Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Malam


__ADS_3

Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna karena malam ini keadaan Fahisa sudah benar-benar membaik mereka dan mereka makan malam bersama dengan penuh canda tawa. Ada banyak hal yang Fahisa ceritakan tentang anak-anaknya mulai dari Devina, Sahara hingga Devano semua dia ceritakan dan membuat yang lainnya tertawa ketika mendengar tingkah lucu mereka dulu.


Sekarang Devina dengan manja memeluk Fahisa dari samping dia mendapat usapan lembut di kepalanya yang membuat Devina semakin merasa nyaman. Sungguh Devina sayang sekali dengan Mommy nya yang sangat pengertian padanya ah Devina rindu sekali bermanja dengan Fahisa.


Di tempatnya Ziko hanya bisa tersenyum sambil menatap istrinya yang terlihat sambat betah berada di pelukan mertuanya.


"Udah gak sedih lagi hm?"


Fahisa bertanya sambil mengusap pelan pipi Devina.


"Enggakkk Mommy udah sembuh." Kata Devina senang


"Jangan sedih lagi ya? Mommy mau pergi bukan karena Devina, tapi karena Mommy mau kumpul bersama kalian." Kata Fahisa


Devina hanya mengangguk singkat sebagai jawaban.


"Waktu Mommy ke klinik Devina nangis terus bahkan sampai Angga memeluknya." Kata Sahara


"Devina itu memang lebay." Kata Devano


"Ihh Vanoooo"


Devano tertawa melihat wajah cemberut Devina.


"Udah udah jangan marah Vano cuman bercanda." Kata Fahisa


"Dia nakal." Kata Devina kesal


"Iya udah." Kata Fahisa sambil mengusap punggungnya dengan sayang


"Sayang udah malam ayo semuanya tidur." Kata Daffa ketika dia melihat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat


"Yaudah"


Fahisa melepaskan pelukan anaknya dan Devina tidak memberikan penolakan dia tersenyum sambil menatap kedua orang tuanya.


Di peluknya Daffa dan Fahisa secara bergantian begitu juga dengan yang lainnya, jangan lupakan Airlangga yang masih belum tidur.


Setelah selesai Devina menghampiri suaminya dan merangkul sayang lengan Ziko sambil mengajaknya pergi ke kamar. Letak kamar mereka berdua berada tepat di samping kamar Devano lebih tepatnya di paling ujung ruangan.


Masuk ke dalam kamar Ziko langsung menutup pintu lalu berniat pergi ke kamar mandi sayangnya Devina sudah lebih dulu menahannya. Istrinya itu memeluknya dari belakang membuat Ziko hanya bisa tersenyum.


Cukup lama hingga Devina melepaskan pelukannya dan meminta Ziko untuk menghadapnya.

__ADS_1


"Kenapa hm?" Tanya Ziko


"Ziko mau kemanaa?" Tanya Devina


"Mau ke kamar mandi ganti baju." Kata Ziko


"Em enggak usah." Kata Devina


"Gak enak sayang pakai baju ini untuk tidur." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


"Ziko"


"Hm"


Devina tidak mengatakan apapun dan malah asik menatap mata Ziko yang membuat suaminya itu jadi gemas sendiri.


"Ziko mau cium." Kata Devina pelan


Ziko terkejut mendengarnya dia menatap wajah Devina yang memerah dan hal itu membuatnya tertawa.


"Yaudah boleh"


Terdiam sejenak Devina kembali menatap mata Ziko lalu mendekat dan melingkarkan tangan di lehernya seraya berjinjit agar bisa mencium bibir suaminya. Mata Ziko terpejam dia menahan pinggang Devina menggunakan kedua tangannya yang melingkar manis di sana.


Ziko tidak melakukan apapun dia membiarkan Devina melakukan apa yang dia inginkan. Sesekali Devina berhenti lalu melanjutkan lagi hingga Ziko memintanya benar-benar berhenti.


"Vina kangen"


"Kangen?"


"Kangen ini." Kata Devina sambil menunjuk bibir suaminya dan tersenyum lebar


Ziko tertawa dia mengacak gemas rambut Devina yang sama sekali tidak membuat istrinya itu merajuk.


Senyuman manis Devina benar-benar membuat Ziko terpaku untuk beberapa saat dan dia mengangkat tubuh Devina lalu kembali mencium bibirnya. Pergi ke tempat tidur mereka Ziko mendudukkan Devina di pangkuannya tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


"Emm... Lepas dulu Vina mau nafas...."


Ziko melepaskan ciumannya begitu Devina memukul pelan dada bidangnya.


Menatap lagi suaminya dengan senyuman Devina memeluk Ziko erat lalu mendekatkan wajahnya ke leher sang suami. Perlahan Devina menciumnya terus hingga ke rahang yang membuat Ziko menggeram pelan.


"Devina stop besok kita mau pulang." Kata Ziko serak

__ADS_1


"Enggak papaa." Kata Devina tanpa mau menghentikan kegiatannya


"Vinn"


Devina tertawa lalu menjauhkan wajahnya dan menatap Ziko yang sekarang wajahnya memerah.


"Sayang Ziko"


Mencium bibirnya hingga berkali-kali Devina membuat Ziko langsung menarik dirinya mendekat dan enggan melepaskan ciuman yang Devina berikan untuknya.


Begitu merasa puas dan menjauhkan wajahnya Ziko melepaskan baju yang dia pakai lalu mendekap tubuh Devina ke pelukannya.


Bukannya takut Devina malah mendorong tubuh Ziko ke atas ranjang dan mencium lehernya lagi ah tidak, tapi meninggalkan kecupan di dekat bahu tegapnya.


Ziko mengerang pelan dia menahan tubuh Devina lalu dengan cepat membalik keadaan dan membuat Devina kini berada di bawahnya.


"Vin bisa gila aku lama-lama." Kata Ziko


Nafas Ziko memburu tatapannya berbeda dan suaranya sedikit serak.


"Kamu yang ngundang ya? Aku udah mau tidur padahal." Kata Ziko lagi


Di luar dugaan Devina hanya menganggukkan kepalanya dan mengusap pipi Ziko dengan tangannya yang lembut.


Saat Ziko mulai menyerangnya Devina hanya bisa melenguh pelan dan memberikan akses untuk suaminya melakukan hal lebih.


Tidak peduli jika mungkin ada yang mendengar suaranya malam ini karena Devina sudah sangat tidak tahan.


Entah kenapa Devina begitu ingin menghabiskan malam yang panjang bersama sang suami meskipun tau kalau besok mereka harus pulang.


Tapi, dia mau menghabiskan malam yang panjang bersama dengan Ziko.


"Aku gak mudah buat berhenti bilang kalau aku harus pelan dan pelan-pelan suaranya supaya gak ada yang dengar ini bukan kamar kita yang kedap suara sayang." Kata Ziko


Devina mengangguk dan memeluk tubuh Ziko agar pria itu semakin mendekat.


"Jangan berhenti Vina kangen main sama Ziko"


Astaga ingatkan Devina untuk menghindari Ziko ketika dia sudah sadar besoknya.


Bisa habis nanti sang suami meledeknya.


°°°°

__ADS_1


Sudah lama tidak ada ekhem ekhem yaa semuanya🤣🤣🤣


Masih ada kok tenang aja hehe


__ADS_2