Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Daddy


__ADS_3

Secara tiba-tiba ketika pagi Daffa datang ke rumah dan mengatakan bahwa dia ingin mengajak Devina ke rumah Sahara karena Devina memang sedang tidak ada jam perkuliahan. Kedatangan itu membuat Devina ketakutan sendirian karena keadaannya yang bisa dibilang kurang baik dengan mata sembab hasil menangis semalaman, tapi dia juga tidak mungkin menghindar.


Masalah lainnya Ziko sudah berangkat ke kampus dan Devina harus menemui Daddy nya sendirian, tapi ada Nazwa juga di rumah. Sejak lima belas menit Devina berdiam di depan pintu kamarnya sambil menautkan kedua jari tangannya karena takut untuk turun ke bawah dan menemui Daddy nya.


Seandainya Daffa melihat dia pasti akan tau dan langsung bertanya penyebab matanya yang sembab dan menghitam, tapi Devina tidak bisa menghindar. Menghela nafasnya pelan Devina akhirnya membuka pintu kamar dan turun dengan wajah menunduk, dia takut.


Begitu sampai di bawah Devina dapat melihat sepasang kaki yang ada di dekatnya lalu pelukan yang dia dapatkan.


"Daddy mau ajak kamu ke rumah Kak Ara sayang disana sudah ada Mommy sama Vano tadinya mau ajak Ziko juga, tapi dia lagi kuliah kan? Maaf Daddy gak bilang dulu." Kata Daffa


Devina hanya bergumam pelan dan membalas pelukan Daddy nya lalu setelah merasa puas Daffa melepaskan pelukannya bersamaan dengan itu juga Nazwa datang.


"Pagi, maaf Nazwa saya datang tiba-tiba saya akan mengajak Devina keluar untuk bertemu Sahara." Kata Daffa


"Iya tidak masalah." Kata Nazwa


"Mama Vina pergi dulu ya?" Kata Devina sambil mencium punggung tangan mertuanya


Nazwa mengangguk, tapi dia terdiam ketika menatap wajah Devina dan dengan senyuman tipis diusapnya kepala menantunya itu dengan sayang.


"Kami permisi dulu nanti saya akan mengantarkan Devina pulang atau Ziko sendiri yang menjemputnya." Kata Daffa


Daffa masih belum menyadari apapun dia dengan tangan yang menggenggam erat tangan anaknya berjalan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil. Saat akan bicara barulah Daffa sadar begitu dia melihat Devina yang sepertinya tidak dalam keadaan baik-baik saja.


Tak kunjung membawa mobilnya Devina akhirnya menatap mata Daddy nya dan menggigit pelan bibir bawahnya.


"Devina"


Devina hanya bergumam pelan sambil menunduk dan tidak mau lagi menatap wajah Daddy nya.


"Kamu habis menangis?" Tebak Daffa


Menggelengkan kepalanya dengan cepat Devina mengalihkan pandangannya lalu memakai sabuk pengaman.


"Ayo Daddy nanti Kak Ara nungguin." Kata Devina


"Sini lihat Daddy dulu." Kata Daffa


Devina tidak bisa menolak dan akhirnya mendongak untuk menatap mata Daddy nya.


"Vina habis menangis?" Tanya Daffa lagi


"Enggak"

__ADS_1


"Kenapa nangis? Ada masalah sama Ziko? Ada yang ganggu Vina di kampus?" Tanya Daffa dengan penuh kelembutan


"Enggak Daddy." Kata Devina pelan


"Jangan bohong sama Daddy." Kata Daffa


"Enggak, kemarin Vina habis dimarahin Dosen makanya nangis Vina takut nanti nilai Vina jelek." Kata Devina bohong


Tak langsung memberikan tanggapan Daffa menatap anaknya itu dengan penuh curiga, tapi Devina sepertinya enggan bicara dan akhirnya dia berusaha untuk percaya.


"Jangan sedih gak papa." Kata Daffa


Devina hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Senyum dulu." Kata Daffa


Mendengar hal itu Devina menarik sudut bibirnya dan membentuk sebuah senyuman membuat Daffa mengusap pipis anaknya dengan sayang.


Setelah memakai sabuk pengamannya Daffa mulai melakukan mobilnya meninggalkan area rumah Ziko.


