Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Bayi


__ADS_3

Ziko memperhatikan Devina yang tengah asik menjaga Aluna ketika Sahara sibuk di dapur lalu meminta dia untuk menjaga Aluna yang sekarang tertidur lelap. Rencananya Sahara ingin mengajak adiknya itu makan karena Devina tadi bilang kalau dia lapar, jadi Sahara langsung memasak.


Awalnya Devina mau membantu, tapi Sahara menolak dan meminta dia untuk menjaga Aluna saja, jadi Devina asik menjaga Aluna. Sedangkan Ziko dia menjaga Alana dan Airlangga yang sedang anteng menonton Spongebob Squarepants di TV sambil memakan twister yang tadi Ziko belikan.


Kalau sedang kalem memang begini anak-anak Sahara hanya duduk diam dengan TV juga makanan, tapi kalau lagi tidak akur sudah deh teriakan di mana-mana.


"Paman bukaaa"


Alana meminta Ziko untuk membuka hello panda miliknya yang langsung Ziko buka agar Alana bisa memakannya.


"Makacih Paman"


Ziko tersenyum dan mencubit pelan pipi Alana membuat anak itu tersenyum hingga matanya menyipit.


Alana lebih mirip dengan Sahara bahkan bisa di bilang anak itu duplikatnya Sahara kalau Airlangga itu Arjuna sekali nah Aluna perpaduan dari Arjuna juga Sahara.


Melirik lagi istrinya Ziko melihat Devina yang berusaha menenangkan Aluna ketika anak itu merengek pelan dan tersenyum penuh arti, mungkin seperti itu Devina ketika baby twins mereka lahir ke dunia.


"Paman iklan pindah." Kata Airlangga membuat Ziko mengalihkan lagi pandangannya


"Mau nonton apa?" Tanya Ziko sambil mengambil remote TV


"Lalpaa"


"Hah?"


Ziko menatap bingung Alana karena tidak mengerti apa yang anak itu maksud.


"Lalpaaa"


"Lalpa?"


"Mau nonton lalpaaa." Kata Alana dengan senyuman manis di wajahnya


Wajah Ziko benar-benar bingung ketika mendengarnya hingga suara Sahara terdengar di susul dengan tawa kecilnya.


"Larva maksudnya Ziko." Kata Sahara sambil tertawa


"Ah iya pindah ya kita nonton larva." Kata Ziko dengan senyuman


Begitu Ziko mengganti dengan film larva Alana berseru senang.


"Yee lalpaaa"


Ziko tertawa pelan karena merasa lucu dengan cara bicara Alana.


"Mami mau susuu." Kata Airlangga


Airlangga beranjak dari tempatnya dan menghampiri Sahara dengan wajah lucunya.


"Eh iya Mami buatin." Kata Sahara

__ADS_1


Airlangga mengikuti Sahara ke dapur membuat Ziko tersenyum melihatnya.


Ah lucu sekali Ziko benar-benar tidak sabar menunggu kehadiran anak-anaknya.


"Ana mau bobok." Kata Alana


Setelah mengatakan itu Alana menjatuhkan kepalanya di paha Ziko dan tetap fokus pada layar TV membuat Ziko tersenyum sambil mengusap kepala anak itu dengan sayang.


"Huh mau telpon Papi." Kata Alana lagi


"Kangen ya?" Kata Ziko


"Papi kelja pulangnya cole kadang malam." Kata Alana


"Iya dong Papi nya Ana kerja supaya bisa belikan Ana jajan sama mainan." Kata Ziko


Alana tersenyum dan mengangguk singkat lalu kembali fokus pada layar TV.


Aa Ziko tidak sabar mau seperti ini dengan anak-anaknya.


Di lain sisi ada Devina yang masih asik memperhatikan Aluna yang begitu lelap dalam tidurnya bahkan sentuhan yang Devina berikan di pipi sama sekali tidak mengganggunya. Saat Sahara duduk di sampingnya Devina menolah lalu tersenyum pada Kakaknya.


"Luna anteng ya? Dia memang gak rewel." Kata Sahara


"Heem anteng banget Vina pegang pipi nya juga enggak bangun kalau dulu Ana pasti langsung kebangun." Kata Devina


"Ana sampai sekarang seperti itu Vina kalau lagi tidur tersenggol dikit aja langsung bangun." Kata Sahara


Devina tersenyum tipis dan menatap Aluna lagi.


