
Sejak selesai sarapan Devina terus menatap tubuhnya di cermin dengan senyuman ketika melihat tubuhnya yang semakin hari semakin berisi bahkan pipinya semakin tembam setiap harinya dan Devina suka karena Ziko juga suka. Mengusap sayang perutnya Devina merasa senang bisa merasakan apa yang dulu pernah Mommy nya rasakan ketika sedang mengandung dia dan Devano bahkan mungkin dulu ketika hamil dia juga Devano Mommy nya mengalami hal yang lebih sulit.
Saat bertemu Mommy nya selalu meminta Devina untuk menjaga kesehatan ah iya Mommy nya juga pernah bercerita tentang keguguran yang pernah dia alami membuat Devina, jadi sering takut sendiri. Sekarang dia mengerti kenapa Ziko begitu marah ketika Devina ingin makan udang dan mulai saat ini Devina janji tidak akan nakal lagi, dia akan jadi penurut.
"Sayang"
Ziko memanggil istrinya dengan sayang dia berjalan mendekat lalu memeluknya dari belakang membuat Devina tersenyum senang apalagi ketika Ziko melingkarkan tangannya di perut.
"Kamu ngapain hm?" Tanya Ziko sambil mencium singkat pipinya
"Vina lagi lihat kaca emm sekarang Vina tambah gendut, jadi lucu." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya
"Vina memang lucu banget." Kata Ziko
Devina tersenyum, tapi setelahnya dia dibuat berseru kuat karena Ziko menggigit lagi pipinya.
"Ishhh sakittttt"
Sudah satu minggu belakangan ini Ziko sering sekali menggigit pipinya katanya karena dia gemas, tapi sakit tau.
"Gemess"
Ziko tertawa dia menggigit lagi pipi Devina membuat istrinya itu memasang wajah cemberutnya.
"Vina mau kemana hari ini?" Tanya Ziko
"Emm Ziko enggak ikut Papa?" Kata Devina sambil menoleh dan menatap suaminya
"Papa bilang enggak perlu karena hari ini gak terlalu sibuk, jadi aku bisa habisin waktu sama Ibu hamil yang gemesin ini."Kata Ziko
Devina melepaskan pelukan suaminya lalu membalik tubuhnya dan menghadap Ziko dia tersenyum lebar.
"Vina mau ke kedai ice cream makan ice cream yang banyakk habis itu ke rumah Mona." Kata Devina
"Em boleh." Kata Ziko sambil mencubit gemas pipi istrinya
"Sekarang?"
"Nanti sayang kan baru aja selesai sarapan." Kata Ziko
Devina mengangguk faham lalu memeluk suaminya lagi dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Ziko membuat suaminya itu tersenyum.
"Sini gendong dulu." Kata Ziko
Ziko mengangkat tubuh Devina lalu mengajaknya untuk duduk di sofa dengan Devina yang tetap berada di pangkuannya.
"Vina boleh minta apapun sama Ziko, tapi enggak kalau itu udang atau makanan pedas." Kata Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Vina baru mau ice cream belum mau yang lain." Kata Devina
"Vina kenapa selucu ini?" Tanya Ziko
Devina kembali menggelengkan kepalanya pelan.
"Vina enggak lucu." Kata Devina
"Lucu bangett kayak boneka rasanya mau aku gigit." Kata Ziko sambil tertawa
"Ziko sering gigit Vina apalagi pipinya dari kemarin gigitin pipi terus." Kata Devina
"Habisnya gemesin." Kata Ziko dengan senyuman
"Vina suka kalau Ziko seneng." Kata Devina
"Sayang sama aku?" Tanya Ziko
Devina mengangguk dengan semangat dia memainkan jari telunjuknya di pipi juga hidung suaminya.
__ADS_1
"Ziko suaminya Vina punya Vina selamanya." Kata Devina
Ziko tertawa pelan lalu mencium bibir Devina lama membuat istrinya itu tersenyum senang.
"Vina juga punya Ziko." Kata Ziko
Devina tersenyum hingga matanya menyipit.
"Ziko udah tau belum kalau Cessa sama Alex sebentar lagi mau menikah?" Tanya Devina yang sampai sekarang masih duduk di pangkuannya
"Hm kamu tau dari mana?" Tanya Ziko dengan raut wajah terkejut
"Waktu main ke rumah Cessa di sana mereka lagi pilih undangan terus udah beli cincin, tapi Cessa gak boleh Vina kasih tau yang lain." Kata Devina
"Terus kenapa kasih tau aku?" Tanya Ziko
"Emm karena Ziko enggak bakal bilang ke siapapun." Kata Devina
Ziko tersenyum lantas mencubit gemas pipi istrinya.
"Aku udah mikirin nama untuk baby kita." Kata Ziko
"Siapaa? Nama cewek atau cowok?" Tanya Devina dengan antusias
"Hm dua-duanya." Kata Ziko
"Apa namanya?" Tanya Devina
"Namanya rahasia." Kekeh Ziko
Wajah Devina berubah cemberut karena sang suami tidak mau memberitahu dirinya.
