Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Si Galak


__ADS_3

Setelah menikah kedatangan Devina ke rumah adalah hal yang paling ditunggu oleh kedua orang tuanya juga Devano makanya ketika Devina datang setelah menyelesaikan perkuliahan kedua orang tuanya sangat senang bahkan Daffa sendiri yang menjemput anaknya ke kampus. Sungguh mereka benar-benar merindukan sosok Devina di rumah yang selalu membawa keceriaan, tapi mereka juga ikut bahagia melihat Devina bahagia bersama Ziko.


Sekarang orang tua dan anak itu sedang dalam perjalanan pulang dengan Devina yang duduk di depan lalu bercerita banyak pada Daddy nya membuat Daffa merasa sangat senang. Rasanya perjalanan kurang lebih tiga puluh menit itu sangat cepat karena tanpa Daffa sadar mobilnya sudah sampai di halaman rumahnya.


"Yuk Daddy turun"


Daffa mengangguk lalu turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah sambil merangkul anaknya dengan sayang.


"Nanti sore Ziko jemput terus habis itu kami mau ketemu sama Vano dan Dara." Kata Devina


"Benarkah? Vano pasti senang." Kata Daffa


"Vina juga senang." Kata Devina dengan senyuman manisnya


Tertawa kecil Daffa mencubit pipi anaknya itu dengan gemas lalu membuka pintu utama dan Devina langsung berseru kencang sambil berlari menghampiri Fahisa yang memang menunggu keduanya.


"MOMMYYY"


Tanpa menunggu lagi Devina langsung memeluk Fahisa dengan sangat erat membuat wanita paruh baya itu tertawa sambil membalas pelukannya. Cukup lama berpelukan Devina menangkup wajah Fahisa lalu mencium pipinya hingga berkali-kali.


"Hay sayang"


Devina tersenyum manis lalu bersama dengan Fahisa pergi ke ruang tamu dan duduk disana dengan Devina yang masih memeluk Mommy nya dengan erat.


"Vina kangen sama Mommy." Kata Devina


"Kami juga kangen sama kamu sayang." Kata Fahisa


Devina merenggangkan pelukannya lalu menatap Fahisa dan mencubit kedua pipinya dengan gemas.


Melihat hal itu Daffa tertawa lalu ikut duduk di samping anaknya.


"Vina ah sakit pipi Mommy nya." Kata Fahisa


"Hehe biarin." Kata Devina dengan raut wajah yang menggemaskan


"Kamu ini jahil banget, nanti sore jadi pergi sama Vano?" Tanya Fahisa


Devina menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


"Jadiii sama Ziko terus Adara juga." Kata Devina


"Jadi ketemu Mommy sama Daddy nya cuman sebentar?" Tanya Fahisa dengan raut wajah yang dia buat sedih


"Ih Mommy jangan gitu nanti Vina main lagi." Kata Devina sambil memeluk Fahisa dengan erat


"Bercanda sayang gak papa kok entah lama atau sebentar Mommy sama Daddy tetap senang kamu datang." Kata Fahisa


Devin tersenyum lebar dia melepaskan lagi pelukannya lalu menatap ke duanya bergantian dan mencium pipi orang tuanya dengan sayang.


"Ya ampun anak Daddy." Kata Daffa sambil mengacak gemas rambut anaknya


"Daddy Daddy"


"Hm ada apa?" Tanya Daffa


"Em gak ada aap-apa." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya


Ya ampun Daffa benar-benar merindukan sosok anak perempuannya yang menggemaskan.


"Kalau ada waktu kamu nginap sini sama Ziko ya?" Kata Daffa


Devina mengangguk dan menatap Daddy nya yang sedang mengusap pipinya dengan sayang.


"Daddy selalu merindukan suasana rumah dengan Devina yang berisik." Kata Daffa

__ADS_1


"Kangen ya? Mama nya Ziko bilang dia suka ada Vina di rumah karena jadi gak sepi." Kata Devina


Fahisa tersenyum mendengarnya, tentu saja jika Devina ada di sana maka rumah akan terasa ramai karena anaknya selalu membawa canda tawa di dalamnya.


"Kangen banget apalagi cubit pipi Vina kayak gini." Kata Daffa sambil mencubit gemas pipi anaknya


Devina mengerucutkan bibirnya sebal karena merasa sakit di pipinya.


"Ish sakit Daddd"


Mendengar hal itu Daffa melepaskan tangannya lalu mencium kedua pipi Devina bergantian.


"Mau makan gak?" Tanya Fahisa


"Em udah di kantin." Kata Devina


"Mau ice cream atau coklat?" Tanya Daffa


"Mau ice cream." Kata Devina dengan senyuman yang mengembang sempurna


"Ada di kulkas." Kata Daffa


"Vina ambilll"


Setelah mengatakan hal itu Devina meletakkan tas miliknya dan berlari menuju dapur meninggalkan kedua orang tuanya yang tersenyum penuh arti sambil menatapnya.


