Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Pregnant


__ADS_3

Jantung Devina berdetak dengan cepat begitu dia bersama dengan suaminya masuk ke dalam ruangan, ya keduanya sudah sampai di rumah sakit dan sekarang sudah waktunya bagi mereka untuk masuk ke dalam. Dari tempatnya Devina dapat melihat name tag yang ada di jas putih seorang wanita yang masih cukup muda namanya mirip seperti namanya.


Vina, senyum Devina mengembang perlahan dia mendongak dan menatap Ziko yang juga tersenyum padanya bahkan mengusap lembut kepalanya. Mereka masuk ke dalam lalu duduk dan Devina langsung menggenggam tangan Ziko karena merasa takut juga gugup.


"Selamat siang"


Dokter Vina menyapa mereka berdua dengan ramah membuat keduanya tersenyum dan membalas sapaan itu.


"Ziko"


Devina berbisik pelan dia mendekatkan wajahnya ke telinga sang suami dan mengatakan hal yang membuat Ziko tertawa kecil.


"Ziko nama dokternya sama seperti nama Vina." Bisik Devina


Ternyata bisikan itu masih sanggup Dokter Vina dengar dan dia hanya bisa tersenyum mendengarnya.


"Dokter hari ini Vina mau lihat di dalam sini ada baby nya atau enggak soalnya Vina udah telat datang bulan terus perut Vina suka sakit dan sekarang Vina lapar terus kadang malam-malam juga lapar." Kata Devina membuat Dokter itu tertawa mendengarnya


Baru kali ini dia mendapat pasien seperti Devina.


"Oh begitu ya? Kamu lucu sekali." Kata Dokter Vina


Devina tersenyum dan Ziko juga hanya bisa tersenyum sambil menahan rasa gemas yang ada di dalam dirinya.


"Baiklah sekarang Devina ke kamar mandi dulu ya? Kita lihat melalui testpack lebih dulu." Kata Dokter Vina


Devina mengangguk dia mengikuti Dokter itu lalu masuk ke dalam kamar mandi yang masih ada di dalam ruangan dan Devina membawa sebuah testpack yang tadi di berikan.


Butuh waktu beberapa menit bagi Devina hingga dia keluar dan membawa testpack miliknya. Begitu keluar Devina memberikannya pada Dokter Vina sambil tersenyum.


Ada dua garis di sana yang membuat Dokter itu tersenyum penuh arti, sedangkan di tempatnya Ziko memandang dengan raut wajah bingung.


"Ziko garisnya ada dua." Kata Devina


Ziko langsung bangun dari tempatnya dan mengikuti Devina yang di bawa ke dekat ranjang lalu di baringkan karena ingin memeriksa lagi.


Devina diam tangannya menggenggam erat tangan Ziko ketika bajunya di singkap ke atas dan dia merasakan hawa dingin yang menyentuh perutnya. Mata Devina menatap ke arah monitor yang ada di dekatnya dengan penasaran.


Ziko menatap dokter Vina yang terlihat fokus dan dia dibuat semakin penasaran ketika wanita itu tersenyum senang ketika melihat ke arah monitor.


"Apa kalian bisa lihat? Astaga mereka kembar." Katanya dengan penuh semangat


Devina diam dia ikut menatap ke arah monitor lalu tersenyum dan menatap suaminya.


"Zikoooo"


Ziko tersenyum dia mencium kening Devina dengan sayang.


"Usianya sudah memasuki minggu ke empat." Kata Dokter Vina lagi


"Sudah selama itu?" Kata Ziko tidak percaya

__ADS_1


"Iya sudah selama itu dan kondisinya begitu baik, aku akan meresepkan beberapa vitamin juga." Kata Dokter Vina lagi


Devina menatap lagi Ziko yang terlihat begitu bahagia.


