Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Ketemu


__ADS_3

Bersama dengan suaminya Devina mencari cincin pernikahannya yang terjatuh di kamar mandi, tadinya Ziko mengatakan untuk mencarinya besok saja karena sudah mau malam, tapi Devina menangis dan meminta dia untuk mencari sekarang. Sudah sekitar lima belas menit mereka mencari dan masih belum ketemu juga wajah Devina sangat sedih, dia merasa bersalah karena sudah menjatuhkan cincin pernikahannya.


Mengingat waktu sudah mau malam Ziko berdiri lalu menatap Devina yang masih terlihat sedih dan mengusap pipinya dengan penuh kelembutan. Mata Devina kembali berkaca-kaca membuat Ziko menghela nafasnya pelan padahal bukan masalah besar meskipun cincinnya hilang, tapi Devina kelihatan sedih sekali.


"Enggak ada kan? Gimana Ziko? Cincinnya hilang Vina udah hilangin cincinnya." Kata Devina


"Enggak hilang Devina udah ya? Kamu mandi dulu nanti keburu malam kita juga harus cari makan malam." Kata Ziko dengan senyuman


"Cincinnya gimana? Kalau hilang gimana?" Tanya Devina lagi


"Besok kita cari lagi ya?" Kata Ziko


Devina menganggukkan kepalanya masih dengan wajah sedihnya.


"Hey udah dong jangan sedih gitu, besok pagi kita cari lagi gak bakal hilang kan jatuhnya di kamar mandi." Kata Ziko


Devina kembali menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.


"Mau aku mandiin?" Canda Ziko


"Ihh Zikoo"


Tertawa kecil Ziko membawa Devina ke dalam pelukannya lalu mencium puncak kepalanya dengan sayang.


"Yaudah mandi ya? Aku tunggu di kamar nanti kita cari makan kalau enggak pesan makan aja." Kata Ziko


Devina bergumam pelan lalu menatap Ziko yang keluar dari kamar mandi. Menghela nafasnya pelan Devina melihat ke arah jari manisnya yang sudah tidak ada cincin dengan sedih.


Tadi Devina berniat melepasnya karena mau mandi biasanya dia melepas cincin di luar kamar mandi dan meletakkannya di meja rias, tapi tadi Devina lupa.


Masih dengan wajah murungnya Devina mengambil handuk yang tergantung dan mulai mandi.


Serkitar lima belas menit Devina keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai piyama tidurnya, dia tidak mood untuk pergi kemanapun. Melihat suaminya yang sedang duduk ditepian ranjang sambil bermain ponsel Devina menghampirinya dan duduk disamping Ziko.


"Udah selesai?" Tanya Ziko


Devina mengangguk les sebagai jawaban.


"Ziko makan malamnya pesan aja ya? Vina enggak mau kemana-mana." Kata Devina dengan tidak bersemangat


Menghela nafasnya pelan Ziko menaruh ponselnya di atas ranjang lalu memegang bahu Devina dan menatapnya dengan senyuman.


"Vina udahan cemberutnya kamu tenang ya? Cincinnya pasti besok ketemu." Kata Ziko


"Kalau enggak?" Tanya Devina sedih


"Pasti ketemu, percaya sama aku kan?" Kata Ziko sambil mengusap kepala Devina dengan sayang


"Vina bukan istri yang baik." Kata Devina


Mendengar hal itu Ziko langsung menatap istrinya dengan tidak suka.


"Devina aku gak suka kamu ngomong kayak gitu." Kata Ziko membuat Devina mendongak dan menatapnya


Ziko terlihat marah hingga Devina menundukkan wajahnya karena takut.


"Kamu gak boleh ngomong kayak gitu aku gak suka." Kata Ziko lagi

__ADS_1


"Maaf"


"Cincinnya belum tentu hilang jatuhnya juga cuman di kamar mandi, tapi kamu udah bilang kayak gitu." Kata Ziko lagi


Devina menatap suaminya dengan sedih membuat Ziko menghela nafasnya pelan lalu mencubit pipi Devina kuat-kuat.


"Awas ya? Kalau kamu ngomong kayak gitu lagi." Kata Ziko


"Iya enggak lagi." Kata Devina sambil memeluk Ziko dengan erat


Membalas pelukan itu dengan sayang Ziko mengusap punggung Devina dan mencium kepalanya.


"Yaudah kamu makan apa?" Tanya Ziko


"Em terserah." Kata Devina


"Enggak boleh terserah." Kata Ziko


"Vina enggak tau mau makan apa." Kata Devina


Terdiam sejenak Ziko melepaskan pelukannya dan menatap Devina sebentar.


"Mau nasi goreng lagi?" Tanya Ziko


Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Ayam?"


Lagi, Devina menggelengkan kepalanya.


