Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Beranjak Besar


__ADS_3

Si kembar kini sudah memasuki usia tiga tahun mereka sudah mulai pandai bicara membuat Devina gemas sendiri kalau mendengar mereka bicara. Si jahil Arthan masih sering mengganggu kembarannya anak itu hingga sekarang selalu mengganggu Ardhan, tapi yang selalu membuat rakai rumah itu Arthan karena dia sangat berisik.


Setiap hari Devina harus semakin ekstra menjaga si kembar terutama Arthan yang suka sekali lari-lari apalagi pernah anak itu hampir terjatuh ke dalam kolam ikan yang ada di depan kalau saja Zidan tidak melihat. Anak itu sama sekali tidak mau duduk diam dia terus saja berjalan dan bermain bukan hanya hampir jatuh ke dalam kolam ikan saja, tapi Arthan juga pernah terjedut meja karena masuk masuk ke dalam kolong meja makan.


Sedangkan Ardhan dia suka bermain juga, tapi Ardhan lebih pendiam dia tak pernah marah kalau Arthan hanya mengambil mainannya, tapi dia marah dan menangis kalau kembarannya itu sudah menabrak nabrak tubuhnya.


Seperti sekarang Devina pusing sekali melihat Arthan belum lagi dia hanya sendirian di rumah karena yang lain sedang keluar kalau Ziko lagi beli susu untuk si kembar karena mereka memang masih minum susu sampai sekarang.


"Tablak tablak Aldhan"


Arthan berlari lalu menabrak tubuh Ardhan hingga keduanya jatuh ke karpet tebal dan hal itu membuat Ardhan merengek pelan.


"Arthan ya ampun." Kata Devina


Arthan bangun lagi dia tertawa senang.


"Tablak amiii"


Arthan berlari lalu menabrak tubuh Devina dan tertawa membuat Devina menghela nafasnya pelan.


"Sini duduk aja sama Ardhan mainan." Kata Devina


"Gakk"


Arthan menggelengkan kepalanya dia bangun dan berlari lagi lalu berbalik sambil berlari menghampiri Ardhan yang sudah anteng dengan mainannya.


"Tablak Aldhan." Katanya lagi


"Arthan jangan." Kata Devina yang langsung menahan tubuh Arthan dan memeluknya


"Gak gakk Amiii ishh tablak Aldhan tablakk." Kata Arthan sambil memberontak dalam pelukan Devina


"Jangan sayang Ardhan lagi main Arthan jangan aduhhh Arthan." Kata Devina ketika Arthan menggigitnya dan berhasil lepas


"Tablak Aldhan agi." Kata Arthan


Sekali lagi Arthan menabrak tubuh Ardhan hingga keduanya jatuh dan dia tertawa senang lalu bangun lagi.


"Altan nakalll." Kata Ardhan sambil melemparnya dengan Lego


"Celang Aldhan." Kata Arthan ikut ikutan melempar Ardhan dengan Lego


"Amiiiii"


Ardhan merengek ketika Arthan melempar Lego ke arahnya.


"Celang celang"


Maksud Arthan itu serang dia melempar Ardhan dengan Lego dan Devina harus memintanya untuk berhenti, dia menahan tangan Arthan membuat anak itu menatapnya.


"Celang Amii." Katanya sambil melempar Devina juga


Menghela nafasnya pelan Devina menggigit pipi Arthan karena gemas membuat anak itu merengek lalu mengusap pipinya.


"Kabul kabull Amii nakal." Kata Arthan sambil berlari menjauh


"Ya ampun Arthan enggak bisa diam banget... Sini Ardhan mainan lagi." Kata Devina


Ardhan menatap Devina dengan lucu lalu mengangguk dan bermain dia menyatukan Lego miliknya yang ada banyak.


Devina mengalihkan pandangannya mencari keberadaan Arthan yang sekarang sudah menghilang entah kemana.


"Arthan jangan jauh-jauh mainnya sini sayang." Kata Devina

__ADS_1


Arthan tak menjawab membuat Devina bangun dan bergegas mencari anak itu yang hilangnya entah kemana.


"Arthan"


Tak ada sautan ketika melihat pintu depan yang terbuka Devina berlari dan benar saja anaknya itu sudah sampai depan saja untung gerbang di tutup.


"Arthann"


Arthan menoleh dia melihat Devina dan berlari lagi membuat Devina menghela nafasnya pelan.


"Arthan jatuh jangan lari." Kata Devina


"Kabul kabulll"


Arthan berlari masuk ke dalam dan Devina menyusul lagi hingga anak itu kembali ke ruang tengah, dia berlari memutari Ardhan yang asik bermain.


"Arthan jangan muter-muter gitu nanti pusing." Kata Devina


Arthan tetap melakukannya hingga Devina lelah sendiri, tapi setelahnya Arthan berhenti dia diam lalu berbaring di atas karpet tebal.


"Pusing kan?" Kata Devina pada Arthan


Arthan hanya mengangguk lalu Devina melihat Ardhan yang masih asik bermain membuat dia tersenyum.


"Ami pegang." Kata Ardhan sambil memberikan mobilan miliknya


Devina menurut saja dia memegang mobil mainan Ardhan sambil melirik Arthan yang kini berguling di atas karpet.


