
Devina menggerakkan kedua kakinya di dalam kolam renang yang ada di dekat taman belakang dan membuat ada percikan air juga gelombang karena pergerakan kakinya. Seperti biasa Devina bangun lebih awal ini masih pukul enam dan sudah dari pukul lima Devina di sini karena dia tidak bisa tidur lagi.
Sebenarnya Devina ingin turun, tapi airnya cukup dingin nanti dia bisa kena marah oleh Ziko makanya Devina hanya menurunkan kakinya dan bergerak-gerak di sana. Bibir Devina membentuk sebuah senyuman dan ketika tengah asik dengan aktifitas nya suara seseorang membuat Devina menoleh.
Ternyata itu Nazwa yang langsung duduk di sampingnya membuat Devina tersenyum.
"Selamat pagi Mamaa"
Nazwa tersenyum sambil menatap menantunya.
"Dingin Devina, kenapa jam segini udah disini?" Tanya Nazwa dengan penuh kelembutan
"Vina enggak bisa tidur lagi." Kata Devina
"Udah dari tadi di sini?" Tanya Nazwa lagi
"Dari jam lima hehe." Kata Devina
Nazwa menggelengkan kepalanya pelan dia menatap menantunya itu dengan senyuman.
"Perut Vina suka sakit enggak?" Tanya Nazwa
Devina tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Cuman suka mual Mama." Kata Devina
"Iya itu wajar sayang, tapi enggak sampai muntah lagi kan?" Tanya Nazwa
"Enggak"
"Kamu mau tau gak? Dulu waktu Mama hamil Ziko itu banyak banget maunya sampai buat Papa bingung." Kata Nazwa
Devina menatap mertuanya dengan senyuman dan tatapan antusias.
"Beruntung Papa selalu mau turuti keinginan Mama karena ya Ziko itu anak pertama kami dan ternyata anak satu-satunya juga, Ziko itu kesayangannya Papa." Kata Nazwa
Devina tersenyum lalu dia menatap Nazwa yang juga tersenyum padanya dan mengulurkan tangan untuk mengusap lembut kepalanya.
"Vina juga kesayangannya Ziko." Kata Nazwa lagi
Senyum Devina mengembang dengan sempurna.
"Waktu kalian masih pacaran Ziko selalu cerita sama Mama tentang Vina ah bahkan dari sebelum pacaran, dia bilang kalau dia suka sama seseorang, tapi orang itu suka sama orang lain dan ternyata orangnya itu Devina." Kata Nazwa
"Ziko cerita?" Tanya Devina
"Iya hampir setiap hari kadang hanya lewat chat kalau Mama lagi sibuk keluar kota sama Papa, dia gak pernah lupa chat Mama untuk kasih kabar tanya kabar Mama dan cerita tentang sekolah sama teman-temannya dan Devina juga." Kata Nazwa
"Ziko lucu." Kata Devina
"Setiap cerita Ziko selalu bilang dia kalau habis temani kamu dia bakal chat Mama kayak gini Ma tadi aku habis temani dia ke toko buku atau Ma kemarin aku sama dia jalan-jalan dan setiap cerita Ziko selalu antusias." Kata Nazwa
Nazwa menatap Devina dengan penuh ketulusan.
__ADS_1
"Waktu kalian pacaran Ziko seneng banget dia peluk Mama setelah pulang dan dia bilang Mama aku udah pacaran sama Devina dia akhirnya Terima aku Ma." Kata Nazwa lagi
Nazwa mengusap pipi menantunya dengan sayang.
"Kamu tau apa yang Ziko bilang waktu itu mau ajak kamu nikah? Meskipun Papa suruh Ziko pikir berulang kali Ziko tetap mau nikah sama kamu dan bilang Ziko udah yakin Pa dan Ziko gak mau kehilangan Devina karena Ziko sayang banget sama dia itu yang dia bilang." Kata Nazwa
Bibir Devina mengerucut dia merasa sedih dan Nazwa yang melihat itu langsung menangkup wajahnya sambil mengusap kedua pipinya dengan sayang.
"Ziko itu sayang bangett sama kamu." Kata Nazwa
"Vina juga sayang Ziko." Kata Devina
"Udah jangan sedih, sekarang Vina ke kamar gih bangunin Ziko." Kata Nazwa
Devina mengangguk patuh dia mengeluarkan kakinya yang masih di air lalu bergegas pergi ke kamar membuat Nazwa menatapnya dengan senyuman.
