Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Mommy


__ADS_3

Devina terlihat begitu bersemangat dia sudah menyiapkan kue ulang tahun bersama dengan Kakaknya dan sebentar lagi mereka akan merayakan ulang tahun Fahisa, meskipun cukup terlambat. Tersenyum senang Devina menatap kue di hadapannya yang terukir tulisan indah Happy Birthday Mommy sayang di sana dan Devina sangat-sangat yakin Mommy nya akan suka.


Malam ini mereka akan memberikan sedikit perayaan juga makan malam bersama dan semua berkumpul di Villa Devina senang sekali, sangat jarang mereka bisa kumpul begini. Tadi Daddy bilang dia mau ke kamar untuk meminta Mommy turun karena sejak tadi Mommy istirahat dan Devina menunggu di bawah bersama dengan Adara.


Kakaknya tentu saja sedang menjaga anak-anaknya.


"Adaraa aku enggak sabar deh hehe mau kasih hadiah untuk Mommy." Kata Devina


Adara tersenyum melihatnya.


"Ehh kalau Vina kan libur ya kuliahnya em kalau Adara libur atau meliburkan diri?" Tanya Devina


"Hm meliburkan diri." Kata Adara


"Beneran?" Tanya Devina dengan mata membulat


"Bener, tapi kebetulan cuman ada satu mata kuliah juga, jadi ya gak papa." Kata Adara santai


"Iya enggak papa kamu kan keluarga aku juga, jadi harus ikut dong." Kata Devina senang


"Eh yaudah bawa ke ruang makan aja kuenya." Kata Adara


Devina mengangguk lalu membawa kue nya ke ruang makan dan di sana meja sudah tertata rapih dengan banyak makanan yang di sajikan. Selain itu sudah ada Devano bersama dengan Ziko dan Arjuna yang tengah mengobrol.


Ah jangan lupakan Airlangga yang ada di pangkuan suaminya.


Baru ingin duduk Devina melihat Daddy nya yang turun dengan tergesa-gesa.


"Daddyy? Mana Mommy?" Tanya Devina


Daffa tak langsung memberikan jawaban dia terlihat sedang mencari sesuatu di ruang tamu.


"Dad?"


"Arjuna kunci mobil kamu mana?" Tanya Daffa ketika dia tak menemukan apa yang dia cari


"Kunci? Ini Pa." Kata Arjuna sambil menyerahkan kunci mobilnya


"Daddyyy"


"Arjuna tolong jaga yang lainnya saya mau pergi ke klinik sebentar." Kata Daffa


Devina langsung takut dia menghalangi jalan Daddy nya.


"Daddy kenapaa?" Tanya Devina


"Devina kamu di sini sama yang lainnya sepertinya Mommy lagi tidak enak badan suhu tubuhnya panas sekali Daddy akan ke klinik dekat sini." Kata Daffa


Setelah mengatakan hal itu Daffa bergegas menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar sambil melirik Fahisa yang memejamkan matanya.


"Sayang kita ke klinik sebentar." Kata Daffa


"Enggak perlu Mas istirahat aja sebentar nanti juga sembuh." Kata Fahisa pelan


"Kamu demam sayang sudah menurut saja jangan buat anak-anak sedih kalau melihat kamu semakin sakit." Kata Daffa


Tanpa menunggu persetujuan Daffa menggendong tubuh Fahisa dan bergegas menuruni tangga membuat Devina yang melihat langsung berlari menghampirinya.


"Arjuna jaga yang lainnya dan Ara tolong jaga adik-adiknya." Kata Daffa pada Sahara yang sudah turun ke bawah


Keduanya mengangguk sambil menatap Daffa yang berjalan menjauh, tanpa Devina tau sebelumnya Fahisa memang mengeluh sakit kepala bahkan ketika di perjalanan, tapi dia tidak bisa membatalkan dan membuat anaknya kecewa apalagi melihat Devina yang terus merengek padanya.

__ADS_1


Fahisa sangat tidak bisa menolak, tapi ternyata perjalanan yang cukup jauh di tambah dia hanya makan sedikit saja membuat keadaan malah memburuk.


Sekarang di tempatnya Devina berlari ingin menyusul, tapi Ziko langsung menahannya membuat istrinya itu merengek minta di lepaskan.


"Mau ikut Daddy ayo Ziko ikut Daddy." Kata Devina


"Devina sini aja sama Kakak." Kata Sahara sambil tersenyum


Devina menggelengkan kepalanya pelan.


"Mau ikut Daddy mau lihat Mommy." Kata Devina pelan


Melihat hal itu Ziko langsung merangkul pundaknya dengan sayang.


"Sini duduk dulu." Kata Ziko


Devina hanya diam dan mengikuti Ziko hingga ke ruang tamu lalu duduk tepat di sampingnya.


