
Devina terus tertawa melihat foto yang kemarin dia ambil dimana suaminya dengan wajah pasrah berusaha tersenyum ketika wajahnya penuh dengan make up yang Devina poleskan, jangan lupakan bibir merah merona yang membuat Ziko terlihat lucu. Di sampingnya ada Ziko yang hanya bisa pasrah melihat foto dirinya yang dia yakin akan di tertawakan oleh teman-temannya kalau mereka lihat.
Mau meminta Devina untuk menghapus fotonya bisa-bisa nanti dia malah ngambek, jadi Ziko biarkan saja. Saat ini Ziko duduk sambil bersandar pada kepala ranjang dan Devina tidur dengan menjadikan pahanya sebagai bantalan.
Istrinya itu terlihat cantik dengan senyuman di wajahnya, jadi Ziko tidak masalah asal dia bisa melihat senyuman itu.
"Ziko lucu"
Devina tertawa lagi dia membesarkan foto Ziko lalu menatap suaminya.
"Lucu ya?" Kata Ziko
Devina mengangguk dengan senyuman.
"Lucuuu"
Ziko tersenyum dia mengusap pelan pipi istrinya.
"Ziko marah enggak?" Tanya Devina
Ziko menggelengkan kepalanya pelan membuat senyum manis Devina mengembang dengan sempurna.
"Ziko baik." Kata Devina
Tangan Ziko mengusap lagi pipi Devina lalu istrinya itu ingin berpindah posisi, tapi bergerak sedikit dia meringis pelan sambil memegang perutnya.
"Awh"
Mendengar ringisan itu Ziko panik sendiri dia langsung bertanya apa yang sakit pada istrinya, tapi setelahnya Devina malah tersenyum dia bangun dan duduk di samping suaminya.
"Baby nya gerak-gerak." Kata Devina pelan
Devina membawa tangan Ziko untuk berada di perutnya lalu Ziko mengusapnya dengan sayang.
"Baby nya pasti lagi bilang Mami Papi aku mau cepet ketemu kalian gitu hehe." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya
Ziko lantas tertawa mendengarnya dia menatap Devina yang kini tersenyum lucu.
"Baby nya enggak sabar mau ketemu kita." Kata Devina
Mencubit gemas pipi istrinya Ziko benar-benar tidak mengerti lagi kenapa Devina bisa sangat menggemaskan.
"Kalau baby nya lahir mana yang lebih lucu ya? Baby nya atau Mami nya?" Kata Ziko
Kali ini wajah Devina berubah cemberut.
"Baby nyaa kan Vina udah jadi Mami jadi enggak lucu lagi." Kata Devina
"Hm kayaknya baby nya bakal kalah lucu sama Mami Vina." Kata Ziko
"Enggakkk"
Ziko tertawa, tapi Devina malah semakin cemberut.
"Vina kan udah besar masa masih lucu." Kata Devina sebal
"Nanti banyak yang bilang Ziko baby nya ada tiga." Kata Ziko membuat wajah Devina semakin cemberut
"Zikoooo"
Devina merengek sambil memukul pelan lengan suaminya.
"Vina udah jadi Mamiii." Kata Devina galak
"Tapi lucuu." Kata Ziko
__ADS_1
"Aaaa enggakkk!" Kata Devina
Ziko tertawa dia menangkup wajah Devina dan menggigit gemas pipinya.
"Sakittt"
Melepaskan gigitannya Ziko beralih mencium pipi Devina dengan gemas untuk waktu yang lama membuat Devina hanya bisa pasrah dengan wajah cemberutnya. Bibir Ziko terus mencium pipinya dan menahan tangan Devina agar tidak melepaskannya.
Setelah puas Ziko menjauhkan wajahnya, tapi kini suaminya itu menangkup wajah Devina dan menekan pelan kedua pipinya hingga bibir Devina mengerucut.
"Haha gemes banget." Kata Ziko sambil tertawa
Merasa benar-benar puas Ziko melepaskan tangannya dia menatap Devina yang kini cemberut pipinya juga memerah.
"Jahilll"
"Vina coba lihat sini." Kata Ziko
Devina menatapnya, tapi tetap dengan wajah cemberutnya.
