
Raut wajah Devina berubah murung ketika melihat suaminya tengah berbicara dengan seorang wanita yang merupakan teman sekelasnya, dia memang pergi ke fakultas sangat suami setelah kelasnya selesai. Kedua orang itu terlihat mengobrol dengan Ziko yang sedikit menunduk untuk mendengar perkataan sang lawan bicara yang tingginya memang tak jauh beda dengan Devina.
Awalnya Devina ingin pergi, tapi tidak jadi dia melangkahkan kakinya mendekat dan ketika matanya bertemu dengan milik Ziko dia dapat melihat suaminya itu tersenyum. Sebelum pergi Ziko mengatakan sesuatu pada temannya dan Devina dapat melihat wanita itu tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
Hal itu membuat Devina semakin kesal dia memasang wajah cemberutnya dan hanya diam ketika Ziko datang menghampiri nya.
"Kamu gak bilang mau kesini." Kata Ziko
Hanya gumaman pelan yang Devina berikan membuat Ziko tersenyum melihat nya.
"Kesini sama siapa?" Tanya Ziko lagi
"Sendirian"
Devina menjawabnya dengan ketus membuat Ziko jadi gemas sendiri melihatnya dan mengingat jam kuliahnya sudah habis Ziko langsung merangkul Devina dan mengajaknya ke parkiran.
"Yuk pulang"
Tidak ada tanggapan yang Devina berikan wajahnya masih terlihat murung, dia kesal sekali melihat Ziko dekat dengan wanita lain. Begitu masuk mobil Devina langsung memakai sabuk pengamannya dan masih tidak mau bicara dengan Ziko.
Melihat hal itu Ziko tidak langsung pergi dia menatap wajah Devina lalu memanggilnya dengan penuh kelembutan.
"Devina"
"Apa?!"
Devina menjawabnya dengan ketus dan hal itu semakin membuatnya terlihat lucu di mata suaminya.
"Kok galak sama suaminya?" Kata Ziko
"Biarin!"
Tertawa kecil Ziko menyentuh dagu Devina dan membuat wanita itu kini menatapnya dengan wajah muram.
"Vina"
"Gak mau ish kesel." Kata Devina
"Kesel kenapa sayang?" Tanya Ziko sambil mengusap pipi Devina dengan sayang
__ADS_1
"Kesel pokoknya sama Ziko." Kata Devina
"Iya kasih tau kesel nya kenapa kalau gak bilang kita gak pulang ya?" Kata Ziko membuat Devina langsung mencubit pelan lengannya
"Mau pulangg"
"Kasih tau dulu Vina kenapa jadi galak gini?" Tanya Ziko
"Tadi siapa?" Tanya Devina pelan
"Yang ngobrol sama aku?" Tanya Ziko
Devina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Lisa temannya Tiara." Kata Ziko jujur
"Kenapa ngobrol sama dia? Terus kenapa dekat-dekat gitu?" Tanya Devina tidak suka
Ziko tersenyum lalu mencubit pelan pipi istrinya.
"Jadi Devina lagi cemburu?" Tanya Ziko
"Tadi aku sama dia cuman ngobrol biasa aja dan aku nunduk gitu karena gak dengar dia ngomong apa." Kata Ziko menjelaskan
"Ziko bicara apa sama dia?" Tanya Devina lagi
"Dia suka sama Putra makanya dia ngomong sama aku." Kata Ziko
Devina terdiam, tapi masih memasang wajah cemberutnya.
"Udah dong cemberutnya." Kata Ziko
"Enggak sukaaa lihat Ziko sama cewek kayak gitu deket bangett." Kata Devina
"Yaudah kalau kamu gak suka aku gak bakal kayak gitu lagi." Kata Ziko
"Jangan gitu lagi enggak boleh Vina enggak mau Ziko dekat dengan wanita lain." Kata Devina sambil menatap Ziko dengan raut wajah penuh permohonan
"Iya Devina"
__ADS_1
"Vina enggak suka Ziko cuman punya Vina jangan dekat-dekat sama yang lain sama Vina aja." Kata Devina lagi
"Iya Devina"
"Pokoknya gak boleh kayak gitu lagi atau Vina akan marah." Kata Devina
Devina memasang wajah galaknya lalu mencubit kedua pipi Ziko dengan gemas.
"Ziko punya Vinaa"
Tersenyum manis Ziko menahan tangan Devina lalu mencium punggung tangan itu dengan sayang.
"Ziko cuman punya Vina." Kata Devina lagi
"Sekarang ikutan posesif ya?" Kata Ziko
Devina hanya diam sambil menatap Ziko dengan penuh kelembutan.
"Aku milik kamu Vin dan aku gak pernah ada hubungan dengan wanita lain selain kamu." Kata Ziko
"Janji ya?"
"Janji terus, tapi yaudah aku janji." Kata Ziko sambil menautkan jari kelingkingnya dengan Devina
"Hm yaudah sekarang pulang." Kata Devina
"Iya kita pulang." Kata Ziko
Setelah mengatakan hal itu Ziko memakai sabuk pengaman miliknya dan melajukan mobilnya meninggalkan area kampus. Di tempatnya Devina hanya diam sambil menatap lurus ke depan, ternyata ini yang dirasakan Ziko ketika dia dan Raga dekat.
Meskipun Devina bilang Raga itu temannya Ziko tetap cemburu dan sekarang Devina merasakan hal yang sama, dia sangat cemburu serta tidak rela melihat suaminya dekat dengan wanita lain.
Kalian bisa mengatakan kalau Devina terlalu berlebihan, tapi hal itu yang memang dia rasakan.
Devina tidak mau kehilangan Ziko karena hanya pria itu yang bisa mengerti dirinya dengan baik dan mencintainya dengan sepenuh hati.
Devina tidak pernah bisa membayangkan betapa hancurnya dia kalau Ziko menghilang dari pandangannya.
°°°
__ADS_1
Ututuuu Vina cemburu🤣