Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Zombie dan Nenek Lampir


__ADS_3

Arthan melompat-lompat di atas kasur membangunkan Ziko yang jam delapan pagi masih tidur padahal Devina sudah berkali-kali membangunkan untuk mengajak sarapan. Alhasil tadi mereka sarapan lebih dulu karena kemarin Ziko memang pulang malam sekali dari kantor sehabis menyelesaikan pekerjaannya agar hari minggu ini bisa bebas.


Arthan melompat di atas kasur sedangkan Ardhan memukul pelan wajah Ziko sambil berbicara, menyuruh pria itu untuk segera bangun. Melihat itu Devina tertawa pelan Ziko masih belum bangun juga, sepertinya Ziko memang sangat lelah.


"Api bangun Apiiii." Kata Ardhan


Ardhan menarik hidung Ziko membuat pria itu kini mengerang pelan.


Arthan duduk dia lalu memukul wajah Ziko dengan tangan kecilnya hingga kini Ziko merasa terusik dan membuka matanya. Hal pertama yang Ziko lihat adalah dua wajah anaknya yang tengah menyengir dengan lucu padanya.


Untuk beberapa saat Ziko diam, tapi setelahnya dia memiringkan tubuhnya dan memeluk kedua anak itu dengan sayang.


"Kenapa hm?" Tanya Ziko dengan suara serak khas orang bangun tidur


"Api gak bangun kita cemua dah mamam." Kata Ardhan


"Hmm?"


"Ini udah jam delapan Ziko dari tadi Ziko dibangunin enggak bangun nyenyak banget, jadi kata Mama biarin aja." Kata Devina


Ziko terdiam sejenak lalu bangun dan bersandar pada kepala ranjang.


"Api gak pakai baju." Kata Ardhan


"Iiii Api gak malu." Kata Arthan


Ziko tertawa pelan ketika mendengarnya dia mengucak pelan matanya lalu mengusap wajahnya membuat Devina tak bisa mengalihkan pandangannya dari Ziko yang jauh lebih tampan ketika habis bangun tidur.


"Api bau acem." Kata Ardhan


"Lali laliii Api bau acem lum mandi." Kata Arthan


Anak itu melompat turun dari atas kasur membuat Devina berseru karena takut dia jatuh, tapi Arthan setelah turun malah berlari.


"Arthan jangan lari." Kata Devina


"Lalii laliiii." Kata Arthan yang malah berlari semakin kencang


Ziko melihat itu lalu tertawa pelan dia turun dari atas ranjang dan menghampiri Devina kemudian tanpa meminta izin memeluk juga mencium pipinya.


"Ziko ada anak-anak tau." Kata Devina pelan


"Biarin mereka enggak ngerti." Bisik Ziko


Devina menghela nafasnya pelan dia bersandar di bahu Ziko sambil menatap si kembar.


Arthan masih berlarian mengelilingi kamar kalau Ardhan dia duduk di atas ranjang sambil melihat jam tangan Ziko yang tadi ada di atas ranjang.


"Sana mandi terus sarapan." Kata Devina


"Hmm"


Ziko mencium Devina lagi sebelum berjalan menjauh dan masuk ke dalam kamar mandi. Tersenyum manis Devina kemudian mengalihkan pandangannya, tapi matanya membulat melihat apa yang Arthan ambil dan mainkan.


"Melahh cemuaa." Kata Arthan


Anak itu mengambil lipstik Devina yang ada di meja lalu membukanya dan mencoret-coret tembok.


Devina baru akan bicara hingga Ardhan turun dari ranjang dan menghampiri Arthan.

__ADS_1


"Mau jugaa." Kata Ardhan


Arthan menyerahkan lipstik itu pada Arthan lalu berjalan ke arah meja dan mengambil satu lagi membuat Devina langsung cemberut.


"Lipstik Vina baru beliii." Keluh Devina


Mau marah nanti Arthan malah ngambek anak itu kalau ngambek bikin pusing.


"Colet walna melahh." Kata Ardhan


"Altan gambal angit." Kata Arthan


"Angit walna bilu bukan melah." Kata Ardhan


"Ada angit melah." Kata Arthan


Devina menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah kedua anak itu dia berjalan mendekat pada si kembar.


"Jangan ya? Sini kasih ke Mami." Kata Devina dengan penuh kelembutan


Keduanya menatap Devina lalu Ardhan dengan pintarnya menyerahkan lipstik milik Devina berbeda dengan Arthan yang menggelengkan kepalanya pelan.


