Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Cemburu


__ADS_3

Sampai di rumah Devina sama sekali tidak mau bicara dan terus memasang wajah kesalnya bahkan ketika masuk ke dalam kamar Devina menyentak tangan Ziko yang meraih lengannya, dia masih marah. Sama sekali tidak peduli dengan hubungan apa yang pernah mereka berdua miliki bagi Devina hal yang tadi Alda lakukan sudah terlewat batas dan Devina tidak bisa terima.


Selama ini dia selalu menurut pada Ziko bahkan sampai sekarang Devina tidak pernah berhubungan dengan Lucas atau Raga meskipun kedua pria itu sudah meminta maaf padanya, bukan hanya itu Devina saja sudah tidak pernah berhubungan dengan Alex karena Ziko bilang dia selalu cemburu. Sekarang Devina tidak bisa diam melihat suaminya di peluk begitu mungkin ketika awal pertemuan dia bisa bersikap biasa dan memaklumi, tapi tidak dengan sekarang apalagi Devina sempat dengar apa yang Alda katakan.


Devina tidak bisa terima, sudah jelas Alda itu menyukai Ziko.


"Lepasin"


Menghela nafasnya pelan Ziko malah berusaha menggenggam tangan Devina yang lagi-lagi berusaha gadis itu lepaskan.


"Harusnya tadi Vina gak usah ikut dan biarin aja Ziko senang-senang sama Alda disana." Kata Devina


"Vin kamu kenapa...."


"Kenapa Ziko masih tanya? Vina marah enggak suka lihat Alda peluk kamu kayak gitu." Kata Devina dengan nafas memburu


Ziko baru akan bicara, tapi Devina sudah lebih dulu bersuara.


"Kalau Ziko mau bilang kalian cuman teman terserah Vina juga bisa lakuin hal yang sama." Kata Devina


"Sayang"


"Vina benci sama Alda!"


Ziko benar-benar bisa melihat kemarahan di mata dan nada Devina berbicara hingga kini dengan sedikit paksaan Ziko membawa istrinya itu ke dalam pelukannya.


"Vina benci sama Alda." Kata Devina lagi


Bukan memberikan tanggapan Ziko justru mengusap kepala Devina dengan sayang lalu memberikan ciuman di puncak kepalanya hingga berkali-kali. Setelah merasa kalau Devina lebih tenang Ziko melepaskan pelukannya dan membawa Devina untuk duduk di tepian ranjang.


Masih tak ada percakapan dan Ziko mendaratkan lagi sebuah ciuman di kening Devina untuk waktu yang cukup lama lalu menjauhkan wajahnya sambil mengusa pipi Devina dengan sayang.


"Kenapa Alda jahat banget sama Vina? Sekarang Ziko udah jadi suaminya Vina harusnya dia gak boleh kayak gitu udah dua kali dia peluk Ziko." Kata Devina


"Maaf"


"Vina enggak suka udah berapa kali Vina bilang sama Ziko." Kata Devina lagi


Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.


"Jangan nangis sayang." Kata Ziko


"Enggak nangis aku marah." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal

__ADS_1


"Iya Ziko minta maaf masalah tadi aku benar-benar gak tau Vin, aku cuman cuci tangan lalu tiba-tiba Alda datang dan peluk aku kayak gitu." Kata Ziko


"Kalau Vina lihat lagi Vina bakal sangat marah dan pulang ke rumah Mommy sama Daddy." Ancam Devina


"Jangan, nanti aku kesepian." Kata Ziko


"Makanya jangan nakal! Bilangin sama Alda jangan kayak gitu lagi Vina gak Terima nanti kalau Alda kayak gitu lagi aku jambak rambutnya." Kata Devina


Ziko tersenyum seraya mengangguk patuh lalu menatap wajah Devina yang telinganya masih memerah.


"Kalau Ziko masih dekat-dekat sama dia Vina bakal buka blokir Raga dan Kak Lucas terus kalau mereka chat lagi bakal Vina tanggapin biar kita impas." Kata Devina


"Jangan"


"Vina itu cemburu dia cuman teman Ziko kan? Kalau Vina apa? Vina istrinya Ziko." Kata Devina dengan penuh penekanan


Astaga Devina sekarang sangat pemberani.


