Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Tante Nadya


__ADS_3

"Udah siap sayang?"


Pertanyaan itu membuat Devina mendongak lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia baru saja selesai bersiap untuk pergi makan malam bersama di rumah Tante Nadya dan malam ini dia mengenakan dress selutut berwarna biru muda dengan rambut yang dia biarkan tergerai. Tampilannya terlihat cukup sederhana, tapi hal itu tidak menghilangkan kecantikn di wajah Devina bahkan Ziko berkali-kali harus terpesona dengan kecantikannya.


Wajah Devina itu tidak membosankan apalagi senyuman manisnya yang selalu berhasil membuat Ziko jatuh cinta lagi dan lagi. Malam ini pun sama Ziko begitu terpesona dengan Devina dan sebelum keluar dari kamar Ziko mendekat lalu mencium kening istrinya dengan sayang membuat Devina tersenyum senang.


Mereka saling melemparkan senyum lalu Ziko meraih tangan Devina dan menautkan jari-jarinya disana sebelum akhirnya mengajak Devina keluar kamar. Sampai di bawah kedua orang tua Ziko sudah bersiap, mereka akan berangkat bersama dengan Ziko yang membawa mobilnya.


"Cantik sekali sayang." Kata Nazwa sambil merangkul sayang menantunya


"Makasih, Mama juga cantik." Kata Devina


Bersama-sama pergi ke garasi mereka masuk ke dalam mobil Devina duduk di belakang bersama Nazwa, mertuanya.


Di perjalanan tak banyak percakapan hanya Nazwa dan Devina saja yang sesekali mengobrol.


"Nanti kamu jangan canggung ya? Anggap aja mereka seperti keluarga kamu sendiri." Kata Nazwa


"Em iya Ma." Kata Devina sambil tersenyum


"Tante Nadya itu baik kok dan Bianca juga." Kata Nazwa


"Iya Ma"


"Vina belum pernah ketemu Bianca ya?" Tanya Nazwa pada menantunya


"Em belum." Kata Devina


"Nanti kamu pasti bisa berteman sama Bianca." Kata Nazwa yang ditanggapi dengan senyuman oleh Devina


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih setengah jam akhirnya mereka sampai juga di rumah yang sama besarnya dengan rumah Ziko. Turun dari mobil Devina menghampiri suaminya yang langsung menggenggam tangan mungilnya dengan sayang.


Bersama-sama mereka masuk ke dalam rumah Nadya dan mereka langsung disambut dengan hangat oleh Nadya. Di tempatnya Devina diam lalu tersenyum ketika Nadya menghampiri dan memeluknya sebentar.


"Bianca sini sayang." Kata Nadya


Seorang wanita yang mirip sekali dengan Nadya datang lalu memeluk kedua orang tua Ziko dan mencium punggung tangan mereka dengan sayang.


"Hai Ziko udah lama gak ketemu ya?" Kata Bianca


Ziko tersenyum lalu memeluk sekilas Bianca. Setelahnya Bianca melihat Devina yang terlihat gugup.


"Hai Devina eh bener kan?" Kata Bianca


"Hai juga Bianca, bener kok nama aku Devina." Kata Devina


"Senang bisa ketemu sama kamu." Kata Bianca


"Aku juga." Kata Devina sambil tersenyum


Setelah percakapan singkat itu Nadya mempersilahkan mereka masuk dan sudah cukup ramai bahkan ada nenek Ziko juga. Melihat keberadaan nenek kesayangannya Ziko langsung mengajak Devina menemui wanita yang sekarang duduk di ruang tamu.


Matanya menyipit dan begitu sadar bahwa itu cucunya Nenek Ziko tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya. Memeluk Neneknya dengan sayang Ziko terlihat manja sekali.


"Nenek apa kabar?" Tanya Ziko sambil mencium pipinya


"Baik, mana istri kamu?" Tanya Nenek


Ziko meraih tangan Devina membuat istrinya itu tersenyum lalu mencium punggung tangan Nenek dengan sayang dan memeluknya.


"Cantiknya"

__ADS_1


Devina hanya bisa tersenyum mendengar pujian itu lalu melepaskan pelukannya dan menerima usapan di kepalanya.


"Kak Vinaaa"


Panggilan itu membuat Devina menoleh lalu dia melihat Taran yang berlari ke arahnya lalu memberikan pelukan hangat. Mereka memang beberapa kali berkirim kabar karena Taran itu suka sekali mengobrol dengan Devina dan juga sangat ramah.


"Senang deh bisa ketemu Kakak lagi." Kata Taran


"Kamu apa kabar Taran?" Tanya Devina


"Baik banget soalnya lagi libur sekolah." Kata Taran sambil tertawa


Ziko menggelengkan kepalanya pelan lalu menoyor kepala Taran membuat gadis itu menatapnya dengan sengit lalu memukulnya.


"Ziko"


Teguran dari Nenek hanya membuat Ziko tertawa lalu mengacak-ngacak rambut Taran.


"Ishh Bangg jahil banget sih!" Kata Taran kesal


"Ziko memang jahil." Kata Devina membuat Taran menata Devina dengan antusias


"Iya kan? Memang Bang Ziko tuh jahil banget." Kata Taran sambil memeluk Devina dari samping


"Drama, mana si Galang?" Tanya Ziko membuat Taran berdecak kesal lalu menendang pelan kakinya


"Makan lah itu anak satu makan aja kerjaannya." Kata Taran


"Udah Ran lepasin istrinya Abang." Kata Ziko


"Gak mau aku mau sama Kak Vina." Kata Taran


Devina tersenyum senang, lucu sekali kalau ada yang bersikap manja padanya padahal biasanya dia yang manja pada orang-orang.


