
"Nenek lampilll"
Arthan tertawa ketika Nadhin mengejarnya dia berlari dengan kencang menjauhi Nadhin hingga Devina harus kembali memperingati anak itu agar diam dan duduk saja jangan lari terus, tapi bukan Arthan namanya kalau langsung menurut. Bukan hanya berlari Arthan tertawa sambil menendang mainan yang ada di lantai hingga berserakan.
Anak itu terus berlari karena di kejar oleh Nadhin dan ketika merasa lelah Arthan berhenti dia lalu menodongkan lagi pistol mainannya. Sama halnya seperti Arthan kini Nadhin juga berhenti berlari dia memasang wajah galaknya.
Arthan sangat menyebalkan.
"Diammmm nti aku tembak doll dolll." Kata Arthan
Devina sangat pusing dengan kelakuan Arthan.
"Altan monstell." Kata Nadhin dengan wajah cemberut
"Nenek lampilll." Kata Arthan
"Aaaa Amaaa." Rengek Nadhin
Nadhin berlari menghampiri Adara membuat Adara langsung memeluknya.
"Arthan jangan gitu enggak boleh sayang." Kata Devina
Devina langsung membawa Arthan ke dekatnya dia mengusap kepala anak itu dengan sayang sambil berbisik pelan.
"Jangan gitu ya? Enggak baik." Kata Devina
Arthan hanya mengangguk saja, tapi ketika Devina melepaskan pelukannya anak itu kembali berlari dan menghampiri Ardhan juga Nathan.
"Main juga." Kata Arthan
Anak itu duduk di dekat Ardhan dia mengambil mobilan yang Ardhan pegang dengan santainya.
Lihat kan?
Anak itu memang suka sekali mengganggu orang lain untuk Ardhan sabar.
"Athan tablak tablak." Kata Arthan sambil menabrakkan mobilan miliknya ke mobilan milik Nathan
__ADS_1
"Tablak juga." Kata Nathan sambil melakukan hal yang sama
Arthan tertawa lalu melakukan hal yang sama hingga berkali-kali membuat Nathan ikut tertawa juga.
Arthan memang hanya tidak bisa disatukan dengan Nadhin.
°°°°
"Api balon balonnnn"
Arthan berteriak heboh sambil melompat dan menatap Ziko dengan wajah berbinar begitu melihat seorang penjual balon di sebrang jalan sana. Tadi Arthan ikut ke supermarket dengan Ziko dan selesai berbelanja Arthan melihat penjual balon hingga dia heboh sendiri.
Ada banyak mata yang ikut menatap mereka karena seruan heboh Arthan bahkan sang penjual balon yang ada di sebrang jalan sepertinya juga dengar. Menarik baju Ziko dengan tangan kecilnya Arthan kembali menunjuk ke arah penjual balon sambil merengek.
"Api mau balon balonnn." Rengek Arthan
"Iya Arthan sebentar taruh ini dulu belanjaannya di mobil." Kata Ziko sambil memasukkan beberapa kantung belanjaan ke jok belakang
"Aaaa balonn balon cepidelmennn." Kata Arthan sambil menarik tangan Ziko
"Iya Arthan sayang sebentar." Kata Ziko
Arthan menarik tangan Ziko lagi hingga Ziko menghela nafasnya pelan dan menatap anak itu.
"Belii beliii cekalangg." Kata Arthan dengan wajah galaknya
"Iya ayo beli." Kata Ziko
Ziko menggendong Arthan agar anak itu tidak lari dan nanti main sebrang jalan aja bisa habis dia ditangan Devina kalau anaknya sampai lecet. Begitu menyebrang jalan Ziko menghampiri penjual balon yang ada di dekat pohon besar itu lalu menurunkan Arthan.
"Balonn cepidelmennn." Kata Arthan lagi
"Iya, Pak balonnya dua ya." Kata Ziko
Penjual itu mengangguk lalu mengambil dua balon dengan karakter spiderman dan memberikannya pada Ziko.
"Punya Altann punya Altann." Kata Arthan heboh
__ADS_1
"Ya ampun bocah satu ini." Kata Ziko
Ziko memberikan satu balon pada Arthan membuat anak itu berseru senang.
"Arthan diem ya? Papi mau bayar dulu sini samping Papi." Kata Ziko
Arthan menurut anak itu berdiri di samping Ziko sambil melihat balon miliknya.
Ziko mengeluarkan dompet miliknya lalu membayar penjual balon itu seraya mengucapkan Terima kasih.
"Aaaa Api balon nya telbangg." Rengek Arthan
Ziko langsung menatap anaknya, rupanya anak itu melepaskan batu yang di ikat dengan tali hingga membuat Ziko menghela nafasnya pelan.
"Jangan di lepas Arthan batunya nanti terbang balonnya." Kata Ziko
"Beli lagiii." Kata Arthan
Ziko ingin sekali menggigit anaknya itu, tapi dia hanya bisa menghela nafasnya pelan lalu membeli lagi satu.
Setelahnya Ziko langsung menggendong Arthan dan membawa lagi dua balon yang sudah dia beli. Anak itu terlihat sangat senang begitu Ziko masuk ke dalam mobil anak itu tetap sibuk dengan balonnya.
"Udah ya? Mau beli apa lagi?" Tanya Ziko pada anaknya
"Gakkk"
Ziko tersenyum dia mencubit pelan pipi Arthan sebelum berlalu pergi dari area supermarket.
Dasar Arthan!
°°°°°
Hello inii pendek haha🤣
Kepikiran buat cerita si kembar waktu udah besar ehhh tiba-tiba ngalir aja untuk nulis haha dan ini sepenggal kisahnya🤣
__ADS_1
Ini iseng aja sih haha baru sedikit jugaa cuman mau kasih tau aja🤣
Ada yang mau baca gak yaa kira-kiraaaa🤭