
Perkataan mertuanya membuat Ziko terus kepikiran bahkan hingga mereka telah pulang dan sampai di rumah Ziko tidak berhenti memperhatikan Devina yang kalau di lihat memang sedikit berbeda. Sebenarnya sikap aneh istrinya itu sudah berlangsung sejak satu minggu, tapi Ziko tidak pernah berpikir sampai ke sana karena Devina memang manja.
Sayangnya mendengar perkataan mertuanya tadi membuat Ziko berpikir bahwa mungkin juga istrinya itu sedang hamil karena setiap kali bercinta Ziko sudah tidak pernah menggunakan apapun dan tidak hati-hati juga karena fikirnya Devina memang sudah siap. Sekarang Ziko tidak bisa fokus dia terus menatap Devina yang asik makan padahal baru beberapa waktu lalu Devina memesan burger dan boba, tapi sekarang istrinya itu terlihat lahap memakan nasi padang yang tadi dia pesan.
Devina terlihat sangat senang dan Ziko juga sadar bahwa Devina terlihat lebih berisi dari sebelumnya. Perlahan senyumnya terbentuk, dia akan sangat senang kalau apa yang mertuanya katakan tadi memang benar.
Pasti menyenangkan.
"Ziko kenapa lihat aku teruss?" Tanya Devina dengan wajah galaknya
Ziko tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Udah makannya? Masih ada itu gak mau di habisin?" Tanya Ziko
"Enggak, udah kenyang." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya
Ziko ikut tersenyum dia menatap Devina yang sekarang menaruh piring kotornya lalu mengambil minum dan kembali duduk di sampingnya. Tangan Ziko terulur untuk mengusap kepala Devina dengan sayang hingga membuat istrinya itu mendongak dan menatapnya dengan wajah lucu.
Ah menggemaskan sekali istrinya ini.
"Pipinya tembem banget." Kata Ziko sambil mencubit pelan pipi Devina
"Hehe Vina makan teruss." Kata Devina membuat Ziko semakin gemas di buatnya
"Vina lapar terus sekarang ya?" Tanya Ziko yang di jawab dengan anggukan oleh Devina
"Malam-malam juga lapar." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal
"Gak papa"
"Tapiii kalau makan malam-malam nanti cepat gendut." Kata Devina sebal
"Gak papa nanti Vina jadi tambah lucu dan gemesin." Kata Ziko
"Tapii enggak mau gendut." Kata Devina
"Gak papa tau lucu." Kata Ziko
Devina memasang wajah cemberutnya membuat Ziko tersenyum melihatnya.
"Perut Vina masih sering sakit?" Tanya Ziko dengan penuh kelembutan
"Kadang aja Ziko biasanya pagi-pagi sama malam." Kata Devina sambil tersenyum
"Sakit banget enggak?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak, tapi kadang Vina mau muntah, tapi enggak bisa muntah." Adu Devina
Perkataan itu membuat jantung Ziko berdetak dengan sangat cepat, dia berharap apa yang mertuanya katakan memang benar bahwa ada baby kecil di dalam perut Devina.
__ADS_1
"Vina mau ikut Ziko enggak?" Tanya Ziko sambil tersenyum
"Mauu, ikut kemana? Ziko mau kemana? Jalan-jalan yaa? Mau ke pantaiii?" Tanya Devina dengan antusias
"Ke dokter"
Raut wajah Devina berubah cemas dia menatap Ziko dengan takut.
"Ziko sakit?" Tanya Devina sedih
Ziko menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ziko sakit apa? Kenapa Ziko enggak bilang kalau sakit? Ayo ke kamar Ziko harus tidur." Kata Devina
"Enggak bukan aku." Kata Ziko sambil tersenyum
"Terus siapa?" Tanya Devina
"Vina katanya perut kamu sakit kan?" Kata Ziko
Devina terdiam sejenak, tapi setelahnya dia menggelengkan kepala dengan cepat.
"Enggak Vina enggak mau ke dokter." Kata Devina
"Kenapa gak mau? Periksa aja sayang." Kata Ziko sambil tersenyum
"Enggak ish nanti Vina di suntik." Kata Devina takut
"Enggak di suntik cuman periksa aja." Kata Ziko
"Katanya sakit." Kata Ziko dengan senyuman tipis di wajahnya
"Enggak"
Devina menunduk membuat Ziko jadi gemas melihatnya karena istrinya itu terlihat seperti anak kecil yang ketakutan.
"Vina"
"Enggak mau." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya
"Aku mau tanya, Vina udah datang bulan belum bulan ini?" Tanya Ziko
Devina terdiam dia terlihat seperti sedang berfikir lalu setelahnya Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Gimana kalau di dalam perut Vina ada baby nya?" Tanya Ziko
Lagi Devina diam dia menatap perutnya yang masih rata lalu kini beralih menatap suaminya yang tersenyum.
"Kita ke dokter untuk periksa dan lihat apa di sana ada baby nya atau enggak." Kata Ziko
Devina menyentuh sebentar perutnya lalu menatap Ziko dengan senyuman.
__ADS_1
"Kalau enggak ada gimana?" Tanya Devina pelan
"Enggak papa." Kata Ziko sambil mengusap kepala istrinya itu dengan sayang
Devina diam dan tak bicara lagi pikirannya berkecamuk antara senang juga terkejut, tapi kalau benar itu kabar baik.
"Mau ya?" Kata Ziko
Devina menatap lagi mata Ziko untuk beberapa saat lalu setelahnya dengan senyuman dia menganggukkan kepalanya.
"Eh ada apa ini sayang?"
Suara Nazwa terdengar dan keduanya dapat melihat wanita paruh baya itu berjalan mendekat. Senyum Devina terbentuk dengan polosnya dia mengatakan apa yang Ziko katakan.
"Ziko mau ajak Vina ke dokter Mama." Kata Devina
Ziko langsung memejamkan matanya sebentar padahal dia mau memberikan kejutan.
"Dokter kenapa? Siapa yang sakit?" Tanya Nazwa cemas
"Kata Ziko mau lihat...."
"Devina kan bilang perutnya sakit Ma makanya mau aku bawa ke dokter." Kata Ziko
"Iya kata Ziko mungkin...."
"Aku takut kenapa-kenapa jadi mending periksa aja." Kata Ziko sambil tersenyum dia juga menggenggam tangan Devina
Devina merasa bingung, tapi dia akhirnya diam dan tak mengatakan apapun.
"Oh iya sayang bener kalian mau pergi kapan?" Tanya Nazwa
"Sebentar lagi Ma barusan Vina habis makan soalnya." Kata Ziko
Nazwa mengangguk singkat sebagai tanggapan.
"Yaudah Mama mau ke kantor Papa dulu ya?" Kata Nazwa
Keduanya mengangguk dan Ziko menatap Mama nya hingga wanita paruh baya itu menghilang dari balik pintu lalu setelahnya dia menatap Devina.
Istrinya itu juga menatapnya dengan bingung.
"Jangan bilang Mama dulu sayang nanti kalau memang benar kita kan bisa kasih kejutan." Kata Ziko
Devina diam untuk sejenak lalu setelahnya tersenyum dan mengangguk.
Ah gemas sekali Ziko jadi mau mengurungnya sekarang.
°°°°
Aku updateeee loh seneng gak😔
__ADS_1
Ini Devinaa🥰