu." Kata Ziko
Perkataan itu membuat air mata Fahisa kembali turun dia langsung mendekat dan memeluk anaknya itu dengan erat.
"Mommy"
"Selamat sayang kamu akan jadi seorang Ibu." Kata Fahisa dengan penuh harus
"Mommy di dalam perut Vina baby nya ada dua." Kata Devina
"Astaga sayang." Kata Fahisa dengan air mata yang kembali jatuh
Dia menangkup wajah Devina dan mencium seluruh wajahnya lalu berhenti lama di keningnya.
"Mommy sangat senang." Kata Fahisa
Devina tersenyum tangannya terulur untuk mengusap pipi Fahisa yang basah karena air mata.
"Kalau senang Mommy enggak boleh nangis harus senyum." Kata Devina
Perkataan itu berhasil mengundang tawa kecil Fahisa hingga dia langsung menghapus air matanya dan tersenyum pada Devina. Mata anak itu penuh ketulusan membuat Fahisa semakin merasa haru, anaknya sudah benar-benar dewasa.
Fahisa tersenyum tangannya terulur menuju perut Devina dan mengusapnya perlahan.
"Cucu Mommy"
Senyum Devina mengembang dengan sempurna dia menoleh dan menatap Ziko yang juga tersenyum padanya.
Tak lama suara Daffa terdengar membuat Devina langsung mendongak dan dia begitu bersemangat hingga Devina langsung bangun lalu berlari menghampiri Daddy nya yang baru saja masuk. Daffa tertawa dia sedikit terkejut ketika Devina secara tiba-tiba memeluknya bahkan tubuhnya hampir terjatuh.
"DADDYYYY"
Tertawa kecil Daffa membalas pelukan itu dengan sayang sesekali dia mengusap kepala Devina dan memberikan ciuman singkat di puncak kepalanya.
"Vina udah dari tadi sayang?" Tanya Daffa
"Belummm"
Daffa mengangguk dia mengajak Devina untuk duduk, tapi matanya memicing melihat mata Fahisa yang memerah.
"Mommy habis menangis Daddy." Kata Devina
"Menangis? Ada apa sayang?" Tanya Daffa
Fahisa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Mommy menangis karena lagi senang." Kata Devina
"Senang?"
Devina mengangguk dia menatap Daddy nya dengan tatapan polosnya membuat Daffa seperti melihat anaknya yang masih kecil.
"Daddyy Vina punya kabar baik." Kata Devina
"Kabar baik apa sayang?" Tanya Daffa
"Di dalam perut Vina sudah ada baby nya ada duaa." Kata Devina
Perkataan itu membuat Daffa diam sambil menatap Devina yang tersenyum manis padanya.
"Dadddyyy"
Devina memanggilnya ketika Daffa tak kunjung bicara dan tak lama Daffa tersenyum dia langsung memeluk tubuh anaknya lalu mencium puncak kepalanya hingga berkali-kali.
"Sejak kapan?" Tanya Daffa
Daffa melepaskan pelukannya dia menangkup wajah Devina dan mengusap sayang pipinya.
"Baru kemarin Pa kami ke Dokter." Kata Ziko
"Sayangnya Daddy sudah besar hm? Sebentar lagi sudah mau jadi Mami." Kata Daffa
Senyum manis Devina mengembang dengan sempurna dia menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.
"Daddy senang?" Tanya Devina
"Tentu saja sayang, Daddy sangat sangat senang." Kata Daffa dengan mata berkaca-kaca
"Nanti baby nya Vina lucu." Kata Devina
"Iya karena Mami nya juga lucu." Kata Daffa sambil mencapit gemas hidung anaknya
"Vina sayang Daddy." Kata Devina
Setelah mengatakan itu Devina memeluk Daffa dengan begitu erat membuat Daddy nya itu tersenyum sambil mengusap kepalanya dengan sayang.
"Begitu Devina kalau sama Daddy nya." Kata Fahisa sambil tertawa kecil
Ziko tersenyum mendengarnya sekarang istrinya itu terlihat seperti anak kecil yang sedang memeluk Daddy nya dengan manja.
"Daddy habis ini Vina mau ke tempat Kak Ara." Kata Devina
"Iya sayang"
Devina tersenyum dia semakin mengeratkan pelukannya pada Daddy nya.
