
"Amiii"
Devina tersenyum sambil menatap kedua anaknya dengan gemas kini baby twins sudah berusia satu tahun mereka sudah bisa berjalan dan mulai belajar bicara. Barusan saja Arthan memanggilnya dia bukan memanggil Mami, tapi Ami dan wajahnya lucu sekali Devina sangat gemas.
Anak itu merentangkan tangannya minta untuk di gendong membuat Devina langsung mengangkat tubuhnya dan Arthan tertawa senang. Sambil menghadap ke samping dia menekan nekan pipi Devina dengan tangan mungilnya dan Devina hanya diam saja dia membawa Arthan ke ruang tengah dimana Ziko berada.
Sampai di sana Devina di buat semakin gemas Ziko berbaring dengan posisi tengkurap dan Ardhan ada di atasnya dengan tengkurap juga. Pipi gembul Ardhan menempel pada punggung Ziko dan dia benar-benar menggemaskan.
Melihat kembarannya di sana Arthan berseru senang membuat Ziko menoleh.
"Apiii"
Arthan menggerakkan tubuhnya minta untuk di turunkan membuat Devina menurunkannya dan anak itu langsung berlari lalu menjatuhkan dirinya di dekat Ziko.
Melihat ada Arthan di dekatnya Ardhan langsung menggulingkan tubuhnya dan turun di karpet tebal berbulu yang mereka tempati, dia menghampiri Arthan.
"Tann"
Ardhan memanggil kembarannya dan Devina semakin gemas.
"Ihh gemes banget sih anak Mami." Kata Devina
"Amiiii"
Ardhan berjalan mendekat membuat Devina langsung memeluknya.
"Aduh Ardhan belat." Kata Devina sambil tertawa
"Cucu Amii cucu"
Devina tertawa dia menciumi pipi Ardhan karena gemas.
"Mau susu ya?" Kata Devina
Devina melepaskan pelukannya lalu mengalihkan pandangan pada Arthan yang sudah berbaring di atas perut Ziko.
"Ya ampun"
Ardhan melihat itu dia mau ikutan dan langsung berjalan mendekat kemudian melakukan hal yang sama seperti Arthan.
"Ihh gemes... Ziko sebentar ya? Vina mau buat susu." Kata Devina
"Iya Mami"
Devina tersenyum lalu beranjak pergi ke dapur untuk membuatkan susu kedua anaknya itu memang masih menyusu, tapi juga sudah mulai makan. Sekarang mereka sangat aktif terkadang Devina pusing sendiri apa lagi Arthan anak itu sering tiba-tiba menghilang padahal Ardhan ada.
Pernah Devina sudah hampir menangis karena tak kunjung menemukan Arthan dan ternyata anak itu ada di kolong tempat tidur pernah juga di kolong meja makan.
"Eh Vina"
"Mama"
"Buat susu ya?" Kata Nazwa
"Iya Ma mereka udah minta susu." Kata Devina
"Sekarang lucu ya? Arthan sama Ardhan udah mulai ngomong Mama jadi makin gemes." Kata Nazwa
"Iyaa Vina juga." Kata Devina dengan senyuman
Devina membuat dua botol dot susu menggunakan air hangat.
"Mama Vina ke ruang tengah dulu ya? Nanti Vina bantu Mama masak makan siang." Kata Devina
__ADS_1
"Iya sayang"
Devina tersenyum dan kembali ke ruang tengah sekarang kedua anaknya itu tengah duduk bersama dengan Ziko mereka bermain.
Ardhan sangat kalem dia hanya memainkan mobilan kalau Arthan beda lagi dia benar-benar tidak bisa diam, lihat sekarang Arthan melemparkan mainan ke sembarang arah.
"Arthan"
Anak itu mendongak.
"Cucu cucu Amii cucu"
Arthan sangat bersemangat anak itu berjalan mendekat dengan tertatih.
Menggelengkan kepalanya pelan Devina duduk lalu memberikan dot itu pada Arthan membuat Arthan langsung diam dan berbaring di atas paha Devina sambil meminum susunya. Melihat kembarannya minum susu Ardhan mau juga dia mendekat lalu merentangkan tangannya meminta susu dan Devina memberikannya.
Ardhan juga sama dia langsung berbaring di atas paha Devina tepat di samping Arthan.
"Lihat sayang Arthan semua mainan dia lempar." Kata Ziko sambil tertawa pelan
Ziko melihat banyak mainan yang berserakan anaknya yang satu itu memang begitu semua mainan dia lempar.
"Kebiasaan memang Ziko, tapi Vina gemes sendiri jadinya." Kata Devina dengan wajah cemberut
Ziko tertawa dan mengangguk setuju dia mendekat pada Devina dan mengusap kepalanya dengan sayang.
"Aku suka akhir pekan bisa di rumah sama kamu dan si kembar." Kata Ziko
"Iyaa Vina juga suka Ziko ada di rumah." Kata Devina sambil tersenyum senang
Ziko ikut tersenyum dia mencium pipi Devina dengan sayang lalu menatap kedua anaknya yang masih asik meminum susu.
