
Mata Devina terus menatap kembarannya bersama dengan Adara yang berjalan menjauh keluar dari pintu utama rumah, dia sedikit bingung dan penasaran, tapi tidak mungkin juga bertanya. Waktu itu Devina saja sulit untuk berjalan karena merasa sakit, tapi Adara terlihat biasa saja tidak ada yang aneh.
Ah dia benar-benar kepo.
Saat kembarannya itu sudah keluar rumah Devina langsung mengajak suaminya pergi ke kamar, dia akan bertanya dengan Ziko saja. Mungkin saja kan waktu itu memang karena Ziko yang terlalu lama bermain dengannya dan membuat tubuhnya sakit semua.
Ya ampun Devina sangat penasaran.
"Kenapa sih sayang?" Tanya Ziko sambil tertawa kecil
Devina menutup pintu kamar lalu berlari kecil menghampiri Ziko yang sudah duduk di ranjang dan menatapnya dengan wajah yang lucu di mata sang suami.
"Kamu kenapa?" Tanya Ziko masih dengan tawanya
"Ziko lihat enggak?" Tanya Devina
Ziko mengerutkan dahinya bingung, lihat apa?
"Lihat apa?" Tanya Ziko bingung
"Lihat Vano sama Adara tadi." Kata Devina
"Hah? Oh ya lihat lah kan tadi kita temenin mereka sampai pergi." Kata Ziko
"Ada yang aneh enggak Ziko?" Tanya Devina
"Aneh apa?" Tanya Ziko bingung
"Ihh masa Ziko enggak lihat." Gerutu Devina
"Lihat apa sayang? Apa yang aneh?" Kata Ziko tidak mengerti
"Tadiii"
"Iya tadi kenapa?" Tanya Ziko dengan sabar
"Tadi Vano sama Adara." Kata Devina
"Iya mereka kenapa? Mereka pergi kan berdua jalan-jalan." Kata Ziko membuat Devina berdecak kesal
"Ihhh bukann." Kata Devina kesal
"Terus kenapa?" Tanya Ziko
"Yaa masa enggak tau." Keluh Devina
"Tau apa ya ampun? Coba deh kamu bilang kenapa." Kata Ziko yang sama sekali tidak mengerti
Devina menghela nafasnya pelan lalu mengatakan hal yang membuat Ziko terdiam sejenak dan tertawa lepas setelahnya.
"Kenapa Adara tadi jalannya biasa aja? Waktu itu Vina enggak bisaa jadi malas mau ngapa-ngapain makan aja Ziko ambilin, kenapa Adara enggak Ziko? Aneh kann." Kata Devina
Ziko tertawa lucu membuat Devina kesal dan memukul pelan lengannya, tapi Ziko tetap tertawa malah dia tidak mau berhenti karena merasa lucu dengan pertanyaan yang Devina ajukan.
"Ihh jangan ketawaaa." Rengek Devina
Masih tetap tertawa Devina yang merasa kesal mencubit lengan suaminya dan membuat Ziko meringis sakit.
"Jangan ketawaaa." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal
"Haha kamu sih kok nanyain kayak gitu." Kata Ziko masih dengan sisa tawanya
"Yaa Vina penasaran." Kata Devina pelan
"Ya ampun gemes banget." Kata Ziko sambil mencubit kedua pipi Devina cukup kuat
"Sakitttt"
"Mungkin mereka belum Vin." Kata Ziko dengan kekehannya
__ADS_1
Devina masih memasang wajah cemberutnya dan memilih diam membuat Ziko semakin gemas di buatnya.
"Kamu penasaran banget lagian, kenapa mau ya? Kalau mau boleh kok sekarang juga bisa kunci pintu dulu." Kata Ziko
"Ihhh enggakkk"
Ziko kembali tertawa melihat wajah kesal juga pipi yang memerah istrinya membuat Devina terlihat semakin menggemaskan.
"Maaf maaf"
Ziko berniat mencubit lagi pipi istrinya, tapi dengan kesal Devina menepis tangannya.
"Maaf sayang"
"Nyebelinnn"
"Iya maaf kita jalan-jalan deh mau gak? Ke kedai ice cream kayak biasanya nanti kamu boleh beli sepuasnya." Bujuk Ziko
Devina terdiam sejenak lalu menatap Ziko sebentar.
"Bener ya? Sepuasnyaa." Kata Devina
"Iya"
"Yaudah Vina ganti baju dulu." Kata Devina
Dengan penuh semangat Devina pergi mengambil pakaian di lemari lalu masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Tak butuh waktu lama Devina keluar dan langsung mengambil tas tak lupa memakai sedikit liptint di bibirnya. Setelah selesai dia mengajak Ziko untuk pergi karena sudah lama juga mereka tidak jalan-jalan.