"Katanya terserah." Kata Ziko


"Terus apa?" Tanya Ziko


"Terserah Ziko." Kata Devina


Tersenyum tipis Ziko mencubit pipi Devina karena gemas, tadi katanya terserah, tapi ketika Ziko menyebutkan makanan Devina tidak mau.


"Ikan? Ketoprak? Kepiting? Cumi?"


Devina terdiam sejenak lalu menggelengkan kepalanya.


"Terus mau apa sayang?" Tanya Ziko


"Emm beli sate ajaa." Kata Devina sambil tersenyum


Astaga Ziko ingin menciumnya sekarang.


"Yaudah aku pesan dulu." Kata Ziko


Menganggukan kepalanya Devina membaringkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di paha Ziko sambil memperhatikan suaminya yang tengah sibuk dengan ponsel miliknya. Sesaat setelahnya Ziko selesai memesan lalu dia menaruh lagi ponselnya dan menatap Devina yang juga sedang menatapnya.


Tersenyum manis tangan Devina terulur mengusap pipi Ziko membuat suaminya itu memejamkan mata, tapi begitu tangan Devina berpindah ke rahang juga lehernya Ziko menahan tangannya.


"Devinaa mau godaiin aku lagi ya?" Kata Ziko


"Enggakk"

__ADS_1


"Jangan gitu nanti aja godaiinnya habis makan." Kata Ziko


Devina mengerucutkan bibirnya sebal.


"Ish siapa yang mau godaiin Ziko geer bangett." Kata Devina


"Itu tadi apa? Jangan dulu kita makan dulu." Kata Ziko


"Ziko geerr"


Ziko hanya tertawa saja melihat istrinya yang terlihat kesal.


"Kamu sekarang juga mesum." Kata Ziko


"Ihh enggakk"


"Iya dari kemarin kamu mesum banget godaiin aku terus pegang-pegang aku terus." Goda Ziko yang merasa senang melihat wajah Devina memerah


"Enggakk Zikoo"


"Iya Vina kamu gak ingat kemarin? Kemarin kamu buka...."


Devina langsung bangun dan membungkam Ziko dengan ciuman singkat yang dia berikan.


"Jangann dibahas Vina maluu." Kata Devina sambil menatap Ziko dengan galak


Ziko terdiam mendapat ciuman tiba-tiba dari istrinya.


Devina sudah mulai berani ternyata.


¤¤¤


Pasangan suami istri itu baru saja selesai makan malam dan sekarang Devina sedang mencuci piring kotor di dapur dengan Ziko yang memeluknya dari belakang. Padahal sudah berkali-kali Devina mengusirnya karena dia merasa terganggu, tapi Ziko menolak dan tetap memeluknya.


Beruntung Devina hanya mencuci sedikit karena mereka hanya berdua, jadi tak butuh waktu lama dia selesai dan langsung memutar tubuhnya menghadap Ziko. Dapat dia lihat kalau Ziko tengah tersenyum dan ketika tubuhnya terangkat Devina berseru kencang sambil memeluk leher suaminya dengan erat.


Ziko membawanya ke kamar, tapi belum sempat melakukan apapun Devina mengatakan kalau dia mau ke kamar mandi. Setelah pelukannya terlepas Devina masuk ke dalam kamar mandi hanya butuh waktu singkat karena Devina hanya buang air kecil saja.


Tapi, baru ingin keluar kamar mata Devina menangkap sesuatu yang terselip di antara kaki meja dan tembok kamar mandi.


Devina menunduk lalu mengambilnya dan senyuman manisnya mengembang dengan sempurna begitu cincin pernikahan itu dia temukan dan kembali ada digenggamannya.


Sangking senangnya Devina membuka pintu kamar mandi kuat-kuat lalu menghampiri Ziko dan memeluknya hingga membuat suaminya itu terkejut bukan main.


"Ziko ketemuuu cincinnya ketemuuu." Kata Devina senang


Devina menunjukkan cincinnya pada Ziko yang ikut tersenyum melihatnya dan langsung saja Ziko memakainkan cincin itu di tangan Devina lalu mencium punggung tangannya.


"Jangan jatuh lagi ya?" Kata Ziko


Dengan senyuman Devina menganggukkan kepalanya lalu menarik leher Ziko dan mencium bibirnya. Tangan Ziko melingkar di pinggangnya dan mulai membalas ciuman yang Devina berikan.


Sekarang Devina sudah pintar.


Merasa akan kehabisan nafas Devina menjauhkan sedikit wajahnya, tapi Ziko dibuat terdiam ketika Devina mengecup lehernya bahkan Ziko sampai menggeram pelan karena ulahnya.


Devina sudah pintar membuatnya panas dingin.

__ADS_1


¤¤¤


Aku updateee💞


__ADS_2