
Ziko menghela nafasnya pelan begitu si kembar tertidur lelap setelah seharian penuh bermain, ya meskipun bermain di kamarnya, tapi tetap saja kedua anak itu tidak mau duduk diam. Sekarang setelah mereka tidur Ziko langsung pergi ke kamar untuk melihat Devina kalau istrinya itu belum membaik dia akan panggil Dokter saja.
Melangkahkan kakinya ke kamar Ziko melihat Devina yang malah asik merapihkan mainan si kembar yang berhamburan di kamar mereka. Menghela nafasnya pelan Ziko langsung mendekat dan memeluk Devina dari belakang membuat istrinya itu tersentak.
"Ngapain? Udah tidur aja." Kata Ziko
Devina tertawa pelan dia memutar tubuhnya hingga kini berhadapan dengan suaminya.
"Berantakan tau Ziko." Kata Devina
"Biar aku aja sayang, udah tidur lagi." Kata Ziko
"Ehh ehh Zikooo"
Ziko menggendongnya membuat Devina kaget sendiri, pria itu membawanya ke ranjang dan membaringkannya di sana.
"Istirahat Devina kamu lagi sakit." Kata Ziko
"Ya tapi dari tadi udah tiduran." Kata Devina
Ziko meletakkan tangannya di dahi Devina dan sudah tidak panas lagi.
"Kepalanya masih sakit enggak?" Tanya Ziko
"Enggak, tadi udah minum obat." Kata Devina
"Udah lapar belum? Mau makan enggak?" Tanya Ziko lagi
"Tadi habis makannn." Kata Devina
"Oh iya"
"Ish pelupa." Kata Devina
"Yaudah tiduran aja." Kata Ziko
"Bosannn"
Ziko tertawa pelan dia ikut naik ke atas ranjang dan memeluk Devina dengan erat lalu memainkan hidungnga di ceruk leher Devina hingga istrinya itu tertawa.
"Gelii ishhh"
Ziko melakukannya hingga berkali-kali sampai Devina mencubit pelan lengannya dan Ziko mengalah lalu menjauhkan wajahnya.
"Belum mandi ih Vina." Kata Ziko
"Nantii aja sore." Kata Devina sambil menyengir lucu
Ziko tersenyum lalu mencubit pipi Devina dengan gemas.
"Ziko udahhh"
Devina memasang wajah cemberutnya dan mengusap pipinya yang terasa perih karena di cubit cukup kuat oleh suaminya bahkan pipinya sedikit memerah.
"Pipinya kayak bakpao." Kata Ziko
__ADS_1
"Ishh enggakkk"
"Iya sayang nih lihat." Kata Ziko sambil mencubit pipi Devina dan menekan kedua pipinya menggunakan telapak tangannya lalu menggerakan tangannya
Devina semakin cemberut dia memukul Ziko agar melepaskan tangannya lalu mengusap kedua pipinya dengan tangannya sendiri.
"Jahil!" Kata Devina kesal
"Iya maaf." Kekeh Ziko
Devina masih terlihat kesal dan memukul lagi pelan lengan Ziko.
"Nyebelinnn!" Kata Devina dengan wajah cemberut
Ziko justru tertawa karena Devina terlihat lucu dia langsung memeluk istrinya itu dengan sayang yang malah membuat Devina meminta untuk di lepaskan karena kesal.
"Iya minta maaf, nanti aku beliin ice cream kalau Vina udah sembuh." Kata Ziko
"Bener yaa?" Kata Devina
Matanya memicing membuat dia terlihat lucu dan Ziko mengangguk saja sebagai tanggapan hingga kini Devina tersenyum dan mengangkat jari kelingkingnya.
"Pinky promise"
Ziko tersenyum kemudian menautkan jarinya di sana.
"Pinky promise"
Devina tertawa senang lalu memeluk Ziko dengan sayang.
