
Tidak terlalu sulit untuk membuat Devina bahagia karena hanya dengan duduk berdampingan bersama sang suami sambil menonton TV dan bersandar di bahunya saja sudah membuat dia bahagia. Setelah menikmati sarapan bersama dengan yang lainnya Devina dengan Ziko pergi ke ruang tengah lalu menonton TV sambil memakan camilan yang sebelumnya sudah Devina ambil dari dapur.
Hari ini keduanya berniat untuk kembali pergi jalan-jalan, tapi entah kenapa Devina malas sekali keluar rumah karena cuaca yang sangat panas padahal masih pukul sepuluh. Akhirnya Devina memutuskan untuk mengajak Ziko menonton TV dulu dan memikirkan masalah jalan-jalan nanti saja.
Selain itu di rumah bersama dengan Ziko saja sudah membuatnya senang seperti sekarang Devina tertawa kecil karena adegan lucu di sebuah film masih dengan kepala yang bersandar manja di bahu suaminya.
"Vina gak mau ke mana-mana ah Ziko di rumah aja." Kata Devina
"Gak jadi ke pantai?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya lalu menatap Ziko dengan senyuman.
"Nanti siang kita ke kedai ice cream aja, tapi enggak jadi ke pantai Vina malas mau di rumah aja." Kata Devina
"Oke"
Devina tersenyum ketika sang suami mengusap kepalanya dengan penuh kelembutan.
"Devina Ziko"
Panggilan itu membuat keduanya menoleh lalu menatap orang tua Ziko yang terlihat sudah rapih dan dengan senyuman keduanya berjalan mendekat.
"Sayang Mama sama Papa mau ke rumah Tante Nadya dulu ya?" Kata Nazwa
"Iya Ma"
"Kalian mau pergi atau tidak?" Tanya Nazwa
"Em nanti mau Ma cuman sebentar ke kedai ice cream aja." Kata Devina
"Yaudah kalau gitu Mama sama Papa pergi dulu ya?" Kata Nazwa
Keduanya mengangguk lalu ketika Nazwa dan Zidan sudah pergi keduanya kembali duduk di sofa, tapi kali ini pandangan Devina tidak ke layar tv melainkan wajah sang suami. Senyuman manisnya mengembang dengan sempurna membuat Ziko ikut tersenyum, tapi juga bingung karena Devina terus menatapnya.
Mengusap pelan pipinya Ziko bertanya pada Devina, kenapa istrinya itu terus menatap matanya?
"Kenapa hm?" Kata Ziko
Devina mendekat, tapi masih belum bicara apapun.
"Ada apa sayang?" Tanya Ziko
"Ziko"
"Hmm"
"Bentar lagi Mommy ulang tahun." Kata Devina
"Mommy? Benarkah? Kapan sayang?" Tanya Ziko
"Minggu depan Em Vina baru ingat Ziko kata Daddy dia mau kasih Mommy kejutan di villa yang ada di Bandung nanti ada Kak Ara, Vano sama Adara juga." Kata Devina
Ziko mengangguk singkat sambil menatap Devina yang kini tersenyum.
"Kita ke sana juga ya? Ziko enggak ada acara untuk minggu depan kan?" Kata Devina
"Enggak ada sayang." Kata Ziko
"Berarti kita bisa ikut ke villa kan?" Kata Devina dengan penuh semangat
"Bisa"
"Nanti kita cari kado buat Mommy ya?" Kata Devina
"Iya sayang, mau kapan?" Kata Ziko sambil tersenyum dan memainkan rambut panjang Devina
"Em nanti habis pulang dari kedai ice cream kita cari kado, menurut Ziko kado apa yang bagus?" Tanya Devina
"Mommy suka apa?" Tanya Ziko
"Mommy suka sama Daddy." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya
__ADS_1
"Bukan itu maksudnya sayang, barang apa yang Mommy suka?" Tanya Ziko
"Biasanya kalau Vina temani Mommy ke mall atau kalau cari kado sama Kak Ara pasti belikan tas atau kalung." Kata Devina
"Yaudah beli itu aja." Kata Ziko
"Beli tas aja." Kata Devina
"Kalung?"
"Mommy jarang ganti-ganti kalung dia seringnya pakai kalung yang di kasih Oma." Kata Devina membuat Ziko mengangguk faham
"Yaudah habis makan siang kita pergi." Kata Ziko
"Zikoo"
"Iya sayang"
"Vina mau beli sesuatu untuk Ziko." Kata Devina
"Untuk aku?"
Devina menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.
"Ziko mau apa?" Tanya Devina
"Mau kamu"
"Ishh bukan itu maksudnya." Rengek Devina
"Apa aja yang kamu kasih." Kata Ziko
"Em kalau gitu Ziko tunggu disini sebentar." Kata Devina
Mengangguk singkat Ziko menatap Devina yang berlari kecil menaiki tangga dengan senyuman yang menghiasi wajahnya, lucu sekali istrinya itu kalau sedang lari. Tak butuh waktu lama Devina sudah kembali dengan tangan yang dia letakkan ke belakang membuat Ziko menatapnya dengan alis bertaut.