"Lihat aku di gigit Arthan." Kata Ziko sambil menunjukkan lengannya
"Maafin Arthan ya?" Kata Devina
"Aku malah gemes sama dia bukan marah." Kekeh Ziko
Baru saja di bicarakan Arthan sudah berguling ke samping sambil membuat Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Aduh Arthan kamu ini." Kata Devina
Arthan duduk dia mengambil robot yang ada di dekatnya lalu memukul mukul ke lantai membuat Devina benar-benar hanya bisa menghela nafasnya pelan.
Semua mainan rusak kalau sudah Arthan pegang dua tidak seperti Ardhan kalau Arthan semua mainan dia lempar atau ketuk ketuk di lantai kadang Devina pusing sendiri, tapi nanti kalau Mainannya rusak dia menangis.
Melihat Ardhan anak itu diam sambil meminum susunya kalau Ardhan berbeda saat dia main dia akan asik sendiri, tapi kalau waktu makan atau minum susu Ardhan akan diam dan tidak melakukan apapun.
Mereka berdua memang lucu Devina yakin sekali kalau sudah besar tidak akan ada hari tanpa bertengkar.
Dari kecil Arthan sudah kelihatan sekali jahil dan tidak bisa diamnya.
°°°°
Ziko di tinggal Devina ke supermarket dia di rumah hanya bersama dengan si kembar karena Devina pergi bersama dengan Nazwa dan sekarang Ziko di kamar sambil menunggu kedua anaknya yang asik bermain. Kali ini Arthan lebih kalem dia memainkan mobilan sama seperti Ardhan menggerakkan benda itu di atas kasur dengan semangat.
Berkali-kali Ziko mengambil gambar mereka berdua lalu mengirimkan ke mertuanya juga pada Devano seperti yang memang biasa dia lakukan. Baik Devina atau Ziko selalu memberi tau perkembangan anak-anak pada Daffa dan Fahisa juga Devano dan Devano juga melakukan hal yang sama.
"Amiii"
Ziko mengalihkan pandangannya ketika Ardhan mulai merengek dan Ziko langsung mendekat dia mengangkat tubuh Ardhan membawa anak itu untuk duduk di pangkuannya.
"Amiii"
__ADS_1
Anak itu merengek lagi dia mulai menangis membuat Ziko menggendongnya sambil mengusap punggungnya.
"Amii Amiii"
"Ardhan sst sebentar ya? Ami bentar lagi pulang." Kata Ziko
"Amiiii"
Ziko bingung kalau Ardhan menangis karena anak itu biasanya diam kalau sudah Devina gendong kamah sedang rewel Ardhan memang sangat rewel.
"Amii"
Ziko mengusap sayang punggungnya lalu melirik Arthan karena takut anak itu pecicilan, tapi Arthan duduk sambil menatapnya dengan lugu.
"Susu ya?" Kata Ziko
Ziko mengambil dot yang tadi Devina tinggalkan lalu memberikannya pada Ardhan, tapi anak itu menolak dan kembali menangis.
"Amiiii"
"Aduh gimana nih." Kata Ziko bingung
Ziko membawa Ardhan ke dekat jendela dia melihat keluar.
"Lihat sayang ada mobil." Kata Ziko
Tangis Ardhan mulai hilang dia melirik keluar jendela juga lalu menepuk-nepuk jendela.
"Wah ada mobil nanti kita jalan-jalan naik mobil sama Ami ya?" Kata Ziko sambil mencium pipi Ardhan
Ziko kembali melirik Arthan yang kini berbaring di ranjang dengan mata sayu, sepertinya sudah sangat mengantuk.
Ardhan diam sambil melihat keluar jendela.
"Ami Amii"
Ziko melihat ke bawah dan ternyata terlihat Devina turun dari mobil bersama dengan Mama nya.
"Ye Ami pulang." Kata Ziko
Ardhan tertawa senang mereka menunggu hingga beberapa saat setelahnya Devina masuk ke dalam kamar dan Ardhan langsung berseru memanggilnya.
"Ami Amiii"
Devina tertawa pelan dia mendekat dan menggendong Ardhan membuat anak itu langsung bersandar manja di bahunya.
"Eh Arthan tumben diem." Kata Devina
"Ngantuk dia tuh lihat orang dari tadi enggak bisa diam." Kata Ziko
Devina melihat Arthan dan benar saja anaknya itu sudah akan tertidur membuat dia tersenyum melihatnya.
"Sini sayang tidurin deket Arthan." Kata Ziko
Devina mengangguk singkat dia membaringkan Ardhan di samping Arthan lalu tersenyum melihat Arthan yang sudah akan tidur.
Devina bersenandung pelan hingga kedua anaknya tertidur dengan sendirinya.
Si kembar sudah mulai besar sekarang.
°°°°
Culik Arthannn dia pecicilan banget yaa pasti nanti kayak Ziko deh🤣
__ADS_1
Bayangin nanti Arthan sama Ardhan kerjaannya gelut terus karena Arthan yang jahil sama Ardhan🤣