Masuk ke dalam kamarnya lagi Devina melihat suaminya yang masih terlelap dengan posisi tengkurap membuat senyumnya mengembang dengan sempurna. Menutup lagi pintu kamar Devina langsung naik ke atas ranjang lalu menghampiri Ziko dan tersenyum senang.
"Zikooo"
Devina mengusap pipi Ziko dengan sayang membuat suaminya itu berganti posisi menjadi terlentang dan bergumam pelan.
"Zikoooo bangunn"
Mata Ziko perlahan terbuka dia menatap Devina yang tersenyum manis padanya lalu secara tiba-tiba memeluknya. Masih belum sadar sepenuhnya Ziko hanya diam berbeda dengan Devina yang kini memainkan hidungnya di leher sang suami.
"Zikooo"
"Hmmm"
"Bangun bangun bangunnn"
Devina mengatakan itu sambil mencium leher Ziko berkali-kali.
"Hmm"
Menjauhkan wajahnya Devina menatap Ziko sambil tersenyum lalu mencium bibirnya hingga berkali-kali membuat Ziko benar-benar membuka matanya sekarang.
"Bangunnnn"
Menatap lagi mata Ziko senyum manis Devina mengembang dengan sempurna lalu dia memeluk Ziko lagi.
"Suruh aku bangun, tapi kamu malah tidur di atas aku." Kata Ziko dengan suara seraknya
Devina hanya tersenyum dia mencium aroma tubuh Ziko, setiap malam suaminya itu memang tidak pakai baju kalau tidur hanya pakai celana pendek saja.
"Ziko"
"Hmm"
Devina menjauhkan tubuhnya lalu meminta Ziko untuk bangun dan ketika suaminya itu sudah bangun Devina menangkup wajahnya dan memainkan pipi Ziko dengan kedua tangannya.
"Ziko ayo jalan-jalan." Kata Devina
__ADS_1
"Kemana?" Tanya Ziko
"Hm ke pantai." Kata Devina
"Boleh"
"Zikoo"
"Iya"
"Vina sayang Ziko sayang banget." Kata Devina
Ziko tersenyum dan menatap wajah Devina yang terlihat begitu menggemaskan di matanya.
"Selamanya Vina punya Ziko cuman punya Ziko." Kata Devina lagi
Ziko mengangguk sambil membawa Devina ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Kenapa hm?" Tanya Ziko
Devina mendongak untuk menatap mata Ziko dia tidak menjawab dan malah mencium bibir suaminya dengan mata terpejam membuat Ziko melakukan hal yang sama.
Ziko baik sekali padahal sejak dulu Devina sering bercerita tentang Alex mengatakan pada pria itu betapa tampannya Alex atau betapa Devina menyukainya.
Devina sangat mencintai Ziko sekarang pria itu telah merebut semua hatinya.
Tangan Ziko melingkar manis di pinggang Devina dia menikmati ciuman yang Devina berikan untuknya. Istrinya itu tidak mau diam bahkan Devina semakin mendekat dan mendorongnya hingga kembali berbaring di ranjang.
Begitu menjauhkan wajahnya nafas Devina terengah dia menatap Ziko yang juga menatapnya. Tersenyum lagi Devina memiringkan wajahnya lalu memberikan kecupan di leher suaminya membuat Ziko memejamkan matanya dan menggeram pelan.
"Devina"
Devina melakukannya hingga berkali-kali membuat leher Ziko terdapat beberapa bercak merah di sana.
"Vin udah sayang kita sebentar lagi harus turun sarapan." Kata Ziko dengan suara yang semakin serak
Devina memeluk Ziko dia menggigit pelan telinga suaminya membuat Ziko semakin menggila apalagi ketika tangan Devina mengusap perutnya yang tidak tertutupi apapun.
Devina terus mengingat bagaimana dia bercerita pada Ziko tentang Alex dan bagaimana eskpresi pria itu yang baru Devin sadari bahwa Ziko berusaha untuk ikut senang padahal hatinya sakit.
Dulu Devina jahat sekali dia selalu menyakiti hati Ziko dengan semua cerita tentang Alex.
Menjauhkan wajahnya Devina menatap Ziko lagi lalu mengusap kedua pipinya dengan tangan lembutnya membuat Ziko tersenyum.
"Vina mau mainnn"
Dan Ziko hanya bisa diam mendengarnya, tapi sesaat setelahnya dia tertawa kecil.
Oh Ziko sangat bersemangat kalau urusan itu.
Maksud Devina main yang itu kan?
°°°°
__ADS_1
Aku update hehe maaf ya kemarin enggak update😌