
Devina tersenyum ketika Ziko masuk ke dalam kamar dan membawakan ponsel baru untuknya kalau ponselnya yang rusak sedang diperbaiki. Tadi Ziko mengajaknya untuk pergi membeli ponsel, tapi Devina mengatakan Ziko saja karena dia takut anak-anaknya rewel apalagi ini masih cukup pagi biasanya Arthan sangat rewel.
Anak laki-lakinya yang satu itu kalau pagi selain rewel juga tidak mau diam, dia sangat pecicilan kadang Devina takut sendiri kalau Arthan akan jatuh. Sekarang kedua anaknya lagi main di ruang tengah bersama dengannya tentu saja karena Devina tidak pernah bisa meninggalkan si kembar sendirian.
Kemarin Devina mau menangis saja karena ponselnya rusak dan mati total untung Ziko membelikan yang baru untuknya.
"Makasih Ziko"
Oh iya hari ini juga akhir pekan Ziko sedang tidak pergi ke kantor dan menghabiskan waktunya di rumah saja.
"Api Apiii"
Arthan terlihat bersemangat dia menghampiri Ziko dan memeluknya membuat Ziko tertawa lalu mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Don donn"
Arthan memberitahu kalau dia sedang bermain tembakan dan menirukan suara dor yang belum bisa dia ucapkan.
"Main sama Ardhan ya?" Kata Ziko sambil mengusap pipinya dengan sayang
"Dannn"
Arthan menunjuk Ardhan dia melepaskan pelukannya lalu menghampiri Ardhan dan menubruk tubuhnya hingga keduanya jatuh ke atas karpet membuat Devina berseru kaget.
"Ehhh Arthan"
Untung saja di karpet tebal coba kalau di lantai bisa-bisa kepala anaknya benjol.
"Amiiii"
Ardhan merengek, tapi Arthan biasa saja dia bangun dari atas tubuh kembarannya lalu tertawa.
"Arthan jangan gitu ya?" Kata Devin
Devina menggendong tubuh Ardhan agar anak itu tidak menangis.
"Dannn"
Arthan berdiri menghampiri Devina dan memeluk kakinya.
"Ami Amiii"
Ziko menggelengkan kepalanya pelan.
"Arthan sini." Kata Ziko
"Aaaa"
Arthan menolak dia memukul Ziko dengan tangan mungilnya.
__ADS_1
"Ya ampun Arthan." Kata Ziko pusing sendiri dengan tingkah anaknya
"Amiiii!"
Arthan merengek kuat dia meminta untuk di gendong juga membuat Ziko akhirnya mengambil alih Ardhan dan membiarkan Devina menggendong tubuh Arthan hingga anak itu kini diam.
"Ampun deh kalau pagi." Kata Ziko
Devina tertawa pelan mendengarnya.
"Memang gitu kalau pagi Ziko." Kata Devina
"Vina setiap hari gitu? Pasti capek ya?" Kata Ziko sambil mengusap pipi Devina dengan sayang
Devina tersenyum dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Enggak capek." Kata Devina
Arthan kembali berulah dia memainkan tangannya di wajah Devina bahkan sesekali memukulnya dengan pelan, tanpa tenaga hanya bermain saja.
"Arthan"
Arthan tertawa dia terus memainkan tangannya di wajah Devina lalu berakhir memeluk leher Devina dan bersandar manja di bahunya.
"Aduh ini gimana kalau udah besar coba pasti Ardhan jadi korban kejahilannya." Kata Ziko
Devina tertawa dan ketika si kembar sudah mulai diam dia juga Ziko mendudukkan lagi mereka. Tak sulit sebenarnya menenangkan si kembar apalagi Ardhan anak itu kalau di gendong saja biasanya diam kecuali kalau memang sedang rewel maunya hanya sama Devina atau Ziko saja.
Nanti bisa-bisa ponselnya hancur lagi.
Tak menemukan sesuatu yang menarik Arthan melempar kotak itu lalu kembali mendekat pada Ardhan yang asik memainkan robot miliknya.
"Dann"
Arthan tak menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik hingga dia memilih untuk berguling dan membaringkan tubuhnya di atas karpet.
"Eh kenapa?" Tanya Devina sambil meletakkan ponselnya di meja
"Mamm"
Devina tersenyum mendengarnya ternyata Arthan ingin makan.
"Mami ambilin ya? Arthan di sini sama Ardhan dan Papi oke?" Kata Devina sambil mencubit pelan pipinya
Devina pergi ke dapur untuk membuatkan bubur bayi kesukaan si kembar, mereka hanya di rumah berempat karena Nazwa dan Zidan sedang pergi keluar.
Tak butuh waktu lama Devina sudah selesai dia membawa mangkuk berisikan bubur bayi dan sampai di ruang tengah dia tersenyum melihat kedua anaknya.
Arthan terlihat berbaring dekat Ziko begitu juga dengan Ardhan, mereka lapar kalau begini.
__ADS_1
"Mamm"
Devina mengatakan itu dan membuat si kembar mendongak lalu Arthan langsung bangun dia berjalan mendekat pada Mami nya.
"Mammamm"
Devina tersenyum dia menatap si kembar yang kini duduk di dekatnya.
Secara bergantian Devina menyuapi kedua anaknya yang benar-benar anteng, menggemaskan sekali.
°°°°
Arthan mengamuk dia menangis sambil berguling-guling di atas ranjang karena tidak menemukan Devina ketika dia bangun, memang kalau Arthan harus melihat Devina saat bangun. Di sampingnya Ardhan yang merasa terganggu ikut bangun dan ikut menangis juga membuat Ziko semakin bingung.
Tadi Devina pergi ke supermarket bersama dengan Nazwa dan menitipkan si kembar karena mereka sedang tidur. Sayangnya baru beberapa menit sejak keduanya pergi si kembar bangun dan menangis.
"Amiii"
Arthan menangis dengan keras dia melemparkan dot yang Ziko berikan padanya.
"Amiiiii"
"Iya sayang sebentar ya? Ami lagi beli susu." Kata Ziko sambil berusaha menenangkan kedua anaknya
Ardhan cukup mudah untuk ditenangkan dia diam begitu di berikan susu kalau Arthan tidak dia masih saja menangis.
"Amii Amiii"
Arthan terus memanggil Devina sambil menangis membuat Ziko akhirnya menggendong Arthan, tapi anaknya itu masih menangis dia bahkan memukul mukul wajah Ziko dengan tangan mungilnya.
"Amii"
Ziko kebingungan dia lalu menurunkan Arthan karena anak itu terus saja memberontak minta di turunkan dari pada nanti jatuh. Begitu di turunkan Arthan duduk dia menangis wajahnya sangat sedih.
"Amiii"
Arthan terus menangis, tapi tiba-tiba tangisnya hilang dia melihat ke tembok dan menunjuk sesuatu.
"Cakkk"
Ziko ikut melihat ke atas ternyata anaknya itu melihat cicak.
"Cakkk"
Ziko tersenyum dia menggendong Arthan dan anak itu terus menunjuk seekor cicak yang ada di tembok kamarnya.
Memang Arthan suka sekali dengan cicak entah kenapa dia sangat antusias kalau melihat binatang satu itu.
°°°°
__ADS_1
Next part aku pertemukan si kembar Devina dan si kembar Adara🤣