
Tidak mau lepas dari istrinya sejak tadi Ziko terus memeluk Devina sambil mendusal manja di ceruk lehernya membuat Devina hanya bisa tersenyum dengan tangan yang terus mengusap kepala suaminya. Sejak kejadian dimana Devina marah pada Ziko sekarang suaminya itu selalu menempel padanya, dia tidak mau berjauhan dari Devina.
Sudah dua hari berlalu sejak hari itu dan Alda tidak pernah menghubungi Ziko lagi membuat Devina merasa sangat senang, dia tidak peduli mau dibilang egois atau dianggap terlalu posesif. Selama ini orang-orang di sekelilingnya juga bersikap sama padanya dan Devina hanya melakukan hal yang sama.
Seperti kata Mona dia harus tegas agar tidak ada orang yang bisa merusak hubungannya dengan Ziko.
"Ziko kenapa meluk terus?" Tanya Devina
Bukan menjawab Ziko malah semakin memgeratkan pelukannya.
"Ziko ish jawab dulu." Kata Devina kesal
Menghela nafasnya pelan Ziko menjauhkan tubuhnya lalu menatap Devina dengan senyuman dan mencium keningnya lama.
"Sayang Devina"
Tertawa kecil Devina mengacak-ngacak rambut Ziko dengan gemas.
"Ziko kenapa sih?" Kekeh Devina
"Maaf ya? Kamu jangan marah lagi sama aku Vin." Kata Ziko pelan
Perkataan itu membuat Devina menatap Ziko penuh arti lalu dia mengusap sayang pipi suaminya.
"Vina enggak marah sayang." Kata Devina
"Kamu bilang apa?" Kata Ziko dengan senyuman yang mengembang sempurna
Devina jarang sekali memanggil dia sayang.
"Sayang"
Tersenyum senang Ziko kembali memeluk Devina dengan sangat erat.
"Aku juga sayang kamu Vin sayang banget." Kata Ziko
"Yaudah lepas katanya Ziko mau ketemu Gio sama yang lainnya." Kata Devina dengan senyuman
"Iya aku udah janji, kamu gak mau ikut?" Tanya Ziko sambil melepaskan pelukannya
Devina tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan.
"Vina mau di rumah aja." Kata Devina
"Bener?"
"Iya atau Ziko mau kasih izin Vina ketemu sama Mona dan teman-temannya lagi?" Tanya Devina membuat wajah Ziko berubah murung
"Enggak kamu di rumah aja." Kata Ziko
Tertawa kecil Devina mencubit kedua pipi dengan Ziko dan menariknya pelan karena gemas.
"Ziko lucuu"
__ADS_1
Begitu tangannya terlepas Devina meminta Ziko agar segera bersiap.
"Yaudah sana siap-siap." Kata Devina
"Iya sayangg"
Sebelum pergi Ziko mencium kening Devina lagi baru setelahnya beranjak pergi untuk mengganti pakaiannya. Sebenarnya Ziko cukup malas, tapi dia juga tidak enak kalau harus membatalkan janjinya apalagi Ziko sudah jarang sekali berkumpul dengan mereka.
Selagi Ziko mengganti pakaiannya Devina mengambil ponsel sang suami yang ada di atas ranjang dan melihat-lihat pesan yang masuk. Benar saja sudah ada pesan dari Gio yang menanyakan apa Ziko jadi datang atau tidak.
Woy lo dimana Ko?
Jadi ikut gak? Gue sama yang lain udah di cafe lo nyusul aja
Awas gak jadi ikut
Tertawa kecil Devina memilih untuk membalas pesan itu.
Ziko jadi kesana Gio dia lagi ganti baju tuh
Setelah selesai Devina melihat lagi pesan yang masuk dan matanya terhenti di nama Alda yang ada di paling bawah. Melirik ke arah kamar mandi Devina yang merasa Ziko tidak akan segera selesai membuka pesan itu dan membacanya.
Senyum manisnya mengembang dengan sempurna membaca pesan yang Ziko kirimkan.
Sorry Al gue tau kita memang temen, tapi sekarang udah beda gue punya Devina dan gue harus jaga perasaan dia
Gue lebih takut kehilangan Devina
Kita tetap teman dan kita bisa ketemu atau hang out bareng sana Bianca dan Devina kalau lo memang udah bisa bersikap biasa ke gue
Suaminya itu terlihat tampan padahal hanya mengenakan kemeja hitam juga celana jeans, tapi entah kenapa ketampanannya bertambah berkali-kali lipat. Beranjak dari atas ranjang Devina mendekat lalu memeluk Ziko membuat pria itu tersenyum dan membalas pelukannya.