Mendengar hal itu Ziko mengangguk patuh lalu membantu Neneknya berdiri dan menuntunnya hingga ke ruang makan serta membantunya duduk.


"Makasih Ziko"


Ziko hanya tersenyum lalu memeluk Neneknya dari belakang dan mencium pipinya.


Memang Ziko sangat dekat sekali dengan Neneknya karena dari kecil dia banyak menghabiskan waktu dengan Neneknya apalagi ketika orang tuanya sedang ada masalah.


"Sini Vina duduk samping Ziko." Kata Nazwa


Mengangguk patuh Devina duduk disamping suaminya dan Taran juga duduk disampingnya.


"Nah Tante ajakin kalian makan karena Bianca memang lagi ulang tahun dan mau kasih tau juga kalau Bianca akan tinggal di Indonesia." Kata Nadya


Selama ini Bianca memang selalu menempuh pendidikan di luar Indonesia karena keinginannya sendiri, tapi kali ini Bianca ingin pulang dan melanjutkan pendidikan di Indonesia saja.


"Karena jarang di Indonesia Bianca jadi sering ketinggalan acara-acara penting seperti pernikahan Ziko." Kata Nadya


Ziko hanya tersenyum mendengarnya padahal itu bukan masalah besar karena Bianca memang sedang kuliah.


"Nadya kamu ini gak masalah kok Bianca kan memang lagi sekolah." Kata Nazwa


"Iya Wa aku tau, tapi keputusan untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia itu keputusan Bianca kok." Kata Nadya


Devina hanya mendengarkan saja lalu ketika para orang tua selesai mengobrol mereka mulai menyantap makan malam. Tidak ada pembicaraan selama makan malam berlangsung dan Devina sudah terbiasa dengan hal itu sekarang.


Baru ingin menyuapi makanan ke mulutnya Devina berhenti kala Ziko mengambil brokoli yang ada di piringnya.

__ADS_1


"Ehh"


"Kamu kan gak suka makan brokoli." Kata Ziko membuat Devina tersenyum lalu mendongak dan menatap yang lainnya dengan canggung


Ziko memisahkan semua brokoli yang ada di piringnya.


"Ziko enggak papa Vina bisa sendiri." Kata Devina pelan


"Enggak papa Vin biar aku aja." Kata Ziko


Devina tidak bisa menolak dan membiarkan Ziko memisahkan brokoli yang ada di piringnya lalu menatapnya dengan senyuman begitu selesai.


Devina ikut tersenyum lalu mulai menyantap makan malamnya sama seperti yang lain.


Ziko selalu saja perhatian dengannya.


¤¤¤


Sejak pulang dari makan malam beraama keluarganya Devina kelihatan lebih banyak diam bahkan setelah mengganti pakaian dia langsung berbaring sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Selain itu wajah Devina juga terlihat murung padahal biasanya sebelum tidur Devina akan tersenyum lalu mencium bibirnya dan meminta untuk dipeluk sepanjang malam.


Tentu saja sikap Devina itu membuat Ziko bingung hingga akhirnya setelah selesai mengganti pakaian Ziko tak langsung berbaring dia duduk dan mengusap kepala Devina. Pergerakannya itu membuat Devina sedikit tersentak lalu merubah posisi tidurnya dan menghadap Ziko yang sedang menatapnya.


Mendadak Devina teringat sesuatu yang membuat dia mengalihkan lagi pandangannya dan membuat Ziko semakin bingung.


"Kamu kenapa Vin?" Tanya Ziko dengan penuh kelembutan


Devina tersenyum singkat lalu menggelengkan kepalanya pelan padahal dia sangat ingin mengatakan semuanya pada Ziko.


'Kelihatannya Devina itu manja sekali Wa'


'Namanya masih muda Nad mereka juga baru menikah'


'Tapi, kelihatannya dia terlalu manja dan Ziko juga sangat memanjakannya jangan terlalu begitu Wa gak baik juga'


'Gak baik gimana sih Nad? Biarin ah aku gak mau ikut campur masalah rumah tangga anakku'


'Bukan gitu Wa mereka kan udah menikah harusnya ya Devina itu yang perhatian sama Ziko bukan malah sebaliknya'


'Udahlah Nad biarin aja, mereka juga baik-baik aja itu yang terpenting'


'Pasti karena di rumahnya dia juga terlalu dimanjakan makanya terbawa sampai sekarang'


Tadi tanpa sengaja Devina mendengar percakapan itu dan mendadak dia jadi tidak bersemangat mungkin karena dia baru datang bulan juga makanya jadi begini, sangat sensitif.


"Vin kok malah melamun?" Tanya Ziko membuat Devina sedikit tersentak


Menatap suaminya dengan senyuman Devina bangun dari tidurnya lalu memeluk dan memeluk Ziko dengan erat sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


'Enggak papa Vina jangan difikirin lagian Ziko juga enggak masalah' Batin Devina.


Cukup lama berpelukan Devina melepaskannya lalu Ziko menangkup wajahnya dan mengusap kedua pipinya dengan sayang.


"Kamu kenapa hm?" Tanya Ziko


Sekali lagi Devina menggelengkan kepalanya.


"Peluk Vina sampai tidur ya?"


Ziko tersenyum mendengar permintaan itu lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


¤¤¤

__ADS_1


Maaf kemarin gak update, tapi hari ini aku update 2 kali yaa nanti siang atau sore aku up lagi😚


__ADS_2