
Devina tersenyum manis ketika Cessa sudah sampai di rumahnya bersama dengan Alex dan mereka langsung berpamitan pada orang tua Ziko untuk pergi ke rumah Mona, kedua temannya itu juga berjanji akan mengantarnya pulang kalau Ziko masih bekerja. Bersama dengan Cessa kini Devina menyerahkan Ardhan untuk temannya itu gendong dan Arthan tetap dalam gendongannya karena anak itu sangat rewel.
Mereka keluar rumah kemudian masuk ke dalam mobil milik Alex dan Cessa duduk di belakang bersama dengan Devina. Dalam pangkuan Cessa ada baby Ardhan yang benar-benar tenang bayi mungil itu menatap wajah Cessa dengan wajah lucunya.
Sedangkan dalam pangkuan Devina ada baby Arthan yang sejak tadi tak mau diam dia merengek, tapi kembali diam ketika Devina mengusap pipinya terus begitu hingga Arthan benar-benar diam.
"Tuh yang satu mirip Ziko banget gak bisa diem"
Devina mendongak lalu tertawa mendengar perkataan Alex barusan.
"Arthan memang rewel biasanya dia yang selalu kebangun kalau tengah malam terus Ardhan ikutan." Kata Devina sambil mengusap pelan pipi anaknya
"Bener kan mirip banget sama Ziko." Kata Alex
"Kalau ini kalem banget kayak Vina." Kata Cessa
Devina tersenyum manis dia menatap kedua anaknya bergantian.
"Capek gak Vin? Maksudnya lo kan sekarang sering kebangun tengah malam tuh." Kata Cessa
"Enggak, awalnya iya, tapi kalau udah lihat mereka tidur lagi Vina seneng." Kata Devina
Cessa tersenyum mendengarnya, dia senang sekali memiliki dua keponakan lucu dan tampan rasanya Cessa ingin menciumnya terus sangking gemasnya.
"Lo kalau Ziko kerja di rumah aja Vin? Enggak bosan apa?" Tanya Alex
"Tadinya bosan, tapi sekarang ada baby twins, jadi enggak bosan lagi." Kata Devina senang
"Asik ya ada temennya sekarang." Kata Alex
"Iyaa baby twins nemenin Vina mereka lucu Vina enggak pernah kesepian lagi terus di rumah juga ada Mama." Kata Devina
"Gue juga bakal betah sih di rumah kalau punya baby lucu begini." Kata Cessa
"Ayo Ces buat." Kekeh Alex
Devina tertawa apalagi ketika melihat wajah sebal Cessa mereka berdua lucu sekali.
Tengah asik mengobrol baby Arthan tiba-tiba merengek membuat Devina mengusap pipinya dengan sayang hingga anak itu kembali tenang, tapi lidah Arthan bergerak seolah mencari susu.
"Nanti ya Arthan." Kata Devina dengan suara lembutnya
Baby Arthan diam lagi membuat Devina tersenyum manis melihatnya.
Sepanjang perjalanan Devina berkali-kali menenangkan Arthan yang merengek karena haus hingga mereka akhirnya sampai di rumah Mona. Begitu sampai Alex bergegas turun dia membuka pintu mobil untuk Cessa dan Devina agar keduanya tidak kesulitan.
Setelah turun Devina melangkahkan kakinya ke dalam dengan Arthan yang kembali merengek, anak itu sangat haus sepertinya. Sampai di dalam ternyata sudah ada Gio dan Nayla juga membuat Devina tersenyum manis.
"Mona aku mau ke kamar mau kasih susu Arthan." Kata Devina sambil menenangkan Arthan yang terus merengek
"Eh iya iya ke atas aja atau ke kamar tamu juga gak papa yang deket, jadi gak usah naik ini Ardhan sama kita lo tenang aja." Kata Mona
Devina mengangguk singkat dia bergegas pergi ke kamar tamu agar lebih cepat, begitu masuk Devina menutup pintu kamar dan duduk di tepian ranjang.
Tersenyum singkat Devina membuka kancing kemejanya lalu menyusui Arthan membuat anak itu langsung diam.
