Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
ENDING


__ADS_3

Devina melahirkan!!!


Sekitar pukul enam sore Devina dilarikan ke rumah sakit dan tepat pukul delapan malam seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan lahir ke dunia. Semua orang sangat berbahagia karena Devina melahirkan dengan selamat.


Jujur ada sedikit rasa takut mengingat ketika melahirkan Arthan dan Ardhan dulu Devina sempat tak sadarkan diri karena saat itu dia terjatuh.


Tapi, Ziko lega sekarang melihat Devina dalam keadaan yang cukup baik.


Wanita itu merasa sangat lemas dan belum berbicara sejak tadi. Hanya tersenyum sambil menatap kedua mertuanya yang tengah bersama dengan bayinya.


Oh iya Arthan dan Ardhan tidak ada di rumah ketika Devina dibawa ke rumah sakit. Kedua anak itu sedang bersama dengan Daffa dan Fahisa.


Mungkin sebentar lagi akan...


"AMIII AMIIII"


Ah mereka datang.


Kedua anak itu berlari masuk ke dalam begitu Daffa membuka pintu ruangan. Mereka terlihat sangat antusias membuat Ziko langsung berdiri dan menghampiri keduanya.


"Papii mana adik akuu?" Tanya Arthan dengan penuh semangat.


Kini mereka menghampiri Nazwa dan berjinjit untuk mengintip adik mereka yang baru beberapa jam lalu lahir ke dunia.


"Daddy sangat penasaran dengan anak perempuan kalian." Kata Daffa yang tak kalah antusias ingin melihat cucu perempuannya.


Dia berjalan mendekat dan melihat cucu perempuannya yang nampak tenang ketika tertidur. Senyum manis Daffa langsung mengembang dengan sempurna.


Rasanya dia seperti melihat Devina yang masih kecil lagi, sangat menggemaskan.


"Adik aku adik akuuuu"


Arthan dan Ardhan sudah heboh sendiri ketika melihat adik mereka yang sangat lucu juga cantik.


"Amiii Amii adiknya lucuu"


Arthan berteriak cukup kuat membuat Devina tersenyum tipis melihatnya.


"Arthan jangan keras-keras ya ngomongnya kan adiknya lagi bobok." Kata Fahisa dengan penuh kelembutan.


"Ehhh iyaaa"


Arthan menyengir lucu. Dia dan Ardhan sama-sama memperhatikan adik perempuan mereka dengan perasaan bahagia.


Sudah lama sekali menanti kehadiran adik perempuan mereka.


"Papiii adik aku namanya ciapa?" Tanya Ardhan sambil berlari menghampiri Ziko.


Melihat itu Arthan melakukan hal yang sama. Dia mendekat dan menghampiri kedua orang tuanya.


"Zelline Naufa Sebastian, nama adiknya Zelline." Kata Ziko.


Semua orang tersenyum ketika mendengar nama yang Ziko berikan untuk putrinya. Nama yang sangat indah untuk si cantik Zelline yang baru lahir ke dunia.


"Adik Jelinnn." Kata Ardhan sambil menyengir lucu.


"Altan cayang adik Jelin." Kata Arthan juga.


Devina menatapnya dengan penuh ketulusan. Dia meminta Ziko untuk membawa kedua anaknya mendekat.


Diusapnya pipi kedua anaknya dengan sayang. Dan si kembar tersenyum lebar sambil menatap Maminya.


"Telima kacih Amiii cudah kacih aku adik yang cantik cepelti Jelin." Kata Arthan.


Devina mengangguk sebagai tanggapan. Kemudian dia menatap kedua orang tuanya yang berjalan mendekat.


Matanya terpejam ketika Daffa mencium keningnya dengan sayang.


"Anak Daddy hebat sekali." Kata Daffa.


Daffa mengusap pelan pipi anak perempuannya. Terkadang Daffa masih suka merindukan kehadiran Devina di rumah.