"Vina jangan makan yang aneh-aneh ya? Vina harus banyak makan sayuran." Kata Daffa
"Em enggak Vina enggak suka sayuran." Kata Devina
"Tapi harus makan." Kata Daffa dengan senyuman
Devina mendongak lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Harus"
"Enggakkkk"
"Harus makan Devina." Kata Daffa lagi
"Enggak enggak enggakkk"
Daffa tertawa melihat wajah cemberut anaknya.
"Aduh kasian Ziko anak Daddy ini manja banget." Kekeh Daffa
"Enggak papa Ziko sukaaa." Kata Devina membuat Fahisa menggelengkan kepalanya pelan
"Dia di rumah kalau makan sayur harus di paksa dulu sama Mama baru mau makan." Kata Ziko
"Gak boleh gitu sayang kamu harus makan sayur juga dong." Kata Fahisa
"Em iya sedikit aja." Kata Devina mengalah
"Banyak sayang"
"Ish enggak sedikit aja." Kata Devina
Devina melepaskan pelukannya dan memasang wajah cemberut membuat Daffa merasa gemas lalu mengacak rambut anaknya.
"Daddy nanti berantakan." Keluh Devina
Daffa baru akan bicara, tapi Devano muncul bersama dengan Adara membuat Devina berseru senang.
"Vanooo Adaraaaa"
Kedua orang itu tersenyum melihat Devina dan ketika gadis itu berlari kecil ke dalam pelukan kembarannya Devano tertawa sambil membalas pelukan itu dengan sayang.
"Udah dari tadi ya?" Tanya Devano
Devina menggelengkan kepalanya dia melepaskan pelukannya dan mendekat pada Adara lalu memeluknya.
"Vano sini sayang ada kabar baik kamu pasti sangat senang mendengarnya." Kata Fahisa
Devano terlihat bingung, tapi dia tetap berjalan mendekat lalu bergabung duduk bersama dengan yang lainnya.
Kali ini Devina duduk di antara Devano juga Adara dia menatap yang lainnya dengan senyuman.
"Ada kabar apa Mom?" Tanya Devano
"Devina"
Mendengar itu Devano menatap Devina yang hanya tersenyum dengan begitu lebar kepadanya.
"Devina dia lagi hamil sayang." Kata Fahisa
Sama halnya seperti Daffa saat ini Devano juga diam untuk beberapa saat lalu dia menatap yang lainnya yang tersenyum seolah mengatakan bahwa kabar itu memang benar. Pandangan mata Devano beralih pada Devina sekarang dan Devina mengangguk membenarkan.
__ADS_1
"Baby nya ada dua mereka kembar seperti kita." Kata Devina senang
Devano tertawa senang dia langsung memeluk Devina dengan erat dan setelahnya mencium keningnya untuk waktu yang cukup lama. Tangan Devano mencubit gemas kedua pipi Devina membuat kembarannya itu cemberut.
"Selamat Devina aku senang banget dengarnya mereka pasti lucu kayak kamu." Kata Devano sambil memeluk Devina lagi
Devina tersenyum dan mengangguk dia membalas pelukan kembarannya itu dengan erat.
Mereka berpelukan cukup lama hingga Devina melepaskan pelukannya dan menatap lagi Devano dengan senyuman. Setelahnya Devina berbalik dan tersenyum pada Adara yang langsung memberikan pelukan hangat untuknya.
"Selamat Vinaaa"
Devina mengangguk senang lalu dia melepaskan pelukannya dan menanyakan hal yang membuat keadaan hening seketika.
"Adara kapann? Harusnya kita barengan tauu biar kita bisa kerjain Vano sama-sama"
Devano tertawa dia mengatakan hal yang membuat pipi Adara merona karena malu apalagi ketika Daffa dan Fahisa ikut tertawa mendengarnya.
"Sebentar lagi jadii nanti dia nyusul kamu"
Astaga Devina dan Devano memang sama saja.
°°°°
"Ante Vinaaa"
Devina tersenyum senang ketika melihat Alana yang berlari menghampirinya bahkan melompat ke dalam pelukannya membuat Devina langsung mencium pipinya dengan gemas. Tubuh mungil Alana dibawa Devina ke dalam gendongannya dia mengusap rambut hitam Alana yang lembut.
