
Bulan kedua, usia kandungan Devina sudah masuk bulan kedua dan hari ini Devina akan pergi ke dokter bersama dengan suaminya untuk pemeriksaan rutin. Terlihat sekali Devina begitu antusias bahkan sepanjang perjalanan dia terus mengusap perutnya dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
Padahal baru dia bulan, tapi Devina begitu antusias ingin melihat perkembangan janinnya di dalam sana, melihat anak-anaknya yang masih tumbuh di sana. Selama mengandung Devina tak banyak merasakan mual, tapi sekali merasakannya perutnya akan terasa sangat sakit hingga dia menangis dan menolak untuk makan karena takut muntah lagi.
Rasanya Devina tidak sabar ingin melihat kedua anaknya.
"Ziko habis dari sana Vina mau ke kedai ice cream ya?" Kata Devina
Ziko menoleh sebentar lalu mengangguk singkat sebagai jawaban membuat senyum Devina semakin mengembang.
Begitu sampai di area rumah sakit keduanya langsung turun Ziko dengan sayang merangkul pinggang Devina dan bersama masuk ke dalam. Mereka sudah membuat janji sebelumnya, jadi Ziko tak perlu menunggu lagi dan langsung masuk ke dalam ruangan Dokter Vina.
Begitu masuk wanita dengan balutan jas putih itu tersenyum, dia sangat suka dengan pasangan ini sangat romantis rasanya baru pertama kali dia mendapat pasien yang begitu menggemaskan seperti Devina.
"Selamat siang"
"Selamat siang Dokter." Sapa Devina dengan senyuman lebar di wajahnya
"Baiklah kemari, berbaringlah disini." Kata Dokter Vina
Devina tersenyum dan mematuhi perkataan itu dia berbaring di atas ranjang sambil menatap suaminya.
"Apa ada keluhan?" Tanya Dokter Vina
"Enggak ada." Kata Devina
"Bagaimana dengan mual?" Tanya Dokter Vina lagi
"Dia jarang mual Dok tapi sekali mual bisa lumayan lama sampai akhirnya gak mau makan dan jadi lemas banget." Kata Ziko
"Vitaminnya?"
"Vina minum teruss sama susu juga Vina minum kalau malam." Kata Devina dengan senyuman
Dokter Vina mengangguk singkat lalu dia menyingkap sedikit kemeja yang Devina kenakan dan menempelkan benda yang membuat Devina merasa sedikit terkejut karena rasa dingin yang mendadak menyentuh kulitnya.
"Vina enggak pernah nakal baby nya Vina gimana?" Tanya Devina
Devina ikut menatap ke arah layar yang ada di sampingnya begitu juga dengan Ziko, keduanya terlihat sangat bersemangat.
"Mereka sangat baik." Kata Dokter Vina
Senyum Devina mengembang dengan sempurna.
"Tidak ada masalah janinnya sangat sehat, jadi Devina tetap jaga kesehatan dan pola makannya ya?" Kata Dokter Vina
Devina mengangguk patuh.
"Masalah mual itu hal yang biasa yang penting tidak terlalu parah, kalau ada keluhan langsung hubungi saya ya?" Kata Dokter Vina
Devina kembali mengangguk lalu mengusap perutnya dengan sayang dan bangun ketika sudah selesai. Turun dari atas ranjang Devina duduk bersama dengan Ziko dan melihat Dokter Vina yang sedang menulis sesuatu.
"Dokter"
Devina memanggil lagi Dokter Vina sambil tersenyum.
"Makasih ya Vina senang bisa lihat baby nya." Kata Devina
Dokter Vina tersenyum dan mengangguk singkat, lihat kan?
__ADS_1
Baru Devina yang seperti itu dan hal itu manis sekali pasti suaminya sangat mencintai Devina.
"Vina jangan lakukan pekerjaan berat ya?" Kata Dokter Vina
Devina mengangguk lagi lalu Ziko menggenggam tangannya karena pemeriksaan sudah selesai.
"Terima kasih Dokter bulan depan Vina ke sini lagi." Kata Devina
Devina melambaikan tangannya dan bersama Ziko keluar dari ruangan ah nanti Ziko hanya tinggal menebus vitamin untuk Devina di apotik.
