
Mata Mona menatap ke arah meja yang sudah penuh dengan makanan yang Devina pesan ketika mereka mampir untuk makan begitu Devina selesai dengan Pak Mario dan tidak ada lagi masalah dengan skripsinya, tentu saja Ziko membantunya. Sekarang mereka per kuuugi makan dan Devina memesan dua porsi dia juga memesan kentang goreng dan nugget membuat Mona benar-benar terkejut.
Devina terlihat begitu antusias dia meminta Mona untuk makan dan Mona hanya mengangguk singkat sambil terus menatap Devina yang sudah mulai makan. Mengeluarkan ponselnya Mona mengambil gambar dan mengirimkan kepada Cessa juga Nayla ah jangan lupa Ziko juga.
Bumil makannya banyak bangett😱
Setelah pesan itu terkirim Mona juga memberi tau Ziko dimana mereka berada karena pria itu bilang akan menjemput nanti.
"Ya ampun semangat banget bumil makannya." Kata Mona
Devina mendongak lalu menunjukkan cengirannya membuat Mona menggelengkan kepalanya pelan.
"Makan makan keponakan gue harus gendutt biar tambah gemes." Kata Mona
"Mona enggak makan?" Tanya Devina
"Iya ini mau makan." Kata Mona sambil mengambil kentang goreng yang tadi dia pesan
Devina tersenyum lalu melanjutkan makannya dengan penuh semangat, dia sangat lapar.
"Oh iya Vin nanti Ziko jemput ke sini." Kata Mona
"Mona? Pulang bareng aku ya?" Kata Devina
"Enggak usah nanti mau Gio susul gue mau nemenin dia ke acara temannya." Kata Mona
"Ih kan Mona sama Gio pasti ada sesuatu." Kata Devina dengan penuh antusias
"Enggak ada Vina." Kata Mona sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Enggak mau ngaku." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal
"Udah bumil ayo makan lagi." Kata Mona
Devina hanya mengangguk singkat dan kembali menyantap makanannya bersama dengan Mona tanpa banyak bicara.
Saat tengah asik makan tiba-tiba mata Devina menangkan sosok yang sedang berdiri dekat kasir dan sosok itu membuat jantung Devina berdetak dengan sangat cepat. Keringat mulai mengalir Devina menghentikan kegiatannya dan menatap Mona yang kini terlihat bingung.
"Mona mau pulang." Kata Devina pelan
Suaranya sangat pelan mata Devina juga berkaca-kaca membuat Mona semakin bingung.
"Vin?"
Mona melihat ke sekitar dan dia sangat terkejut ketika Devina bergegas keluar bahkan meninggalkan tasnya.
"Ehh Vinaaa"
Mona jelas panik dia menaruh beberapa lembar uang ratusan ribu di meja lalu mengambil tas Devina dan bergegas keluar.
"Vinaaa"
Devina terlihat takut beruntung bersamaan dengan itu Ziko datang dia langsung menghadang Devina dan membuat istrinya itu mendongak untuk menatapnya. Nafas Devina memburu wajahnya terlihat ketakutan membuat Ziko jadi cemas sendiri.
"Vina kenapa?" Tanya Ziko
__ADS_1
Devina tak menjawab dan Ziko langsung menatap Mona yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Sumpah Vin lo kenapa?" Tanya Mona bingung dan panik
"Mau pulang Vina mau pulang." Kata Devina pelan
"Iya iya kita pulang." Kata Ziko
Mona langsung memberikan tas milik Devina pada Ziko lalu meminta mereka untuk segera pergi dan mengatakan pada Ziko bahwa ada Gio yang akan menjemputnya.
"Kabarin gue lagi Ko." Kata Mona
Ziko mengangguk dia merangkul Devina dan membawanya masuk ke dalam mobil begitu masuk Devina juga terlihat tidak tenang.
Tak mau berlama di tempat yang membuat Devina takut Ziko langsung melajukan mobilnya menjauh dan menatap lagi Devina yang kini mencengkram kuat kemeja yang dikenakan.
"Vina"
Menepikan dulu mobilnya Ziko menatap Devina dan membawa istrinya itu untuk menatapnya juga.
"Ziko tadi ada orang itu...."
"Orang itu siapa sayang?" Tanya Ziko
"Yang culik Vina yang jambak rambutnya Vina." Kata Devina takut
Ziko terdiam sejenak lalu dia membawa Devina ke dalam pelukannya dan mencium sayang puncak kepalanya.