"Arthan haus ya mau minum cucu." Kata Devina
Baby Arthan sangat bersemangat menyusu pada Devina membuat Devina tersenyum sambil mengusap pipinya.
Tak lama pintu kamar terbuka Mona masuk ke dalam dan tersenyum melihat Devina lalu berjalan mendekat.
"Ihh nangis terus dia." Kata Mona
Devina tertawa pelan dia menatap Mona yang kini duduk di sampingnya.
"Gemes banget sih." Kata Mona sambil menoel pelan pipi Arthan membuat anak itu merengek pelan
"Mona jangan dia kalau lagi minum susu aku jangan diganggu nanti nangis." Kata Devina
"Gemes"
"Iya dia gemesin." Kata Devina sambil tersenyum
"Sakit enggak Vin?" Tanya Mona penasaran
__ADS_1
Devina menatap Mona sejenak lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak Mona." Kata Devina
Mona mengangguk singkat dan sesaat setelahnya pintu kembali terbuka Nayla masuk bersama dengan Cessa bersamaan dengan suara tangis Ardhan.
"Vinnn nangiss di gangguin Alex sama Gio." Kata Cessa
Devina menghela nafasnya pelan ketika kedua anaknya itu menangis bersamaan.
Begitu Cessa duduk di dekatnya Devina menatap Ardhan lalu mengusap pelan pipinya membuat anak itu langsung diam.
"Hafal banget dia tangan Mami nya." Kata Nayla membuat Devina tersenyum mendengarnya
"Memang Gio sama Alex ngapain tadi? Biasanya Ardhan enggak rewel kok." Kata Devina
"Di ciumin lama banget." Kata Cessa membuat Devina mengangguk faham
Ardhan memang sangat anteng, tapi kalau sudah di cium tanpa henti dia akan menangis.
"Biasanya jam segini mereka enggak rewel." Kata Devina sambil tersenyum
"Marahin aja tuh Gio sama Alex." Kata Nayla
Devina tersenyum tipis sambil menatap Arthan yang perlahan melepaskan mulutnya.
"Udah ya minum cucunya?" Kata Devina sambil mengusap pelan pipinya
Begitu menganggap Arthan diam Devina langsung membaringkannya di ranjang beruntung tak menangis lagi membuat Devina mengambil baby Ardhan dan mendekapnya. Tersenyum manis Devina melihat Ardhan yang menatapnya dan langsung menyusu padanya dengan semangat.
"Ih gue lihat Vina gini jadi mau punya anak juga, lucu kayaknya ya?" Kata Mona
"Sana minta sama Gio." Kata Nayla sambil tertawa
"Diem"
"Mona memang belum pacaran sama Gio?" Tanya Devina
"Enggak enggak apaan mana ada gue pacaran sama dia." Kata Mona
"Cessaaaa"
Devina tertawa melihat pipi Mona yang merona dan wajah salah tingkahnya membuat Mona terlihat lucu.
Devina senang sekali bisa berkumpul begini bersama teman-temannya.
°°°°
"Vin gue bawa pulang ya?"
Candaan Alex itu membuat Devina cemberut dan langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, jelas saja dia kesal karena Alex mengatakan akan membawa Ardhan pulang bersamanya. Pria itu gemas sekali katanya ada Ardhan yang sangat pendiam ya meskipun baby Ardhan nangis juga kalau digangguin.
Sesaat setelah itu Ziko datang membuat Devina tersenyum dia langsung bangun dan memeluk suaminya membuat yang lainnya bersorak heboh. Memang kalau sudah berdua mereka selalu lupa tempat dan Ziko senang senang aja Devina sangat menempel padanya di depan banyak orang begini.
Bahkan Ziko tak segan mencium puncak kepala Devina dengan sayang.
"Udahlah pindah aja kita enggak usah disini." Kata Cessa sewot
"Sini Sa sini gue gituin juga." Kata Alex
"Ogah"
Alex tertawa pelan begitu juga dengan yang lainnya, berbeda memang kalau Alex dan Cessa mereka berdua mah ribut terus.