Bukan hanya Devina, tapi Sahara juga. Terkadang Daffa sangat merindukan anak-anaknya kembali berkumpul di rumah.

__ADS_1


Dia merindukan momen bersama anak-anaknya, tapi tidak bohong Daffa juga bahagia melihat anak-anaknya yang tumbuh dewasa dan sangat bahagia dengan keluarga kecil mereka masing-masing.


"Daddy sama Mommy bangga sekali sama Devina." Kata Daffa lagi.


"Daddy"


Devina terlihat sedih, tapi dia langsung memasang wajah sebalnya ketika Daffa mencubit pipinya cukup kuat.


Dia masih menjadi putri kecil dari kedua orang tuanya.


••••


"Terima kasih banyak Devina"


Ziko menciumi punggung tangan istrinya ketika mereka hanya tinggal berdua saja di dalam ruangan karena semua orang sudah pulang. Tadinya Arthan dan Ardhan tidak mau, tapi setelah dibujuk akhirnya kedua anak itu menurut juga.


Sekarang Devina sudah tidak terlalu lemas lagi. Devina menatap suaminya yang masih belum berhenti menciumi tangannya.


"Ziko sayang banget sama Vina"


Devina tersenyum mendengarnya.


"Ziko udah." Kata Devina pelan.


Bukan berhenti Ziko malah semakin menciumi punggung tangannya.


"Sayang banget sama Vina.. sayang sayang bangett." Kata Ziko.


"Vina juga sayang Ziko." Kata Devina sambil tersenyum.


Ziko menatap Devina lama sekali. Kemudian dia mendekat dan memeluk tubuh istrinya dengan hati-hati.


Senyum manis Devina mengembang dengan sempurna ketika merasakan pelukan hangat suaminya.


"Ziko sayang bangett sama Vina, makasih banyak ya Vin udah selalu ada untuk aku." Kata Ziko pelan.


"Vina juga makasih sama Ziko." Balas Devina dengan suara yang sangat pelan.


Setelah merasa puas Ziko melepaskan pelukannya. Dia menatap Devina dengan mata yang berkaca-kaca membuat istrinya itu terkejut melihatnya.


Ziko menggelengkan kepalanya pelan lalu menghapus setetes air mata yang tiba-tiba jatuh membasahi pipinya.


"Kamu harus tau kalau aku sayang banget sama kamu Vin. Aku enggak bisa bayangin gimana hidup aku kalau kamu enggak ada... Aku enggak tau bakal gimana kalau aku enggak nikah sama kamu." Kata Ziko yang membuat Devina terharu mendengarnya.


"Ziko.."


"Kamu segalanya untuk aku Vin, jadi jangan pergi kemanapun ya? Selalu disini sama aku.. sama anak-anak kita." Pinta Ziko.


"Vina bakal disini terus." Kata Devina dengan senyuman di wajahnya.


Ziko ikut tersenyum. Dia mengusap-ngusap tangan Devina yang berada dalam genggamannya.


Dia berjanji akan terus bersama Devina dan tidak akan pernah menyakitinya.


••••


Satu bulan.


Sudah satu bulan berlalu sejak Devina melahirkan Baby Zelline ke dunia ini. Sekarang Devina agak disibukkan dengan kehadiran Zelline.


Dia sering kali terbangun tengah malam karena anak itu menangis, tapi Zelline tak begitu rewel. Selain itu kedua anaknya yang lain juga sangat perhatian.


Meskipun masih sering bertengkar, tapi keduanya sangat sayang pada Zelline. Setiap kali Devina akan mandi atau memasak atau makan nanti kedua anaknya akan bermain di dekat Zelline dan menunggu adik mereka.


Jika Zelline menangis salah satu dari mereka akan langsung menghampiri Devina atau Nazwa.


Seperti sekarang ini Devina yang baru saja selesai makan langsung menoleh ketika mendengar suara Ardhan.


"Amiii Amiiii"


Anak itu berlari menghampirinya. Dia menarik tangan Devina.


