Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Peringatan


__ADS_3

Sebisa mungkin Devina menjauhi Raga karena tidak mau membuat sang suami marah padanya dan sejak kedatangannya ke kampus Devina hanya berdiam diri di dalam kelas bersama dengan kedua temannya, menunggu dosen mereka datang. Biasanya kalau dosen belum datang mereka akan duduk di luar kelas dan mengobrol, tapi Devina meminta pada kedua temannya agar mereka tetap di dalam kelas.


Selain itu Devina juga bercerita tentang Ziko yang meminta dia untuk menjauhi Raga dan kedua temannya mengerti terutama Intan yang malah ikut memaki Raga. Sulit memang memiliki pendamping seperti Devina yang tidak hanya cantik, tapi juga baik, sopan dan menggemaskan pasti ada saja orang yang berusaha mengusik keduanya.


Untuk itu Devina yang harus menjaga diri agar tidak menimbulkan kesalah fahaman di antara mereka berdua.


"Terus sekarang gimana Vin?"


Pertanyaan itu membuat Devina mendongak dan menatap Intan dengan senyuman tipis.


"Aku udah blokir nomornya Raga terus kalian mau tau gak? Kemarin Ziko kasih tau aku sesuatu." Kata Devina


"Apa?" Tanya Intan dengan antusias


Berbeda dengan Intan yang sangat antusias Hanifa hanya diam sambil menatap Devina dan menunggu gadis itu melanjutkan perkataannya.


"Ternyata Kania bukan pacarnya Raga, tapi sepupunya dia udah bohong sama kita." Kata Devina


"Apa?! Sepupu? Lo serius Vin?" Tanya Intan kaget


Suara gadis itu cukup kuat hingga membuat beberapa pasang mata menatap ke arah mereka.


"Beneran Vin?" Tanya Hanifa


Devina mengangguk sebagai jawaban, dia saja kaget ketika mendengarnya.


"Iya ternyata Kania itu bukan pacarnya Raga." Kata Devina


"Kalau gitu lo nurut deh Vin sama Ziko jauh-jauh dari Raga gue takut dia orang nya nekat deh." Kata Intan


"Iya bener"


"Makanya itu aku gak mau ke kantin deh nanti." Kata Devina


"Terus makannya gimana?" Tanya Intan


"Kalau gak kita tetap ke kantin aja nanti kalau ada Raga lo ngejauh dan waktu duduk lo di tengah biar dia gak bisa duduk samping lo." Kata Hanifa


"Tuh bener Vin." Kata Intan dengan penuh semangat


"Iyaa Hanifa bener." Kata Devina senang


Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna hingga dia mendengar suara Raga dan ketika menoleh pria itu tengah bersandar di dekat pintu sambil menatap ke arahnya. Raut wajah Devina berubah senyumnya hilang seketika, tapi dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.


Dengan sedikit kesal Devina meraih tangan Raga dan membawanya sedikit menjauh dari kelas.


"Raga mau ngapain? Kita gak ada kelas yang sama." Kata Devina sambil melepaskan tangannya


"Kenapa sih Vin? Kayaknya galak banget." Kata Raga bingung


"Raga jangan terlalu dekat sama aku nanti Ziko marah aku gak mau Ziko marah." Kata Devina


Raga mengerutkan dahinya bingung, tapi setelahnya dia tertawa kecil.


"Kok tiba-tiba? Kemarin padahal biasa aja." Kata Raga


"Raga aku itu udah nikah dan aku gak mau buat suami aku marah." Kata Devina


"Kita kan temenan." Kata Raga


"Tapi, suami aku gak suka lihat kalau kita dekat." Kata Devina

__ADS_1


"Segitunya?"


"Raga juga bohong kan? Raga bohong sama aku kalau Kania itu pacar kamu." Kata Devina


"Ah Ziko udah bilang ya?" Kata Raga


"Vina minta supaya Raga jaga jarak sama aku." Kata Devina


Setelah mengatakan hal itu Devina memutar tubuhnya lalu kembali masuk ke dalam kelas dan bersamaan itu pula dosen mata kuliah nya masuk kedalam.


Semoga saja setelah ini Raga tidak akan mengganggunya lagi.


°°°


Begitu jam kuliahnya kosong Ziko pergi ke kantin untuk menemui Gio yang tadi memang mengajaknya untuk bertemu entah untuk alasan apa, tapi dia juga memang mau mengajak teman baiknya itu bertemu untuk sedikit bercerita. Jelas saja Ziko akan menceritakan kekesalannya pada pria bernama Raga yang telah berani mendekati istri tercintanya.


Setelah mengatakan pada yang lainnya kalau dia ada urusan Ziko melangkahkan kakinya menuju kantin yang letaknya tak terlalu jauh dari kelas tempat dia tadi belajar. Tak butuh waktu lama Ziko sudah memasuki area kantin dan dia dapat melihat Gio yang ternyata datang bersama dengan Nayla.


