
Sejak tadi Ziko hanya bisa menghela nafasnya pelan karena Devina yang katanya mau mengerjakan skripsi malah asik berbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya dan sesekali tertawa ketika melihat sesuatu yang lucu. Setiap kali di ajak untuk mengerjakan Devina akan langsung murung, jadi sekarang Ziko yang sendirian memeriksa lembar demi lembar skripsi milik istrinya.
Ada cukup banyak kesalahan, tapi Devina kelihatan sangat santai membuat Ziko tidak habis fikir padahal waktu itu Devina sangat rajin, tapi lihat sekarang dia lebih suka rebahan. Saat berusaha fokus dengan lembaran kertas di hadapannya Ziko malah terusik dengan Devina yang memanggil namanya lalu duduk tepat di sampingnya.
"Zikooo"
"Iya Devina"
"Ayo ke rumah Mommy sekarang." Kata Devina dengan penuh semangat
"Janjinya tadi? Kita lihat dulu skripsi kamu baru ke rumah Mommy." Kata Ziko
"Ish malas Vina mau ke rumah Mommy sekarang ini lain waktu aja." Kata Devina dengan wajah cemberut
"Enggak boleh gitu Devina sekarang kita kerjain ini dulu sedikit aja gak papa." Kata Ziko
"Enggak mauuu"
Devina memasang raut wajah kesalnya membuat Ziko menghela nafasnya pelan.
"Nanti gak selesai ini banyak loh salahnya sayang." Kata Ziko
"Ish enggak mau malas nanti aja! Yaudah kalau Ziko enggak mau Vina naik taxi aja." Kata Devina dengan wajah cemberut
"Bukan enggak mau Devina." Kata Ziko
"Biarin aja Vina pergi sendiri." Kata Devina galak
"Ya ampun sayang kok ngambek, yaudah kita ke rumah Mommy." Kata Ziko
Meletakkan lagi skripsi milik Devina di meja Ziko mengajak istrinya pergi, tapi Devina langsung menepis tangannya membuat Ziko menghela nafasnya pelan.
"Enggak! Vina mau naik taxi!" Kata Devina
"Devina jangan gitu ah sayang." Kata Ziko
__ADS_1
"Vina mau pergi sendiri aja gak mau sama Ziko." Kata Devina dengan wajah cemberut
"Iya udah Ziko minta maaf, tapi jangan pergi sendirian gak boleh biar sama Ziko." Kata Ziko dengan penuh pengertian
Masih dengan wajah cemberut Devina menatap Ziko yang sekarang berjalan mendekat lalu memeluknya dengan sayang membuat Devina memejamkan matanya.
"Iya udah kerjainnya nanti lagi sekarang kita ke rumah Mommy dulu." Kata Ziko
Melepaskan pelukannya Ziko mengusap kepala Devina lalu mencium keningnya dengan sayang dan pergi mengambil jaket di lemari.
"Ini pakai dulu." Kata Ziko
Devina menurut dia memakai jaket yang di berikan suaminya lalu setelah selesai baru mereka berdua keluar kamar. Sampai di bawah keduanya berpamitan pada Nazwa untuk pergi ke rumah orang tua Devina.
"Hati-hati di jalan sayang." Kata Nazwa
Keduanya mengangguk lalu keluar rumah dan pergi ke garasi Devina dengan semangat langsung masuk ke dalam lalu duduk dan memakai sabuk pengamannya.
"Ye ke rumah Mommy." Kata Devina senang
"Vina mau makan masakan Mommy udah lama banget Vina enggak makan masakan Mommy." Kata Devina dengan penuh semangat
"Iya sayang"
Devina tersenyum senang dia duduk sambil menatap lurus ke depan, melihat jalanan dan sepanjang perjalanan ada musik yang menemani perjalanan mereka.
Terkadang Ziko merasa aneh dengan sikap Devina yang menurutnya tidak sama seperti biasanya.
Sekitar tiga puluh menit perjalanan akhirnya keduanya sampai dan Devina tanpa menunggu Ziko langsung keluar dari mobil membuat Ziko menggelengkan kepalanya pelan. Devina berlari kecil dan Ziko langsung menyusulnya hingga terdengarlah suara seruan Devina.
"Mommy Vina mainn ke rumahh"
Ziko menyusul masuk ke dalam rumah dan tak lama Fahisa muncul bersama dengan Daffa membuat Devina tersenyum senang lalu berlari untuk setelahnya memeluk kedua orang tuanya dengan sangat erat.
"Ya ampun sayang." Kekeh Daffa sambil mengusap kepala Devina dengan sayang
__ADS_1
"Enggak bilang kalau mau main." Kata Fahisa
"Hehe Vina kangen." Kata Devina
Melepaskan pelukannya Devina tersenyum lebar lalu dari belakang Ziko datang dan menyapa mertuanya tidak lupa dia juga mencium punggung tangan keduanya dengan sopan.
"Sini duduk dulu." Kata Fahisa
"Vano mana? Adara mana?" Tanya Devina
"Mereka lagi ke rumah Om Juan." Kata Daffa membuat Devina mengangguk faham
Devina duduk manis di sofa dengan Daffa yang ada di sampingnya dan dengan manja Devina memeluknya dari samping.
"Eh tumben sekali." Kata Daffa sambil mengusap kepala Devina dengan sayang
"Vina belakangan ini memang manja banget Pa." Kata Ziko membuat Daffa tertawa kecil mendengarnya
"Ih Vina mau ke dapur mau lihat Mommy masak apa Vina lapar." Kata Devina dengan semangat
Daffa menatap anaknya yang berjalan menjauh dengan senyuman lalu setelahnya menatap Ziko yang tersenyum padanya.
"Belakangan ini Vina juga nafsu makannya baik banget Pa dia makan terus tengah malam aja makan." Kata Ziko sambil tertawa
Perkataan itu membuat Daffa terdiam sejenak lalu menatap Devina yang bersama dengan istrinya di dapur.
"Apa mungkin Devina lagi mengandung? Apa ada yang aneh dengan dia?" Tanya Daffa tanpa basa basi
Ziko terdiam mendengarnya sikap Devina memang aneh belakangan waktu ini, tapi Ziko tidak pernah berfikir sampai sana.
Tapi, seingatnya ini sudah lewat dua minggu sejak tanggalan Devina datang bulan.
Apa mungkin ya?
°°°°
__ADS_1
Hmm apa mungkin yaaa🤨