"Adiknya nangis Amiii ayo kacian adik Jelin." Kata Ardhan yang membuat Devina tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


Setelah menaruh piring kotornya di dapur Devina bergegas pergi ke kamarnya bersama dengan Ardhan.


Dan sudah ada Arthan yang tengah mengintip sambil mengusap-ngusap pipi adiknya.


"Amii cepeltinya adik Jelin mau minum cucu." Kata Arthan.


Devina tersenyum mendengarnya. Dia langsung menggendong tubuh Zelline dan berusaha membuatnya tenang.


Dengan hati-hati Devina duduk di tepian ranjang lalu menyusui Zelline yang membuat anak itu langsung diam.


"Yee adiknya enggak nangis lagi." Kata si kembar dengan penuh kebahagiaan.


Devina menatap kedua anaknya itu dengan senyuman. Dia terus menatap Zelline yang menyusu dengan penuh semangat.


Saat tengah menyusui Zelline tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dan ternyata itu Ziko. Melihat kehadiran Ziko membuat si kembar berseru senang.


"Papiii"


Mereka berlari menghampiri Ziko yang membuat pria itu tertawa lalu memeluk mereka bergantian.


"Papiii tadi aku sama Aldan jagain adik Jelin, kami enggak nakal." Kata Arthan melapor.


"Pintar anak Papi nanti Papi kasih hadiah"


Keduanya langsung bersorak senang lalu Arthan dengan penuh rasa ingin tau mengambil plastik yang ada di tangan Ziko membuat Papinya itu tertawa.


"Aldan Aldann ada es klim ayo makan." Kata Arthan.


Arthan memberikan satu buah ice cream kepada kembarannya lalu mengembalikan lagi plastik yang berisikan cukup banyak makanan ringan itu kepada Papinya.


Kemudian mereka keluar dari kamar karena Devina selalu melarang kedua anaknya untuk makan di kamar. Begitu si kembar keluar Ziko menghampiri Devina dan duduk di sampingnya.


Dia mencium pipi Devin dengan sayang lalu mencium juga kening Zelline yang masih asik menyusu.


"Sayangnya Papi gemes banget"


Devina tersenyum ketika mendengarnya. Dia menatap Ziko dan meminta pria itu mendekat lalu Devina mencium sekilas bibir suaminya.


"Halo Papiii"


Oh ya ampun keluarga kecil ini sangat menggemaskan.


Kisah Devina dan Ziko memang sederhana, sangat sederhana, tapi banyak orang yang bahagia ketika membacanya.


Mereka bahagia dan pembaca mereka pun ikut bahagia.


Devina yang manja dan Ziko yang tidak pernah lelah memanjakan.


Si kembar yang tidak mau diam juga pecicilan dan kedua orang tua yang penyabar menghadapinya.


Keluarga kecil mereka sangat bahagia dan akan terus begitu hingga waktu mereka di dunia sudah habis.


Tidak akan ada orang ketiga. Mereka hanya akan berbahagia bersama anak-anak kesayangan mereka yang menggemaskan.


Terima kasih.


Terima kasih banyak sudah mengikuti kisah sederhana ini.


......THE END......


...AKHIRNYA CERITA INI SELESAIIIIII😫...


Aku sedih mau tamatin cerita ini, tapi aku harus dari pada cerita ini update lambat, jadi lebih baik aku tamatin hehehe


Kalian masih akan bertemu Devina dan Ziko di kisah anak-anak mereka🤗


Sebelumnya aku mau bilang makasih banyakk untuk kalian yang udah ngikutin cerita ini dan sabar nunggu aku update🥰


Aku sayang banget sama kalian❣️


Aku juga sayang sama Vina sama Ziko sama si kembar🤗


See you di cerita Possessive Brothers😚

__ADS_1


Kalau masih mau bertemu Vina dan Ziko pergi ke sana yaaaa🤗


__ADS_2