
Devina menatap lelah kedua anaknya yang sejak pagi tidak mau diam mereka asik bermain sepeda di halaman belakang sudah sejak pagi dan hingga sekarang masih belum berhenti juga. Sudah waktu makan siang dan Devina meminta mereka untuk pergi makan siang dulu, tapi kedua anak itu menolak.
Sekarang Devina pusing sendiri melihat keduanya yang berkeliling halaman belakang rumah menggunakan sepeda lalu turun dan berlarian di sana sambil berteriak. Sudah hari ini Devina hanya sendirian karena mertuanya sedang pergi dan suaminya yang kerja dia jadi semakin pusing.
Kedua anak itu jarang menurut kalau dengan Devina.
"Arthan Ardhan udah ya? Ayo makan siang dulu sayang"
Devina tidak tau sudah berapa kali dia mengatakan hal yang sama, tapi kedua anaknya sama sekali tidak mau mendengar.
"Mami marah ya? Kalau enggak mau nurut Mami telpon sekarang." Kata Devina.
Kedua anak itu masih asik berlarian dan tidak mau mendengar Devina.
"Aaa lali laliii aku dikejal Aldan." Seru Arthan sambil berlari kencang.
Devina menghela nafasnya pelan dan berjalan mendekati kedua anaknya.
"Arthan Ardhan! Ayo makan! Denger enggak Maminya ngomong apa dari tadi?! Makan dulu nanti habis makan baru main lagi!" Kata Devina kesal.
Kedua anak itu langsung berhenti dan mendongak untuk menatap Devina.
"Makan! Mami udah dari tadi minta kalian untuk makan, tapi enggak mau dengerin malah asik main aja." Omel Devina.
"Mami celewet!" Kata Arthan sambil melotot.
"Yaudah Mami telpon Papi sekarang biarin aja nanti Arthan sama Ardhan enggak bakal di beliin mainan lagi." Kata Devina sambil mengeluarkan ponselnya.
"AAAAA GAK GAKKK"
Kedua anak itu langsung berlari mendekati Devina dengan raut wajah sedih.
"Gakk gakkk jangan telpon Apiii gakk." Kata Arthan sambil melompat-lompat berusaha mengambil ponsel yang ada di tangan Devina.
"Makanya nurut sama Mami! Ayo makan ini udah jam dua." Kata Devina galak.
Arthan cemberut, tapi dia dan Ardhan diam saja ketika Devina menggenggam tangan mereka lalu membawa keduanya ke ruang makan.
"Maunya cambil nonton tipii." Kata Ardhan.
"Aku mau liat kaltunn." Kata Arthan juga.
"Yaudah makannya sambil nonton tv." Kata Devina mengalah.
Devina membiarkan kedua anaknya pergi ke ruang tengah selagi dia mengambilkan makan dan betapa senangnya Devina ketika melihat kedua anak itu duduk tenang sambil menonton film SpongeBob SquarePants.
Duduk di antara keduanya Devina tersenyum seraya menatap kedua anaknya bergantian.
"Mau makan sendiri atau Mami suapin?" Tanya Devina.
"Aku makan cendili." Kata Arthan sambil mengambil satu piring dari tangan Devina.
"Mau cuapin Ami." Kata Ardhan.
"Oke Ardhan Mami suapin ya?" Kata Devina dengan penuh kelembutan.
Berpindah duduk di samping Ardhan dengan telaten Devina menyuapi anaknya itu makan siang sambil sesekali memperhatikan Arthan yang juga sedang makan sendiri.
Kalau sudah begini kan enak dilihatnya, mereka tidak berlarian yang membuat Devina lelah sendiri melihatnya.
"Habis ini tidur." Kata Devina.
"Gakk aku mau main agi." Kata Arthan.
"Aku juga." Kata Ardhan ikutan.
"Tidur siang dong memang enggak capek main terus?" Kata Devina.
"Gak"
__ADS_1
Kedua anak itu menjawab bersamaan membuat Devina menghela nafasnya pelan.
"Mainnya di dalam aja ya? Main mobilan, oke? Jangan main sepeda dan lari-larian." Kata Devina.
"Main cepeda." Kata Arthan dengan wajah cemberut.
"Oh mau di bilang ke Papi ya?" Kata Devina lagi.
"Gak gakkk"
"Main di dalem atau tidur?" Kata Devina.
"Mainn"
Devina tersenyum geli melihat Arthan yang sekarang makan dengan wajah cemberut, tapi Ardhan terlihat biasa saja, dia fokus menonton tv.
Padahal kalau anteng begini keduanya semakin menggemaskan, tapi kalau tidak mau diam Devina antara kesal dan gemas sendiri melihatnya.
Rasanya mau di gigit pipi mereka.
°°°°
"Ziko ish ngapain sih? Sanaaa"
Devina mendorong pelan tubuh Ziko ketika pria itu memeluknya begitu pulang dari kantor, entahlah mood Devina sedang tidak baik, dia sangat lelah karena si kembar baru saja tidur setengah jam yang lalu. Main di dalam ternyata tidak membuat kedua anak itu anteng, sebaliknya mereka semakin membuat Devina gemas sendiri karena berteriak dan melempari mainan juga berlarian.
Baru saja Devina bisa beristirahat, tapi tidak bohong Devina juga senang menjaga mereka karena kalau satu hari saja si kembar tidak membuat ulah Devina malah kepikiran.