Keluar dari kamar begitu sampai di bawah mereka bertemu dengan Fahisa dan Daffa.
"Eh mau pergi?" Tanya Fahisa
"Iya Ma mau pergi sebentar nih mau minta beli ice cream biar gak ngambek lagi." Kata Ziko
"Ih enggak ngambek cuman kesel aja." Elak Devina
"Masih aja ya Devina." Kata Daffa
"Habisnya Ziko nyebelin tadi." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal
"Ya lagian kamu nanya yang aneh-aneh." Kata Ziko
"Hayo nanya apa?" Kata Fahisa
"Enggak rahasiaa." Kata Devina dengan cepat yang membuat Ziko tertawa
"Ini Ma dia nanya Devano sama Adara ke....."
"Ihh jangannn"
"Vina nanya dia bilang kenapa Adara en...."
"Ihh diemm." Kata Devina
Devina berjinjit dan berusaha menutup bibir Ziko dengan tangannya agar berhenti bicara.
"Astaga kalian berdua ini yaudah sana." Kata Fahisa
Ziko tertawa kecil dia mencium punggung tangan mertuanya sebelum pergi dan ketika sampai di luar Devina melepaskan tangannya lalu memukul lengannya karena kesal.
"Ihh nyebelinnn!"
"Ya ampun iya maaf." Kata Ziko
"Awas yaaa Vina enggak mauu tidur sama Ziko." Kata Devina kesal
"Memang bisa hm?" Tanya Ziko
__ADS_1
Devina diam karena dia juga ragu, tapi Ziko sangat menyebalkan.
"Haha yaudah ayuk pergi biar istrinya Ziko gak ngambek lagi"
Devina hanya diam dan masuk ke dalam mobil begitu Ziko membuka pintu untuknya.
Menyebalkan, Devina malu sendiri jadinya!
Ish lagian kenapa dia harus sangat penasaran sih?!
°°°°
Mood Devina membaik begitu dia sampai di keda ice cream dan mendapatkan ice cream favorite nya ah dia memang mudah sekali di bujuk, tapi siapa juga yang tidak tergoda. Di hadapannya ada Ziko yang sejak tadi terus menatapnya dengan senyuman bahkan dia tidak mau mengalihkan pandangan barang hanya satu detik.
Sungguh istrinya itu sangat menggemaskan ketika sedang merajuk, tapi dia juga sangat mudah di bujuk makanya Ziko suka mengganggunya. Selain itu tadi juga Devina aneh sekali pertanyaannya kalau mengingat hal itu saja Ziko jadi mau tertawa.
Dasar Devina selalu saja membuat dia gemas sendiri!
"Vina"
"Em jangan ngomong Vina masih makan ice cream." Kata Devina dengan cepat
Ziko tertawa kecil mendengarnya dia mengusap sudut bibir Devina yang sedikit kotor dan membuat Devina menatapnya sebentar.
"Makasih Ziko"
Ziko bergumam pelan sebagai tanggapan dia terus menatap Devina yang terlihat begitu senang.
"Habis ini Vina mau ke taman." Kata Devina
"Iya"
Devina memakan lagi ice cream miliknya sambil sesekali melihat ke sekitar, sudah lama sekali Devina tidak jalan-jalan bersama dengan suaminya.
Ah dia senang sekali.
"Vina"
"Em"
Ziko tersenyum lalu mencubit pelan pipinya membuat Devina menatapnya dengan sebal.
"Ish suka banget sih cubit pipi Vina." Kata Devina
Hanya senyuman yang Ziko berikan membuat Devina tak banyak bicara, tapi matanya beralih ke meja yang tak jauh dari mereka.
Di sana ada dua orang wanita yang secara terang-terangan menatap suaminya membuat Devina merasa tidak suka.
"Ngapain mereka lihatin Ziko?!"
Mendengar itu Ziko ikut mengalihkan pandangannya dan melihat dia wanita yang sekarang tersenyum canggung padanya.
"Cemburu ya?"
Devina memasang wajah kesal lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Mereka pasti suka sama Ziko"
Ziko hanya bisa tertawa mendengarnya padahal hal yang wajar kan?
Bukan hanya dia bahkan di berbagai tempat saja ada banyak mata yang menatap Devina karena suka.
Tapi, Devina terlihat sangat menggemaskan.
°°°°
Aku updateee hehe🥰
Vina lagi di ajak jalan-jalan sama Ziko nih😍
__ADS_1