
Sejak kejadian kemarin Devina merasa tidak tenang dia jadi sering curiga pada Ziko apalagi kalau pria itu sibuk dengan ponselnya padahal ketika Devina lihat suaminya itu tengah berbalas pesan dengan teman-teman kuliahnya. Berusaha untuk tidak memikirkan hal yang buruk Devina berniat mengajak Ziko untuk pergi ke rumah orang tuanya karena Devina sudah merindukan mereka.
Baru saja ingin bicara Ziko sudah lebih dulu mengangkat panggilan yang masuk ke dalam ponselnya dan membuat Devina mengurungkan niatnya untuk bicara. Tak butuh lama hanya beberapa menit saja Ziko sudah mematikan ponselnya melihat hal itu Devina langsung berjalan mendekat.
Dia dapat melihat suaminya itu tersenyum lalu ketika Devina duduk Ziko merangkulnya dengan sayang.
"Kenapa?" Tanya Ziko sambil memainkan rambutnya
Devina mendongak dan menatap suaminya dengan senyuman.
"Ziko lagi sibuk enggak?" Tanya Devina
Ziko menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Enggak, kenapa? Kamu mau pergi ke suatu tempat?" Tanya Ziko
"Heem mau"
"Vina mau kemana?" Tanya Ziko sambil menatap wajah istrinya
"Mau ke rumah Daddy." Kata Devina
"Kangen ya?" Kata Ziko yang dijawab dengan anggukan oleh istrinya
"Boleh?"
"Masa enggak boleh, ya bolehlah Vin." Kata Ziko sambil tertawa kecil
"Jadi boleh?" Kata Devina dengan senyuman manisnya
"Boleh cantik, mau kesana kapan?" Tanya Ziko
"Emm sekarang." Kata Devina
"Yaudah siap-siap dulu atau kamu mau menginap juga?" Tanya Ziko
"Enggak kok kita kesana aja nanti kalau mau nginap pas udah gak banyak tugas." Kata Devina
Ziko tersenyum mendengarnya lalu memberikan ciuman di keningnya.
"Yaudah siap-siap dulu kamu ganti baju." Kata Ziko
Dengan penuh semangat Devina menganggukkan kepalanya lalu bergegas mengambil baju dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Ziko yang tersenyum melihat nya.
Sesaat setelah Devina masuk ke dalam kamar mandi ponsel Ziko berdering dan ada nama Alda yang tertera disana membuat Ziko langsung mengangkat panggilan nya.
"Kenapa Al?" Tanya Ziko
'Gue sama Bianca mau ke mall sekalian nonton bioskop, mau ikut enggak?'
"Oh enggak Al gue udah ada janji sama Vina." Kata Ziko
__ADS_1
'Yah.. Yaudah kalo gak bisa gak papa'
"Sorry, next tima deh nanti gue ajak Devina sekalian." Kata Ziko
'Oke'
Mematikan panggilan itu Ziko meletakkan ponselnya di meja lalu mengambil jam tangan yang dibelikan Devina dan memakainya. Tak lama setelah nya Devina keluar dari kamar mandi dengan memakai dress diatas lutut berwarna merah muda.
Ziko tersenyum lalu memeluk Devina ketika istrinya itu berdiri tepat dihadapannya, cantik sekali Ziko selalu terpesona dengan istrinya. Cukup lama berpelukan Devina menjauhkan tubuh nya lalu dia tanpa sengaja melihat jam tangan yang melingkar di tangan suaminya.
"Ziko pakai jam dari Vina." Kata Devina senang
"Aku suka meskipun kamu beli ini udah lama, tapi aku suka makainya." Kata Ziko dengan senyuman
"Nanti Vina belikan lagi." Kata Devina
Ziko tersenyum lalu mencubit gemas pipi Devina dan menggenggam tangannya, mengajak istrinya itu untuk pergi.
"Kemarin kamu minta ke kamar duluan karena ada tugas yang mau dikumpul hari ini....."
"Itu bohong Vina mau ke kamar karena malas melihat Ziko asik ngobrol sama orang lain." Kata Devina mengaku
Tersenyum penuh arti Ziko mengusap tangan Devina yang ada di dalam genggamannya.