Bersama dengan suaminya Devina masuk ke dalam dan langsung duduk dengan Sahara yang ikut duduk di sampingnya. Si kecil Alana langsung turun dari pangkuan Devina dan mendekat pada Mami nya.
"Kak Araaa"
Sahara tersenyum dia memeluk adiknya dengan sayang dan mencium keningnya lalu menepuk pelan pundak Ziko juga membiarkan adik iparnya itu mencium punggung tangannya dengan sopan.
"Angga sayang sini salim dulu sama Tante Vina dan Paman Ziko." Kata Sahara pada anaknya
Airlangga mengangguk patuh dia berjalan mendekat dan mencium punggung tangan Devina juga Ziko secara bergantian lalu duduk disamping Ziko dengan tenang.
"Aduh maaf ya Vina tadi Kakak masih ada kerjaan." Kata Arjuna yang baru saja keluar dari ruang kerjanya
Devina mengangguk dia juga langsung mencium punggung tangan Kakak iparnya dan Ziko juga melakukan hal yang sama.
"Kalian apa kabar?" Tanya Arjuna
"Baikk bangettt." Kata Devina membuat Sahara tertawa kecil mendengarnya
"Kalian habis dari rumah Mommy ya?" Tanya Sahara
"Iya Kak tadi ke sama dulu." Kata Ziko
"Kakakk Luna mana? Kok dia enggak kelihatan?" Tanya Devina menanyakan keberadaan anak terakhir Sahara
"Adik Una lagi bobokk." Kata Alana
"Oh lagi bobok." Kata Devina yang di jawab dengan anggukan singkat oleh Alana
"Kak sebenarnya kami ke sini bukan cuman mau main, tapi juga mau kasih tau sesuatu." Kata Ziko
"Oh ya? Apa kabar baik?" Tanya Sahara
"Iya Kak kabar yang sangat baik." Kata Ziko
"Wah apa itu? Aku ikut penasaran?" Kata Arjuna
Devina tersenyum senang ketika mendengarnya.
"Kemarin aku sama Vina ke rumah sakit dan kami baru tau kalau Devina sekarang lagi hamil usia kandungannya sudah empat minggu." Kata Ziko
Penjelasan itu membuat mata Sahara berbinar dia menatap Devina dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
"Baby nya ada dua." Kata Devina membuat Sahara jadi menangis
"Aaaa selamat adik aku sayang." Kata Sahara
Devina mengangguk lalu menghapus air mata Kakaknya dengan sayang.
"Selamat Devina sungguh Kakak senang sekali dengarnya kamu jaga kesehatan ya? Selamat Ziko." Kata Arjuna
Ziko mengangguk dan berterima kasih membuat Arjuna menepuk pelan pundaknya.
"Mami Mamiii kenapaa?" Tanya Alana yang sangat ingin tau
"Sini sayang." Kata Sahara
Alana menyambut uluran tangan Sahara yang membawa tangan kecilnya ke perut Devina.
"Tante Vina akan punya baby." Kata Sahara
Mata Alana berbinar senang dan senyumnya mengembang dengan sempurna di wajah lucunya.
"Ante mau punya baby ya?" Tanya Alana
Devina mengangguk sebagai jawaban.
"Nanti pelut Ante besal sepelti Mami waktu ada baby Luna di pelut." Kata Alana membuat Devina dan Ziko tertawa mendengarnya
Meskipun sudah mau masuk ke sekolah dasar, tapi Alana masih belum bisa mengucapkan huruf R dengan benar, tapi itu malah membuatnya lucu.
"Tante Vina beneran mau punya baby ya? Nanti baby nya pasti lucu." Kata Airlangga yang kini ada di hadapannya
Devina mengangguk dia mencubit gemas pipi Airlangga.
"Mami Mamiii nanti Ana punya adik lagii ya? Baby nya Ante Vina nanti jadi adiknya Ana." Kata Alana senang
Devina tertawa kecil dia mencubit pelan pipi Alana karena gemas.
Aaa Devina sangat tidak sabar pasti sangat menyenangkan.
°°°°
Aku updateeee🥰
__ADS_1
Anaknya cewek atau cowok yaaaa🤨