"Tadi Gio chat Ziko terus udah Vina balas." Kata Devina
"Balas apa?" Tanya Ziko
"Vina bilang Ziko lagi siap-siap." Kata Devina
Melepaskan pelukannya Ziko menatap Devina dengan senyuman.
"Kirain bilang kalau Ziko gak bakal dateng." Kata Ziko
"Ihh enggak lah kan Ziko udah janji gak boleh kayak gitu." Kata Devina
"Yaudah kalau gitu aku berangkat dulu ya? Jam lima aku pulang." Kata Ziko
Devina mengangguk sebagai jawaban dan dia memejamkan matanya ketika Ziko mencium keningnya dengan sayang.
"Jangan ke mana-mana di rumah aja." Kata Ziko
"Siap boss"
Tertawa kecil Ziko mengacak pelan rambut Devina sebelum akhirnya mengambil kunci mobil dan keluar dari kamar meninggalkan Devina sendirian.
__ADS_1
Selain malas untuk ikut Devina juga harus mengerjakan tugasnya yang menumpuk dan salah satunya ada yang harus di kumpul besok.
Baiklah sekarang Devina akan mulai mengerjakan tugas dan membiarkan Ziko bersenang-senang dengan teman-temannya.
°°°°
Berkumpul bersama teman-temannya sudah lama sekali tidak Ziko lakukan karena waktunya hampir setiap hari untuk Devina apalagi kalau mereka tidak kuliah, dia tidak akan mau pergi keluar dan memilih berada di rumah bersama dengan istrinya. Sekarang Ziko menjadi bahan ejekan karena jarang ikut kumpul, tapi Ziko menanggapinya dengan biasa dan sama sekali tidak merasa tersinggung.
Sudah sekitar satu jam Ziko bersama teman-temannya dan waktu sudah menunjukkan pukul empat sore yang artinya masih ada waktu satu jam lagi, tapi entah kenapa Ziko ingin segera pulang karena merindukan Devina. Sejak tadi mereka hanya mengobrol ada juga yang sibuk bernyanyi karena Bastian memang membawa gitar, beruntung Devina tidak ikut karena semua yang ada disini pria.
Awalnya Ziko ingin Devina ikut karena dia kira Adyra juga akan bergabung, tapi ternyata Bastian bilang gadis itu sedang sibuk, jadi bagus kalau Devina tidak ikut nanti dia wanita sendirian.
"Ko"
"Hmm"
"Lo gak ada niat mau ikut manggung sama kita lagi?" Tanya Bastian membuat Ziko mendongak dan menatapnya
"Bukan gak mau Bas sebenernya Devina juga gak masalah, tapi gue takut gak bisa bagi waktu sama kuliah." Kata Ziko
"Ah tumben lo mikirin kuliah." Kata Gio membuat Ziko berdecak kesal mendengarnya
"Ya harus Yo gue udah nikah masa mau main-main terus nanti Devina diambil lagi sama orang tuanya." Kata Ziko
"Bucin memang"
"Nanti juga lo ngerasain kalau udah punya pacar." Kata Ziko sambil tertawa
Ziko akui dia memang sangat menurut pada Devina dan sekarang semua yang dia lakukan harus dengan izin Devina selain itu Ziko juga selalu mementingkan Devina dalam hal apapun.
Saat tengah asik mengobrol ponsel Ziko bergetar membuat pria itu langsung melihatnya dan senyumnya mengembang ketika tau bahwa Devina yang mengirim pesan untuknya.
Ziko masih jam empat, tapi Vina udah kangenn
Kapan pulangnya?
Setelah dua pesan itu Devina mengirimkan foto yang membuat Ziko mengalihkan pandangannya ke yang lain, memastikan tidak ada yang melihat ke arahnya.
Astaga cantik sekali Ziko jadi ingin segera pulang.
Sebentar lagi aku pulang Vin
Tak butuh waktu lama Devina langsung memberikan balasan.
Vina udah selesai kerjain tugasnya
Ya ampun kenapa istrinya cantik sekali?!
°°°°
__ADS_1
Ayo Ziko cepetan pulang Vina nungguin🤣
Maaf udah dua hari gak update😔