"Ziko selesai kuliah jam berapa?" Tanya Daffa


"Hm siang Daddy cuman ada dua mata kuliah." Kata Devina


"Nanti Ziko jemput kamu di rumah ya?" Kata Daffa membuat Devina terdiam di tempatnya


"Devina?"


"Em iya Dad nanti Vina jemput, tapi ada acara apa Daddy di rumah Kak Ara?" Tanya Devina


"Cuman makan biasa sayang katanya Sahara kangen." Kata Daffa


"Vina juga kangen Kak Ara." Kata Devina sambil tersenyum


Daffa ikut tersenyum mendengarnya dan sepanjang perjalanan tak banyak percakapan Devina hanya sesekali menanggapi atau menjawab pertanyaan yang Daddy nya ajukan.


Perasaannya memang sudah sedikit membaik karena Ziko tidak marah lagi, tapi Devina merasa takut kalau Daddy nya akan bertanya lebih jauh belum lagi kalau dia bertemu dengan yang lainnya.


Masalahnya mereka selalu tau kalau Devina habis menangis karena terlihat jelas apalagi di bagian mata Devina yang sembab.


"Devina"


"Iya Daddy"

__ADS_1


"Kalau Vina ada masalah bilang ya?" Kata Daffa


"Iya Daddy"


Tersenyum manis Daffa memberikan usapan di kepala anaknya membuat Devina tersenyum sambil menatap Daddy nya.


Semoga saja Daddy nya tidak akan bertanya lebih banyak dan percaya dengan alasan yang tadi Devina berikan.


°°°°


Berdiam diri di dalam mobil Ziko berkali-kali menghela nafasnya pelan sambil menatap rumah mertuanya yang ada di depan, dia sudah masuk ke dalam halaman rumah, tapi belum juga melangkah masuk ke dalam. Ada sedikit rasa cemas ketika Devina mengatakan bahwa Daffa ke rumah dan mengajak dia ke rumah Sahara lalu di tambah dengan Ziko yang harus menjemput ke rumah.


Bukan masalah menjemput karena itu adalah kewajiban Ziko sebagai suami, tapi dia cemas karena Ziko tau keadaan Devina tidak kurang baik matanya terlihat sekali seperti habis menangis. Sungguh Ziko takut dianggap tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk istrinya.


Mengusap kasar wajahnya Ziko melepaskan sabuk pengaman lalu keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya ke pintu utama rumah keluarga Wijaya. Setelah mengetuk pintu dan di buka oleh Bibi barulah Ziko masuk ke dalam dan dia dapat melihat mertuanya serta Devano juga Devina yang ada di ruang tengah.


Dengan senyuman Ziko mendekat lalu mencium punggung tangan mertuanya dengan sopan.


"Sudah sampai? Sini duduk dulu." Kata Fahisa


Ziko mengangguk dan duduk di dekat Devina yang tersenyum padanya.


Matanya sudah tidak terlalu sembab, tapi Ziko yakin pagi tadi masih sangat terlihat. Baiklah Ziko ini juga salah kamu membuat Devina menangis Terima saja kalau memang Daffa marah.


"Tadi mau ajak kamu ke rumah Ara, tapi kamu kuliah." Kata Fahisa sambil membawa minuman


"Iya Ma tadi ada mata kuliah." Kata Ziko


"Ziko udah makan siang belum?" Tanya Devina dengan penuh kelembutan


"Udah Vin tadi makan siang dulu kok sama Nizam dan yang lainnya." Kata Ziko


Devina mengangguk faham lalu melirik Daffa yang sejak tadi diam dan malah membuat Devina tidak tenang.


Baru akan bicara Daffa sudah lebih dulu mengatakan sesuatu yang membuat keadaan hening seketika dan semua mata menatapnya.


"Ziko ikut saya sebentar ada yang mau saya bicarakan"


Di tempatnya Devina diam dia menatap Ziko yang berjalan mengikuti langkah kaki Daddy nya, tapi ketika Devina ingin berdiri Devano menahan tangannya.


"Sini aja Daddy cuman mau ngobrol sebentar"


°°°°

__ADS_1


Yee satu lagiiii🥰


Besok aku update dua part lagi yaaa😍


__ADS_2