
"Amiii duduk"
Devina tertawa pelan. Dia menatap ke dua anaknya yang kini menggandeng tangannya dan meminta dia untuk duduk agar tidak lelah.
Saat ini mereka ada di rumah orang tua Devina untuk memberi tau kabar tentang kehamilannya kepada mereka. Jangan tanya berapa bahagianya Daffa dan Fahisa.
Daffa sampai menciumi anak perempuannya yang sudah besar itu dengan gemas.
"Opaa aku mau punya adik cegini." Kata Arthan sambil mengangkat kelima jarinya.
Anak itu berlari kecil menghampiri Daffa yang langsung menyambut kedatangannya dan membawa tubuh kecilnya ke pangkuan.
"Banyak banget." Kata Daffa dengan senyuman diwajahnya.
"Iya, tapi aku enggak mau adik pelempuan nanti dia cepelti nenek lampil." Kata Arthan yang mengundang tawa Daffa dan Fahisa.
"Nenek lampir?"
"Iyaa cepelti dia." Kata Arthan sambil menunjuk Nadhin yang kini cemberut.
Berbeda sekali memang. Ardhan dan Nathan terlihat anteng sekarang. Kedua anak itu main berdua.
Kalau Nadhin dan Arthan sepertinya akan membuat keributan.
"Aku bukan nenek lampil." Kata Nadhin dengan galak.
"Kamu nenek lampil! Galak!" Kata Arthan sambil melotot.
"Enggak bisa banget akur deh mereka berdua." Kata Adara yang duduk di samping Devina.
"Iyaa ribut terus seperti aku sama Vano dulu." Kata Devina yang membuat kembarannya kini tersenyum.
"Udah Nadhin ikut main aja sama Ardhan sama Nathan." Kata Fahisa sambil mengangkat tubuh anak itu dengan sayang.
"Altan nakal Oma aku gak cuka." Kata Nadhin dengan cemberut.
"Iya, Arthan bercanda aja." Kata Fahisa dengan penuh pengertian.
Anak itu bersandar di bahu Fahisa yang membawanya ke dekat Nathan dan Ardhan yang sedang asik bermain.
Melihat itu senyum Nadhin mulai terbentuk. Anak itu langsung turun dari gendongannya dan bergabung bersama dua orang yang tengah asik bermain itu.
Kini Fahisa berjalan mendekati anak perempuannya. Dia memeluk tubuh Devina dari samping dan menciumi pipinya dengan sayang.
"Selamat anak Mommy sayang." Kata Fahisa.
Satu tangan wanita paruh baya itu mengusap perut rata Devina dengan sayang.
"Baby twins atau bukan?" Tanya Fahisa.
"Em belum tau." Kata Devina sambil tersenyum manis.
"Kalau Adara baby twins lagi." Kata Fahisa.
"Iya?! Wahh asik banget nanti Nathan sama Nadhin langsung punya adik dua." Kata Devina yang terlihat begitu bahagia ketika mendengarnya.
"Semoga Vina juga baby twins, supaya cucu Mommy makin banyak." Kata Fahisa.
Devina tersenyum lebar. Dia menganggukkan kepalanya seraya mengusap perut ratanya dengan sayang.
__ADS_1
Kemudian dia melirik Arthan yang kini sibuk bicara dengan Daddy dan juga kembarannya. Entah apa yang sedang anak itu ceritakan. Dia terlihat heboh sekali.
"Vina suka minta apa kalau lagi hamil Ziko?" Tanya Fahisa pada menantunya.
"Ice cream itu udah pasti." Kata Ziko sambil tertawa pelan.
"Pasti makin manja ya??" Kata Fahisa lagi.
"Bukan lagi, manja banget dia Ma kalau lagi hamil kadang nangis setiap kali mau aku tinggal kerja." Kekeh Ziko.
Devina cemberut, tapi tidak menyangkal karena itu semua benar.
Dia memang sangat manja pada suaminya kalau sedang hamil.
"Bukan Vina, tapi babynya yang manja." Kata Devina disertai cengiran lucunya.
Fahisa tersenyum mendengarnya.
"Kalau Adara bukan dia yang manja, tapi Nadhin, anak itu jadi rewel banget sama Papanya." Kata Fahisa.