"Ziko kan mau peluk sayang." Kata Ziko.
"Ziko kan belum mandi sana ishhh." Kata Devina dengan wajah cemberut.
Devina juga mencubit pelan lengan suaminya membuat Ziko menatapnya dengan aneh.
"Kenapa sih sayang? Vina mau apa? Kok cemberut banget?" Tanya Ziko dengan penuh kelembutan.
"Ziko ish sana dulu." Kata Devina.
"Ziko bau ishh belum mandi." Kata Devina yang semakin membuat Ziko merasa aneh.
Dia menatap Devina yang menatapnya dengan kesal.
"Sana ish mandi dulu Ziko abis ngapain sih?" Tanya Devina.
"Aku enggak ngapa-ngapain sayang kok di usir sih? Biasanya kalau pulang kamu yang nempel terus sama aku." Kata Ziko.
"Ya Zikonya mandi dulu." Kata Devina.
"Yaudah iya." Kata Ziko mengalah.
Ziko menggelengkan kepalanya pelan dan pergi ke kamar mandi dengan perasaan aneh, padahal dia tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa Devina terlihat kesal sekali.
Tadi pagi dia terlihat biasa saja bahkan sempat menelpon dirinya dan menceritakan kedatangan Adara ke rumah bersama dengan Nathan dan Nadhin.
Oh iya omong-omong soal Adara kehamilannya sudah memasuki bulan ke tiga.
Cepat sekali bukan?
Brakk!
Ziko yang masih bingung dengan Devina dibuat terkejut ketika pintu kamar mandi dibuka dan Devina muncul sambil tersenyum.
"Kenapa sayang?" Tanya Ziko.
Devina tersenyum dan berlari kecil ke arahnya.
"Mau mandi juga"
Aneh sekali istrinya hari ini Ziko bingung sendiri melihatnya.
__ADS_1
Tadi meminta dia menjauh sekarang malah menghampirinya dan ingin mandi bersama, aneh sekali kan?
°°°°
"Ehh ehh kok nangis?"
Devina masuk ke dalam kamarnya sambil menangis membuat Ziko langsung meletakkan ponselnya dan menatap Devina dengan panik. Berlari menghampiri istrinya Ziko langsung memeluk Devina dengan sayang dan menenangkannya seraya bertanya alasan dia menangis.
Belum cukup dengan rasa terkejutnya itu Ziko semakin dibuat kaget ketika si kembar masuk ke dalam kamarnya sambil menangis juga.
Ini kenapa pada menangis semua?
"Ini kenapa pada nangis?" Tanya Ziko bingung.
"Amiiiii"
Arthan dan Ardhan menangis sambil berlari mendekati Devina lalu memeluknya, jadilah kini mereka berpelukan bertiga.
"Ini kenapa sih? Vina kenapa sayang? Ini juga kenapa anak-anak pada nangis?" Tanya Ziko bingung.
"Apii.... Ami malah." Adu Arthan pada Ziko.
"Ha?"
Ziko benar-benar tidak mengerti, jadi dia membawa Devina untuk duduk di atas kasur dan kedua anaknya ikut naik ke atas kasur juga.
"Kenapa sayang? Anaknya Papi juga kenapa pada nangis?" Tanya Ziko.
"Ami malah." Kata Ardhan.
"Vina marah?" Tanya Ziko.
"Enggak marah, tapi kesel! Mereka lari-lari terus tadi sampe mau jatuh ke kolam, gimana kalau jatuh beneran? Vina suruh udahan mainnya malah enggak mau, jadinya Vina enggak sengaja marah-marah." Kata Devina yang menjelaskan sambil menangis.
"Aaa Ami jangan malah enggak nakal agii." Rengek Arthan.
"Amii maapinnn." Rengek Ardhan juga.
Kedua anak itu memeluk Devina dengan erat membuat Devina cemberut, tapi tetap membalas pelukan kedua anaknya.
Ziko tertawa pelan melihatnya.
"Gak nakal agiiii Amiii." Kata Ardhan.
"Janji janjiii." Kata Arthan juga.
"Hayo Mami nangis nanti di tinggal sama Mami ke rumah Nathan sama Nadhin." Kata Ziko.
"Aaaa gakk gakkk maap Amiii." Rengek Arthan yang sudah mulai menangis.
"Maap Amii gak nakal agiii janji." Kata Ardhan juga.
Ziko kembali tertawa melihatnya, ketiga orang ini menggemaskan sekali Ziko jadi gemas sendiri.
Devina melepaskan pelukan kedua anaknya sambil menghapus air matanya dan tersenyum.
"Janji ya?" Kata Devina.
Kedua anak itu mengangguk dan langsung memeluk Devina lagi membuat Devina tertawa pelan apalagi ketika Ziko jiga ikutan memeluknya.
"Papi ikut juga dong berpelukan." Kata Ziko.
Devina tersenyum, dia tadi kesal sekali karena Arthan nyaris jatuh ke dalam kolam renang, tapi anak itu tetap tidak kapok juga dan masih saja berlari-lari.
Jadilah Devina menangis karena kesal, lagi pula dia lagi cengeng sekali hari ini.
°°°°
Update update updateee💞
__ADS_1
siapa yang nungguin????