Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Aku Mau


__ADS_3

"Mommyyy"


Seperti biasa Devina yang melihat orang tuanya langsung berlari kecil menghampiri mereka lalu memeluk keduanya secara bergantian dengan sangat erat dan bukan hanya itu, tapi Devina juga akan menghampiri kembarannya juga memeluk pria yang sangat dia sayangi. Malam ini Devina bersama suami serta mertuanya datang ke rumah orang tuanya sesuai dengan permintaan Daffa.


Ah iya malam ini juga ada Sahara serta suaminya dan jangan lupakan kedua anak Sahara.


Devina senang sekali karena semua nya berkumpul hari ini bahkan ada Adara juga, rasanya seperti sedang kumpul keluarga. Setelah cukup puas melepas rindu Devina melepaskan pelukannya dan tersenyum senang.


"Ayo duduk dulu Bibi lagi siapin meja makan"


Mendengar perkataan Fahisa mereka semua mengangguk lalu mengikuti Fahisa dan duduk di ruang tamu bersama-sama.


"Terima kasih karena sudah datang kami hanya ingin merayakan ulang tahun Airlangga yang sebenarnya sudah beberapa minggu yang lalu." Kata Daffa


"Kenapa harus berterima kasih? Kami akan dengan senang hati datang." Kata Zidan


"Iya Devina juga sangat senang ketika kami mengatakan akan datang ke rumah orang tuanya." Kata Nazwa


Devina hanya menunjukkan cengiran nya saja lalu dia beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri sang Kakak yang tengah memangku baby Alana di pangkuannya.


"Kakakk"


Sahara tersenyum seraya mengusap pelan kepala adiknya.


"Ana cantik kayak Kakak." Kata Devina


"Kayak Vina juga." Kata Sahara


Tangan Devina perlahan terulur untuk mengusap pipi Alana yang masih membuka matanya dan belum tertidur.


"Ish jangann"


Si kecil Airlangga tiba-tiba memukul pelan lengan Devina yang tadi menyentuh pipi adiknya dan hal itu membuat Sahara langsung menegurnya.


"Angga"


"Nakann"


Semuanya tertawa mendengar itu sedangkan Devina malah mengerucutkan bibirnya sebal lalu dengan sedikit paksaan menggendong tubuh Airlangga dan memeluknya dengan sangat erat.


"Enggak enggakk"


Si kecil memberontak di dalam pelukan Devina membuat Sahara menggelengkan kepalanya pelan dan ketika tau bahwa keponakannya itu hampir menangis barulah Devina melepaskan pelukannya.


"Vina memang gitu kalau sama Airlangga gak pernah akur." Kata Fahisa


"Lucu banget anaknya Ara." Kata Nazwa membuat Sahara tersenyum mendengarnya


"Memang Ma lucu banget kayak Kak Ara apalagi Alana ish dia gemes banget." Kata Devina dengan penuh semangat

__ADS_1


Mendengar pujian itu Sahara juga suaminya hanya bisa tersenyum, tapi anak mereka memang sangat menggemaskan.


Malam ini Devina sangat senang karena dia menghabiskan waktu dengan semua orang yang sangat dia sayangi.


°°°


Pukul sepuluh malam Devina bersama sangat suami sudah sampai di rumah mereka telah menghabiskan cukup banyak waktu bersama keluarga Devina bahkan tadi dia dan Devina bermain bersama dengan kedua anak Sahara yang begitu lucu. Tak hanya itu tadi semua orang bahkan membahas hal yang membuat Devina sangat malu hingga harus bersembunyi di balik lengan Ziko untuk menutupi wajahnya yang memerah.


Sekarang Devina bersama Ziko sudah masuk ke dalam rumah dan berada di kamar mereka berdua, di meja riasnya Devina menghapus make up tipis yang menghiasi wajah cantiknya menggunakan tissue. Rambutnya yang tadi dia kucir sekarang sudah dibiarkan tergerai dan satu per satu aksesoris yang dia kenakan sudah Devina lepas.


Meskipun hanya pergi ke rumah orang tuanya Devina ingin tampil sempurna dan menunjukkan bahwa sekarang dia sudah cukup dewasa.


"Sayang"


Panggilan itu membuat Devina menoleh dan menatap suaminya dengan senyuman.