"Vina mau baby nya cowok." Kata Devina
"Aku mau baby nya cewek." Kata Ziko
"Enggak cewek sama cewek." Kata Ziko
"Ishh enggak mauu nanti kalau cewek semua Ziko pusing lohh ada tiga cewek yang bakal gangguin Ziko setiap hariii yang manjaa yang nakal yang....."
Ziko tertawa lalu menghentikan semua ucapan istrinya dengan mencium bibirnya lama dan ketika Devina diam barulah Ziko menjauhkan wajahnya.
Pipi Devina seketika merona lalu dengan malu dia memeluk suaminya dan bersandar di dada bidangnya.
Bukankah malah menyenangkan?
Ziko bahkan tidak bisa membayangkan akan punya dua orang putri yang sama menggemaskannya seperti Devina.
°°°°
Wajah Devina berubah antusias begitu dia ke rumah Mona dan menemukan ada Gio di sana membuat wanita itu kini menatap keduanya dengan nakal. Melihat hal itu Mona hanya bisa menghela nafasnya pelan, dia tau apa yang ada di pikiran teman baiknya itu, tapi biarkan saja lah Mona harus mengalah.
Mona meminta keduanya untuk masuk ke dalam rumah dan begitu keduanya duduk dengan Gio di ruang tengah dia pergi ke dapur untuk mengambilkan minum. Di ruang tengah sendiri Devina menatap Gio dengan penuh selidik membuat pria itu hanya bisa memaklumi ibu hamil di hadapannya.
"Gio lagi ngapainnn?" Tanya Devina
"Main aja." Kata Gio santai
"Ihh main apaa hayoo?" Tanya Devina lagi
"Ko bini lo." Kata Gio membuat Ziko tertawa pelan
"Main aneh-aneh yaa?" Tebak Devina
"Ya ampun Vina enggak lah." Kata Gio sewot sendiri
"Ya teruss main apa?" Tanya Devina
"Ya gak papa gue mau ketemu Mona aja." Kata Gio
__ADS_1
Belum sempat Devina menanggapi Mona datang membawa minuman juga beberapa camilan yang ada di belakang.
"Nih Ibu hamil." Kata Mona
"Makasih Monaaa." Kata Devina senang
Mona mengangguk singkat lalu menatap Devina yang kini tersenyum padanya.
"Ngapa dah?" Kata Mona bingung
"Mona sama Gio ngapainn? Kalian udah pacaran kann?" Tebak Devina
"Astaga ini anak satu gak percaya terus dah dbilang kagak." Kata Mona pasrah
"Tapii berduaan." Kata Devina lagi
"Iya udah lah terserah lo Vin." Kata Mona lagi
"Mona sama Gio cocok tau." Kata Devina sambil menatap Mona yang duduk di samping Gio
"Iya Vin iya." Kata Gio
Ziko tertawa dia merangkul Devina dan mengusap punggungnya dengan sayang.
"Aduh Ibu hamil nih apa-apa harus di iyain kalau enggak bisa ngambek." Kata Ziko
"Mana bisa lihat Vina ngambek." Kata Mona
Memang benar Mona sendiri tidak bisa melihat Devina merajuk apalagi kalau ngambek sama dia karena selama ini kalau ada apapun Mona selalu datang pada Devina dan temannya itu selalu ada.
Pernah sekali ketika malam sekitar jam sebelas Mona mengalami pecah ban dan karena sudah malam dia langsung menelpon Devina lalu temannya itu datang bersama dengan supir juga Daffa yang mengantar Mona pulang dan membiarkan motor Mona dibawa oleh supir mereka untuk dibawa ke bengkel dekat sana.
Jadi, Mona tidak pernah bisa melihat Devina marah atau ngambek dengannya.
"Mona cobaa peluk Gio." Kata Devina
"Astagaa"
Mona dan Gio mengatakan itu bersamaan dan Devina hanya tersenyum.
"Ayooo"
"Ogah ah." Kata Mona
Wajah Devina langsung berubah cemberut.
"Monaaa sekali ajaaaa." Rengek Devina
"Vin jangan ah." Kata Ziko
Devina semakin cemberut membuat Mona tidak tega juga.
"Yaudah yaudah sebentar aja ya?" Kata Mona membuat Gio melotot
Devina mengangguk dengan semangat dan Mona benar-benar memeluk pria di sampingnya membuat Gio mendadak salah tingkah dengan jantung berdegup kencang.
"Udah ya?" Kata Mona
Devina kembali mengangguk membuat Mona menjauhkan tubuhnya.
"Gila lo Mon kalau gue baper tanggung jawab lo yaa?!"
Gio heboh sendiri membuat Devina tertawa senang.
Astaga dasar Devina jahil!
°°°°
Bumil jangan jahil gitu dong kasian Gio nanti dia baper sama Mona🤣
__ADS_1