Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Maaf


__ADS_3

Suara isakan Devina masih terdengar jelas bahunya bergetar menandakan bahwa tangisannya benar-benar hebat membuat Ziko terpaku di tempatnya untuk beberapa saat, dia tidak menyangka Devina akan sampai menangis begini. Sejak tadi Ziko mengusap kepala Devina dengan sayang dan berusaha untuk menenangkannya, tapi Devina masih terus menangis sambil menggumamkan maaf.


Sungguh Ziko merasa sangat bersalah dadanya sesak mendengar isak tangis Devina belum lagi istrinya itu terus mengucapkan maaf padahal Devina sama sekali tidak membuat kesalahan. Setelah cukup lama berada di pelukannya dengan sedikit paksaan Ziko mengurai pelukan mereka dan menatap wajah Devina yang dipenuhi air mata.


Hidungnya memerah begitu juga dengan mata yang tak henti mengeluarkan air mata.


"Maaf.... Jangan marah Vina minta maaf..."


Devina terisak sambil menatap wajah Ziko membuat pria itu semakin merasa sesak, kamu sudah sangat keterlaluan Ziko.


"Vina...."


"Maaf maaf.... Jangan marah Ziko"


Menghela nafasnya pelan Ziko mengusap kedua pipi Devina dan menghapus air mata yang ada disana dengan penuh kelembutan.


"Maafin udah jangan marah lagi." Pinta Devina


"Aku enggak marah." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


Devina masih terisak dan hal itu membuat Ziko merasa sangat sedih.


"Aku enggak marah sayang." Kata Ziko lagi


Bukan berhenti Devina malah kembali terisak dan memeluknya dengan sangat erat bahkan lebih erat dari sebelumnya.


Apa Ziko sudah sangat keterlaluan?


"Devina hey aku enggak marah." Kata Ziko


Saat Ziko ingin mengurai pelukannya Devina langsung menggelengkan kepalanya pelan dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Vina dengerin aku dulu ya? Udah jangan nangis." Kata Ziko pelan


Dengan sedikit paksaan Ziko melepaskan pelukan mereka dan menatap Devina dengan raut wajah penuh rasa bersalah. Keadaan istrinya itu tidak baik-baik saja matanya sembab hidungnya juga memerah.


Devina masih terisak dan semakin lama Ziko dapat melihat nafas Devina yang tidak beraturan membuat Ziko merasa cemas sendiri.

__ADS_1


"Vina? Udah jangan nangis aku enggak marah." Kata Ziko


Melihat nafas Devina yang tidak beraturan membuat Ziko cemas sendiri apalagi Devina tidak menanggapi ucapannya.


"Devina? Aku ambil minum dulu." Kata Ziko


Begitu ingin menurunkan Devina dari pangkuannya Ziko malah mendapat pelukan lagi.


"Enggak... Sini aja..."


"Vina sebentar ya? Ke dapur ambil minum untuk kamu." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


"Enggak jangan"


"Yaudah kamu jangan nangis berhenti dulu nangisnya." Kata Ziko


Melepaskan pelukannya Devina menatap mata Ziko dengan sendu dan dia hanya diam ketika Ziko mengusap sayang kedua pipinya yang basah karena air mata.


"Jangan nangis"


Ziko tersenyum lalu memberikan ciuman singkat di keningnya membuat Devina memejamkan matanya.


"Aku gak marah udah jangan nangis." Kata Ziko dengan senyuman yang menghiasi wajahnya


"Vina enggak tau kalau.... Raga bakal peluk... Vina enggak tau." Kata Devina pelan


"Iya udah enggak usah di bahas lagi." Kata Ziko


"Vina enggak tau Raga bakal kayak gitu." Kata Devina lagi


"Sst udah gak usah di bahas lagi, jangan nangis." Kata Ziko


"Ziko marah.... Vina minta maaf jangan marah lagi." Pinta Devina


"Aku enggak marah, udah ya?" Kata Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan dan menatap Ziko dengan sendu.

__ADS_1


"Maaf udah buat kamu nangis, aku yang minta maaf sama kamu." Kata Ziko


"Enggak"


"Maafin aku ya?" Kata Ziko sambil mengusap pipinya dengan sayang


"Kalau Ziko marah Vina mau pulang." Kata Devina


"Pulang kemana? Disini rumah Vina." Kata Ziko


"Ke rumah Daddy." Kata Devina membuat Ziko terdiam di tempatnya


"Aku enggak marah kamu jangan pergi kemana-mana." Kata Ziko


"Ziko marah banget tangan Vina sakit karena tadi Ziko tarik." Kata Devina


Ziko terdiam lalu meraih tangan Devina dan mengusapnya dengan sayang.


"Maaf"


Devina diam lalu mendekat dan memeluk Ziko lagi, bersandar di bahunya sambil memejamkan matanya.


"Aku ganti baju dulu ya?" Kata Ziko


Devina langsung menggelengkan kepalanya pelan.


"Sebentar aja." Kata Ziko


Menjauhkan tubuhnya Devina turun dari pangkuan Ziko dan membiarkan pria itu untuk mengganti pakaiannya.


Biasanya Devina akan menunggu sambil duduk di tepian ranjang, tapi kali ini Devina menunggu di depan pintu kamar mandi dan ketika suaminya keluar Devina langsung memeluknya.


Tersenyum manis Ziko langsung mengajak Devina untuk tidur karena hari sudah semakin larut dan ketika keduanya berbaring di atas ranjang Devina kembali mendekat lalu memeluknya.


Pelukan yang sangat erat seolah takut kehilangan.


Devina memang sangat takut, dia takut kehilangan Ziko dari hidupnya.

__ADS_1


°°°°


Update dulu yeeee🥰 Masih ada satu part lagi di sore atau malam yaaa😘


__ADS_2