"Kenapa Vina takut hm? Dia gak ada niat buruk kalaupun ada Vina tenang aja ada Ziko." Kata Ziko berusaha menenangkan
Sesaat setelah keluar penjara mertuanya mengatakan bahwa pria itu menemuinya dan meminta maaf pada Daffa, tapi tentu ketakutan Devina tidak akan hilang dengan mudah. Saat itu mertuanya bercerita bahwa dia meminta pria itu untuk tidak pernah muncul lagi paling tidak di hadapan Devina karena tau bahwa Devina memang setakut itu.
Dan terbukti sekarang.
"Sst enggak papa sayang." Kata Ziko
Devina mengangguk lalu mengedarkan pandangannya dan mengatakan sesuatu yang membuat Ziko tersenyum.
"Vina haus tadi enggak minum langsung kabur." Kata Devina
Astaga kenapa Devina sangat menggemaskan begini?!
Ziko mengambilkan minum dan memberikannya pada Devina yang langsung istrinya itu minum hingga tersisa setengah.
"Lebih baik?"
Devina mengangguk singkat lalu dia melihat ke belakang.
"Vina ninggalin Mona." Kata Devina pelan
"Enggak papa sayang Mona pulang sama Gio." Kata Ziko sambil tersenyum
Devina tersenyum dan menatap Ziko membuat suaminya itu ikut tersenyum sambil mencubit pelan pipinya.
"Bumil jangan banyak pikiran, tenang ya? Ada Ziko disini." Kata Ziko
__ADS_1
Devina mengangguk patuh dan setelah memastikan Devina tenang Ziko kembali melajukan mobilnya dengan tangan yang sesekali menggenggam tangan istrinya.
Beruntung Devina sudah tidak setakut dulu yang jangankan melihat bahkan ketika mimpi buruk lagi tentang hari itu dia akan sangat ketakutan dan sulit di tenangkan, tapi sekarang sudah lebih baik.
Dan Ziko akan selalu menjaga Devina agar tidak terluka sedikitpun.
°°°°
"Zikooooo"
Devina merengek ketika Ziko tidak mau memberikan coklat untuknya dan malah mengambil coklat yang tadi Devina bawa ke kamar. Wajah Devina memelas, tapi Ziko berusaha tidak terpengaruh karena Devina sudah makan coklat cukup banyak.
Apalagi tadi Mona mengatakan bahwa dia memberikan coklat juga untuk Devina tentu saja Ziko tidak memberi izin lagi. Menatap wajah Devina yang cemberut Ziko menghela nafasnya pelan lalu mendekat dan memeluk Devina.
"Mau coklatttt"
"Vina udah makan banyak, besok aja ya?" Kata Ziko
"Mau coklatttt! Maunya sekarang." Kata Devina
Melepaskan pelukannya Devina dengan wajah cemberut memukul lengan Ziko dan terus meminta agar suaminya memberikan lagi coklat miliknya.
"Devina udah kamu udah makan coklat banyak, tadi juga makan di kampus waktu sama Mona kan?" Kata Ziko
"Zikooo"
"No sayang." Kata Ziko yang tetap pada pendiriannya
"Zikoo satu ajaaa." Kata Devina dengan wajah memelas
"Devina sayang enggak." Kata Ziko
"Ihhhh jahatttt." Kata Devina kesal
Devina memukul pelan lengan Ziko karena kesal dan Ziko hanya diam.
"Mau coklattt"
Ziko menghela nafasnya pelan dan mencubit pelan pipi istrinya membuat Devina kembali merengek.
"Jangan coklat yang lain aja ya?" Kata Ziko
Devina menatap mata Ziko dengan wajah cemberut.
"Ibu hamil cantik jangan makan coklat terus nanti giginya sakit, besok lagi ya?"
Kali ini Devina mengalah dia mengangguk patuh dengan wajah cemberutnya membuat Ziko tidak bisa menahan diri untuk tidak mencubit pipi Devina yang terlihat menggemaskan.
"Kalau enggak boleh makan coklat Vina mau makan Ziko ajaaa"
Dan Ziko hanya bisa tertawa mendengarnya.
Ya ampun Ziko jadi mau gigit pipi istrinya sangking gemasnya dia.
°°°°°
__ADS_1
Aku updateeee🥰