"Kesel banget ya?" Tanya Ziko
"Heem kesel gak sukaa." Kata Devina
Devina tersenyum menanggapinya lalu ketika Ziko membuka pintu mobil dia langsung masuk ke dalam.
Tidak masalah Devina akan melupakan kejadian kemarin yang penting Ziko sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan Devina selalu percaya karena Ziko tidak pernah berbohong atau mengingkari janji yang dia buat. Di dalam mobil Devina mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi kembarannya untuk memberi kabar bahwa dia akan datang.
"Vanooo"
'Iya Vin kenapa? Tumben banget pagi-pagi udah telpon'
"Vina mau kesana sekarang udah di jalan." Kata Devina dengan antusias
'Kenapa baru bilang? Aku bakal kasih tau Mommy sama Daddy dulu'
"Iyaa Vano"
Mematikan panggilan telponnya Devina memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas lalu menatap lurus ke depan dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Rasanya tidak sabar untuk bertemu orang tua serta kembarannya lagi ah Devina sangat merindukan mereka.
"Vin"
"Hmm"
"Tadi Alda telpon dia bilang hari ini mau pergi ke bioskop sama Bianca terus ajakin aku...."
"Jadi Ziko cuman mau antar Vina ke rumah terus pergi?" Tanya Devina dengan raut wajah yang berubah sedih
__ADS_1
Mendengar hal itu Ziko terkekeh lalu menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Enggak lah aku bilang gak bisa karena udah janji sama kamu, aku cuman mau kasih tau kalau lain kali kita pergi sama mereka ya?" Kata Ziko
"Emm boleh asal Ziko mau janji gak boleh cuekin Vina dan asik ngobrol sama mereka." Kata Devina
Ziko tersenyum dan mengacak pelan rambut istrinya.
"Janji"
Bagaimana Devina tidak takut kehilangan kalau Ziko selalu perhatian begini padanya?
°°°
Seperti seorang anak kecil Devina berlari dan memeluk kedua orang tuanya dengan sangat erat, kebiasaan yang selalu dia lakukan setelah menikah. Biasanya hampir setiap hari Devina memeluk mereka, tapi sekarang sudah jarang sekali karena jangankan untuk memeluk bertemu saja hanya sesekali.
Setelah puas memeluk orang tuanya Devina beralih pada Devano dan memeluk nya tak kalah erat membuat kembarannya itu tersenyum seraya membalas pelukannya. Sedangkan Ziko tengah menghampiri mertuanya dan mencium punggung tangan keduanya dengan sopan.
"Sini sayang duduk dulu." Kata Fahisa
Mendengar itu Devina menurut lalu melepaskan pelukannya dan pergi ke ruang tamu bersama dengan kedua orang tuanya.
"Mau minum apa?" Tanya Fahisa
"Emm apa aja." Kata Devina dengan senyuman
"Iya Ma apa saja." Kata Ziko
Fahisa mengangguk singkat lalu pergi ke dapur untuk mengambil kan minuman serta beberapa makanan ringan.
"Vina lagi gak ada kuliah?" Tanya Daffa
"Em harusnya ada, tapi dosennya gak bisa datang dan diganti hari lain." Kata Devina
"Aku juga lagi gak kuliah." Kata Devano
"Ziko juga sama." Kata Devina dengan senyuman
Tak lama setelah percakapan singkat itu Fahisa kembali bersama Bibi membawakan minuman juga makanan untuk keduanya membuat senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna. Tanpa menunggu lagi Devina mengambil cake yang Fahisa bawakan dan memakan nya dengan penuh semangat.
Tanpa Devina sadari semua mata menatapnya dengan senyuman yang menghiasi wajah mereka, memang Devina itu selalu membawa kebahagiaan.
"Vina kangenn banget sama Mommy dan Daddy terus Vano juga." Kata Devina
"Kami juga sama Devina." Kata Daffa sambil mengusap kepalanya dengan sayang
Tak perlu banyak kata untuk menggambarkan betapa mereka merindukan Devina.
Devina kesayangan semua orang, siapa yang tidak merindukannya ketika dia tidak ada di rumah?
°°°
__ADS_1
Updateee🥰