"Iya! Adara cerita, dia bilang Nadhin nangis waktu Vano kerja." Kata Devina.
"Vano sampe pusing sendiri karena enggak bisa kemana-mana." Kekeh Adara ketika mengingatnya.
Kini Devina menatap ke arah kembarannya yang tengah menggendong Arthan.
"Vano mau punya anak perempuan lagi padahal satu aja manjanya minta ampun." Kata Adara.
"Kalau Ziko maunya baby Vina yang sekarang cewek." Kata Devina.
"Mommy juga berharap baby Vina perempuan, pasti dia gemesin banget kayak Vina dan nanti bisa jadi temen Nadhin juga." Kata Fahisa seraya mengusap kepala Devina dengan sayang.
"AAAA AKU MAIN UGAAA"
Suara itu mengalihkan fokus semua orang. Suara Arthan yang memenuhi rumah besar Daffa.
Anak itu berlari menghampiri Ardhan, Nathan dan Nadhin yang tengah asik bermain.
"GAKK! CANA CANAAA"
"AAAA AMIII AKU AUU MAIN UGAAA"
"GAK BOLEEE! CANAA PELGI"
"NENEK LAMPIL JAHATTT"
"AMAAAA"
Perang dingin Arthan dan Nadhin kembali terjadi. Kalau sudah begini tidak akan diam dengan mudah.
Selalu saja ada hal yang diributkan kalau bertemu.
••••
Devina tersenyum sambil menatap kedua anaknya yang sudah tertidur dengan lelap. Dia baru saja selesai menidurkan si kembar di kamar mereka.
"Gantengnya anak-anak Mami."
Secara bergantian Devina mencium kening mereka. Sebelum keluar kamar Devina lebih dulu mematikan lampu kamar karena keduanya selalu tidur dengan lampu yang dimatikan.
__ADS_1
Setelah itu Devina kembali ke kamarnya. Begitu masuk dia melihat sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Zikooo"
Devina memanggilnya dengan manja. Ibu dua orang anak itu berlari kecil dan langsung memeluk Ziko dengan erat.
Jelas Ziko merasa senang. Kedua tangannya membalas pelukan itu dengan sayang.
"Aku mau gendong." Kata Devina yang membuat Ziko tertawa.
Tapi, pria itu langsung menurutinya. Dia menggendong tubuh Devina dengan mudah membuat istrinya itu tersenyum senang.
"Papii Ziko"
Devina menangkup wajah suaminya. Kemudian mencium bibirnya hingga berkali-kali membuat Ziko tertawa pelan karena ulahnya.
"Ayo bobok"
Ziko mengangguk singkat. Dia membawa Devina ke ranjang dan bersama-sama berbaring di sana.
Keduanya tidur dengan posisi miring dan saling berhadapan.
Devina tersenyum dengan sangat lebar. Terlihat begitu bahagia. Satu tangan wanita itu terulur untuk mengusap pipi suaminya dengan penuh kelembutan.
"Ziko"
"Iya"
Tak langsung bicara Devina malah asik menatap wajah tampan suaminya itu untuk beberapa saat.
Hingga kalimat cinta terucap dari bibirnya.
"Vina cintaaa banget sama Ziko"
Dan sebuah ciuman langsung mendarat di bibirnya beberapa saat setelah Devina mengatakan kata cinta.
"Ziko juga cintaaaaa bangettttt sama Mami Vina"
Hati Devina menghangat ketika mendengarnya. Tubuhnya semakin mendekat pada Ziko.
Dia memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu. Matanya terpejam dan menikmati usapan juga ciuman di puncak kepalanya.
"Kita bahagia terus sampai selamanya ya sayang"
Devina mengangguk dengan cepat. Pelukannya semakin erat bersamaan dengan ciuman yang mendarat lama di puncak kepalanya.
Ah dia senang sekali.
Benar-benar membahagiakan bisa menikah dan menjadi istri Ziko.
••••
***Kalian masih nunggu aku updatee????
maaf baru bisa updateee😭
cerita Vano dan Adara aku update besok yaaaaaa❣️
Terima kasih banyak yang masih setia menunggu kisah manis Mami Vina dan Papi Ziko serta si kembar yang nakal💞***
__ADS_1