"Vina udah ya? Mommy gak papa kok pasti nanti langsung pulang lagi." Kata Devano


"Devina tenang kalau ada apa-apa pasti Daddy telpon." Kata Arjuna berusaha menenangkan adik iparnya


"Iya Vin"


"Mommy.... Mommy sakit gara-gara Vina ya? Kemarin Mommy bilang enggak mau pergi, tapi Vina paksa Mommy." Kata Devina dengan air mata menggenang


"Hey enggak sayang." Kata Sahara yang langsung membawa adiknya itu ke dalam pelukannya


"Gara-gara Vina sekarang Mommy sakit." Kata Devina pelan


"Vina enggak kok bukan karena kamu." Kata Devano


"Vina tenang dulu kalau ada apa-apa Daddy pasti telpon." Kata Ziko


Devina hanya diam dengan air mata yang mengalir hingga dia merasakan sentuhan di kedua kakinya dan ternyata keponakannya. Tidak seperti biasa Airlangga naik dan berdiri di atas sofa lalu menghapus air mata Devina dengan tangan kecilnya.


"Nanti jeyekk"


Ziko tertawa kecil mendengarnya sedangkan Devina malah semakin cemberut di tempatnya.


"Peyuk"


Devina malah menangis ketika si kecil Airlangga memeluknya dan hal itu membuat Sahara tersenyum melihatnya.


Jujur dia juga cemas, tapi Sahara adalah seorang Kakak dia tidak boleh menunjukkan rasa cemas itu dan lagi sudah ada Daddy nya, jadi dia percaya semua akan membaik.


Sekarang dia hanya perlu membuat Devina tenang karena adiknya itu merasa ini salahnya.


°°°°


Sudah lebih dari setengah jam sejak Fahisa pergi ke klinik dan Devina sekarang berada di kamarnya atas perintah dari Sahara karena Devina terus menangis, dia bersama suaminya. Suaminya itu terus memeluknya sambil memberikan usapan di kepalanya dengan santai.


Sungguh Devina merasakan sangat bersalah dan dia yakin ini semua karena Devina yang terus merengek pada Fahisa agar mereka tetap pergi. Bukan hanya itu saja bahkan sebelum berangkat Devina melihat Fahisa yang sedikit pucat.


Kalau tau begitu Devina tidak akan memaksa.


"Zikoooo"


"Kenapa hm?" Tanya Ziko


"Vina jahat Ziko karena Mommy sakit gara-gara Vina." Kata Devina pelan

__ADS_1


"Hey enggak kok bukan salah kamu udah jangan cemas barusan kan Daddy bilang mereka sudah di jalan pulang." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


"Harusnya Vina enggak maksa Mommy waktu Mommy bilang enggak mau ke Villa pasti Mommy kelelahan karena memang sudah sakit." Kata Devina yang malah kembali menangis


"Vina udah dong jangan nangis sayang nanti Mommy kamu sedih." Kata Ziko sambil menghapus air mata istrinya dengan sayang


Devina baru akan mengatakan sesuatu sampai akhirnya dia mendengar suara Daddy nya membuat matanya membulat dan dengan segera dia bangun.


"Mommy sudah pulang"


Devina berlari membuat Ziko harus meminta dia untuk berjalan perlahan dan benar saja baru akan keluar tanpa sengaja Devina jatuh.


"Devina kan udah di bilang pelan-pelan aja jangan lari." Kata Ziko sambil membantu Devina bangun


Devina tidak memberikan tanggapan dia bergegas keluar kamar dan melihat Daddy nya yang juga memasuki kamar membuat Devina langsung menyusulnya bersama dengan yang lain.


Begitu masuk Devina melihat wajah Fahisa yang pucat dia langsung naik ke atas ranjang dan menatap Mommy nya dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya membuat Fahisa tersenyum tipis.


"Mommyyy"


Devina memeluknya dan menangis pelan membuat Fahisa hanya bisa mengusap sayang kepalanya dan yang lain hanya bisa menatap Devina dengan senyuman tipis di wajah mereka.


"Devina sudah kenapa menangis lagi?" Kata Sahara sambil duduk di tepian ranjang


"Mommy maaf Vina udah buat Mommy sakit." Kata Devina


"Eh kok gitu? Mommy sakit bukan karena Vina." Kata Fahisa dengan suara yang begitu pelan


"Tapi... Vina yang maksa Mommy untuk pergi ke Villa padahal Mommy enggak mau Vina minta maaf." Kata Devina


"Enggak sayang udah jangan nangis." Kata Fahisa sambil menghapus air mata Devina dengan sayang


Devina menatap Fahisa yang sekarang mengusap sayang air matanya sambil tersenyum.


"Mana kuenya sini bawa ke atas." Kata Fahisa


"Enggak Mommy tidur aja." Kata Devina


"Enggak papa atau kita ke bawah aja sekalian makan malam." Kata Fahisa


"Enggak bolehhh Mommy tidur aja." Kata Devina


"Loh enggak papa Mommy kan mau minum obat, jadi harus makan." Kata Fahisa


Fahisa menatap suaminya dengan senyuman membuat Daffa mengerti arti tatapannya.


"Iya kita ke bawah." Kata Daffa


"Enggak Mommy makan di sini ajaa." Kata Devina


"Enggak papa Devina sini bantu Mommy turun ya?" Kata Fahisa


Devina menatap Fahisa yang tersenyum padanya.


"Ayo sama Kakak juga." Kata Sahara


Devina menatap Daddy nya yang mengangguk seraya tersenyum membuat Devina akhirnya menurut.


Fahisa tidak pernah bisa melihat anaknya sedih apalagi sampai menangis.


°°°

__ADS_1


Harusnya ini aku up kemarin huhuu maaf yaa😌


__ADS_2