"Besok kamu kuliah?" Tanya Ziko


"Libur Ziko gak ada jam." Kata Devina membuat Ziko langsung tersenyum


"Mau jalan-jalan gak?" Tanya Ziko


"Hm kemana?" Tanya Devina


"Kita nonton udah lama kayaknya kita gak jalan bareng." Kata Ziko


"Boleh besok kita jalan-jalan." Kata Devina


Bergumam pelan Devina masih fokus membersihkan wajahnya, tapi tiba-tiba dia jadi teringat perkataan Kakaknya.


'Kalau Vina kapan rencananya mau punya anak?'


Mengingat itu pipi Devina memerah sendiri, dia malu kalau mengingatnya apa lagi yang lainnya ikut menggoda Devina tadi, tapi Devina akui melihat Kakaknya tadi membuat Devina juga ingin merasakan hal yang sama. Sepertinya menyenangkan melihat Sahara bersama kedua keponakannya yang lucu dan menggemaskan pasti Kakaknya itu tidak pernah bosan meskipun sering ditinggal oleh Kakak iparnya bekerja.


Sungguh Devina juga ingin merasakannya, tapi dia masih sedikit takut.


"Sayang? Kok malah ngelamun?"


Devina tersentak dan langsung menatap sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidurnya juga rambut yang sedikit basah. Melihat hal itu Devina mengelihkan pandangannya dan menggelengkan kepalanya dengan cepat ketika fikiran buruk mulai menghantuinya.


Tidak Devina jangan lagi!


"Devina? Sayang kamu kenapa sih?" Tanya Ziko


Ziko mendekat dan menyentuh pundaknya membuat Devina langsung menatapnya sambil menggigit bibir bawahnya pelan.


"Kenapa?"


Bukan memberikan jawaban Devina malah berdiri lalu berjinjit dan menarik Ziko mendekat, dia memberikan ciuman untuk suaminya.

__ADS_1


Tentu saja Ziko terkejut, tapi dia hanya diam dan membiarkan saja Devina melakukan apa yang dia mau seraya melingkarkan tangannya di pinggang Devina. Cukup lama Devina melakukannya hingga dia kehabisan dan nafas dan menjauhkan wajahnya lalu menatap Ziko dengan senyuman.


"Zikooo"


Ah Ziko suka sekali kalau Devina sudah memanggilnya dengan nada manja begitu.


"Ada apa?" Tanya Ziko sambil mengusap pipi Devina dengan sayang


"Vina mau seperti Kak Ara." Kata Devina


Ziko yang tidak mengerti hanya menatap Devina dengan alis berkerut, apa maksudnya?


"Vina mau punya Vina kecil atau Ziko kecil." Kata Devina dengan senyuman manisnya


Mendengar hal itu Ziko yang sadar akan maksudnya langsung tertawa lalu mengajak Devina untuk duduk di tepian ranjang.


"Vina serius?" Tanya Ziko


"Vina mauuu"


"Vina bilang mau nunggu lulus kuliah." Kata Ziko


"Enggak papa nanti bisa seperti Mama nya Ziko." Kata Devina senang


Ya ampun Devina benar-benar menggemaskan.


"Vina serius?" Tanya Ziko lagi


Devina cemberut mendengarnya.


"Serius ishh nanya terus." Keluh Devina


"Bukan gitu sayang aku cuman gak mau kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena yang aku tau bahaya Devina di usia kamu yang masih cukup muda." Kata Ziko sambil mengusap pipinya dengan sayang


"Tapi, Mama Ziko enggak papa." Kata Devina


Ziko tersenyum mendengarnya lalu memberikan ciuman singkat di bibirnya.


"Aku gak pernah bisa menolak permintaan kamu sayang"


Tersenyum senang Devina langsung memeluk tubuh Ziko dan setelahnya memberikan lagi ciuman di bibirnya.


Kali ini Devina benar-benar serius, dia mau memiliki anak seperti Kakaknya.


°°°


Nahh gimana nihh🤣 Masih ada satu part lagi nanti aku up yaa🥰


Cocok banget kan Ziko sama Vina🥰 Kali ini aku kasih visual keduanya.

__ADS_1



__ADS_2