
Devina bersenandung pelan sambil menyiapkan pakaian untuk suaminya yang akan pergi kerja, dia suka kegiatan barunya menyiapkan baju Ziko lalu memakaikan dasi dan memberikan ciuman singkat di bibirnya, Devina suka. Selesai menyiapkan pakaian suaminya Devina duduk manis hingga tak lama Ziko keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya.
Tersenyum senang Devina bangun dia menghampiri Ziko membuat suaminya itu ikut tersenyum melihatnya. Setelah Devina menyerahkan pakaian yang akan dia kenakan Ziko langsung memakainya lalu membiarkan Devina merapihkan penampilannya.
Dalam diam Ziko menatap istrinya yang sedang memakaikan dasi, dia dapat melihat perut Devina yang semakin membuncit di bulan ke tujuh kehamilan.
"Sekarang rambutnya sisir dulu"
Setelah mengatakan itu Devina meminta Ziko untuk duduk lalu dia mengambil sisir dan menyisir rambut Ziko hingga rapih.
"Vina mau kemana hari ini? Di rumah aja ya?" Kata Ziko
Devina mengangguk, tapi tidak menghentikan kegiatannya.
"Nah udah selesai Ziko ganteng." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya
"Makasih sayang." Kata Ziko
"Sama-sama, sekarang kita sarapan." Kata Devina
"Hm nanti Ziko belum sapa baby nya." Kata Ziko
Ziko menunduk lalu mengusap perut Devina dan menciumnya dengan sayang.
"Selamat pagi anak-anak Papi." Kata Ziko
Devina tersenyum senang dan sesaat setelah Ziko mengatakan itu Devina merasa pergerakan, anaknya itu menendang.
"Aduh... Baby nya seneng di sapa Ziko mereka nendang." Kata Devina
Ziko ikut tersenyum dia juga merasakannya, ah dia tidak sabar mah melihat kedua anaknya lahir ke dunia.
"Baby nya mungkin udah lapar, ayo sarapan." Kata Ziko
Devina mengangguk dia bersama dengan Ziko keluar dari kamar dan Ziko benar-benar menuntun Devina agar tidak terjatuh. Memang begitu kalau Ziko di rumah Devina mau kemana saja selalu pria itu tuntun agar tidak jatuh padahal Devina juga selalu berhati-hati.
Sampai di bawah ternyata semua sudah ada di sana oh iya Devina juga sudah tidak di beri izin oleh Nazwa untuk membantu di dapur atau melakukan pekerjaan apapun. Padahal terkadang Devina ingin membantu, tapi tidak pernah boleh.
"Aduh mantu Papa udah cantik." Kata Zidan ketika Devina bergabung bersama mereka di ruang makan
"Makasih Papa." Kata Devina dengan senyuman manis di wajahnya
Memang Zidan selalu memperlakukan Devina seperti anaknya sendiri membuat Devina merasa sangat senang dan nyaman tinggal bersama keluarga Ziko.
"Gimana tidurnya sayang tadi malam?" Tanya Nazwa
"Em sedikit gak bisa tidur, tapi di temani Ziko terus akhirnya bisa tidur." Kata Devina
"Yaudah ayo makan." Kata Nazwa
Devina mengangguk dia mengambilkan makan untuk suaminya membuat Ziko tersenyum senang.
"Makasih sayang"
Devina tersenyum lalu mengambil makan untuk dirinya sendiri rasanya Devina sudah sangat lapar sekarang dan masakan Mama nya juga Bibi terlihat sangat enak.
Pagi ini selalu Devina lewatkan bersama dengan keluarga suaminya.
°°°°
__ADS_1
"Naylaaa"
Devina tersenyum senang ketika Nayla datang ke rumahnya dan membawakan makanan, tadi Nayla memang bilang akan datang katanya mau main. Ternyata Nayla bawa makanan yang dia masak sendiri membuat Devina sangat senang, dia tadinya sudah bosan karena di rumah hanya dia dengan Bibi saja, tapi sekarang ada Nayla yang menemaninya.
Membuka kotak makan yang Nayla bawa Devina berseru senang melihat sandwich yang Nayla bawa. Di tempatnya Nayla juga tersenyum melihat Devina yang kelihatan suka dengan sandwich yang dia buat sendiri.
"Vina makan ya?"
Devina memakannya dengan semangat membuat Nayla tertawa pelan dan meminta teman baiknya itu untuk makan pelan-pelan.
"Enwakkk"
"Makan dulu Vin." Kekeh Nayla
Selagi Devina makan Nayla mengeluarkan ponselnya karena ada telpon yang ternyata dari Mona.
