Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Si Overthinking


__ADS_3

Sebelum pergi ke apartemen Devina lebih dulu mengajak Ziko untuk pergi ke taman karena sudah lama mereka berdua tidak pergi kesana dan Devina ingin makan ice cream yang dijual dekat sana. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan Devina dengan senyuman manisnya menatap lurus ke depan lalu di sampingnya ada Ziko yang fokus pada jalanan di hadapannya.


Belakangan ini Devina selalu ingin melakukan banyak hal bersama dengan Ziko seperti mereka ketika masih sekolah dulu, pergi ke taman atau pasar malam dan mungkin kedai ice cream. Terkadang Devina rindu ketika masih sekolah dimana dia sering mencuri pandang pada Ziko yang duduk di belakang lalu tersenyum ketika mata mereka bertemu.


Ah ingin kembali ke masa sekolah.


Perjalanan ke taman memakan waktu lima belas menit dan sekarang mobil Ziko sudah berhenti area taman membuat senyuman manis Devina mengembang sempurna. Terlihat sangat antusias Devina dengan tak sabaran mengajak Ziko untuk keluar dari mobil.


"Hey sabar sayang"


Devina hanya tertawa kecil lalu mendekat pada Ziko dan memeluk lengannya.


"Ziko udah lama kita gak kesini kan?" Kata Devina


Ziko menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan hanya mengikuti Devina saja.


"Vina mau main ayunan nanti Ziko dorongin ya?" Kata Devina


"Ayunan?"


"Iyaaa yang ada di situ nanti habis dari sana kita beli ice cream." Kata Devina


"Oke"


Mengikuti langkah kaki istrinya Ziko tersenyum ketika Devina duduk di atas ayunan dan meminta dia untuk mendorong nya.


"Pelan-pelan aja jangan tinggi-tinggi." Kata Devina


"Iya sayang"


Perlahan Ziko menggerakkan ayunan yang Devina naiki membuat istrinya itu tersenyum senang dan tentu saja Ziko juga tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.


Keduanya benar-benar menikmati waktu mereka bersama dan rasanya Ziko ingin waktu berhenti untuk sementara agar dia bisa terus seperti ini dengan Devina. Senyuman istrinya itu begitu tulus dan tawanya terdengar sangat merdu di telinga Ziko.


Saat tengah asik bermain tiba-tiba seorang anak kecil dengan memakai seragam sekolah berhenti di dekat mereka membuat Devina menatapnya dan meminta Ziko berhenti.


"Hai cantikk"


Anak itu tersenyum malu lalu berjalan mendekat pada Devina dan mengatakan sesuatu yang membuat senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna.


"Tante boleh enggak gantian, aku mau naik ayunan juga." Kata anak itu


Belum sempat menjawab seorang wanita yang Devina yakin sebagai orangtuanya datang dan merangkul anaknya.


"Shila kamu ini Mama cariin." Kata wanita itu


"Shila mau naik ayunan." Kata Shila sambil menatap Devina


Devina tersenyum lalu turun dan membiarkan anak itu untuk naik bermain ayunan.


"Dia baru pulang sekolah langsung minta ke taman." Kata wanita itu pada Devina


"Dia lucu hehe masih tk ya Tante?" Tanya Devina


"Iya tahun depan baru masuk sekolah dasar." Katanya


Devina mengangguk faham lalu menghampiri Ziko yang berdiri tak jauh darinya.


"Kalau gitu aku duluan ya Tante." Kata Devina dengan senyuman

__ADS_1


"Eh udah mau pergi?" Tanyanya


"Heem mau pulang." Kata Devina


Akhirnya wanita itu mengangguk dan Devina melambaikan tangannya pada dia juga Shila yang masih asik bermain. Sebelum pulang Devina mengajak Ziko untuk beli ice cream dulu dan tentu saja Ziko hanya menurut.


Letaknya tak terlalu jauh dari tempat mereka memarkirkan mobil tadi dan sekarang Ziko sedang memesan dua ice cream coklat untuknya juga Devina. Tersenyum manis Devina mengambil ice cream miliknya yang Ziko berikan dan mulai menyantapnya dengan bahagia.


Sudah di bilang sejak awal kalau bahagia Devina itu sangat sederhana bahkan duduk berdua sambil memakan ice cream seperti sekarang saja sudah membuatnya sangat senang.


