Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Villa


__ADS_3

Setelah tertunda selama satu minggu akhirnya hari ini Devina bersama keluarganya akan pergi ke Villa untuk merayakan ulang tahun Fahisa yang sudah terlewat satu minggu padahal Fahisa mengatakan tidak perlu, tapi Devina bersama yang lainnya tetap memaksa. Tentu saja Devina sangat ingin pergi ke Villa bersama dengan yang lainnya apalagi Ziko akan ikut dan di tambah mereka akan merayakan ulang tahun Mommy nya di sana, jelas saja Devina tidak mau kalau sampai tidak jadi.


Sekarang Devina tengah bersiap dia memasukkan beberapa pakaian miliknya dan Ziko ke dalam tas karena mereka akan menginap di sana selama dua hari. Mengingat perkuliahan sedang diliburkan karena adanya tanggal merah untuk hari senin dan selasa nanti, jadi Devina langsung mengusulkan agar mereka bisa menginap di sana.


"Masih banyak?"


Devina menoleh lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Enggakk ini udah kok." Kata Devina sambil menarik resleting tas dan menutupnya


Devina berdiri lalu menghampiri Ziko dan memeluknya dengan hangat.


"Kado untuk Mommy?" Tanya Ziko mengingatkan


Jangan sampai mereka sudah jauh-jauh pergi lalu Devina tidak membawa kadonya.


"Udah juga"


"Gak sabar mau berangkat ya?" Kata Ziko


Devina menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Zikooo"


"Hm kenapa?" Tanya Ziko


"Vina beneran enggak boleh punya baby sekarang?" Tanya Devina sambil mendongak


"Eh tiba-tiba"


"Beneran Ziko enggak boleh kalau sekarang?" Tanya Devina lagi


"Tunggu sampai lulus kuliah ya? Seenggaknya sampai aku bisa kerja sama Papa." Kata Ziko sambil mengusap pelan pipinya


"Hm iya"


"Memang Vina mau sekarang?" Tanya Ziko


"Mauu waktu ke ulang tahun Darren waktu itu Vina jadi mau juga." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya


"Kita jalanin aja dulu, tapi Ziko mau setelah lulus kuliah aja supaya aku bisa kerja sama Papa dan kasih uang ke kamu bukan uang dari Papa melainkan uang aku sendiri." Kata Ziko


Devina tersenyum dan mengangguk singkat sebagai tanggapan.


"Tapi, kalau memang di kasih sekarang aku juga gak bakal nolak karena kamu tau kan setelah pembahasan waktu itu aku enggak pernah pakai apapun lagi dan kamu juga enggak minum itu lagi kayak biasanya." Kata Ziko


"Memang Ziko masih sama Vina kalau sudah lulus kuliah?" Tanya Devina


Niatnya Devina hanya asal bertanya, tapi Ziko menanggapinya dengan sangat serius.


"Kenapa nanya gitu? Ziko bakal selalu sama Vina sampai kapanpun sampai Tuhan sendiri yang misahin kita, faham Devina?" Kata Ziko


"Iyaa"


"Kamu tenang dan percaya bahwa suami kamu yang ganteng ini gak bakal naksir sama wanita selain istrinya." Kata Ziko


"Hehe iyaa enggak lagi." Kata Devina


"Yaudah kita berangkat ke rumah Mommy sama Daddy." Kata Ziko


Devina langsung mengangguk dengan semangat lalu menatap Ziko yang membawa tas mereka dan menggenggam sayang tangannya. Sampai di bawah keduanya bertemu dengan orang tua Ziko yang membuat mereka segera berpamitan.


"Mama Vina mau nginep di Villa ya? Mommy ulang tahun." Kata Devina


"Iya sayang sampaikan salam Mama sama Papa untuk orang tua kamu." Kata Nazwa sambil mengusap kepala Devina dengan sayang


"Hati-hati di jalan ya?" Kata Zidan


Mencium punggung tangan orang tua Ziko setelah selesai keduanya kembali melanjutkan langkah kakinya dan keluar dari rumah. Masuk ke dalam mobil Devina duduk dan memakai sabuk pengamannya lalu mengeluarkan ponsel untuk mengirim pesan pada Devano bahwa dia sudah di jalan ke rumah.


Vanoo aku udah di jalan sama Ziko


Tungguin yaa jangan ditinggal :(

__ADS_1


Begitu pesannya terkirim Devina memasukkan lagi ponselnya ke dalam tas dan menatap lurus ke depan.


"Kamu pasti gak sabar ya?" Kata Ziko


"Iyaa udah lama tau enggak kumpul gitu apalagi nanti ada Kak Ara jugaa ish enggak sabar." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya


"Ada Airlangga juga?" Tanya Ziko


"Adaa terus ada Alana juga." Kata Devina dengan penuh semangat


"Adara juga?"


"Iya Adara juga, rame kan? Semuanya ikut." Kata Devina


"Kamu selalu merayakan ulang tahun orang tua kamu ya?" Kata Ziko


"Iyaa tapi jarang sampai kayak gini biasanya cuman makan-makan di rumah aja." Kata Devina


"Mama sama Papa enggak pernah mau ada perayaan ulang tahun dan aku jadi ikutan deh." Kata Ziko


"Iya yang waktu itu pas Vina nginap di rumah Ziko waktu ulang tahun kata Mama Ziko enggak suka ulang tahunnya di rayain, kenapa?" Tanya Devina penasaran


"Enggak ada alasan sih sebenernya Vin cuman enggak tau aja akunya enggak terlalu suka." Kata Ziko


"Berarti waktu masih kecil juga?" Tanya Devina


"Iya cuman beberapa kali deh kayaknya di rayain biasanya aku cuman minta hadiah aja atau minta Mama masak makanan kesukaan enggak pernah lebih." Kata Ziko


Devina mengangguk faham lalu bersandar pada jok mobil dan menatap suaminya yang terlihat fokus pada jalan.