"Gakk"


"Arthan kasih ke Mami ya? Nanti temboknya kotor semua." Kata Devina


Arthan menggelengkan kepalanya lagi dia lalu mendekat dan mencoret pipi Devina dengan lipstik di tangannya.


"Colet Amii." Kata Arthan


Anak itu tertawa lalu berlari lagi.


Devina cemberut dia mendongak ketika Ardhan berdiri di hadapannya. Anak itu tersenyum dia mengusap pipi Devina dengan tangan kecilnya.


"Pipi Amii melahh kalna Altan." Kata Ardhan


Devina tersenyum dia memeluk Ardhan dengan sayang lalu mencium pipinya kemudian menatap Arthan yang kini menatap mereka. Anak itu tersenyum dia melemparkan lipstiknya dan berlari ke arah keduanya.


"Peluk ugaaa." Kata Arthan


Devina tertawa dia memeluk Arthan juga, anak itu meskipun menyebalkan, tapi tetap saja membuat dia gemas bukan main.


Cukup lama berpelukan Devina melepaskan pelukannya lalu mencium kedua anaknya bergantian.


Hah dasar si kembar menggemaskan.


°°°°


"Celanggg"


Arthan tertawa senang anak itu mengarahkan tembakan mainannya ke semua orang lalu mengatakan 'dor dor' hingga berkali-kali membuat Devina benar-benar pusing melihatnya. Di rumah mereka sedang ada Devano dan Adara juga si kembar kini Nathan juga Nadhin asik bermain dengan Ardhan yang sangat anteng.


Ketiganya duduk sambil bermain mobilan sesekali ketiga anak itu mengobrol, entah apa yang dibicarakan berbeda dengan Arthan yang berlarian mengelilingi semua orang. Melihat tingkah anak itu Devano juga Adara tertawa sendiri karena merasa gemas.


"Atu uwa iga"


Ardhan menghitung mobilan miliknya lalu memberikan beberapa pada Nathan dan Nadhin.


"Altan cini." Kata Ardhan

__ADS_1


"Gakk! Tembak tembak dol dolll." Kata Arthan masih memainkan tembakannya


Mata Arthan melihat sosok Ziko yang baru saja kembali setelah pergi ke kamar mandi membuat dia tersenyum dan berlari.


"Celang Api doll dollll." Kata Arthan


Ziko menggelengkan kepalanya pelan dia menghentikan langkah kakinya dan membiarkan Arthan mengarahkan pistol mainan ke arahnya.


"Api belubah jadi jombiii." Kata Arthan


Sudahlah jangan tanya Devina dan Ziko juga bingung dari mana Arthan tau.


"Arthan sini." Kata Devano


"Gakkk"


"Ih galak." Kata Adara


"Bialinn! Altan galak cepelti Amii." Kata Arthan membuat mereka tertawa


"Eh memang Ami galak?" Kata Devina


"Galak Ami cuka malah malah." Kata Arthan membuat mereka semakin tertawa


Devina menggelengkan kepalanya pelan dia berjalan mendekat karena ingin mencium Arthan, tapi anak itu malah berlari menjauh.


"Kabul kabull ada Ami." Kata Arthan


"Ziko ish lihat tuh." Kata Devina sambil cemberut


Ziko tertawa begitu juga dengan Devano dan Adara.


Arthan menghampiri Ardhan lalu menatap Nathan dan Nadhin bergantian membuat Devina waspada takut anak itu memukul Nathan atau Nadhin lagi.


Tidak memukul Arthan mengarahkan pistol mainannya kepada Nadhin.


"Doll dolll tembak." Kata Arthan


"Aaaa canaaa!" Kata Nadhin galak


Arthan bangun lagi dia kembali berlari menjauh.


"Kabul kabull ada nenek lampill." Kata Arthan membuat Devina melotot mendengarnya


Anak itu tau dari mana kata-kata begitu?


"Arthann"


Arthan berlari lagi sedangkan Devano dan Adara malah tertawa.


Saat Arthan lewat Devano langsung menangkapnya dia memeluk anak itu dengan gemas dan mencium bahkan menggigit pipinya hingga membuat Arthan berteriak.


"Amii Amiii nanti Altan belubah jadi jombiiii"


Sudahlah Devina pusing dengan kelakuan Arthan.


°°°°


Arthannn kamu tuh minta diapain sih yaaaa🤣

__ADS_1


Sini lahhh aku culik kamuu yaaaa😠


__ADS_2