Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Mami dan Papi


__ADS_3

Devina pulang!


Akhirnya Devina bisa pulang ke rumah karena kondisinya sudah sangat baik dan semua orang sangat senang bahkan Nazwa juga Zidan menyambut menantunya itu di rumah dengan penuh kebahagiaan. Di rumah sakit ada Daffa dan Fahisa yang ikut menjemput, mereka baru saja sampai di rumah dan kini Devina ada di ruang tengah bersama yang lainnya.


Devina setengah berbaring dia tersenyum sambil menatap yang lainnya, dia juga senang karena akhirnya dibolehkan pulang ke rumah. Jujur saja Devina sudah sangat bosan berada di rumah sakit, dia ingin cepat pulang dan sekarang dia sudah di rumah, senang sekali rasanya.


"Vina mau ke kamar enggak sayang?"


Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan mertuanya.


"Vina mau disini dulu." Kata Devina


"Senang sekali Vina udah pulang." Kata Nazwa


Devina tersenyum senang ketika mendengarnya.


"Ya ampun lucu sekali baby tampan ini." Kata Zidan ketika melihat kedua cucunya yang tertidur lelap


"Dia sangat mirip dengan Ziko." Kata Daffa sambil menunjuk Arthan


"Iya ini duplikat Ziko sekali." Kata Zidan


Devina tersenyum melihatnya dia memperhatikan orang tuanya juga orang tua Ziko yang asik dengan anaknya.


"Seneng banget mereka." Kata Ziko sambil mengusap kepala Devina dengan sayang


"Iya semuanya sayang sama baby Arthan dan Ardhan." Kata Devina


Ziko tersenyum lalu mencium singkat pipi Devina membuat istrinya itu kini bersandar manja di bahunya. Mata Devina terpejam dia senang karena akhirnya bisa menghirup lagi udara di rumah dan bukan udara rumah sakit yang sangat tidak dia suka.


"Ngantuk?" Tanya Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan lalu membuka matanya.


"Vinaa"


Fahisa mendekat dan duduk di samping anaknya membuat Devina tersenyum manis.


"Vina makan yang banyak ya? Jangan malas makan harus mau makan sayur-sayuran." Kata Fahisa


"Iya Mommy"


"Nanti Kak Ara kesini." Kata Fahisa


Devina semakin tersenyum ketika mendengarnya.


"Mommy sama Daddy mau pulang ya? Vina istirahat hm?" Kata Fahisa


Devina mengangguk sebagai jawaban lalu memeluk Fahisa dan mencium kedua pipinya begitu juga dengan Daffa ketika Daddy nya itu mendekat.


"Mommy sama Daddy pulang dulu." Kata Daffa


"Hati-hati Mom Dad"


Keduanya mengangguk lalu mencium puncak kepala Devina dengan sayang.


"Kami pulang dulu ya? Ziko kami pulang minta Devina untuk makan sayuran." Kata Daffa


Ziko tertawa lalu mengangguk patuh dan mengantar mertuanya hingga depan meninggalkan Devina bersama dengan kedua orang tuanya.


Di dalam Devina tersenyum melihat mertuanya, Zidan yang terlihat sangat senang sambil menyentuh pipi anaknya yang tertidur lelap. Jelas saja Zidan sangat senang sudah lama sekali dia tidak melihat baby seperti ini apalagi dulu dia hanya punya satu anak.


Tentu saja memiliki dua orang cucu sekaligus membuatnya senang bukan main.


"Hey cucu Opa sayang." Kata Zidan sambil terus menyentuh pipi keduanya secara bergantian


"Pa jangan digangguin ah nanti bangun." Kata Nazwa

__ADS_1


"Lucu banget ini mirip sekali sama Ziko waktu kecil." Kata Zidan


Nazwa ikut tersenyum mendengarnya, tapi memang benar baby Arthan sangat mirip dengan Ziko.


"Wajah Ardhan mirip sekali dengan Vina sepertinya dia akan sangat pendiam dan pemalu seperti menantu Papa." Kata Zidan


Devina tersenyum ketika mendengarnya dan tak lama Ziko datang dia langsung mengajak Devina ke kamar untuk istirahat.


"Iya Vina ke kamar nanti Mama yang bawa baby nya ke sana Ziko bantuin Vina aja." Kata Nazwa


"Enggak papa Vina udah bisa jalan sendiri." Kata Devina


"Eh enggak papa Devina sama Ziko kamu kan baru sembuh." Kata Zidan


Devina tak bisa menolak, jadi dia hanya patuh dan membiarkan Ziko menuntunnya menaiki tangga hingga masuk kedalam kamar. Begitu sampai di kamar Devina langsung duduk di ranjang sambil bersandar pada kepala ranjang.


Tak lama Nazwa datang membawa Arthan sedangkan Zidan membawa Ardhan.


"Sini Ma disini aja dekat Vina." Kata Ziko


Kedua baby tampan itu di baringkan dekat Devina.


"Yaudah kalian istirahat kalau butuh sesuatu bilang sama Mama." Kata Nazwa


Begitu kedua orang tua Ziko keluar dari kamar Ziko langsung memeluk Devina dari samping dan menghujani istrinya itu dengan ciuman di pipinya membuat Devina tertawa pelan.


Cukup lama Ziko melakukannya hingga pria itu berhenti setelah mencium lama bibirnya dan kini menatap wajahnya.