"Ya ampun Vina masih sama, dia menggemaskan sekali." Kata Fahisa


Daffa mengangguk setuju.


"Aku senang dia datang ke rumah dan mengobati rindu kita." Kata Daffa


Tak lama setelahnya Devina kembali dengan ice cream coklat ditangannya, tidak dia bukan hanya membawa satu, tapi tiga.


"Daddy ice creamnya ada banyak, jadi Vina ambil tiga." Kata Devina


Devina mengangguk lalu duduk di antara kedua orang tuanya sambil memakan ice cream miliknya.


Devina terlihat seperti seorang anak kecil meskipun dia sudah menikah.


"Mommy sama Daddy mau?" Tanya Devina


"Suapin dong." Kata Fahisa


"Bolehh sini aaa"


Devina dengan penuh semangat menyuapi kedua orang tuanya bergantian dengan ice cream yang sedang dia makan.


Tanpa Devina sadari kedua orang tuanya menatap dia dengan senyuman dan tatapan mata penuh kerinduan.


Rasanya mereka ingin Devina kembali tinggal di rumah bersama mereka dan Devano.


°°°


"Vanoooo"


Devina berlari kecil meninggalkan Ziko yang ada di samping nya dan menghampiri Devano lalu memeluk nya dengan sangat erat sangking rindunya dia dengan kembarannya. Di samping Devano sudah ada Adara juga karena mereka memang janjian untuk bertemu di cafe saja sekalian Devano pulang dari menjemput Adara di kampus.


Sama hal nya dengan Devina yang merasa sangat senang Devano juga sama dia mengusap kepala kembarannya itu dengan sayang. Cukup lama mereka berpelukan hingga Devina sadar bahwa mereka sedang ada di cafe dan langsung saja dia menjauhkan diri lalu duduk bersama dengan Ziko juga.


"Halo Adaraa apa kabar?" Tanya Devina dengan senyuman manisnya


"Baik dong kamu apa kabar Vin?" Tanya Adara


"Baik banget hehe hari ini habis ketemu Mommy sama Daddy terus Vano, jadi senangnya double." Kata Devina

__ADS_1


Ziko yang merasa gemas mencubit pipi kekasihnya dengan pelan.


"Tadi ngapain aja di rumah?" Tanya Devano pada kembarannya


"Duduk aja sambil ngobrol sama Mommy dan Daddy." Kata Devina


"Pesan dulu." Kata Devano


Sesaat setelah memesan makanan juga minuman untuk mereka berempat Devano kembali menatap Devina yang tengah mengobrol bersama dengan kekasihnya.


"Tadi Vina ke rumah Daddy naik apa Ko?" Tanya Devano


"Di jemput Van." Kata Ziko membuat Devano mengangguk faham


"Nanti kalau lo gak bisa jemput atau antar Devina karena benturan sama jadwal kuliah kasih tau aja." Kata Devano


"Iya Van pasti gue kasih tau karena gue gak mungkin biarin Devina pulang sendirian." Kata Ziko


Devano tersenyum lalu keduanya menatap lagi ke arah Devina yang masih asik mengobrol.


"Ini tuh lihatt si Cessa sama Alex"


Devina terlihat sangat antusias menceritakan pada Adara tentang Alex yang menjalin kasih dengan Cessa.


"Wah gila nih Alex padahal sempet deket sama Mona." Kata Adara


"Enggak sama Mona tuh kata Mona dulu Alex sering chat untuk nanyaiin tentang aku." Kata Devina membuat Ziko secara refleks menatapnya


Baru ingin bicara Devina sudah lebih dulu membuat Ziko diam.


"Udah lamaaa"


Adara tertawa kecil lalu kembali melihat layar ponsel Devina dan menggesernya ke samping.


"Cessa suka bikin status, tapi disembunyiiin ke orang-orang terutama keluarganya." Kata Devina


"Iya sih gue juga sama." Kata Adara


"Heem aku juga kadang kalau buat status atau story aku sembunyiin dari Vano sama Ziko." Kata Devina dengan santainya


"Apa?!"


Ziko dan Devano mengucapkannya secara bersamaan, mereka tidak pernah tau hal itu.


"Apanya yang apa? Vina sering tau sembunyiin dari Vano sama Ziko...."


"Kenapa?"


"Memang kenapa harus di sembunyiin?"


Devina memasang wajah menyebalkan lalu memeletkan lidah pada keduanya.


"Suka-suka Vina"


Adara hanya tertawa saja melihatnya Devina yang paling berani kalau soal menghadapi Devano kalau dia sih angkat tangan.


"Oh kamu suka pake baju seksi-seksi ya? Terus kamu buat story?" Tebak Ziko


Mendengar hal itu Devina berdecak kesal lalu memukul lengan Ziko dengan cukup kuat.


"Apasih ish enak aja nuduh-nuduh nyebelin!"


°°°


Yukk update dulu🥰

__ADS_1


Salam sayang dari Vina-Ziko😘



__ADS_2