"Iyaa Vina enggak sabar nunggu baby twins." Kata Devina dengan senyuman lebar


"Mereka pasti lucu." Kata Sahara


Devina tersenyum lagi membuat Sahara mencubit pelan pipinya karena gemas.


Astaga adiknya ini sudah besar sekarang.


°°°°


Selagi suaminya mandi Devina asik memandangi hasil USG tadi dengan senyuman manis di wajahnya berkali-kali Devina mengusapnya dengan sayang. Sudah dua bulan baby nya di dalam sana dan Devina janji akan menjaga mereka dengan baik.


Devina tidak akan meminta sesuatu yang aneh pada suaminya dia juga tidak akan nakal dan selalu menurut pada suaminya. Cukup lama Devina diam dalam posisinya hingga suara pintu kamar mandi terbuka membuat Devina meletakkan lagi hasil USG itu di tempat semula.


Ziko tersenyum dia berjalan mendekat dan duduk di dekat istrinya.


"Bantuin keringkan rambutnya sayang." Kata Ziko


Devina mengambil alih handuk itu dari tangan suaminya lalu mengeringkan rambut Ziko dengan hati-hati.


"Tau gak Vin?" Kata Ziko

__ADS_1


"Apa?"


"Tadi aku bingung waktu Ana minta nonton lalpa dia terus bilang lalpa aku gak ngerti." Kekeh Ziko


"Larva? Ana memang suka banget nonton itu." Kata Devina sambil tertawa


"Iya, aku gak ngerti tapi tadi dia ngomong apa." Kata Ziko


Tertawa pelan Devina yang merasa rambut suaminya sudah cukup kering beranjak untuk mengambil sisir dan menggantungkan handuk. Setelah itu Devina kembali duduk dengan sisir di tangannya dan menyisir rambut Ziko dengan penuh kelembutan.


"Angga juga lucu ya? Masa dia masih minum susu." Kata Ziko lagi


"Pasti Angga nanti kalau udah besar jadi posesif banget sama Alana dan Aluna dia punya dua adik cewek." Kata Devina


"Iya kayak Vano nanti mau deketin kamu aja susah banget untung kita sekelas kalau beda kelas kayaknya gak bakal dapat kesempatan." Kata Ziko


Devina tertawa lalu meminta Ziko untuk menatapnya ketika sudah selesai.


"Nah udah ganteng." Kata Devina senang


Ziko tersenyum sambil menatap Devina lalu mengusap perut istrinya itu dengan sayang dan mendekatkan wajahnya untuk mencium perut itu.


"Sehat selalu ya anak Papi." Kata Ziko


Ikut tersenyum Devina langsung berpindah ke pangkuan Ziko dan memeluknya dengan erat sambil mendongak agar bisa menatap wajah suaminya. Mata Ziko tidak bisa lepas dari Devina yang terlihat begitu cantik.


"Vina itu bayi yang mau punya bayi." Kata Ziko membuat wajah Devina berubah cemberut


"Vina udah besar." Kata Devina


"Vina masih kecil." Kata Ziko lagi


"Aaaa enggakkk." Kata Devina sebal


Ziko tertawa, tapi tawanya hilang seketika begitu Devina menarik lehernya mendekat dan mencium bibirnya. Mata Devina terpejam dan tanpa Ziko sangka Devina menggerakkan pelan bibirnya.


Tangan Devina yang semula di lehernya juga berpindah ke rambutnya membuat Ziko ikut memejamkan mata dan melingkarkan tangan di pinggang Devina agar istrinya itu tidak jatuh.


Devina tak mau berhenti hingga dia hampir kehabisan nafas dan akhirnya menjauhkan wajahnya.


Devina tertawa lalu mendekatkan wajahnya ke leher Ziko membuat suaminya itu menahan nafasnya untuk sesaat.


"Mmh Vina"


Devina tersenyum dia meninggalkan kecupan di sana lalu menatap wajah Ziko dengan lucu.


Matanya menyipit hingga nyaris tak terlihat.


"Kiss kiss"


Ziko tertawa, benar kan Devina itu bayi yang mau punya bayi.

__ADS_1


°°°°


Aku updateeee yeeee🥰😘


__ADS_2