"Ziko"


"Hm"


"Vina udah lama enggak ke toko buku." Kata Devina asal


Dia mau mengobrol sepanjang jalan bersama dengan Ziko.


"Mau ke sana?" Tanya Ziko


"Novel lagi?"


"Iya hehe"


"Suka banget baca novel ya?" Kata Ziko


"Sukaa dari dulu kata Mommy sama Daddy waktu kecil Vina selalu minta bacain cerita sampai tidur terus pas udah bisa baca Vina selalu minta beli buku cerita eh terus sampai sekarang juga." Kata Devina


"Bagus deh suka baca dari pada suka yang lain." Kata Ziko


"Suka apaa?" Tanya Devina


"Ya yang lain aku lebih suka kamu punya hobi baca gitu Vin soalnya kan seringnya ke perpustakaan sama toko buka tempat yang jarang banget ada cowoknya, saingan aku dikit." Kata Ziko


Devina tertawa mendengarnya dia menatap Ziko dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya lalu mengatakan sesuatu yang hampir menghilangkan fokus Ziko dari jalanan di hadapannya.


"Sebanyak apapun saingannya tetap Ziko pemenangnya karena dari awal hati Vina cuman milik Ziko bukan yang lainnya"


Devina sudah pintar membuat jantung Ziko berdetak semakin cepat dari biasanya.


°°°°


Perjalanan yang cukup panjang untuk sampai Villa di Bandung bahkan Devina merasa tubuhnya sangat pegal, mereka baru sampai pukul lima sore. Sekarang Devina berada di kamar untuk beristirahat sejenak bersama dengan suaminya dan sebentar lagi mereka akan turun untuk makan.


Rasanya sangat melelahkan Devina harus duduk selama berjam-jam bahkan dia sempat tidur di perjalanan, tapi sekarang Devina juga senang di waktu yang bersamaan. Nanti malam mereka akan membuat perayaan kecil untuk Mommy nya dan Daffa sudah menyiapkan semuanya termasuk masalah kue.


Ah Devina sangat tidak sabar.


"Capek ya?" Tanya Ziko


Devina menoleh dan mengangguk lesu membuat suaminya itu tersenyum lalu duduk di sampingnya.


"Pegel"

__ADS_1


"Mau aku pijat?" Tanya Ziko


Sontak saja Devina langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Enggak mau mending Ziko aja yang Vina pijat." Kata Devina


"Pijat plus plus ya?" Canda Ziko


"Ishh kannn"


"Haha bercanda sayang enggak usah aku gak pegel kok." Kata Ziko


Devina mengerucutkan bibirnya sebal lalu menatap Ziko dalam diam dan Ziko yang sadar bahwa dia sedang di perhatikan hanya tersenyum sambil menyingkirkan helaian rambut Devina yang ada di wajahnya dan menyampirkan di belakang telinga.


"Zikooo"


"Hm"


"Vina mau ini." Kata Devina sambil menyentuh bibir suaminya


"Ehh"


"Hehe boleh gak?" Tanya Devina


"Kamu serius?" Tanya Ziko


"Heem mau cium." Kata Devina


Belum sempat mengatakan apapun Devina sudah mendekat dan memberikan ciuman singkat hingga berkali-kali.


"Udahh"


Ziko tertawa kecil lalu mencubit pelan pipi Devina.


"Sekarang udah enggak capek lagi." Kata Devina


"Kamu inii bikin jantungan aja." Kata Ziko


"Hehe udah lama tau." Kata Devina membuat Ziko menggelengkan kepalanya pelan


Terkadang Devina memang begitu dan Ziko sudah terbiasa.


"Mau peluk ya?" Kata Devina


Ziko mengangguk dan membawa Devina ke dalam pelukannya membuat istrinya itu tersenyum sambil memejamkan matanya.


Entah berapa lama, tapi Devina langsung menjauh ketika pintu kamarnya di ketuk dan dia langsung berjalan untuk membuka pintu.


"Ehh Anggaa"


Terlihat sangat antusias Devina mengangkat tubuh Airlangga dan kali ini anak itu hanya merengek pelan, tapi tidak memberontak.


"Kenapa kesini?" Tanya Devina sambil mencium pipinya dengan gemas


"Mainn cama Pamann Jiko"


Ziko tertawa kecil lalu mendekat dan membuat Airlangga merentangkan tangan padanya.


"Eh enggak boleh itu suaminya Ante Vinaa"


Airlangga kembali merengek dan membuat Devina akhirnya menyerah dan membiarkan anak itu berpindah ke dalam dekapan suaminya.


Dia terlihat nyaman bahkan bersandar di bahu suaminya.


Baru akan mengatakan sesuatu suara Sahara terdengar membuat keduanya mendongak dan menatap ke depan.


"Loh ternyata disini Mami cariin"


Entah kenapa Airlangga memang suka sekali dengan Ziko sama seperti Darren yang suka sekali dengan Devina.


°°°°


Akhirnya bisa Updateee😭

__ADS_1


Lebaran aku bakal crazy update untuk Devina dan Devano yeeee🥰 Anggap aja thr ya hahaa🤣


__ADS_2