Ziko tersenyum dan menciumi kepala Devina hingga berkali-kali.
"Ziko juga sayang banget sama Vina"
Devina tersenyum senang, dia memejamkan matanya dan menghirup aroma tubuh suaminya yang menenangkan.
Ziko mungkin bukan cinta pertamanya, tapi Ziko cinta terakhir Devina.
°°°°
"Aaaa atu uwa igaaa"
Ardhan merengek kesal karena Arthan tidak mau kompak ketika di ajak menghitung dan sekarang Arthan juga terlihat kesal, dia tidak suka berhitung maunya main lari larian seperti biasanya. Mereka ada di ruang tengah bermain dengan banyak mainan, tapi Ardhan mengajak Arthan menghitung mobilan mereka.
Sekarang Arthan juga ikutan kesal dia membuat mobilan yang tadi rapih kini berantakan hingga Ardhan merengek lagi. Keduanya saling tatap dengan tajam lalu Ardhan berlari mencari Papi nya.
"Apiiii"
Tak lama Ziko muncul dari arah dapur dia langsung menghampiri kedua anaknya sambil menghela nafasnya pelan. Belum sampai lima menit dia tinggal, tadi mereka anteng saja.
"Altan nakal!" Kata Ardhan sambil melotot kesal
"Iya yaudah mainnya nanti lagi kita makan." Kata Ziko
Ziko membawa beberapa camilan kesukaan kedua anaknya dan kini wajah kesal mereka perlahan hilang. Mata kedua anak itu berbinar senang mereka langsung duduk dengan antengnya menunggu Ziko membuka jajanan mereka.
__ADS_1
"Mau enggak?" Tanya Ziko
"Mauuu"
"Janji enggak berantem ya?" Kata Ziko
Keduanya mengangguk patuh membuat Ziko tersenyum dan membuka camilan itu lalu memberikannya pada si kembar. Mereka suka sekali makan twister kadang Ziko sampai harus membeli banyak untuk stok di rumah.
Kini melihat keduanya duduk diam sambil makan Ziko tersenyum senang dia mengusap kepala si kembar bergantian hingga keduanya menatap Ziko dengan lucu.
Aaaa ya ampun rasanya mau Ziko gigit mereka berdua.
"Amii Amiii"
Arthan tiba-tiba berseru senang dia meletakkan camilannya dan berlari menghampiri Devina yang sepertinya baru saja selesai mandi. Anak itu memeluk Devina dengan erat membuat Devina tertawa pelan lalu menggendongnya.
"Cium Ami." Kata Arthan sambil mencium pipinya
Devina tertawa lagi, dia balas mencium pipi Devina kemudian menurunkan anak itu di samping Ardhan lalu mencium pipi Ardhan juga membuat anak itu tersenyum lucu.
"Ami aaaa"
Ardhan memberikan Devina camilannya dan Devina membuka mulutnya memakan dari suapan anaknya.
"Udah pada bobok belum?" Tanya Devina
"Dahh"
"Ami Amiii"
Arthan heboh lagi anak itu bangun dan memeluk Devina hingga Devina langsung menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
"Arthan nanti jatuh." Kata Devina
"Aldan itung atu uwa iga cama Altan, tapi Altan gak bica." Kata Ardhan
"Bicaaa"
"Gakk Altan gak bica itung Altan acak acak." Kata Ardhan
Arthan cemberut dia ingin memukul kembarannya, tapi Devina langsung memeluknya.
"No, enggak boleh berantem." Kata Devina
Arthan duduk lagi, dia ngambek.
"Aldan nakal." Kata Arthan
"Altan juga nakal acak acak mainan telus." Kata Ardhan
Arthan semakin kesal, jadi ziko langsung mendekat dan menggendong Arthan supaya mereka tidak bertengkar.
Huh kedua anak itu ada saja yang diributkan.
°°°°
__ADS_1
Maaf baru sempat updateee☹️