Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Dalam Buku


__ADS_3

Hari ini Alex main basket!


Aku lihat dia karena aku nemenin Vano juga, dia ganteng banget ya? Sayangnya aku cuman bisa lihat dari jauh aja hehe gak papa deh aku seneng kok.


Eh ternyata dia kesini sama cewek ada yang samperin dia tadi sambil bawa minum dan bantu dia lap keringat, jadi iri deh.


Kata Vano jangan terlalu dekat dengan Alex, jadi aku gak sedih kok cuman iri aja mau kayak gitu juga, kapan ya?


Oh iya setelah itu aku ketemu Ziko hehe dia ajak aku jalan-jalan seneng banget deh punya teman kayak Ziko, dia baik banget tau ya meskipun jahil sih.


Dia ajak aku ke taman kita makan ice cream di sana sambil ngobrol haha dan Ziko lucu banget dia buat aku ketawa karena cerita waktu kecil.


Kira-kira kalau Ziko udah punya pacar dia bakal tetap kayak gini gak ya?


Tapi, semoga Ziko gak usah punya pacar aja haha maafin Vina ya Ziko.


Senyum manis Ziko mengembang dengan sempurna ketika dia tengah asik membaca buku harian milik Devina ketika istrinya itu sudah tertidur lelap di sampingnya. Mendadak ingatannya juga pergi ke hari itu ketika dia menemani Devina dan mengajaknya pergi ke taman.


Ternyata Devina pernah berharap kalau dia tidak memiliki kekasih dan harapannya terwujud Ziko tidak memiliki kekasih karena Devina sendiri kekasihnya. Hanya saja jujur ketika membaca lembaran awal dia merasa kesal karena Devina terus menulis Alex ganteng banget, tapi semakin jauh selalu ada namanya yang terselip di buku harian itu.


"Kamu tuh sebenarnya sayang sama aku dari dulu kan Vin?"


Ziko mengatakan itu sambil menatap Devina yang terlelap dan ingatannya mulai berputar di hari itu.


Mata Ziko menatap ke arah Devina yang keluar seorang diri dari arah lapangan dan tentu saja Ziko langsung bergegas menghampirinya. Sebenarnya sekolah libur, tapi ada pertandingan yang membuat Devina pergi karena ingin melihat Alex dan Devano.


"Devina"


Devina mendongak matanya memicing lalu setelahnya dia tersenyum senang membuat hati Ziko bergetar melihatnya.


"Ziko"


"Kamu sendirian?" Tanya Ziko


"Vina bosan terus tadi chat Vano bilang kalau Vina mau jalan-jalan sebentar nanti dia baca kalau udah selesai main." Kata Devina


"Terus kamu mau kemana?" Tanya Ziko


"Enggak tau hehe." Kata Devina


"Ikut aku aja mau? Kita ke taman nanti aku antar ke sekolah lagi." Kata Ziko yang langsung di jawab dengan anggukan singkat oleh Devina


Bersama jalan menuju parkiran Devina menatap Ziko yang kini mengulurkan tangan untuk membantunya menaiki motor.


"Pegangan ya?" Kata Ziko


Devina mengangguk seraya berpegangan pada bahu Ziko dan motor itu melaju meninggalkan arena sekolah lalu berhenti di dekat taman yang letaknya tidak terlalu jauh. Terlihat begitu bersemangat Ziko mengajak Devina untuk beli ice cream terlebih dulu lalu setelahnya mereka berdua duduk di bangku yang ada di sana.

__ADS_1


"Zikooo"


"Hm"


Devina menatap mata Ziko sambil tersenyum.


"Tadi Alex ganteng banget aku suka banget deh waktu dia pakai baju basket gitu gantengnya nambah." Kata Devina senang


Tanpa Devina sadari wajah Ziko berubah untuk beberapa saat, tapi tak butuh waktu lama Ziko bisa merubah raut wajahnya dan tersenyum.


"Terus kenapa malah kabur? Gak lihat sampai selesai?" Tanya Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan.


"Ada cewek di sana tadi dia samperin Alex kasih minum terus lap keringatnya gini." Kata Devina sambil mengusap pipi Ziko dengan tangannya


Gerakan itu sontak saja membuat Ziko terkejut bukan main rasanya jantungnya akan meledak, dia hampir salah tingkah.


"Aku jelek gak Ziko?" Tanya Devina


"Cantik lah mana ada kamu jelek." Kata Ziko membuat Devina tersenyum


"Cantik ya?"


"Ice cream mau leleh tuh." Kata Ziko


Ah sulit sekali jatuh cinta secara sepihak.