Duduk di samping suaminya Devina menatap pria itu dengan senyuman lebar yang membuat matanya menyipit.
Menatap dua tangan Devina yang terkepal Ziko terlihat bingung, tapi pada akhirnya tetap memberikan pilihan dan menunjuk tangan kanan Devina. Terdiam untuk sejenak Devina membuka kepalan tangannya dan Ziko hanya dapat melihat koin yang ada di sana.
"Mana hadiahnya?" Tanya Ziko
"Em hadiahnya ini." Kata Devina sambil mendekat dan mencium singkat pipi suaminya
"Kenapa cium?" Tanya Ziko sambil tersenyum
"Kalau Ziko pilih ini Vina cium pipinya, tapi kalau pilih yang ini Vina peluk sama cium." Kata Devina sambil membuka kepalan tangannya yang lain
Ziko tertawa lalu mengacak gemas rambut istrinya yang malah membuat Devina tersenyum.
"Ulang, biar aku pilih yang ini jadi kamu peluk sama cium." Kata Ziko
"Enggak udah selesai." Kata Devina
"Kalau gitu gantian sekarang kamu yang pilih." Kata Ziko
"Enggak mauu Ziko suka licik." Kata Devina
"Licik?"
"Heem Ziko pasti hadiahnya nanti macam-macam Vina enggak mau." Kata Devina
Ziko tertawa mendengarnya dan Devina asik menatapnya lalu mendekat dan memeluknya dari samping membuat tawa Ziko terhenti seketika.
"Ziko"
"Hm"
"Vina sayang banget sama Ziko." Kata Devina
"Aku juga Vin." Kata Ziko sambil mengusap kepalanya
__ADS_1
"Vina harap kita bisa seperti Mommy sama Daddy atau Mama sama Papa nya Ziko yang sama-sama terus sampai sekarang." Kata Devina
Ziko hanya menanggapinya dengan senyuman dan tidak berhenti mengusap kepala istrinya lalu memberikan ciuman singkat di puncak kepalanya.
Dia juga berharap hal yang sama.
°°°°
Bukan kedai ice cream, tapi tujuan pertama Devina bersama sang suami setelah makan siang bersama adalah mencari kado untuk Fahisa dan sekarang keduanya sudah memasuki area mall. Sebenarnya Devina bukan hanya ingin membelikan tas saja, tapi dia ingin mencetak beberapa foto dan membuat sesuatu yang sama seperti yang pernah dia berikan untuk Daddy nya.
Devina mengajak Ziko memasuki salah satu toko yang memang biasa Devina bersama Sahara kunjungi dulu. Begitu masuk ke dalam keduanya disuguhi begitu banyak tas yang membuat Devina tersenyum senang.
Meskipun jarang keluar rumah Mommy nya sering membeli tas katanya dia suka makanya Devina bersama Sahara atau Devano selalu memberikan hadiah yang sama kalau Mommy nya ulang tahun. Berbeda jika Daffa yang ulang tahun mereka akan sangat bingung membelikan kado untuk Daddy nya.
Bayangkan saja apa yang mau di berikan untuk Daffa, jika dia saja sudah punya semuanya?
"Mommy suka warna pink." Kata Devina
"Tas yang ukurannya kecil?" Kata Ziko
"Heem Mommy suka tas yang ukurannya kecil." Kata Devina
Ziko mengangguk faham lalu mengikuti Devina mencari tas yang dia suka dan sesekali memberikan pendapat jika Devina bertanya.
"Bagus banget"
Devina tersenyum menatap tas berwarna pink yang terlihat begitu indah dimatanya.
"Vina mau beli ini aja untuk Mommy." Kata Devina
"Kamu gak mau?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat sebagai jawaban.
"Tas Vina udah banyak." Kata Devina
Setelah memastikan tidak ada lagi yang mau Devina beli keduanya pergi ke kasir untuk membayar dan setelahnya keluar dari toko sambil membawa tas yang mereka beli.
"Mau kemana lagi?" Tanya Ziko
"Em gak tau." Kata Devina
Ziko tersenyum lalu menggenggam tangan Devina dengan sayang.
"Eh Vina mau beli sesuatu untuk Ziko." Kata Devina
"Mau beli apa?" Tanya Ziko
"Ziko mau apa?" Tanya Devina sambil mendongak dan menatap suaminya
"Mau kamu"
"Ihh serius." Kata Devina kesal
"Jam?"
"Oke ayo Vina mau beliin jam untuk Ziko." Kata Devina
Ziko hanya mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Devina, tapi senyumnya mengembang begitu dia melihat sesuatu dan dengan senyuman jahil dia menghentikan langkahnya.
"Vina gak mau beli sesuatu di sana?"
Devina mengikuti arah pandang Ziko lalu melotot dan memukul lengan suaminya karena kesal membuat Ziko tertawa senang.
"Nyebelin!"
Iya, Ziko menunjuk toko pakaian dalam tadi membuat Devina jadi merasa sangat kesal dan malu disaat yang bersamaan.
Dasar suami menyebalkan!
°°°°
__ADS_1
Update duluuuu🥰