Tanpa menunggu lagi Ziko langsung menghampiri keduanya dan duduk dihadapan mereka.


"Mau pesen apa lo?" Tanya Gio


"Minum aja belum lapar gue." Kata Ziko


"Yaudah gue pesen dulu." Kata Gio


Selagi Gio pergi Ziko melirik sekilas ke arah Nayla lalu tersenyum.


"Apa kabar Nay?" Tanya Ziko


"Baik, gimana Devina?" Tanya Nayla


Nayla mengangguk singkat sebagai tanggapan.


"Pacaran sama Gio?" Tanya Ziko


"Dih mana ada gue nemenin dia aja kebetulan lagi gak ada jam dan belum mau pulang, punya satu cowok aja udah ribet apa lagi dua." Kata Nayla membuat Ziko terkekeh mendengarnya


"Ngomongin gue ya?" Tebak Gio


Pria itu duduk dan memberikan minuman yang tadi dia beli kepada kedua temannya.


"Ko kata Mona ada cowok yang deketin Devina, bener?" Tanya Gio


"Ehh serius?" Tanya Nayla


Ziko tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya lalu meminum air mineral dingin yang tadi Gio berikan.


"Bener hampir berantem gue sama Vina karena dia." Kata Ziko


"Kok bisa?" Tanya Nayla


"Dia gak kayak Lucas ngedeketin Vina pelan-pelan sampai Vina gak ngerasa risih sama sekali." Kata Ziko


"Sekarang masih deketin Vina?" Tanya Gio penasaran


"Vina juga terlalu baik sih." Kata Nayla


"Dia masih deketin Vina dan ya lo bener Nay dia terlalu baik setiap kali gue bilang cemburu Vina bilang mereka cuman teman dan Raga udah punya pacar, tapi faktanya cewek yang dia bilang pacar itu sepupunya." Kata Ziko


"Brengsek banget tuh cowok." Kata Gio

__ADS_1


"Kayaknya Vina harus diajarin jadi cewek jahat deh polos banget dia sampai gak tau maksud lain dari tuh cowok." Kata Nayla


"Sekarang udah di blokir nomornya sama Devina dia bilang bakal jauhin Raga karena kemarin gue sama dia.... Ya sedikit ribut." Kata Ziko


"Serius lo ribut sama Vina?" Tanya Nayla


"Sedikit, tapi sekarang udah baikan kok gue juga gak mungkin lah terlalu lama marah sama Devina mana bisa." Kata Ziko


"Dan bukan salah Devina sepenuhnya juga." Kata Nayla


"Iya lo bener Devina cuman terlalu baik dan polos dia gak pernah berpikiran buruk tentang orang lain." Kata Ziko


"Susah ya punya istri cantik kayak Vina." Kata Gio membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Lo gimana Yo? Masih betah aja jadi jomblo." Kata Ziko


"Pdkt doang dia mah, tapi gak ada yang diajak jadian." Kata Nayla


"Apaan sih Nay?" Kata Gio kesal


"Sama Mona tuh." Kata Ziko


"Enggak ah galak banget dia." Kata Gio


"Jangan enggak enggak nanti kayak Cessa." Kata Nayla


Ziko tertawa kecil mendengarnya, dia masih cukup terkejut kalau Cesaa dan Alex berpacaran.


"Dulu dia jelek-jelekin Alex eh sekarang jadi pacarnya." Kata Nayla


"Beda lah jangan disamaiin Mona juga udah ada gebetan." Kata Gio


"Yaudah iya." Kekeh Ziko ketika melihat wajah masam temannya


"Jadi gimana sama cowok itu?" Tanya Nayla


"Gue udah peringatin dia Nay, tapi gak tau gimana ke depannya." Kata Ziko


"Hamilin aja lah Ko biar Vina di rumah aja, jadi cuman lo doang yang liat." Kata Gio membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Dari malam gue mikir dan berniat untuk minta Devina berhenti kuliah aja, tapi gue gak bisa bersikap egois gitu Yo cuman karena rasa cemburu gue." Kata Ziko


"Bener Ko lo cuman perlu percaya sama Devina aja." Kata Nayla


Ziko tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Dari dulu memang rasa cemburu gue gak bisa dikendaliin beberapa kali gue marahan sama Vina cuman karena cemburu dan gue gak mau kayak gitu lagi karena sekarang gue sama dia udah nikah bukan sekedar pacaran." Kata Ziko


"Vina gak bakal ninggalin Ko dia sayang banget sama lo." Kata Nayla


Ziko tersenyum mendengarnya, dia juga tau kalau Devina sangat menyayanginya karena Ziko juga sama.


Mereka saling sayang dan tidak mungkin berakhir untuk saling meninggalkan.


°°°


Ini dia sayangnya Ziko🥰



Mau lihat Vina cemburu enggakkk🤣

__ADS_1


__ADS_2