
Ziko menggelengkan kepalanya pelan melihat Devina yang sudah sejak tadi asik memakan permen entah sudah habis berapa banyak, di suruh berhenti istrinya itu tidak mau dan terus bilang sedikit lagi, tapi sudah hampir setengah bungkus Devina makan. Sungguh Ziko hanya takut Devin sakit gigi saja apalagi bukan hanya permen, tapi Devina juga sudah menghabiskan tiga buah coklat yang tadi mereka beli.
Saat ini Devina duduk sambil bersandar di kepala ranjang dengan mata yang menatap ke arah laptop di mana sebuah film tengah di putar dan tangannya asik membuka bungkusan permen dengan mulut yang tidak berhenti mengunyah. Berjalan mendekat Ziko naik ke atas ranjang lalu duduk di dekat Devina dan menahan tangan istrinya itu yang ingin mengambil permen lagi.
Devina cemberut sambil menatap suaminya, tapi Ziko hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Udah, kamu udah makan banyak banget nanti giginya sakit." Kata Ziko yang merasa seperti sedang menasehati anak kecil
"Masih mau lagi." Kata Devina pelan
"Udah sayang nanti lagi sini aku simpan." Kata Ziko
Tanpa menunggu jawaban Ziko mengambil bungkusan permen yang ada di pangkuan Devina membuat istrinya itu memasang wajah cemberut.
"Nanti lagi Devina." Kata Ziko
Devina menghela nafasnya pelan lalu mengangguk dan menatap Ziko yang meletakkan permen miliknya di atas meja.
"Nonton filmnya juga udah dulu kamu udah habis tiga film nanti mata kamu sakit." Kata Ziko membuat Devina semakin cemberut
"Ziko"
"Ayo mana skripsi kamu katanya ada yang harus di perbaiki sini aku bantuin." Kata Ziko
"Nanti ajaaa Vina malas." Rengek Devina
"Ayo Devina cuman sebentar kalau gak kamu kerjakan nanti gak selesai." Kata Ziko
Oh iya sekarang memang Ziko itu sangat rajin dia tidak pernah menunda tugas apapun karena belakangan ini Ziko juga sudah sering mengikuti Zidan ke kantor.
"Enggak mau." Tolak Devina
"Sayang ayo katanya mau cepat selesai skripsinya, ada beberapa yang perlu di perbaiki kan? sini aku bantuin." Kata Ziko dengan penuh kelembutan
"Besok aja ya? Besok libur." Kata Devina
Ziko tak bisa mengatakan tidak, jadi dia mengangguk, tapi Ziko tetap menghentikan film yang sedang Devina tonton lalu mematikan laptop milik istrinya.
"Nonton sama makan permennya udah dulu sekarang ayo turun kita makan siang ini udah jam satu." Kata Ziko
Devina tidak menanggapi dia hanya diam dengan wajah cemberutnya.
"Ayo sayang"
Devina kini mendongak dan menatap mata suaminya.
"Vina udah nonton dari pagi dan sekarang udah waktunya makan siang, ayo nanti Mama nungguin." Kata Ziko lagi
Meskipun malas, tapi Devina juga sudah merasa sedikit lapar jadi dia menyambut uluran tangan Ziko dan bersama-sama pergi keluar kamar. Belakangan ini Devina malas sekali untuk melakukan apapun dia lebih suka berbaring di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
Tak hanya itu Devina juga lagi suka memakan makanan manis.
Begitu sampai di dapur Devina langsung duduk dia melihat ke arah meja makan dimana ada banyak sekali masakan sang mertua di sana, tapi ketika melihat semua menu di sana adalah sayuran Devina cemberut.
"Ayo makan sayang." Kata Nazwa
Devina tersenyum tipis lalu mengangguk dan mengambil sedikit sekali makanan karena tidak mungkin juga dia tidak makan apapun kan?
Apalagi bilang tidak nafsu makan itu tidak sopan sekali.
"Ziko makannya Vina ambilin ya?" Kata Devina sambil tersenyum
Tanpa menunggu jawaban Devina mengambilkan makan siang untuk suaminya lalu memberikan itu pada Ziko.
"Makasih sayang"
Devina mengangguk lalu mengambil makan siang untuk dirinya sendiri dengan porsi yang bisa di bilang sangat sangat sedikit dan membuat Nazwa menatapnya dengan bingung.
"Dikit sekali makannya sayang, kamu gak suka masakannya ya?" Tanya Nazwa
"Enggak Mama bukan gitu." Kata Devina
"Iya Devina dikit banget sayang." Kata Ziko menyetujui apa yang Mama nya katakan
"Em enggak papa Vina sebenarnya sedikit sakit perut." Kata Devina beralasan
Sayangnya itu adalah hal yang salah karena menggunakan kata sakit membuat Ziko panik berlebihan.