"Anak gue kalian ganggu gak?" Tanya Ziko sambil melangkahkan kakinya mendekat dan duduk di dekat Alex
"Enggak lah, tapi Arthan tuh dari tadi rewel banget." Kata Mona
"Iya Arthan memang agak rewel kadang gue yang gendong juga masih nangis maunya sama Vina aja." Kata Ziko
"Ya kayak lo maunya nempel aja sama Vina dari SMA tuh." Kata Alex
"Iri ya?"
"Dih kagak gue mah udah ada Cessa sekarang ya meskipun dia galak... Eh iya Sa enggak enggak lo enggak galak." Kata Alex ketika Cessa menatapnya dengan tajam
__ADS_1
"Lo berdua udah mau nikah gak ada akur akurnya heran." Kata Nayla
"Tau segala nikahannya di undur." Kata Mona
"Bukan salah gue ya nih Cessa untung belum sebar tuh undangannya." Kata Alex sewot
"Yaa gimanaaaa gue gak mauu lah masa waktu kita nikahan gak ada Nayla." Seru Cessa
"Untung nih ya gue nurut Sa." Kata Alex
"Kalau gak nurut gue putusin lo." Kata Cessa
"Sok banget nanti nangis nangis sama Mona lagi." Sindir Alex
"Diem gak?!" Kata Cessa galak
"Diem gak diem gak." Kata Alex dengan wajah menyebalkan
"Ihh Lexx"
"Apa dah? Apalagi salah gue?" Kata Alex
"Tau ah sebel." Kata Cessa
Alex menghela nafasnya pelan, seperti itu memang punya pacar moodyan seperti Cessa harus banyak sabar.
Devina tertawa melihatnya, kedua orang itu lucu sekali kalau sudah disatukan, tapi kata Mona kalau lagi marahan Cessa kebingungan sendiri.
'Gue salah gak ya Mon?'
'Gue keterlaluan gak ya?'
'Kayaknya Alex marah banget deh sama gue'
'Ih sebel banget gue emosian banget sih jadi orang, tadi keterlaluan banget kayaknya sama Alex'
Kata Mona terkadang Cessa sambil menangis kalau habis marahan, tapi besoknya udah nempel sama Alex lagi terus dua hari setelahnya ribut lagi.
Devina harap Cessa dan Alex akan bahagia, pernikahan keduanya akan dilangsungkan dua minggu lagi.
Dua minggu lagi menikah masih sering berdebat dan masih keluyuran kemana-mana, dasar mereka berdua memang sangat cocok.
Devina tidak sabar sendiri menunggu kedua orang itu menikah.
°°°°
Devina menghela nafasnya lega begitu mereka sampai di rumah dia dan Ziko langsung membaringkan baby twins di atas ranjang, kedua anaknya itu belum tidur. Sekarang masih pukul empat sore Devina harus memandikan keduanya dan mengganti pampers mereka.
Tersenyum manis Devina berbaring sejenak di samping baby twins dia mengusap pelan pipi kedua anaknya bergantian. Suaminya ada di dalam kamar juga dia sedang melepaskan pakaiannya dan menaruhnya di keranjang.
"Vinn"
Devina bergumam pelan dia bangun dan menatap Ziko yang sekarang tak mengatakan kaosnya hanya celana pendek selutut saja.
"Mandi gak?" Tanya Ziko
"Nantii Vina kan mau mandikan baby twins." Kata Devina
"Yaudah yuk mandiin." Kata Ziko
"Nanti Ziko sebentar lagi." Kata Devina
"Hm oke kalau gitu sini." Kata Ziko
Devina tersenyum dia langsung mendekat dan melompat ke dalam pelukan suaminya membuat Ziko tersenyum senang.
Ziko menciumi wajah Devina dan berhenti lama di bibirnya membuat istrinya itu tertawa pelan.
Ziko rindu sekali tadi di rumah Mona dia tidak bisa bebas mencium istrinya karena hal ini merupakan kebiasaan Ziko setiap pulang kerja.
Menciumi wajah Devina hingga puas.
°°°°
Hei aku updateee hehe🥰 Udah dari subuh, tapi masih di review dan belum selesai juga, tunggu yaa😊🥰
__ADS_1