"Vin"
"Emm"
"Makasih ya? Makasih udah mau jadi istri aku dan makasih udah mau jadi Ibu dari anak-anakku." Kata Ziko dengan penuh ketulusan
Devina yang semula cemberut kini tersenyum dan langsung memeluk suaminya dengan erat.
"Vina juga makasih." Kata Devina
"Makasih untuk apa?" Tanya Ziko
"Makasih udah sabar sama Vina hehe Vina senang bisa jadi istri dan Ibu dari anak-anak Ziko." Kata Devina
Devina tertawa lalu melingkarkan tangannya di leher Ziko dan menarik suaminya mendekat.
Bibir mereka bersentuhan Ziko memejamkan matanya dan mengusap pipi Devina dengan sayang ketika istrinya itu menggerakkan pelan bibirnya.
Tak lama hanya sesaat karena Ziko menjauhkan wajahnya sambil menatap Devina dengan senyuman.
"Istri aku cantik banget"
Devina tersenyum dan memeluk Ziko sambil bersandar di dada bidangnya membuat Ziko mengusap kepalanya dengan sayang.
Devina sangat sayang pada suaminya.
°°°°
Saat malam Devina tidak bisa tidur dia terus saja bergerak karena merasa tidak nyaman bahkan Ziko sampai tidak bisa tidur juga, dia menatap Devina yang sekarang duduk diam. Wajah Devina terlihat lelah dia mengantuk, tapi tidak bisa tidur membuat Ziko tidak tega sendiri melihatnya.
Berusaha memberikan ketenangan Ziko ikut bangun dia membawa kepala Devina untuk bersandar di bahunya lalu menggenggam tangan Devina dan menggunakan satu tangan yang lain untuk mengusap perutnya. Ternyata tidak mudah hamil begini Devina sering sekali susah tidur dan ini bukan kali pertama, beruntung Ziko selalu ada di sampingnya.
"Vina ngantuk." Kata Devina
Ziko mengusap tangan Devina dengan sayang.
"Tiduran lagi ya?" Kata Ziko
"Enggak enak kalau tiduran." Keluh Devina
Ziko tersenyum singkat dia mengusap perut Devina kali ini.
"Baby nya aktif banget kalau malam ya?" Kata Ziko dengan senyuman
Devina hanya bergumam pelan dia juga ikut mengusap perutnya.
__ADS_1
"Maaf ya karena Vina jadi kesulitan tidur." Kata Ziko
"Kenapa Ziko minta maaf? Ini anak Vina juga." Kata Devina
Devina menatap suaminya itu dengan senyuman.
"Baby nya Vina cuman mau ajakin main." Kata Devina
Ziko ikut tersenyum dia mencium singkat puncak kepala Devina membuat istrinya itu memejamkan matanya sejenak.
"Ziko"
"Hmm"
"Vina mau makan apel." Kata Devina
"Apel?"
"Heem ada enggak?" Tanya Devina
"Gak ada sayang." Kata Ziko pelan
"Vina mau apel." Kata Devina lagi
"Besok ya?" Kata Ziko
Devina menghela nafasnya pelan, tapi tidak memberikan jawaban.
"Yaudah aku cariin ya?" Kata Ziko sambil beranjak dari tempat tidur
Melihat itu Devina langsung menahannya ini sudah jam dua malam.
"Mau cari kemana?" Tanya Devina
"Kemana aja." Kata Ziko
Devina tersenyum lalu meminta Ziko untuk duduk lagi.
"Enggak usah Ziko ini udah malam." Kata Devina
Ziko tersenyum dia mengusap sayang kepala istrinya.
"Enggak papa Ziko cariin kalau Vina mau." Kata Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
Besok Ziko harus bekerja, tapi pria itu bahkan belum tidur karena Devina juga tidak bisa tidur.
Devina tidak mau jahat.
"Enggak usah besok aja emm sekarang Vina mau makan anggur, ada enggak?" Tanya Devina
Devina jelas tau kalau ada karena tadi siang dia sendiri yang beli bersama dengan mertuanya.
"Ada, aku ambilin ya?" Kata Ziko
Devina mengangguk dan menatap Ziko yang berjalan keluar kamar dengan senyuman.
Devina berusaha mengingat, apa pernah ya Ziko menolak keinginannya?
Rasanya tidak pernah sekalipun Ziko selalu berusaha menuruti semua keinginannya.
°°°°
Cepat cariin aku jodoh seperti Ziko😭
__ADS_1