"Halo Mon"
'Dimana lo?'
"Rumah Ziko nih lagi sama Vina, kenapa?" Tanya Nayla
'Gue mau ke sana juga ah tanyain gih Vina mau dibawain apa gitu'
Nayla bergumam pelan lalu menatap Devina dan bertanya.
"Mona mau ke sini Vin lo mau di bawain apa?" Tanya Nayla
"Enggak Vina enggak mau apa-apa." Kata Devina
"Gak usah bawa apa-apa katanya Mon." Kata Nayla
Begitu panggilannya di matikan Nayla meletakkan ponselnya di meja dan menatap Devina yang masih makan.
"Enak kan?" Kata Nayla
Devina mengangguk dengan semangat, tapi sesaat setelahnya dia tersedak membuat Nayla langsung memberikan minum.
"Pelan-pelan makanya Devina." Kata Nayla
Devina tersenyum lucu dan melanjutkan makannya hingga sandwich buatan temannya itu habis tak tersisa.
Nayla tertawa melihat Devina yang memang sangat lucu pantas sana Ziko tergila-gila dan Alex sampai pernah gagal move on.
Kalau gini sih gimana mau lupa.
"Makasih Nayla baby nya senang dapat makan dari aunty." Kata Devina sambil mengusap perutnya
"Sama-sama, cepetan lahir dong bocil bocilnya Ziko." Kata Nayla
"Aaa jangan bilang bocil." Kata Devina dengan wajah cemberut
"Haha biarin kan memang bocil." Kata Nayla
"Enggakkk"
"Iya iya yaudah cepetan lahir yaa baby nya Vina." Kata Nayla
Devina langsung tersenyum dan mengusap perutnya lagi.
__ADS_1
"Gimana Vin rasanya?" Tanya Nayla
"Hah?"
"Gimana rasanya hamil?" Tanya Nayla
"Em campur aduk hehe Vina senang, tapi kadang takut juga terus enggak sabaran nunggu mereka lahir dan di tujuh bulan ini Vina jadi sering susah tidur hehe enggak nyaman soalnya mau tidur ke samping enggak enak telentang juga enggak enak." Kata Devina
"Uuu kasiannn"
"Tapi, Vina senang apalagi kalau habis check up terus lihat perkembangan baby nya dan dengar detakan jantung mereka." Kata Devina dengan senyuman manis di wajahnya
"Sehat terus ya Mami Vina dan baby nya." Kata Nayla
Devina mengangguk masih dengan senyuman di wajahnya.
"Nayla kapan nikahnya?" Tanya Devina
"Hah? Oh belum tau, tapi yang pasti tahun ini sih Vin." Kata Nayla
"Cessa juga ya?" Kata Devina
"Cessa duluan malah dia lagi foto pre wedding haha dasar enggak ada kabar tau tau mau nikah." Kata Nayla sambil tertawa
"Lucu deh Cessa sama Alex." Kata Devina
"Lucu apanya lo gak tau aja mereka tiap hari pasti ada aja ributnya, tapi waktu masih pacaran sih." Kata Nayla
"Kenapa? Karena Alex masih suka deketin cewek ya?" Tebak Devina
Nayla tersenyum tipis lalu mengangguk padahal mah bukan, tapi tidak mungkin juga dia bilang kalau mereka bertengkar karena Cessa yang terus menganggap Alex masih menyukai Devina.
Bahkan kedua orang itu pernah bertengkar hebat karena Cessa melihat banyak foto Devina di ponsel Alex, tapi itu dulu sekarang Alex udah cinta mati deh kayaknya sama Cessa sampai waktu ada cowok yang deketin Cessa dia langsung lamar Cessa.
Takut di tolak Alex malah langsung ke orang tuanya Cessa.
"Awh"
Devina tiba-tiba meringis pelan membuat Nayla langsung cemas melihatnya.
"Eh kenapa nih?" Tanya Nayla
"Enggak papa emm mereka nendang." Kata Devina sambil meringis pelan
"Manaaa?"
Nayla langsung meletakkan tangannya dan benar saja dia dapat merasakan sesuatu membuat tawanya terdengar.
"Haha bocil nya Ziko"
Mendengar kata bocil Devina langsung memukul pelan lengan Nayla.
"Ishh bukan bocil"
Nayla kembali tertawa, ini sih pasti anaknya Devina sama Ziko bakal lucu banget.
Kapan ya lahirnya?
°°°°
__ADS_1
Aku update loh hehe nanti malam aku up lagi yaaa okayyy🤭