Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Si Kecil Darren


__ADS_3

Devina memperhatikan foto keluarga yang ada di ponselnya dengan senyuman tipis, dia merindukan mereka semua dan sekarang Devina ingin menangis padahal baru satu minggu dia tinggal di rumah suaminya. Rindu sekali Devina pada Devano yang sering dia ganggu dan kedua orang tuanya yang selalu memberikan perhatian untuknya.


Menghela nafasnya pelan Devina mengusap foto itu dengan sayang lalu mencari nomor Devano untuk melakukan panggilan vidio dengannya. Saat ini suaminya sedang di kamar mandi makanya Devina ingin menelpon sebentar kembarannya.


Menunggu panggilan itu diangkat Devina tersenyum tipis sambil menatap wajahnya di layar ponsel miliknya. Panggilan itu tidak diangkat, tapi ketika Devina menelpon untuk yang kedua kali Devano mengangkatnya.


Devina langsung tersenyum senang.


"Vanooo"


Disebrang sana Devano juga tersenyum sambil melambaikan tangan padanya.


'Vina kamu gimana disana?'


"Em baik Vano gimana? Mommy sama Daddy mana?" Tanya Devina


Devano tersenyum lalu meminta Devina untuk menunggu dan dia berjalan keluar kamar untuk menghampiri kedua orang tuanya.


'Vina telpon Mom Dad'


Devina mendengar suara itu tak lama setelahnya Devina dapat melihat wajah ketiganya di layar ponsel miliknya.


"Mommy Daddyy"


Melambaikan tangannya Devina tersenyum senang pada mereka membuat kedua orang tuanya ikut tersenyum.


'Ziko mana sayang?'


"Lagi mandi Mommy." Kata Devina


'Udah makan belum?'


"Udah Daddy." Kata Devina sambil tersenyum


'Vin kamu enggak mandi ya? Mandi sana baunya sampai sini'


Devina mengerucutkan bibirnya sebal ketika mendengar perkataan itu keluar dari bibir kembarannya.


"Vano nyebelinn." Kata Devina kesal


'Eh masih ngambekan juga anak Mommy'


"Vano nyebelin Mommy ledekin Vina." Kata Devina


Mereka tersenyum mendengar rengekan Devina meskipun hanya lewat panggilan vidio, tapi baik Devina ataupun mereka merasa kalau rindu itu sedikit terobati. Cukup lama mengobrol hingga Devina yang tidak lagi mendengar suara gemericik air memilih untuk mengakhiri panggilan.


Melambaikan lagi tangannya Devina tersenyum lalu mematikan panggilan telponnya dan bersamaan dengan itu pintu kamar mandi terbuka membuat Devina menoleh. Dia sudah terbiasa melihat Ziko yang keluar hanya dengan memakai handuk seperti sekarang bahkan terkadang ketika malam Ziko tidur dengan bertelanjang dada.


"Ziko udah selesai?" Tanya Devina


"Hm udah, kamu mau mandi juga?" Tanya Ziko sambil menatap Devina sebentar


"Iya"


Ziko mengangguk singkat lalu berjalan mendekat pada Devina dan mencium sekilas bibirnya.


"Sana ganti baju nanti masuk angin tau kalau lama-lama kayak gitu." Kata Devina


"Iya sayang, kamu habis ngapain tadi?" Tanya Ziko

__ADS_1


"Telpon Vano terus ngobrol sama Mommy dan Daddy juga." Kata Devina


"Kamu senang?" Tanya Ziko yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Devina


"Senang hehe sekarang kangennya udah sedikit berkurang." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya


"Yaudah kamu mandi dulu eh iya Vim tadi Tante Reni telpon dia mau minta kita jagaiin Darren sebentar." Kata Ziko


"Em bolehh." Kata Devina


Tersenyum tipis Ziko mencubit pelan pipi Devina lalu berjalan ke arah lemari dan Devina kini pergi ke kamar mandi.


Sebelumnya dia sudah bertemu keluarga Zidan dan dia sudah kenal juga dengan Tante Reni serta si kecil Darren yang sudah berusia lima tahun. Tentu saja Devina suka karena Darren itu tidak nakal dan manja sama sepertinya.


Sekitar dua puluh menit berada di kamar mandi Devina keluar dengan sudah berpakaian lengkap, dia tidak ingin keluar hanya dengan menggunakan handuk seperti suaminya karena hal itu sama saja dengan mencari mati. Sekali saja Devina keluar hanya menggunakan handuk Ziko akan menggodanya habis-habisan dan hal itu benar-benar menyebalkan.