Ampun deh anak itu pecicilan banget pusing Devina.


Tak lama suara Ziko terdengar pria itu masuk ke dalam dengan membawa beberapa kantung belanjaan dan si kembar yang mendengar suaranya langsung bangun. Begitu melihat Ziko mereka berseru senang membuat Ziko tertawa dan berjalan mendekat.


Saat Ziko duduk keduanya langsung memeluk Ziko dengan erat membuat Ziko tertawa dan mencium keduanya bergantian.


"Hayo siapa mau ice cream?" Tanya Ziko


Arthan dengan semangat menunjuk tangannya begitu juga dengan Ardhan.


Tersenyum manis Ziko mengeluarkan ice cream yang dia beli lalu memberikan satu satu untuk kedua anaknya.


"Vina enggak di beliin?" Tanya Devina dengan wajah cemberut


Melihat itu Ziko tertawa lalu memberikan satu ice cream juga untuk istrinya membuat Devina tersenyum senang.


"Beliin dong sayang masa lupa sama sayangnya Ziko." Kata Ziko


"Makasih Papi Ziko." Kata Devina


Ziko tersenyum dan mengangguk lalu membukakan ice cream kedua anaknya juga memberikan sendok untuk memudahkan keduanya makan.


"Ziko mau?" Tanya Devina


"Suapin dong." Kata Ziko


Devina tersenyum dan menyuapi Ziko ice cream miliknya lalu dia mencium juga sekilas bibir suaminya.


"Eh nakalnya." Kekeh Ziko


"Hehe"


Devina hanya tertawa pelan dan memakan ice creamnya dia juga melirik Ardhan yang sekarang menghampiri Ziko lalu duduk di pangkuannya.


Ziko tersenyum dia mengusap kepala Ardhan dengan sayang, anak itu sangat pendiam.

__ADS_1


"Tadi Arthan lari udah sampe depan untung gerbangnya di tutup." Kata Devina


Ziko menggelengkan kepalanya pelan dia menatap Arthan yang sekarang membongkar semua barang belanjaan Ziko tadi.


"Cucuuu"


Arthan mengangkat kotak susunya dan tersenyum lucu.


"Iya susu Arthan sama Ardhan." Kata Ziko


Arthan melemparnya membuat Devina dan Ziko benar-benar hanya bisa menghela nafasnya pelan.


"Ami dahhh"


Arthan bangun dia memberikan ice creamnya yang masih setengah pada Devina.


"Eh udah?" Kata Devina


"Dahh enggak mau agi." Kata Arthan


Devina tersenyum dan mengambil ice cream itu lalu meletakkannya di meja.


Kini Arthan mencari lagi sesuatu yang harus dia lakukan anak itu kalau belum lelah memang tidak akan mau diam.


Haduh Devina kadang pusing sendiri melihatnya.


°°°°


Ziko tersenyum melihat Devina yang sudah tidur lebih dulu dengan posisi tengkurap pasti istrinya itu lelah sekali setelah satu hari penuh menjaga si kembar. Baru saja Arthan dan Ardhan tertidur makanya Devina bisa istirahat dia dapat melihat raut wajah lelah di sana.


Jelas saja Devina lelah si kembar terutama Arthan sangat aktif belum lagi kalau sudah waktu makan dan mau di suapin mereka maunya makan sambil mainan kadang Arthan sambil jalan-jalan. Dengan hati-hati Ziko naik ke atas ranjang dia mengusap pipi Devina membuat istrinya itu bergumam pelan.


Devina masih terlihat berisi sampai sekarang dan Ziko senang karena berat badan Devina tidak berkurang meskipun dia lelah menjaga anak-anak.


"Ehmm"


Mata Devina membuka perlahan begitu Ziko mengusap pipinya dan hal itu membuat Ziko jadi merasa bersalah.


"Eh bangun, maaf ya?" Kata Ziko


Devina mengangguk singkat dia meminta Ziko untuk berbaring di sampingnya dan begitu sang suami ada di sampingnya Devina langsung mendekat untuk memeluknya.


"Capek ya sayang?" Tanya Ziko


"Ngantuk"


Devina menjawab dengan suara pelan, dia memang sangat mengantuk.


"Sini tidur aku temenin sampe bobok." Kata Ziko


Devina mengangguk dia mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya.


Ziko sendiri mengusap kepalanya sesekali juga mencium puncak kepalanya dengan sayang dan Devina tak butuh waktu lama untuk terlelap karena dia sudah cukup mengantuk.


Kalau anak-anak tidur itu juga kesempatan untuk Devina beristirahat.


Ziko terkadang kasihan dan ingin mencari pengasuh, tapi Devina selalu menolak dia juga tidak mau memaksa lagi pula anaknya sangat rewel kalau dengan orang lain.


"Sayangnya Ziko kecapean"


Ziko mencium puncak kepala Devina dengan sayang dan ikut memejamkan matanya.


Menjaga si kembar memang cukup melelahkan apalagi kalau Arthan sedang sangat.

__ADS_1


°°°°


Huh Arthannn pecicilan banget😩


__ADS_2