
"Devina"
Panggilan itu membuat Devina mendongak dan menatap Daffa yang duduk di sampingnya dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya, dia masih merasa sangat sedih karena Fahisa sakit bahkan saat sarapan Devina hanya memakan sedikit saja. Meskipun mereka mengatakan bahwa ini bukan salahnya, tapi tetap saja Devina merasa sangat bersalah karena sudah memaksa Fahisa untuk tetap pergi.
Sekarang Devina duduk diam di halaman belakang rumah sendirian karena Ziko sedang mandi kalau yang lainnya Devina tidak tau, tapi ada Daffa yang baru saja duduk di sampingnya. Tangan pria paruh baya itu terulur mengusap lembut kepalanya membuat Devina hanya bisa tersenyum saja.
"Kenapa sayang? Kamu yang paling semangat waktu Daddy ajak ke Villa." Kata Daffa
Devina hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban membuat Daffa menghela nafasnya.
"Hey bukan salah kamu." Kata Daffa lagi
Devina tidak memberikan tanggapan apapun.
"Sekarang keadaan Mommy sudah membaik demamnya juga sudah turun, kenapa Devina sedih?" Tanya Daffa
"Enggak sedih." Kata Devina pelan
"Sekarang suka bohong sama Daddy ya?" Kata Daffa
Devina mendongak dan menatap Daddy nya dengan raut wajah sedih.
"Harusnya Vina enggak maksa Mommy kan? Mommy sakit karena Vina." Kata Devina
"Bukan salah Devina." Kata Daffa
"Tapi...."
"Mommy mau pergi bukan hanya karena Vina paksa, tapi karena Mommy ingin dia bilang mau berkumpul bersama keluarganya seperti sekarang, jadi kenapa Vina sedih?" Kata Daffa
Devina diam membuat Daffa tersenyum dan mengusap sayang kepalanya.
"Mommy sudah membaik dia tidak demam lagi." Kata Daffa dengan penuh kelembutan
Devina perlahan menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.
"Devina"
"Emm"
"Udah gak boleh sedih lagi nanti Mommy malah ikut sedih kalau lihat Vina sedih." Kata Daffa
"Mommy udah sembuh?" Kata Devina
"Sudah hanya lemas saja sekarang, jadi jangan sedih lagi ya?" Kata Daffa
__ADS_1
Devina mengangguk singkat sebagai jawaban.
"Senyum dulu." Kata Daffa
Devina menurut dia membentuk sebuah senyuman yang lebih lebar dari sebelumnya.
"Nah ini baru anak Daddy cantik sekali kalau lagi senyum." Kata Daffa sambil mengacak pelan rambut anaknya
"Daddyyy rambutnya berantakan." Keluh Devina dengan bibir mengerucut sebal
Daffa tertawa kecil lalu merapihkan rambut anaknya itu sambil tersenyum.
"Vina jangan nangis apalagi di depan Mommy nanti Mommy jadi ikut sedih, kamu tau kan kalau Mommy paling tidak bisa melihat anak-anaknya menangis?" Kata Daffa
"Iya Daddy"
"Jadi?"
"Vina enggak akan sedih lagi dan Vina enggak akan nangis depan Mommy." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya
"Pintar sekali"
"Daddy"
"Hmm"
"Eh? Ada apa? Katakan saja sayang." Kata Daffa
Devina tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak jadi." Kata Devina
"Enggak boleh kasih tau mau bilang apa." Kata Daffa
"Em Vina mau bilang kalau Vina sayang sama Daddy hehe sayang bangettt." Kata Devina sambil memeluk Daddy nya dari samping
Daffa tertawa mendengarnya dia mengusap lagi kepala Devina dengan sayang membuat anaknya itu mengeratkan pelukannya.
"Daddy"
"Hmm"
Devina mendongak dan menatap Daffa dengan senyuman.
"Daddy kangen enggak sama Vina? Kalau Vina kangen banget sama Daddy." Kata Devina
__ADS_1
"Kangen banget Devina gak ada lagi yang gangguin Daddy minta peluk atau minta belikan sesuatu." Kata Daffa
"Vano?"
"Devano? Anak itu mana pernah minta dibelikan sesuatu sayang." Kata Daffa
"Daddy waktu itu Vina beli sesuatu pakai ATM yang Daddy kasih, boleh kan?" Kata Devina
"Boleh pakai saja itu memang uang untuk kamu sayang." Kata Daffa
"Semua?"
"Iya semua kalau kurang Vina bisa minta lagi." Kata Daffa
"Kebanyakan Daddy." Kata Devina
"Dulu Kak Ara juga Daddy kasih." Kata Daffa
"Nanti uang Daddy habis." Kata Devina yang malah membuat Daffa tertawa
"Enggak papa kan uangnya untuk anak-anak Daddy." Kata Daffa
Devina tersenyum sambil melepaskan pelukannya dan menatap lagi Daddy nya.
"Mommy sama Vano kangen enggak sama Vina?" Tanya Devina
"Hey kami semua rindu sekali dengan kamu sayang, apa kamu tidak tau kalau Devano bahkan sering tidur di kamar kamu sayang." Kata Daffa
"Hehe"
Astaga menggemaskan sekali anaknya.
"Masa enggak ajak Araaa"
Suara itu membuat keduanya menoleh dan mereka dapat melihat Sahara dengan wajah cemberutnya. Duduk di samping Daddy nya dengan senyuman lalu memberikan pelukan hangat untuk Daffa.
"Ya ampun sini anak-anak Daddy, mana Devano?" Kata Daffa
Dengan sayang Daffa merangkul kedua anaknya yang memeluknya dari samping dia usapnya bahu keduanya sambil tersenyum dan mencium puncak kepalanya bergantian.
Sudah lama sekali rasanya tidak seperti ini sejak anak-anaknya menikah, hanya kurang Devano dan Fahisa saja.
Ah menyenangkan sekali bisa berkumpul bersama keluarganya.
°°°°
__ADS_1
Tenang yaa masih ada lagiii🥰