"Anak tadi lucu ya Ziko." Kata Devina tiba-tiba


"Iya gemes kayak kamu." Kata Ziko membuat Devina tertawa kecil mendengarnya


"Vina mau punya anak kayak gitu, pasti lucu nanti dia manja kayak Vina dan Ziko jadi pusing." Kata Devina


Menggelengkan kepalanya pelan Ziko mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Gak bakal pusing." Kata Ziko


"Em bakal Vina bikin pusing nanti Ziko harus berhadapan sama dua orang yang manja." Kata Devina


"Enggak bakal pusing sayang." Kata Ziko


"Kalau Ziko mau enggak punya anak kayak gitu? Dia lucu terus gemesin." Kata Devina


"Maunya yang mirip Vina." Kata Ziko


"Vina juga maunya yang mirip Ziko." Kata Devina dengan senyuman


Ziko hanya tersenyum lalu menatap Devina yang sekarang kembali fokus dengan ice cream yang dia makan.


Devina pernah bilang pada Ziko bahwa dia sudah sangat jatuh cinta dengan Ziko bahkan Devina pernah bilang dia akan melakukan apapun agar mereka bisa tetap bersama.


Padahal nyatanya Devina tidak perlu takut karena Ziko juga merasakan hal yang sama, dia tidak mungkin meninggalkan Devina.


Devina juga pernah bilang kalau bersama dengan Ziko hidupnya semakin berwarna, rasa sedih hampir tak pernah menghampirinya dan senyuman selalu menghiasi wajahnya.


Masih tetap memperhatikan istrinya Ziko tersenyum lalu mengusap pelan sudut bibirnya membuat Devina menoleh dan menatapnya.


Lalu sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman manis yang kembali membuat suaminya jatuh cinta, lagi dan lagi.


°°°°


"Akhirnya sampai jugaaa"


Ziko tersenyum sambil menutup pintu apartemen lalu menatap Devina yang langsung mendudukkan dirinya di sofa dan menyandarkan kepala disana. Berjalan mendekat Ziko ikut duduk tepat di samping istrinya membuat Devina langsung memeluknya dari samping.


Nanti malam mereka akan pergi ke rumah orang tua Devina dan makan malam disana makanya sekarang keduanya akan menghabiskan banyak waktu di apartemen. Sebenarnya Devina sudah sangat tidak sabar untuk pergi ke rumahnya dan bertemu orangtua serta kembarannya, tapi sekarang dia juga ingin bersama Ziko.


"Capek?"


"Emm enggakk hari ini Vina senang makasih Ziko." Kata Devina


"Gak perlu bilang makasih sayang." Kata Ziko


Devina hanya tersenyum lalu melepaskan pelukannya dan sekarang dia melepaskan jam tangan juga kalung yang dikenakan. Semuanya Devina letakkan di meja dan setelahnya dia meraih tangan Ziko kemudian melepaskan jam tangan yang pria itu kenakan.


"Ziko nanti kita cari jam tangan ya? Vina mau beliin jam tangan baru untuk Ziko." Kata Devina

__ADS_1


"Hm boleh besok aja mau?" Tanya Ziko


Devina menganggukkan kepalanya dengan semangat lalu dia mengajak Ziko untuk pergi ke kamar.


"Mau ngapain ke kamar hm?" Tanya Ziko dengan tatapan menggoda


"Tidurann"


Tertawa kecil Ziko hanya mengikuti saja dan begitu masuk ke dalam kamar juga duduk di atas ranjang Devina berbaring, tapi dia menjadikan paha Ziko sebagai bantalan untuk kepalanya. Mata indahnya menatap Ziko dan sang suami hanya bisa tersenyum sambil mengusap kepalanya.


"Ziko"


"Hmm"


"Pernah enggak mikir untuk cari pengganti Vina?" Tanya Devina


"Kenapa nanya gitu? Enggak lah mana mungkin aku mikirin hal kayak gitu." Kata Ziko


"Nanya aja." Kata Devina


"Gak mungkin ada yang bisa gantiin kamu sayang." Kata Ziko


Devina tersenyum senang mendengar nya.


"Kemarin Vina ngobrol sama Mama." Kata Devina


"Bicara apa?" Tanya Ziko penasaran


"Tanya emm tentang Mama kapan dia hamil Ziko terus Mama bilang waktu masih kuliah dan Mama sempat cuti." Kata Devina


"Kenapa nanya gitu hmm?" Tanya Ziko


"Mau tau aja hehe kadang Vina mau, tapi juga takut kalau nanti malah enggak bisa jadi orang tua yang baik." Kata Devina


"Kebiasaan banget sering overthinking." Kata Ziko


Devina hanya tertawa kecil mendengarnya.


"Sini bangun dulu." Kata Ziko


Devina menurut lalu bangun dan menatap suaminya dengan raut wajah bingung.


"Sekarang gak usah mikirin apa-apa karena...."


Ziko menggantungkan kalimatnya membuat Devina penasaran dan bertanya.


"Karena?"


Tersenyum menggoda Ziko mencapit gemas hidung Devina lalu mengatakan hal yang membuat istrinya itu merona.


"Karena kita mau main"


°°°°


Update nihh🥰


Duh Vina gemes banget dehh😝


__ADS_1


__ADS_2