
"ZIKOOO"
Devina melompat ke dalam pelukan suaminya ketika Ziko pulang tanpa malu meskipun ada mertuanya di sana yang tertawa tanpa suara melihat kelakuan menantunya. Ikut tertawa Ziko membalas pelukan itu dengan sayang dia mengusap kepala Devina dan mencium puncak kepalanya membuat Devina semakin mengeratkan pelukannya.
Lama sekali Devina memeluknya bahkan ketika Ziko meminta untuk di lepaskan karena mereka masih di depan pintu Devina menolak. Akhirnya Ziko menggendong tubuh Devina meskipun dia lelah dan membawanya masuk ke dalam membuat kedua orang tuanya tersenyum penuh arti.
Mereka duduk dan Nazwa meminta Bibi untuk mengambilkan minum, di tempatnya Devina masih duduk dipangkuan sang suami dia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Ziko.
"Enggak sabar banget itu nunggu kamu pulang." Kata Nazwa
Ziko tertawa dia memainkan rambut Devina dengan sayang.
"Vina nakal gak Ma?" Tanya Ziko
"Enggakkk"
Devina langsung mendongak dan memberikan jawaban membuat mertuanya tertawa.
"Enggak sayang, tapi Vina ngeluh terus katanya kangen Ziko." Kata Nazwa
"Mamaaaa"
Devina merengek dan kembali memeluk suaminya karena merasa malu.
"Vina turun sebentar ya?" Kata Ziko dengan penuh kelembutan
Devina mengangguk singkat lalu turun dari pangkuan sang suami dan duduk di sampingnya membiarkan Ziko minum terlebih dulu.
"Papa di sana Ziko enggak nakal kan?" Kata Devina sambil menatap mertuanya
"Enggak Vina." Kata Zidan dengan senyuman
Devina tersenyum lagi dia memeluk lengan Ziko dan menyandarkan kepala di bahunya.
Melihat hal itu Zidan mengerti kenapa ketika di ajak keluar kota Ziko terlihat bimbang dan meminta dia yang bicara pada Devina. Tentu saja Ziko tidak akan tega melihat wajah lugu Devina apa lagi kalau Devina sudah memasang wajah sedihnya.
Mana mungkin dia tega.
"Vina senang Ziko udah pulang." Kata Devina
"Ayo Ziko istirahat ini udah jam sepuluh." Kata Zidan
Ziko mengangguk singkat sebagai tanggapan lalu mengajak Devina untuk pergi ke kamar, tidak lupa dia juga membawa tas miliknya.
"Vina sama Ziko ke kamar dulu ya Ma Pa." Kata Devina
"Iya langsung istirahat ya?" Kata Nazwa
Devina mengangguk singkat lalu bersama dengan Ziko pergi ke kamar mereka yang ada di atas. Masuk ke dalam kamar Ziko langsung meminta Devina untuk menunggu karena dia ingin mengganti pakaiannya sebelum tidur.
Duduk di tepian ranjang Devina menunggu Ziko selesai mengganti pakaiannya, dia sangat merindukan Ziko. Saat Ziko keluar dari kamar mandi Devina tersenyum senang dia meminta Ziko untuk duduk di sampingnya.
Tertawa pelan Ziko berjalan mendekat dan duduk dekat Devina membuat istrinya itu langsung memeluknya, lagi.
"Kangen Zikooo"
__ADS_1
Ziko tersenyum dia mengusap lagi kepala Devina dengan sayang.
"Ziko capek ya? Ziko mau bobok?" Tanya Devina sambil mendongak dan menatap mata suaminya
Ziko menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban membuat Devina tersenyum.
Mata Devina menatap suaminya dan tangannya terulur mengusap rambut Ziko dengan sayang.
"Ziko kangen Vina enggak?" Tanya Devina
"Kangen Vina kangen baby juga." Kata Ziko
Devina tersenyum lalu menatap jakun Ziko yang naik turun membuat Devina menyentuhnya. Setelah itu Devina menatap wajah Ziko lagi dan mencium seluruh wajahnya hingga dia puas membuat Ziko tertawa karena ulahnya.
"Papi Ziko udah pulang." Kata Devina
Beranjak dari tempat duduknya Devina pergi ke belakang Ziko lalu meletakkan kedua tangannya di bahu sang suami.