Kenangan itu membuat Ziko tidak bisa menahan senyumnya, sejak dulu mendengar gadis yang dia cinta menceritakan pria lain dengan begitu semangat membuat Ziko harus bisa meredam rasa cemburu juga sakit hatinya, tapi sekarang gadis itu sudah menjadi miliknya. Dulu bukan hanya membicarakan bahkan Ziko sadar betapa bedanya tatapan Devina untuk dia dan untuk Alex.


Ah sudahlah itu kan sudah berlalu.


Berlanjut lagi membuka lembaran selanjutnya senyum Ziko semakin mengembang ketika di situ hanya ada namanya dan dia merasa sangat senang melihat apa yang Devina tulis.


Tadi ada cewek yang samperin Ziko ke kelas dia cantik banget mereka ngobrol di luar, penasaran deh mereka bilang apa, tapi waktu aku tanya Ziko dia enggak mau jawab.


Gimana kalau itu gebetan Ziko?


Ziko itu ganteng terus juga baik dan suka bikin orang ketawa pasti banyak yang suka sama dia


Ziko jangan pacaran dulu ya? Nanti kalau Ziko pacaran aku di cuekin


Enggak mau di cuekin apalagi di duain sama Ziko :(


Ziko ingin tertawa membacanya, dia semakin yakin kalau Devina itu memang suka padanya sejak lama. Menatap lagi istrinya yang tertidur Ziko meletakkan buku harian itu di tempat semula lalu berbaring dan mencium pelan keningnya.


Secara hati-hati Ziko memeluk Devina dengan sayang dan mulai memejamkan matanya. Mungkin merasa sedikit terusik Devina bergerak pelan dalam tidurnya lalu mendekat dan mengeratkan pelukan, dia bersandar di dada bidang sang suami.

__ADS_1


Ingatkan Ziko untuk membawa dua buku harian itu ke rumahnya karena dia mau membaca sampai habis.


°°°°


"Ziko kenapa sih?!"


Devina terlihat kesal melihat Ziko yang sejak tadi senyum-senyum tidak jelas dan setiap di tanya hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, tapi masih tetap tersenyum aneh sekali. Lihat sekarang pria itu tersenyum sambil sesekali melirik ke arahnya dan Devina kesal sendiri karena mereka sedang dalam perjalanan pulang.


Tidak tau bahwa Ziko tersenyum karena tadi malam dia membaca buku harian Devina dan menyadari bahwa dia cukup berarti sejak dulu. Bukan hanya itu, tapi Ziko sadar bahwa dia selalu ada ketika Devina sedih atau ketika Devina merasa tidak bersemangat karena Alex dekat dengan gadis lain.


Meskipun buku harian itu tentang Alex, tapi namanya juga selalu ada di sana bahkan ada beberapa lembar juga yang penuh dengan dirinya.


Aku sayang banget sama Ziko aku takut dia punya pacar nanti dia jadi perhatian sama pacarnya terus aku di cuekin.


Kalimat itu juga Devina tulis di sana dan Ziko jujur dia begitu senang ketika membacanya rasanya ingin terbang. Sekarang saja dia sudah tidak bisa menahan senyumnya dan hal itu membuat Devina merasa aneh.


"Ziko kerasukan ya?"


Pertanyaan itu membuat Ziko tertawa lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Enggak Vin." Kata Ziko


"Terus kenapa senyum terus? Aneh banget sih." Kata Devina


Ziko tak menjawab hingga mereka sampai di area rumahnya tak langsung keluar Ziko menatap Devina masih dengan senyuman manisnya.


"Vina"


"Hm"


"Kamu ngaku deh sama aku, sebenarnya kamu suka sama aku dari dulu kan?" Kata Ziko


Devina diam dan tidak menjawab, tapi setelah Ziko mengatakan sesuatu matanya membulat.


"Aku sayang banget sama Ziko aku takut dia punya pacar nanti dia jadi perhatian sama pacarnya terus aku di cuekin." Kata Ziko mengikuti apa yang Devina tulis


"Ihhh Ziko baca buku aku yaaa?!" Kata Devina kesal


Ziko tertawa dia menatap Devina yang kini merona malu.


"Kamu gemes banget sih Vin"


Ah dia tidak sabar membaca semua lembaran buku harian Devina.


Haha jangan kasih tau istrinya itu kalau buku hariannya Ziko bawa.


°°°°

__ADS_1


Update pagi pagi ahh udah lama enggak update pagi hehe😆


__ADS_2