
"Ziko harusnya beli banyakk"
Devina merengek pada suaminya karena hanya membelikan dia ice cream saja padah Devina sangat suka makan ice cream, tapi lihat dia bahkan langsung menghabiskannya dan sekarang tidak ada lagi ice cream tersisa untuk nanti malam atau besok ketika dia ingin. Wajah Devina berubah cemberut membuat Ziko meringis pelan sambil meminta maaf dan mengatakan bahwa dia akan membelikan lagi.
Mengerucutkan bibirnya sebal Devina memeluk Ziko sambil memukul pelan lengannya membuat Ziko malah tersenyum sambil mengusap sayang rambutnya. Sekarang Devina memang begitu ingin di perhatikan dia sangat manja lebih dari biasanya dan terkadang membuat Ziko pusing sendiri, tapi Ziko juga senang.
"Ayo beli lagiiii"
Devina menatap Ziko dengan mata sendu membuat suaminya itu tersenyum.
"Iya biar aku beliin." Kata Ziko
"Sama Vina juga belinyaa." Kata Devina
"Vina gak mau di rumah aja?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Mau ikuttt"
Ziko tersenyum lalu mencubit gemas pipi istrinya.
"Yaudah ambil jaketnya dulu." Kata Ziko
Devina langsung mengangguk dengan semangat dan berlari untuk mengambil jaket miliknya.
"Jangan lari sayang." Kata Ziko sambil menggelengkan kepalanya pelan
Langkah kaki Ziko menaiki tangga untuk menyusul Devina yang pergi ke kamar dan Ziko melihat istrinya itu sedang mengambil jaket di dalam lemari.
"Sini pake dulu jaketnya." Kata Ziko
Devina mengangguk patuh dia memakai jaketnya dengan penuh semangat lalu tersenyum manis pada suaminya.
"Udah ayokk"
Ziko tersenyum lalu dia merapihkan rambut Devina yang berantakan dan mengikatnya ke belakang agar tidak berantakan.
"Udah yuk berangkat." Kata Ziko
Tangan Ziko menggenggam tangan Devina dengan sayang lalu keduanya pergi keluar kamar. Saat ini rumah sedang tidak ada orang hanya ada mereka berdua bersama dengan Bibi saja.
Sampai di garasi Devina langsung masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Ziko yang tanpa menunggu lagi bergegas meninggalkan area rumah. Sepanjang perjalanan Devina terus melihat ke samping mana tau nanti dia melihat makanan enak yang ingin dia makan.
"Ziko tadi beli dimana?" Tanya Devina
"Di super market dekat kantor Papa." Kata Ziko
"Kita ke sana aja." Kata Devina dengan semangat
"Dekat sini juga ada sayang." Kata Ziko
"Di sana aja sekalian jalan-jalan." Kata Devina
"Yaudah di sana aja." Kata Ziko dengan penuh pengertian
__ADS_1
Devina tersenyum senang lalu dia sedikit membuka kaca mobil dan menatap keluar dengan penuh kebahagiaan. Saat keduanya ada di lampu merah mata Devina melihat ke arah seorang anak kecil yang naik motor bersama kedua orang tuanya.
Lagi, senyum Devina mengembang dengan sempurna dan ketika mata anak kecil itu menatap ke arahnya Devina melambaikan tangannya membuat anak itu tersenyum hingga menampilkan giginya yang ompong. Anak itu perempuan dengan rambut pendek dan Devina langsung mencari sesuatu di mobil dia melihat ada lolipop miliknya dan Devina langsung membuka kaca sedikit lebih lebar lalu memberikannya pada anak lucu itu.
"Ehh"
Sang Ibu terlihat terkejut, tapi dia tersenyum dan berterima kasih membuat Devina mengangguk singkat. Anak cantik itu juga tersenyum sambil melambaikan tangan pada Devina.
"Maacih Kakakk"
Devina tersenyum senang ketika mendengarnya dia terus menatap anak yang terlihat begitu lucu.
Tak lama lampu berubah hijau Devina menatap anak itu yang melaju lebih dulu dan setelahnya Devina langsung menutup kaca mobil.
"Anak itu lucu Ziko giginya ompong." Kata Devina
Ziko tertawa kecil mendengarnya, tapi matanya tetap fokus ke depan.