"Baby nya sehat." Kata Devina pada suaminya
"Mami nya jagain baby dengan baik." Kata Ziko membuat Devina senang mendengarnya
Mereka berjalan menuju parkiran Devina langsung masuk ke dalam mobil dan memakai sabuk pengamannya.
Di dalam mobil Devina mengambil coklat yang belum sempat dia makan dan memakannya.
"Vina lapar?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Vina mau makan coklat." Kata Devina
Ziko tertawa pelan lalu melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.
"Vina jadi mau makan ice cream gak?" Tanya Ziko
"Em enggakk Vina mau ke rumah Kak Ara." Kata Devina sambil tersenyum
"Telpon dulu dong sayang." Kata Ziko
Devina mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Kakaknya. Cukup lama menunggu akhirnya panggilan itu di angkat, tapi Devina malah mendengar suara anak kecil.
'Haloo Mami lagi macakk'
"Halo Anaa"
'Ante Vinaaa"
Alana berseru kencang membuat Devina tersenyum.
"Tante Vina mau ngomong sama Mami." Kata Devina
'Em cebental'
Devina mendengar suara ribut dan tak lama suara Kakaknya terdengar.
'Iya Vina kenapa?'
"Kakakk ada di rumah enggak? Vina mau main." Kata Devina
'Vina mau ke rumah? Ada sayang Kakak gak kemana-mana'
"Yee Vina ke sana ya?" Kata Devina senang
'Iyaa'
"Dadah Kakak." Kata Devina
__ADS_1
Devina mematikan panggilannya lalu menatap Ziko dengan senyuman.
"Udah bilang Kak Ara." Kata Devina
"Oke kita ke sana, mau ke super market gak? Beli makanan dulu untuk Ana sama Angga." Kata Ziko
"Em bolehh"
Ziko mengangguk singkat dan kembali fokus pada jalanan di hadapannya sedangkan Devina asik memakan coklatnya.
Sepertinya menyenangkan menghabiskan waktu dengan anak-anak Sahara yang lucu.
°°°°
"Ante Vinaaa"
Alana berlari kecil menghampiri Devina dan melompat ke dalam pelukannya membuat Devina tertawa lalu menghujami anak itu dengan ciuman. Cukup lama hingga Sahara meminta mereka untuk masuk membuat Devina melepaskan pelukan Alana dan masuk ke dalam rumah.
Mereka masuk dan duduk di ruang tamu lalu Ziko memberikan makanan yang dia beli membuat Airlangga juga Alana berseru senang. Kedua anak itu mengambilnya dan berebut makanan yang ada di dalam sana membuat Ziko tertawa melihatnya.
"Eskimm Anaaaa"
Alana berseru senang dan langsung mengambil ice cream yang ada di sana.
"Mami Ana makan ya?" Kata Alana
Sahara hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
"Ayo minum dulu." Kata Sahara
Devina dan Ziko mengangguk singkat.
"Vina habis periksa baby." Kata Devina
"Wah bagaimana? Keadaannya bagaimana?" Tanya Sahara dengan antusias
"Keadaannya baik Kak janinnya sehat." Kata Ziko
"Em ya ampun sebentar lagi adik Kakak punya baby." Kata Sahara sambil mencubit pipi Devina dengan gemas
Baru saja Devina ingin bicara hingga suara tangisan terdengar membuat Sahara bergegas ke ruang tengah untuk melihat Aluna. Tak lama Sahara kembali dengan Aluna di dekapannya dan duduk lagi di samping adiknya.
"Lunaaa"
Ziko ikut melihat Aluna yang berhenti menangis karena sedang meminum susu dengan dot nya.
"Gemes banget." Kata Ziko
Devina juga tersenyum dia mengusap pelan pipi Aluna yang membuat anak itu menepis pelan tangannya.
Saat tengah fokus pada Aluna suara Alana terdengar membuat Devina mengalihkan pandangannya.
"Mami tangannya coklat cemuaaa"
Devina tertawa begitu juga dengan Ziko ketika melihat Alana yang tangannya berlumur ice cream coklat.
Astaga Devina jadi tidak sabar memiliki baby.
°°°°
__ADS_1
Yuhuu aku updateee🥰
Maaf ya aku tuh lagi lancar banget menghalu Vina sama Ziko makanya update ini terus😭