Kalau Ziko sih sudah biasa bahkan pria itu sengaja keluar hanya memakai handuk saja.


"Udah selesai Vin?" Tanya Ziko yang kimi sudah memakai kaos hitam serta celana selutut


"Heem udahh." Kata Devina


Berjalan mendekat Devina memeluk Ziko dengan sayang membuat suaminya itu tersenyum dan memberikan ciuman di puncak kepalanya.


"Ziko"


"Hmm"


Devina mendongak dan menatap suaminya dengan penuh harap.


"Besok kita main ke rumah Daddy ya? Boleh kan?" Kata Devina


"Enggak"


"Enggak boleh? Kenapa?" Tanya Devina sedih


"Bercanda, boleh kok besok kita main ke rumah kamu." Kata Ziko


Wajah Devina berubah cerah senyuman manisnya mengembang dengan sempurnya.


"Kamu kangen ya?" Tanya Ziko


"Heem kangen kita main aja kok enggak usah nginep Vina cuman mau ketemu aja." Kata Devina


"Iya gak papa Vin." Kata Ziko


Devina kembali memeluk suaminya dan membuat Ziko hanya bisa diam dengan senyuman.


Tentu saja dia sama sekali tidak masalah, Ziko mengerti karena Devina memang sangat dekat dengan semua anggota keluarga.


Tidak ada masalah dengan berkunjung kesana.


¤¤¤


"Darren"


Anak berusia lima tahun itu berlari kecil menghampiri Devina lalu memeluknya dengan sayang, mereka memang dekat sekali sekarang padahal baru dua kali bertemu. Melihat hal itu Ziko tersenyum lalu menatap Tante Reni yang datang bersama suaminya dan meminta mereka untuk masuk ke dalam.


Sayangnya kedua orang itu sangat terburu-buru dan mengatakan kalau mereka akan langsung pergi saja karena takut terlambat. Tidak bisa memaksa Ziko hanya menganggukkan kepalanya saja dan sebelum pergi orang tua Darre menatap anak mereka yang terlihat nyaman bersama Devina.

__ADS_1


"Maaf ya? Tante bener-bener gak bisa ajak Darren soalnya kami ada urusan penting, tapi Tante janji nanti sore Tante akan jemput Darren." Kata Reni


"Iya kami minta tolong ya? Ziko dan Vina maaf kalau merepotkan." Kata Haidar, suaminya


"Enggak papa kok lagian aku sama Vina kan belum mulai kuliah, jadi di rumah gak ada kerjaan juga." Kata Ziko


"Yaudah kami pergi dulu ya? Darren sayang jangan nakal ya?" Kata Reni


Darren mengangguk patuh lalu melambaikan tangan pada kedua orang tuanya.


Sesaat setelah kedua orang tuanya pergi Darren menatap Devina lagi lalu tersenyum dengan wajah lugunya. Melihat hal itu Ziko ikut tersenyum lalu ikut bergabung dan duduk di samping Darren sambil mengusap kepalanya.


"Darren mau makan?" Tanya Ziko


"Enggak mau sama Ante Vina." Kata Darren


Devina tertawa kecil lalu meminta Darren untuk duduk dipangkuannya dan memeluk anak itu dengan sayang.


"Mau ice cream enggak?" Tanya Devina


"Mauu"


"Em kalau gitu Ante Vina ambilin dulu." Kata Devina


"Nanti aja Dalen masih mau peluk Ante Vina." Kata Darren manja


Ziko menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah anak itu yang sangat menempel pada istrinya.


"Ziko dia manja kan? Sama kayak Vina." Kata Devina sambil tersenyum senang


Tertawa kecil Ziko menganggukkan kepalanya sambil mencubit pelan pipi Devina.


"Darren senang ya main sama Tante Vina?" Tanya Ziko


Darren menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Ante Vina cantik." Kata Darren


"Hey kamu ini masih kecil sudah pintar gombal." Kata Ziko sambil mencubit pipi Darren dengan gemas


"Aku sayang sama Ante Vina." Kata Darren lagi


Tersenyum senang Devina melepaskan pelukannya lalu menatap Darren yang tengah tersenyum padanya.


"Cium Antee"


Setelah mengatakan hal itu Darren berdiri lalu mencium pipi Devina dan memeluknya.


"Ehhh Darren"


Ziko membulatkan matanya melihat anak itu mencium pipi Devina lalu memeluknya.


Astaga untung masih kecil kalau tidak Ziko pasti sudah marah.


Enak saja main cium-cium istrinya.


¤¤¤


Hai aku update💞

__ADS_1


Maunya aku update yang banyak yaa??


__ADS_2