"Dulu Vina nangis kalau di ledekin ompong sama Vano terus nanti Vano langsung di marah Daddy." Kata Devina
Ziko baru akan bicara, tapi Devina sudah lebih dulu bersuara dengan wajah yang mendadak sendu.
"Vina kangen sama Vano ayo kita ke sana Ziko." Kata Devina
Ziko menoleh sebentar dan menatap Devina yang terlihat sedih.
"Ziko mau ketemu Vano." Kata Devina
"Beli ice creamnya?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Yaudah kita puter balik ya?" Kata Ziko
Mengangguk singkat wajah Devina sekarang berubah murung membuat Ziko jadi sadar bahwa ibu hamil itu suasana hatinya mudah berubah.
Kadang ceria dan kadang seperti sekarang.
Tapi, tidak masalah Ziko akan siap menuruti semua keinginan Devina dan membuat senyuman terus terukir di wajah cantiknya.
Baiklah Ziko ayo jadi suami yang baik untuk istri yang sedang mengandung anakmu.
°°°°
Saat sampai di rumah orang tuanya Devina langsung turun dari mobil dan berlari ke dalam membuat Ziko nyaris berteriak untuk memintanya lebih hati-hati. Secepat mungkin Ziko keluar dari mobil lalu berlari menghampiri Devina yang sekarang sudah berdiri di depan pintu.
Langsung saja Ziko menggenggam tangan istrinya agar tidak berlari lagi dan setelahnya Devina membuka pintu lalu masuk ke dalam sambil memanggil kembarannya. Beberapa kali Devina memanggil hingga terdengar sautan dan tak lama Devano muncul sambil menuruni tangga bersama dengan Fahisa juga.
Devina melepaskan tangan suaminya lalu berlari menghampiri Devano dan memeluknya dengan erat.
"Vanoooo"
Devano tertawa kecil dia mengusap kepala Devina dengan sayang lalu mencium puncak kepalanya.
"Sayang kenapa gak bilang mau datang?" Kata Fahisa
__ADS_1
Devina tersenyum dia melepaskan pelukan Devano lalu mendekat dan memeluk Mommy nya.
"Mommyy"
"Tadi kita mau ke supermarket Ma terus tiba-tiba Devina bilang dia kangen sama Vano." Kata Ziko menjelaskan
"Apa kabar sayang?" Tanya Fahisa
"Baik Mama dan baby nya Vina juga baik tadi pagi Vina muntah terus banyak." Kata Devina
"Tapi, Vina baik-baik aja kan?" Tanya Fahisa
Devina mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau Vano apa kabar?" Tanya Devina
"Baik banget." Kata Devano dengan senyuman
"Vina kangenn banget sama Vano." Kata Devina
Devano tersenyum lantas dia mengusap rambut Devina dengan sayang.
"Eh apa ini ada anak Daddy yang paling gemesin?"
Suara Daffa terdengar membuat Devina menatap ke arah Daddy nya yang baru saja datang dengan membawa tas kerjanya.
"Daddyyyy"
Devina berlari kecil menghampiri Daddy nya lalu memeluk dengan sayang membuat Daffa tertawa dan membalas pelukan anaknya.
"Adara mana Vano?" Tanya Devina begitu dia melepaskan pelukannya
"Lagi mandi tadi Vin." Kata Devano
Devina mengangguk faham lalu menghampiri Devano lagi dan memeluknya dari samping.
"Ya ampun Devina." Kekeh Daffa
"Mommy Mommy punya ice cream enggak?" Tanya Devina
"Punya sayang." Kata Fahisa
Devina tersenyum senang lalu dia berlari kecil menuju dapur membuat yang lainnya hanya bisa tersenyum melihatnya.
"Ziko kamu harus sabar ya sama Devina." Kata Fahisa
Ziko tertawa kecil mendengarnya lalu mengangguk singkat.
Dia selalu sabar menghadapi Devina lagi pula Devina tidak pernah menyebalkan malah bagi Ziko istrinya itu menggemaskan.
Rasanya Ziko selalu ingin mencium dan memeluknya dengan erat.
°°°°
Aku updatee nih hehe🥰
__ADS_1