"Kenapa Papiii?" Tanya Devina dengan senyuman lebar


"Kangen Mami Vina." Kata Ziko


Devina tertawa lagi membuat Ziko semakin senang melihatnya.


"Bobok gih Vin kamu harus banyak istirahat kan baru sembuh." Kata Ziko


Ziko tertawa lalu mengusap pipinya dengan sayang.


"Kata Mama waktu Vina di rumah sakit Ziko nangis ya?" Tanya Devina


Ziko mengangguk tanpa malu.


"Kenapa Ziko nangis? Waktu Vina udah sadar Ziko juga nangis." Kata Devina


"Takut"


Devina menatap Ziko yang kini tersenyum padanya.


"Takut Vina pergi dan ninggalin aku kalau hal itu sampai terjadi aku gak akan bisa maafin diri aku sendiri Vin." Kata Ziko


"Kenapa? Itu bukan salah Ziko." Kata Devina dengan penuh kelembutan


"Salah aku bahkan sampai sekarang aku merasa bersalah karena udah buat kamu kesakitan, kamu nangis waktu kita diperjalanan ke rumah sakit kamu terlihat sangat kesakitan bahkan sampai pingsan, gimana aku gak nangis?" Kata Ziko


"Sekarang Vina udah enggak papa Ziko jangan merasa bersalah lagi, enggak boleh." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya


Ziko ikut tersenyum lalu mengangguk patuh.


"Makasih Ziko karena udah sayang sama Vina." Kata Devina


Ziko bergumam pelan dia memeluk Devina lagi dan mendusal manja di leher jenjangnya membuat Devina tersenyum.


Devina sangat beruntung bisa memiliki Ziko di hidupnya.


Benar kan?


°°°°

__ADS_1


Senyuman manis Ziko mengembang dengan sempurna dia menatap Devina juga kedua anaknya yang tertidur dengan lelap, dia masih belum memindahkan kedua anaknya ke ranjang bayi dan membiarkan mereka tidur di ranjangnya dan Devina. Ketiganya terlihat sangat nyenyak dan nyaman kalau Ziko asik menatap saja, tidak ingin tidur dan melewati pemandangan indah ini.


Senang rasanya Devina sudah sehat lagi dan bisa bergabung bersama mereka setelah hampir dua minggu beristirahat di rumah sakit kini Devina telah kembali ke rumah. Tangan Ziko terulur mengusap pipi Devina lalu menciumnya pelan tanpa mengganggu tidurnya.


"Sayang Vina"


Ziko kemudian berpindah ke dekat kedua anaknya dia menyingkirkan guling yang tadi ada di sana dan berbaring di dekat keduanya.


"Sayangnya Papi pada bobok gemes banget." Kata Ziko


Baby Arthan dan Ardhan selama Devina di rumah sakit sama sekali tidak rewel mereka sangat pintar.


"Cepat besar dong nanti kita bisa main bola, mau gak? Main bole bertiga sama Papi nanti kalau kalian sudah besar Papi kasih adik hehe." Kata Ziko berbicara pada kedua anaknya


Ziko tersenyum lucu dia ingin tertawa karena sejak tadi Ziko terus bicara padahal tidak ada yang menanggapi, tapi menyenangkan.


Menyenangkan berbicara dengan kedua anaknya yang masih bayi.


°°°°


Pukul lima sore Devina terlihat sedang menyusui Arthan yang menangis padahal Ardhan masih asik tidur, memang anaknya yang satu itu agak sedikit rewel dibandingkan Ardhan yang sangat diam. Di sampingnya ada Ziko pria itu menopang dagu dengan kedua tangannya sambil memperhatikan Devina.


Merasa gemas Ziko berbaring menyamping lalu memainkan kaki Arthan yang begitu kecil tanpa mengganggu kegiatannya. Devina sendiri hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya yang menurutnya lucu.


"Kecil banget sih kakinya gemes mau aku gigit." Kata Ziko


"Zikoo"


Ziko tertawa pelan dia bangun dan duduk di samping Devina lalu menatap wajah Arthan dan menekan pelan pipinya membuat anak itu menangis.


"Zikooo"


"Nangis telus ih kamu Ardhan aja masih bobok." Kata Ziko


"Ziko jangan gitu." Kata Devina sambil mengusap pipi Arthan membuat anak itu kembali menyusu padanya


"Punya Papi diambil." Kata Ziko


"Zikooo"


"Iya iyaaa"


Ziko akhirnya diam membuat Devina tersenyum dan tak lama Ardhan menangis pelan.


"Ihh bangun gara-gara Arthan nih nangis telus Ardhan jadi ikutan." Kata Ziko yang membuat anak itu menangis lagi


"Zikooo"


"Iya iya aku ambil Ardhan dulu yaa." Kata Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan dan sesaat setelahnya Ziko muncul dengan baby Ardhan dalam dekapannya.


Dia terlihat tenang sekarang.


"Ihh pinter banget si anak Papiii." Kata Ziko


Devina ikut tersenyum dan menatap Ardhan yang terlihat tenang.


"Liatin Papi terus kenapa sih? Ganteng yaa?" Kata Ziko


Devina tertawa pelan merasa lucu melihat Ziko berusaha berinteraksi dengan anak mereka yang masih bayi.


Sepertinya hari-hari mereka akan sangat menyenangkan.


°°°°°


Gemesnya jadi mau culik Ziko ehhh salah baby twins maksudnya🤣

__ADS_1


__ADS_2