"Ziko jadi di sini beneran ada baby nya." Kata Devina sambil mengusap perutnya dengan sayang


"Iya baby nya ada dua." Kata Ziko dengan penuh kebahagiaan


"Nanti mereka lucu." Kata Devina dengan senyuman di wajahnya


"Iya lucu seperti Vina." Kata Ziko


Senyuman di wajah Devina mengembang dengan sempurna lalu dengan bantuan oleh Ziko dia bangun dan turun dari atas ranjang. Mereka kembali duduk di dekat meja dan menatap Dokter Vina yang sedang menulis sesuatu.


"Dokter"


Dokter Vina mendongak dan menatap Devina yang juga tengah menatapnya.


"Baby nya Vina baik kan?" Tanya Devina


Wanita itu mengangguk sebagai jawaban membuat Devina tersenyum senang.


"Tapi, meskipun kondisinya baik dan tidak ada masalah kamu harus jaga pola makannya ya? Jangan lupa vitaminnya di minum terus." Kata Dokter Vina


Devina mengangguk patuh dia menyentuh lagi perutnya lalu tersenyum senang.


"Dokter"


"Nama Dokter sama seperti nama Vina." Kata Devina membuat wanita itu tertawa kecil mendengarnya


"Iya, tapi kamu lebih cantik." Kata Dokter Vina dengan senyuman


"Tapi, Vina bukan dokter hehe dulu waktu kecil Vina mau jadi dokter ehh pas sudah besar Vina takut jarum suntik." Kata Devina


Ziko hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


"Lalu sekarang Vina mau jadi apa?" Tanya Dokter Vina sambil menatap Devina


"Mau jadi Mami yang baik untuk baby nya Vina." Kata Devina


Dokter Vina tertawa sambil menggelengkan kepalanya pelan, sungguh ini kali pertama dia mendapat pasien yang begitu menggemaskan.


"Istrinya lucu sekali." Kata Dokter Vina


"Memang lucu Dok dia ini gemesin banget." Kata Ziko sambil mencubit gemas pipi istrinya


Devina hanya bisa tersenyum mendengarnya.


Dia terlalu larut dalam kebahagiaan bahwa ada dua baby yang sedang berkembang di dalam perutnya.


Sangat membahagiakan.

__ADS_1


°°°°


"Vina mau makan?"


Pertanyaan itu Ziko ajukan ketika mereka sampai di rumah dan sudah masuk ke dalam kamar, tapi Devina langsung menggelengkan kepala sebagai jawaban karena dia belum merasa lapar. Sekarang Devina sedang duduk di tepian ranjang dan Ziko duduk di hadapannya sambil terus menatap Devina.


Tangan suaminya itu terulur untuk mengusap kepala Devina dengan sayang lalu setelahnya Ziko mengusap perut Devina yang masih terlihat rata. Sungguh Ziko tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya dia sekarang.


"Ziko"


"Em"


"Besok kita ke rumah Daddy ya? Vina mau kasih tau mereka." Kata Devina


"Iya nanti malam kita kasih kejutan untuk Mama sama Papa juga mereka pasti senang." Kata Ziko


Devina menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Habis dari rumah Daddy kita ke rumah Kak Ara ya?" Kata Devina lagi


Ziko kembali mengangguk sebagai jawaban.


"Ziko maunya mereka cewek apa cowok?" Tanya Devina


"Apa aja." Kata Devina sambil tersenyum


Devina tersenyum dia menunduk dan menatap tangan Ziko yang masih ada di perutnya.


"Ziko"


"Iya sayang"


"Vina udah hamil Adara kapan ya?" Tanya Devina penasaran


"Kamu doa aja semoga gak lama dia juga." Kata Ziko


Devina mengangguk dia merentangkan tangannya.


"Pelukk"


Tertawa kecil Ziko mendekat dan memeluk tubuh Devina dengan sayang.


"Nanti malam mau jengukin baby nya ya?"


Devina terdiam lalu ketika Ziko melepaskan pelukannya Devina menanyakan hal yang membuat Ziko diam.


"Memang bisa Ziko?"


Ah Ziko lupa kalau Devina terlalu polos untuk pikirannya yang mesum.


°°°°°

__ADS_1


Next enggakkk yaaa🤣


__ADS_2