"Enggak Ziko." Kata Devina pelan
"Udah Ziko biarin makan dulu gak papa makan sedikit aja dulu ya? Vina isi perutnya jangan sampai kosong." Kata Nazwa dengan penuh kelembutan
Devina mengangguk lalu mulai menyantap makan siangnya secara perlahan karena Devina sebenarnya malas makan, tapi sangat tidak sopan kalau dia menolak makan.
Satu suapan saja Devina cukup lama memakannya dan hal itu tidak luput dari pandangan Ziko.
"Perut kamu beneran sakit? Kamu salah makan atau gimana sayang?" Tanya Ziko
"Em enggak Ziko udah gak terlalu sakit kok." Kata Devina pelan
"Devina yang bener loh sayang kalau sakit bilang aja biar nanti Ziko antar ke klinik ya?" Kata Nazwa
"Enggak Ma aku enggak papa kok." Kata Devina sambil tersenyum
"Yaudah makan dulu kalau masih sakit perutnya bilang ya?" Kata Ziko
Devina hanya mengangguk sebagai jawaban dan kembali menyantap makan siangnya sambil berusaha menahan rasa bergejolak di perutnya.
Ya ampun apa Devina benar-benar salah makan?
__ADS_1
Ah sudahlah yang penting Devina habiskan dulu makan siangnya nanti juga perutnya tidak akan apa-apa.
Atau karena Devina sudah mau datang bulan ya?
°°°°°
Sekitar pukul sebelas malam Devina terbangun dari tidurnya dia melirik Ziko yang terlelap dan perlahan Devina melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya. Begitu terlepas Devina beranjak dari tempat tidur lalu pergi keluar kamar dengan hati-hati agar Ziko tidak terbangun.
Mendadak Devina merasa lapar padahal tadi malam dia makan banyak karena mertuanya memasak ayam dan Devina sangat suka. Pergi ke dapur Devina mencari sesuatu yang bisa dia makan dan ternyata masih ada dua potong ayam yang membuat senyumnya mengembang dengan sempurna.
Devina mengambil piring lalu mengambil nasi juga ayam yang dia inginkan tak lupa dia juga membawa minum baru setelahnya kembali ke kamar.
Dia terlalu takut kalah harus makan sendirian di dapur.
Setelah kembali masuk ke dalam kamar Devina duduk di sofa lalu mulai makan untuk mengisi perutnya yang terasa lapar. Di lain sisi Ziko yang merasa tidak nyaman perlahan membuka matanya dan dia terkejut kala Devina tidak ada, tapi dia fikir Devina ada di kamar mandi.
Ziko kembali memejamkan matanya, tapi dia terkejut ketika mendengar sesuatu yang langsung membuat Ziko bangun. Matanya membulat melihat Devina yang duduk sambil makan dan terlihat sangat lahap.
"Vina?"
Devina mendongak dia tersenyum membuat Ziko langsung menyingkirkan selimut yang dia gunakan lalu menghampiri Devina dan duduk di sampingnya.
"Kamu makan?" Tanya Ziko
"Heem lapar Ziko mau juga? Tadi Vina ke dapur terus masih ada ayam dua, jadi Vina makan semua, tapi takut makan di dapur sendirian makanya Vina bawa ke kamar." Kata Devina dengan senyuman yang begitu lebar
Ziko mengangguk faham dan melihat ke arah piring yang sudah terlihat tinggal sedikit.
"Yaudah makan dulu, minumnya udah bawa?" Tanya Ziko
"Udwah"
Devina mengatakan itu dengan mulut penuh membuat Ziko menggelengkan kepalanya pelan.
"Pelan makannya Devina." Kata Ziko
Dalam diam Ziko memperhatikan Devina yang asik makan padahal biasanya dia sudah tidak mau makan kalau terlalu malam karena takut berat badannya naik, tapi lihat sekarang.
"Lapar banget ya?" Tanya Ziko
Devina mengangguk sebagai jawaban membuat Ziko tersenyum tipis.
Kalau di perhatikan belakangan ini nafsu makan Devina naik turun terkadang dia malas sekali makan seperti tadi siang, tapi terkadang Devina makan sangat banyak seperti ketika makan malam tadi dan sekarang ini.
Lihatlah pipinya bahkan sudah semakin tembam.
°°°°
Aku minta maaf ya baru bisa update😌
__ADS_1
Satu part lagi agak malam oke dan kayaknya cukup malam sih hehe gak papa lah yaa yang penting update🥰