"Vina pijat"
"Eh gak usah aku gak pegal sayang." Kata Ziko
"Em gak papa." Kata Devina
Ziko pasrah dan membiarkan Devina memijat bahunya dengan perlahan juga penuh kelembutan.
Baru beberapa saat karena setelahnya Devina malah memeluknya dari belakang dan menghujani Ziko dengan ciuman di pipi.
"Ya ampun Vina"
"Sini kita tiduran." Kata Ziko
Devina menurut dia beranjak dari tempatnya lalu berbaring bersama dengan Ziko dan langsung mendekat agar bisa di peluk.
"Pelukkk Papi Ziko"
Tertawa gemas Ziko memeluk Devina dengan sangat erat.
"Kangen banget aku sama kamu Vin." Kata Ziko
Devina melepaskan pelukannya lalu menatap Ziko sambil mengusap pipinya dengan sayang dan mencium bibirnya berkali-kali.
"Ziko peluk Vina"
Ziko mengeratkan lagi pelukannya membuat Devina memejamkan matanya dan bersandar manja di dada bidangnya.
"Ziko bobok udah malam." Kata Devina
Mengangguk singkat Ziko ikut memejamkan matanya karena dia juga memang sudah sangat mengantuk, tapi menahannya untuk sedikit menghabiskan waktu dengan Devina.
Tak butuh waktu lama bagi Ziko untuk tidur karena dia memang mengantuk dan lelah. Merasa Ziko sudah tertidur lelap Devina melepaskan pelukannya secara perlahan dan menatap Ziko dengan senyuman.
"Ziko udah pulang Vina senang sekarang gak kesepian lagi." Kata Devina
Devina menyentuh wajah Ziko dengan tangannya dan tersenyum manis.
__ADS_1
"Vina sayang Papi Ziko"
Memeluk lagi suaminya Devina menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang suami dan tak lama Ziko bergumam pelan sambil mengeratkan pelukannya.
"Tidur nyenyak sayangnya Vina"
°°°°
Pagi ini Devina sangat senang karena ketika bangun ada Ziko di sampingnya dan kali ini Devina yang bangun lebih dulu karena Ziko masih tidur. Kelihatannya Ziko sangat lelah, jadi Devina tidak membangunkannya dan memilih memandangi wajah suaminya yang terlihat tampan.
Tersenyum manis Devina mengusap pipi Ziko dengan sayang dan terus menatap wajah tampan itu dengan penuh kesenangan karena akhirnya Ziko pulang. Mendekatkan wajahnya Devina mencium bibir Ziko sekilas membuat suaminya itu bergumam pelan.
"Ziko gemess"
Devina mengusap lagi pipi Ziko dengan tangannya.
"Baby lihat deh Papi masih bobok padahal Mami udah bangun." Kata Devina sambil mengusap perutnya dengan satu tangannya yang lain
Merasa begitu bahagia Devina memeluk Ziko lagi dengan erat.
"Ziko bangunn"
Devina membangunkan Ziko, tapi malah asik mengusap kepalanya yang membuat Ziko semakin nyenyak dalam tidurnya.
"Ziko bangun boboknya udah." Kata Devina
Menjauhkan wajahnya Devina mencubit pelan pipi Ziko membuat pria itu terusik dan perlahan membuka matanya.
"Yee bangunn"
Ziko tak langsung bicara dia hanya diam dengan mata sayunya yang menatap Devina.
"Ayo bangun boboknya udah ini udah jam enam Ziko harus bangun." Kata Devina
Ziko bergumam pelan dan Devina mencium sekilas bibirnya membuat mata pria itu kini terbuka sempurna.
"Bangun Papi Ziko"
Ziko tersenyum lalu bangun dan duduk sambil bersandar pada kepala ranjang.
"Ziko ganteng banget kalau bangun tidur." Kata Devina
Devina mengacak-acak gemas rambut suaminya yang sama sekali tidak membuat Ziko marah meskipun rambutnya berantakan.
"Bangun bangun bangunn ayo mandi"
Ziko menatap Devina yang kini tersenyum lebar hingga matanya menyipit.
Entah kenapa bisa ada manusia yang begitu menggemaskan seperti Devina?!
°°°°
Tiga gak tuh updatenya hari inii😭
Ayo like dan komen kalo enggak nanti aku ngambek🤣
__ADS_1