"Iya sayang"


"Vina gak pernah melarang Ziko untuk berteman bahkan sama Adyra juga Vina enggak marah lagi, tapi Alda dia bukan cuman mau jadi teman Ziko melainkan lebih dari itu, dia pasti suka sama kamu." Kata Devina


Ziko tersenyum lalu dia meletakkan kedua tangannya di bahu Devina dan membuat istrinya itu kini menatap kedua matanya.


Devina ikut tersenyum lalu mencubit kedua pipi Ziko dengan cukup kuat dan menariknya pelan.


"Vina enggak suka milik Vina disentuh orang lain kayak gitu"


Mungkin ini efek dari Devina yang selalu dikelilingi orang-orang yang posesif padanya hingga kini Devina juga melakukan hal yang sama pada suaminya.


Ziko sendiri baru pertama kali melihat Devina sampai semarah itu.


°°°°


Setelah perdebatan cukup panjang dan keduanya berganti pakaian lalu berbaring di atas ranjang Devina sudah mulai tenang bahkan pergi ke alam mimpinya membuat Ziko tersenyum melihatnya. Tangan pria itu terulur untuk mengusap rambut Devina dengan sayang, dia juga mendaratkan ciuman singkat di kening istrinya.


Sungguh Ziko berani bersumpah kalau dia sama sekali tidak menyangka Alda akan memeluknya begitu dan dia juga tidak menyangka kalau Devina akan semarah itu, tapi kalau hal itu terjadi pada Devina pasti Ziko juga akan melakukan hal yang sama. Istri cantiknya ini sangat marah karena dia di peluk wanita lain dan Ziko sangat mengerti hal itu apalagi Devina selalu bilang kalau Ziko adalah miliknya.


Dia jadi merasa bersalah karena membuat istri manjanya yang menggemaskan ini marah.


"Tidur yang nyenyak ya sayang"


Beranjak dari tempat tidurnya dengan hati-hati Ziko mengambil ponsel miliknya lalu keluar dari kamar. Begitu sampai di ruang keluarga Ziko langsung menghubungi nomor Alda.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama panggilan itu sudah tersambung.


"Halo Alda"


'Kenapa Ko?'


"Sorry ganggu, gue cuman mau nanya tentang apa yang lo lakuin tadi dan apa yang sempat lo tanyakan, untuk apa semuanya?" Tanya Ziko


'Gak ada apa-apa'


"Al kita udah gak bisa sedekat dulu Devina gak suka hal itu dan sorry kayaknya setelah ini gue bakal jaga jarak karena gue gak mau buat Devina marah." Kata Ziko


Ada jeda cukup lama setelah Ziko mengatakan hal itu bahkan tadinya Ziko berniat mematikan panggilan telponnya.


'Dulu lo pernah bilang kalau lo gak suka cewek yang manja dan posesif'


"Dulu, semua udah berubah Al dan gue sayang banget sama Devina dia segalanya buat gue." Kata Ziko


'Hm oke gue matiin telponnya'


Ziko tak sempat memberikan tanggapan karena panggilannya terputus begitu saja, tapi dia tidak masalah dengan hal itu karena yang jelas dia merasa sedikit lega. Menghela nafasnya pelan Ziko keluar dari ruang keluarga dan kembali masuk ke dalam kamar.


Ternyata Devina sudah bangun, cepat sekali.


"Eh udah bangun sayang?" Kata Ziko


"Ziko dari mana?" Tanya Devina dengan bibir mengerucut sebal


"Habis nelpon, kenapa hm?" Tanya Ziko sambil berjalan mendekat dan duduk di tepian ranjang


Devina hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu memeluk pria itu dari samping dan kembali memejamkan matanya.


Dia terbangun karena tidak ada Ziko disampingnya.


°°°°


Update dulu nihhh🥰


Masa ada yang mau menikung cantiknya Ziko sihh mana bisaa🤣


Liatin aja ya Vinn😌


__ADS_1


__ADS_2